
Setelah Hao Chen dan Su Yao menyelesaikan semua hal, mereka segera memilih untuk beristirahat sejenak dan memulihkan diri. Sebab Kekuatan yang mereka konsumsi sangat banyak.
Berbeda dengan Su Yao, Hao Chen hanya perlu beberapa saat untuk memulihkan kondisinya, dengan tubuh tak terbatas dan teknik pondasi dua belas elemen, memulihkan segala luka dan energi adalah hal yang sangat mudah, belum lagi Inti energi ilahi yang ada ditubuhnya.
"Sepertinya aku harus mengelola darah dewa yang ada ditempat ini. Lagi pula tidak mungkin aku mensia-siakan barang bagus." Ucap Hao Chen yang segera akan terbang menuju laut darah akibat dari pertarungannya tadi.
Mata Hao Chen segera berbinar-binar melihat banyaknya esensi darah yang mengalir deras ditanah ini, bahkan semua esensi darah yang berasal dari orang yang dia bunuh, semuanya telah mencapai tingkat ilahi.
"Bagus! sekarang aku hanya perlu memisahkan antara darah Ilahi dan darah divine beast." Hao Chen segera diselimuti oleh cahaya jingga tua.
Lalu siluet ikan dengan dua pasangan sayap emas segera muncul dibelakang Hao Chen, kehadirannya segera membuat getaran diudara, Kekuatan hukum langit dan bumi bergejolak.
Sosok yang dijuluki sebagai predator terkuat diseluruh Jagat Raya, muncul dengan keanggunan yang luar biasa dibelakang Hao Chen.
"Walaupun aku telah bisa mengendalikan kekuatan dari Kun Peng, entah mengapa setiap kali siluetnya muncul aku masih dapat merasakan keagungan nya." Gumam Hao Chen sambil tersenyum tipis.
"Telan dan Murni kan!!" Ucap Hao Chen segera.
Lalu Kun Peng yang ada dibelakangnya segera membuka mulutnya dan segera membentuk sebuah lubang hitam yang mulai menelan setiap esensi darah yang ada.
Dengan kontrol penuh Hao Chen, dia tidak menelan esensi darah yang ada, dan memilih untuk membuatnya menjadi sebuah pil yang mengandung esensi darah dewa dan darah divine beast.
Sementara itu Su Yao yang baru saja baru saja selesai memulihkan kondisinya keadaan semula, segera tercengang melihat sosok Kun Peng yang ada dibelakang Hao Chen.
"I-I-Itu...b-bukan Kun Peng?!" Su Yao segera berkata dengan gagap, karena dia sangat mengenal yang namanya Kun Peng dimana mahluk itu disebut sebagai predator paling kuat dialam semesta, bahkan jumlahnya bisa dihitung dengan jari saja.
"Mengerikan! dia benar-benar mengerikan!" Su Yao segera mengutuki apa yang baru saja dia lihat.
__ADS_1
Tanpa disadari Hao Chen telah menyelesaikan proses penyerapan dan pemurnian darah dewa tersebut, setidaknya dia mendapatkan sekiranya lima puluh pil darah dewa. Ketika dia turun dan mendatangi Su Yao, Hao Chen sedikit tersenyum dan sedikit tertawa melihat ekspresi Su Yao.
"Apanya yang lucu hah?" tanya Su Yao dengan ekspresi kesal.
"Bukannya aku yang seharusnya bertanya, apa yang sebenarnya terjadi padamu?" balas Hao Chen dengan senyum mengejek.
"Itu...Ah! tunggu dulu, aku baru saja ingat akan sesuatu. Jelaskan padaku apakah Kun Peng tadi itu merupakan Manifestasi Spiritual inti kristal roh mu?" tanya Su Yao sambil meletakkan tangannya di pinggangnya.
Hao Chen pun segera menjawab dengan bangga, "Hehehehe...tentu saja, Kun Peng menjadi inti kristal roh ke-tujuh ku, walaupun masih sedikit sulit, tapi aku mulai bisa mengontrolnya dengan baik."
Mulut Su Yao segera terbuka lebar mendengar jawaban simpel Hao Chen, dia sendiri hampir muntah darah karena hal tersebut.
