The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 255. "Aku akan mewariskannya."


__ADS_3

Atmosfer antara Qian Zhu dan Xu Jing segera menjadi tegang. Sosok Qian Zhu yang mendominasi segera menekan Xu Jing tanpa ampun.


Entah apa yang pernah terjadi antara mereka berdua, tapi dapat dipastikan jika ada cerita dibalik suasana tegang mereka berdua.


"Kak Zhu...lama tidak bertemu." Ucap Xu Jing dengan gugup.


Tapi Qian Zhu segera menatapnya dengan dingin, "Ho...ternyata kau masih ingat memanggilku sebagai kakak rupanya?" tanyanya dengan dingin.


"Hehehehe...te-tentu saja, bagaimana aku bisa lupa apa yang pernah kita jalani dulu." Xu Jing kembali menunduk kepalanya karena rasa takut.


"Hah...sudahlah aku juga sudah lama mati. Jangan membuat suasana menjadi tegang." Ucap Qian Zhu sambil menghela nafas.


Walaupun begitu Xu Jing masih belum bangkit dan memilih untuk tetap duduk. Tapi kali ini ada air mata yang mengalir dari mata cantiknya, rasa bersalah segera muncul dihatinya.


"Ma-Maafkan aku kak Zhu." Ucap Xu Jing dengan suara serak.


"Andaikan saja aku memiliki kekuatan lebih, aku pasti bisa membantu. Tapi aku juga takut saat itu, saking takutnya aku melarikan diri tanpa rasa bersalah...jika saja aku memiliki kekuatan, kau pasti tidak akan mendapatkan kutukan dari orang itu, andaikan saja aku...." Xu Jing berkata dengan tubuh gemetaran.


Lalu Qian Zhu tidak lagi mengeluarkan aura mendominasi darinya dan segera memasang ekspresi lembut dan senyum ramah muncul diwajah cantiknya. Dia pun segera menyentuh kepala dan sedikit mengacak-acak rambutnya.


"Ya...Ya, aku tau. Sudah aku bilang jika hal itu tidak masalah lagi untukku, lagi pula zaman sudah berubah banyak." Ucap Qian Zhu sambil tersenyum.


Namun Xu Jing segera berteriak, "Tapi! bagaimana kau bisa hidup tenang jika kutukan yang ada ditubuhmu masih ada, dan lagi itu terus menyakitimu!"


Qian Zhu hanya tersenyum dan berkata, "Apakah kau yakin dengan itu?"


Xu Jing segera tertegu mendengar perkataan Qian Zhu, lalu suasana segera sunyi. Sampai dimana Xu Jing menyadari sesuatu dan ekspresi terkejut muncul diwajahnya.

__ADS_1


"Tunggu! apakah kutukan yang ada padamu sudah hilang?!" tanya Xu Jing yang segera menguncang tubuh Qian Zhu.


Qian Zhu tidak menjawab dan segera mengangguk pelan.


"Ta-tapi bagaimana bisa ada hal itu bisa terjadi, apakah kau..." ekspresi Xu Jing segera memucat dan segera bingung.


"Tidak, kau salah jika maksudmu adalah hal itu. Aku hanya memiliki anak angkat saja, walaupun dia hanya anak angkatku. Tapi aku dapat merasakan ketulusannya ketika dia memanggilku sebagai ibu, walaupun aku merawatnya tidak lama, aku sangat puas." Ucap Qian Zhu dengan lembut.


"Begitu ya...apakah yang kau maksud adalah anak dengan rambut putih keperakan dan mata biru cerah itu?" tanya Xu Jing dengan penasaran.


Qian Zhu segera menjawabnya sambil tersenyum, "Ya...awalnya aku ingin segera renkarnasi dan terlahir kembali didunia yang baru, tapi aku ingin melihat perkembangannya sampai dia mencapai tingkat dewa sejati."


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? lagi pula seharusnya kak Zhu tidak perlu sampai keluar bukan?" tanya Xu Jing yang memasang ekspresi bingung.


Segera Qian Zhu mengeluarkan dua buah gulungan yang mengandung aura tak tertandingi. Ketika dua gulungan itu muncul ekspresi terkejut muncul diwajahnya Xu Jing.


"Yup...aku ingin memberikannya." Jawab Qian Zhu sambil tersenyum.


