
Dengan tatapan mengerikan Hao chen segera pergi ketempat makam kuno untuk memberi perhitungan pada orang-orang yang menyakiti Zhou yuan dan Ling feng.
Ketika dia sampai didepan makam kuno dia segera terkejut karena banyak sekali orang-orang tua tingkat Quasi God yang menghadang didepan pintu makam kuno.
Seperti yang dikatakan oleh Zhou yuan mereka benar-benar merampas apa yang didapatkan oleh orang yang lemah didalam malam kuno.
Dengan keadaan siap sedia Hao chen mengambil ancang-ancang untuk melakukan pembantaian, juga sebagai objek percobaan salah satu 6 artefak terkuat yang ada diruangan terakhir makam kuno yang ia jelajahi, Yaitu pedang pembantaian.
Bentuk pedang ini mirip sekali dengan Katana yang digunakan oleh para samurai seperti dikehidupan sebelumnya, warna merah darah cerah terpancar dilogam pedangnya disertai kombinasi warna putih dan emas bahkan sarung pedangnya juga berwarna putih.
"Kalian semua akan mati!" Hao chen segera menarik pedangnya, namun sayang sekali ketika pedang pembantaian hampir ditarik penuh dari sarungnya, Hao chen segera melihat Hao yu yang tidak lain adalah kakal sepupunya.
"Gawat! kenapa kakak ada disini!" sambil mengurungkan niatnya dan juga menutupi aura garis darahnya Hao chen segera mengurungkan niatnya.
Tapi Hao chen segera melihat Hao yu yang berdiri dekat sekali dengan posisi Hao chen saat ini dengan ekspresi sedih, karena melihat kakaknya sedang menunggu dirinya keluar dari makam kuno.
Hao chen pun segera mengeluarkan sebuah kertas khusus yang sempat digunakan untuk membuat segel atau mantra, dengan keseriusannya Hao chen menulis surat berisi pejelasan tentang apa yang terjadi.
"Hah...jika kakak tidak terpengaruh atau menerima segel iblis maka dia akan dapat membaca isi surat ini, juga aku meninggal tiga segel yang aku pelajari agar kakak tidak dapat dipasangi segel ibils dan dia akan segera diteleportasikan ketika dalam bahaya." Hao chen segera menyelesaikan tulisannya.
Dengan tambahan Hao chen meminta agar dua segel sisanya diberikan kepada orang tua Hao yu. agar mereka aman atau terselamatkan nantinya.
Kemudian Hao chen segera bergerak kearah Hao yu yang berdiri sendirian dengan tatapan serius kearah makam kuno.
"Hah...dia lama sekali, apakah dia baik-baik saja?" ucap Hao yu dengan serius.
"Sepertinya tindakan aku waktu itu membuatnya takut" Hao yu segera merasa bersalah dengan tindakannya waktu itu.
"Kresek...Kresek!" sebuah suara aneh segera terdengar oleh Hao yu dan dia langsung siap dalam posisi waspada.
"Siapa!" dengan aura dingin menusuk Hao yu segera mengeluarkan pedang biru tajam kerah suara tersebut.
Kemudian sosok yang dikenali oleh Hao yu muncul yang tidak lain adalah Hao chen, sontak hal tersebut membuat dia senang.
Namun ada yang aneh Hao chen sama sekali tidak mau mendatangi Hao yu, tapi ada tatapan kesedihan yang mendalam dari mata Hao chen.
"A-Ada apa? apa yang terjadi kenapa kau sedih?" tanya Hao yu dengan perasaan khawatir.
Namun Hao chen hanya mengelengkan kepalanya dan mengeluarkan sebuah surat yang memiliki segel khusus, lalu Hao chen segera meraih tangan Hao yu yang dingin dan memberikan surat itu pada Hao yu.
__ADS_1
Kemudian Hao chen segera memeluk sosok kakaknya dengan air mata mengalir, lalu tanpa banyak bicara dia segera bergegas pergi dengan cepat.
"Tunggu kenapa dengan dirimu!?" Hao yu ingin mengejarnya namun dia berhenti sejenak dan melihat surat khusus yang ditinggalkan oleh adiknya.
"Hem...bacalah ketika kakak sedang sendirian dan juga ditempat yang sepi, karena surat ini berisi penjelasan yang ingin kakak dengar!" Hao yu segera membaca pesan penjelasan disurat tersebut.
"Hah...karena dia baik-baik saja maka aku akan menyusul yang lainnya, tapi sebelum itu aku akan mencari tempat yang sepi untuk melihat isi suratnya!" ucap Hao yu.
Kemudian ketika dia menemukan sebuah gua sepi, Hao yu segera menutup gua tersebut. Lalu sebelum membaca ada cahaya aneh yang memasuki kepalanya.
Lalu surat Hao chen berubah menjadi cahaya dan memasuki kepala Hao yu, segera banyak informasi yang masuk kekepalnya.
Lalu Hao yu segera menangis, karena informasi yang diterima dari Hao chen. Bukannya karena hal yang aneh, tapi seperti rasa bersalah yang sangat mendalam dari hatinya.
Bagaimana mungkin Hao yu tidak menangis setelah mengetahui beratnya hidup Hao chen ketika orang tuanya harus meninggalkannya demi melindungi Hao chen dari bahaya. Ditambah dengan informasi tentang klan mereka yang terpengaruh oleh organisasi 72 istana iblis dan informasi lainnya lagi.