"Apakah dia sadar tentang identitas Kun Peng tersebut?" batin Su Yao dengan penuh tanya.
Tapi secara tiba-tiba Hao Chen segera memegang tangan lembut Su Yao, dan segera memberikan pil darah dewa yang baru saja diolah tadi.
"Itu adalah pil darah dewa yang aku ambil dari esensi orang-orang tingkat dewa dan divine beast, aku memberikan pil darah yang memiliki kualitas terbaik dan ada pil darah naga biru diantaranya." Jawab Hao Chen dengan santai.
"Apa?! bukannya ini terlalu berharga dan kenapa kau tidak menggunakannya untuk dirimu sendiri?" tanya Su Yao dengan ekspresi bersalah.
"Tidak usaha banyak bicara, terima saja dan aku sendiri telah memiliki kekuatan setingkat dewa, karena hal itu Kekuatan dari pil darah dewa ini masih belum cukup untukku." Hao Chen tetap saja bersikukuh untuk memberikannya.
Melihat keseriusan Hao Chen, Su Yao hanya bisa menghela nafas dan menerimanya sambil tersenyum.
"Baiklah aku masih perlu memulihkan sedikit tenagaku dulu, aku sempat terganggu oleh aura Kun Peng tadi." ucap Su Yao yang segera mencari tempat tenang dan duduk bersilang.
Sementara itu Hao Chen segera mengangguk dan menunggu, tapi tatapannya jelas sangat lembut pada Su Yao.
__ADS_1
Disisi lain Su Yao yang sedang bermeditasi, segera bergumam, "Bodoh! apakah kau memang sudah sadar atau memang benar-benar idiot." batinnya dengan wajah memerah dan jantung berdebar kencang.
Sekitar sejam penuh Su Yao telah selesai memulihkan kondisinya keadaan semula, tapi entah mengapa dia sedikit malu-malu setelah merasakan tatapan lembut Hao Chen.
"Kita pergi?" tanya Su Yao yang segera membuka topik pembicaraan.
"En.."
Hao Chen segera mengangguk setuju dan segera pergi menyusul Su Yao.
Lalu mereka segera melihat sebuah formasi sihir tingkat tinggi dengan luas sekitar dua mil, ketika Hao Chen semakin mendekati formasi sihir tersebut, dia mulai merasakan sedikit tekanan.
Tapi Su Yao segera kesampingkannya dan memegangi tangannya, "Jangan sampai melepaskan genggaman tanganku, jika tidak kau akan ditekan sampai mati oleh aura permaisuri giok terdahulu." Ucapnya dengan wajah memerah.
Ketika mereka memasuki formasi sihir tersebut, Hao Chen merasakan gelombang energi ilahi dan kekuatan kehidupan yang sangat besar, belum lagi dengan banyak sekali tanaman langka dan obat dewa yang ada disekitar tempat tersebut.
Tapi yang membuat Hao Chen terkagum adalah sebuah kastil yang sangat indah dengan hiasan yang sangat elegan dan indah, bahkan dia berani mengatakan jika istana yang ada didepannya jauh lebih indah dari pada istana suci alam ilahi kuno.
Lalu Su Yao segera mendarat didepan gerbang istana yang menunju ke aula singgasana, sebelum itu Su Yao segera mengambil sebuah token giok yang bertuliskan Giok, setelah itu dia segera meneteskan darahnya ditoken tersebut.
"Saya Su Yao meminta izin untuk memasuki ruangan para pendahulu permaisuri giok terdahulu." Ucap Su Yao sambil menangkupkan kedua tangannya.
Lalu gerbang tersebut segera terbuka dan aura keagungan yang luar biasa membuat Hao Chen gemetaran, namun kalung sembilan warna yang ada dilehernya segera bersinar dan menepisnya.
Hao Chen awalnya ingin membiarkan Su Yao kesana sendiri, tapi Su Yao segera memaksanya masuk kedalam bersamanya.
"Kenapa kalung dari ibu tiba-tiba bereaksi?" batin Hao Chen dengan penuh kebingungan.
__ADS_1