"Memberikannya?! apakah kakak benar-benar yakin? kau harus tau jika keluarga Zhong benar-benar sangat agresif mencari kedua teknik mu itu." Xu Jing bertanya dengan wajah yang dipenuhi oleh keringat dingin.


"Tentu saja, tapi kali ini aku tidak memberikan hal ini pada putraku, tapi gadis cantik yang bersamanya itu." Ucap Qian Zhu sambil tersenyum.


"Hah? kenapa tidak untuk putramu saja? apakah kau tidak mengkhawatirkannya akan seperti apa putramu nantinya?" tanya Xu Jing dengan bingung.


"Justru awalnya aku ingin memberikannya memberikannya pada putraku, tapi Seni tubuh dan teknik pondasi miliknya jauh lebih kuat dari pada apa yang aku miliki sekarang." Jawab Qian Zhu sambil berkeringat dingin.


"Apa?! tidak mungkin, dua teknik yang kau gunakan adalah ciptaan terbaikmu dan diakui sebagai dua teknik terkuat dan paling kuat. Bagaimana mungkin apa yang dipraktekkan oleh putramu bisa jauh lebih kuat?" Xu Jing bertanya dengan nada tak percaya.

__ADS_1


"Itu terserah mu saja. Sebab tingkat yang putraku capai hanyalah Soul Sage, tapi kekuatannya sudah mencapai ranah dewa dan lagi dua sanggup mengalahkan seorang dewa sejati dan dewa kelas dua." Jawab Qian Zhu sambil menggelengkan kepalanya.


Ekspresi Xu Jing segera memucat mendengar hal tersebut, "Memang benar juga sih...Ugh, putramu benar-benar menakutkan. Ngomong-ngomong kenapa kau ingin memberikan dua teknik ciptaan mu pada gadis yang bernama Su Yao itu?" tanyanya dengan penasaran.


"Gadis itu hampir mirip denganku. Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang keluarga, dia harus berpisah dengan kedua orangtuanya dan dia sering disakiti oleh banyak orang. Namun hatinya tetap kuat dan lagi dia jauh lebih tegas dariku, selain itu aku merasakan kedekatan tidak wajar antaranya dengan putraku." Ucap Xu Jing sambil mengedipkan matanya.


"Baiklah biar aku membantu...." Xu Jing segera menghela nafas dan mengambil dua gulungan tersebut dan menyimpannya kedalam tempat yang telah dikunjungi oleh Hao Chen dan Su Yao.


"Kau tahu putraku, jika kau saat ini memiliki perasaan yang mendalam pada gadis itu? yah aku sudah cukup puas sekarang. Lagi pula dua teknik itu hanya setengah jadi, dan lagi aku masih belum bisa menyempurnakannya, aku berharap kau bisa menyelesaikannya." Batin Qian Zhu yang segera menghilang.


***


Disisi lain Su Yao segera memasang ekspresi suram dan sedang menulis-nulis sesuatu yang tidak jelas dilantai, dia hampir mirip dengan seseorang yang telah kehilangan semangat hidup.


"Hey...ayolah jangan patah semangat dulu, siapa tau kita akan mendapatkan kedua teknik yang kau inginkan." Ucap Hao Chen yang segera menghibur.


Su Yao segera meresponnya dengan suara suram, "Kau tidak tahu betapa sialnya aku hari ini. Setiap kali ini aku menemukan teknik pondasi maupun Seni tubuh yang bagus, entah mengapa semuanya menolak dan akan ada pesan jika hal itu tidak cocok denganku."


Sementara itu Hao Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya dan secara tiba-tiba kesadaran Ilahinya menangkap sesuatu.


"Hem? apa itu?" dengan penasaran Hao Chen segera menuju ketempat tersebut.


Kemudian dia dikejutkan ketika melihat dua jenis gulungan yang disinari oleh cahaya sembilan warna yang indah, tapi Hao Chen merasakan aura yang sangat akrab dengannya.


Dengan penasaran Hao Chen segera mengambil kedua gulungan tersebut dan memeriksanya dengan detail.


"Teknik pondasi dan Seni tubuh?" Hao Chen sedikit kaget dan memeriksanya lebih dalam lagi.

__ADS_1


"Teknik pemurnian tubuh kehidupan dan kehancuran. Lalu Seni Tubuh Permaisuri Zhu?" Hao Chen sedikit heran dengan kedua teknik ini, sebab ada sesuatu yang sangat dia kenal dari kedua teknik ini.


__ADS_2