Hao yu hanya bisa terkejut, takut, sedih dan emosi lainnya yang bergejolak, ditambah setelah mengetahui bahwa Hao chen mengalami hidup yang berat dan menyakitkan yang segera memperdalam rasa bersalahnya karena mengungkit masa lalunya dan karena dia tidak bisa bertindak seperti seorang kakak ketika badai melanda Hao chen.
Sementara itu Hao chen yang sedang mengawasi suatu kelompok dimalam hari langsung tersenyum puas, karena segel khusus yang dia pelajari telah terbuka oleh Hao yu.
"Senang sekali jika kakak baik-baik saja sekarang!" Hao chen segera tersenyum puas ketika dia mengetahui hal itu.
Hao chen segera masuk kedalam tempat kelompok itu dan segera melakukan pembantaian kejam, sementara itu ditempat lainnya.
Lebih tepat didalam alat khusus mirip dengan rumah praktis Hao chen, ada seorang pria dengan keadaan tanpa busana dikeliling oleh tujuh orang wanita yang juga tanpa busana.
"Ah~~, kalian jangan sampai rebutan karena tuan muda ini akan sangup melakukannya" ucap pria sambil melirik wanita-wanita tersebut berebutan posisi untuk menjilati benda suci milik pria tersebut yang hanya dapat diisi oleh tiga wanita saja.
Sementara itu salah satu wanita yang mencium-cium bibir dari pria itu tiba-tiba bertanya dengan nafas terengah-engah "Tuanku bagaimana panen kita hari ini?"
"Benar sekali apakah kami akan mendapatkan sesuatu yang bagus?" tanya salah satu wanita dengan gunung kembar besar yang diremas-remas oleh pria tersebut.
Pertanyaan tersebut langsung dia jawab dengan tawa keras darinya "Tenang saja kalian akan mendapatkan hadiah yang paling istimewa!"
Sontak hal tersebut membuat tujuh wanita tersebut menjadi senang dan menambah nafsu mereka, lalu salah satu wanita yang sedang dengan nafsu menjilati benda suci pria itu berkata "Kalau begitu kau harus kuat untuk bermain dengan kami semua, tuanku~~"
Kemudian mereka berdelapan melajutkan kegiatan malam dengan nafsu yang berat.
Namun sayang sekali bahwa saat ini tempat kelompok mereka telah menjadi sungai darah menakutkan, dimana setiap mayat ada yang kehilangan kepala, tubuh tertusuk es dan juga ada yang terbakar hangus dan mereka yang ada disana mati dengan mengenaskan.
__ADS_1
Dengan hanya menyisakan satu tempat yaitu tempat lokasi seorang pria dengan tujuh pelayan wanita yang bermain dengan serius.
Tanpa disadari Hao chen yang saat ini dengan aura merah darah menakutkan segera menatap tempat itu dengan sinis.
Juga dia telah mengambil setiap benda yang diambil dari orang-orang yang masuk kedalam makam kuno dan Hao chen berencana untuk mengembalikan semuannya kepada pemiliknya.
Karena semua barang ini adalah hasil kerja keras dari mereka yang bahkan mengorbankan diri untuk masuk kedalam makam kuno.
Lalu Hao chen mengumpulkan beberapa kerikil yang agak besar dan segera melemparkannya ketempat tersebut.
"Bruk...Bruk...Bruk...Bruk!" suara lemparan batu Hao chen mengenai tempat orang tersebut.
"Aduh siapa sih yang mengangu!" ucap pria itu yang langsung tersadar dari perasaan nikmatnya.
Lalu ketika dia ingin keluar tiba-tiba wanita yang sedang asyik menjilati benda suci pria itu menahan tindakannya.
"Tunggu sebentar tuan, kau akan keluar sebentar lagi kumohon tunggu!" ucap ketiga wanita itu.
Pria itu segera menjadi lemas karena rasa nikmat yang mengalir ketika ketiga wanita itu mulai bertindak ganas "Ah~, nikmat sekali!"
"Baiklah tuan anda bisa keluar, tapi hanya sebentar saja loh~~." ucap mereka sambil menyekan bibir mereka.
"Dasar kalian ini! tenang saja aku akan segera kembali!" balas pria itu yang langsung mengenakan baju.
Ketika dia keluar dia segera berteriak dengan kasar "Hey siapa yang menjahiliku tadi hah!?"
Namun dia langsung kaget ketika melihat tempat kelompoknya menjadi sungai darah dan dikelilingi oleh aura hitam legam berbentuk tengkorak seperti keadaan neraka sesunguhnya.
"Apa-Apa yang terjadi disini!?" sambil merinding pria itu hanya bisa kaget.
"Kau yang terakhir!" ucap Hao chen yang sudah lama menungu.
"Swoss!" sebuah jarum marah segera melesat kearah kepala pria itu yang sedang ketakutan dan langsung mati.
Kemudian Hao chen segera masuk kedalam ruangan pria itu tapi sebelum itu Hao chen sempat memotong kepala pria itu dan melemparkannya kekasur tempat mereka bersenang-senang.
"Kalian yang terakhir!" Hao chen tanpa terpegaruh oleh para wanita yang tanpa busana tersebut dengan tatapan kejam segera menebas mereka semua.
"Ah!!!" teriak mereka, kemudian Hao chen segera melayang dengan bantuan angin keluar dari domain yang dia buat.
__ADS_1
Lalu Hao chen dengan dingin berkata "Perputaran neraka pembantaian asura!" yang kemudian aura hitam legam tersebut tengelam dengan membawa jasad-jasad orang yang dia bunuh kedalam neraka pembantaian selamanya sampai jiwa mereka hancur.