
Setelah semuanya selesai, Hao Chen sendiri tidak menyadari jika dia telah berhasil melalui enam jalan Ashura. Dikarenakan rasa damai dihatinya, Hao Chen merasa sangat nyaman.
Sampai dia menemukan jika dia kembali ketempat awal setelah dia memasuki jalan Ashura, tapi kali ini dia dikejutkan melihat sebuah kunci raksasa berwarna hitam ada diatas patung Ashura.
Setelah menstabilkan pikiran, Hao Chen segera meloncat ke atas kepala patung tersebut. Ketika dia menatap kunci hitam tersebut, dia merasa hawa membunuh yang mengerikan, seakan-akan kematian sedang mendekatinya.
"Sepertinya aku harus memutar kunci ini dulu..." Hao Chen segera mengulurkan tangannya untuk mendorong kunci tersebut.
"Jika kau mencabutnya sekarang, kau hanya mendapatkan aura dewa pembunuh biasa saja..." Sebuah suara segera terdengar ditelinga Hao Chen, karena hal itu dia segera menjadi serius dan waspada.
"Hahahaha! kau tidak perlu sampai seperti itu. Karena akulah pemilik kekuatan tersebut."
Cahaya merah segera berkedip, sosok pria yang terlihat sangat gagah dengan tubuh berotot muncul, dia memiliki rambut abu-abu panjang dan mata merah darah yang menyala-nyala. Dia terlihat tampan dan dingin, namun ada jejak kekuatan menakutkan pada dirinya.
"Kau...apakah kau dewa Ashura?" tanya Hao Chen dengan penasaran terkejut.
Lalu pria rambut abu-abu itu segera berkata dengan tawa keras, "Dewa Ashura ya? hahaha! aku bukanlah dewa. Aku adalah seorang manusia yang membantai para dewa itu, tapi kalau kau nyaman memanggilku dengan sebutan itu, aku tidak masalah."
Hao Chen segera tertegu mendengar perkataan dewa Ashura, tapi entah mengapa dia merasa sangat menghormati sosoknya. Sebab jika bukan karena dirinya manusia akan terus hidup dibawah perintah para dewa dan alam Ilahi.
"Ah...ternyata kau benar-benar berhasil lolos dari ujianku rupanya. Tapi aku cukup terkejut jika kau benar-benar akan berhasil." Ucap dewa Ashura sambil mengamati Hao Chen dengan baik.
"Kenapa begitu? apakah cobaan dari anda begitu sulit?" Hao Chen segera bertanya dengan rasa penasaran.
"Tidak juga...sebab ujian yang kau jalani tidak sesulit yang aku buat, bahkan jika aku sendiri yang mengalami, mungkin aku tidak akan berhasil mengatasinya. Karena ujian tersebut telah dipersulit." Jawab Dewa Ashura sambil mengangkat bahunya.
Hao Chen segera memasang ekspresi penuh tanya. Sebab sosok seperti apa yang dapat membuat seorang yang dikenal sebagai dewa Ashura tidak bisa mengontrol cobaannya sendiri.
"Hahahaha! apakah kau tidak menyadari selama ini?" tanya dewa Ashura sambil tertawa.
"Maafkan junior ini, saya tidak pernah mengetahui apapun." Hao Chen segera menangkupkan kedua tangannya dengan hormat.
"Hah...sepertinya kau benar-benar tidak tau ya. Apakah kau pernah menyadari jika dikening mu itu ada sebuah lambang khusus?" tanya dewa Ashura.
Hao Chen segera berfikir sejenak dan dia berhasil mengingat sesuatu," Tunggu! apa yang ada maksud adalah lambang naga dengan pedang ditengahnya itu?"
"Tepat sekali..." dewa Ashura segera mengangguk.
Hao Chen segera memikirkan tentang lambang tersebut, sebab itu berasal dari sebuah warisan yang sangat aneh dan sosok yang memberikannya saja tidak menjelaskannya. Bahkan saking sulitnya Hao Chen mencari tau, dia tidak pernah sekalipun menemukan petunjuk tentang warisan tersebut.
"Jika kau mengatakan hal tersebut adalah sebuah warisan, maka kau salah besar." Ucap dewa Ashura tiba-tiba.
"Apa? jadi ini bukalah sebuah warisan? lalu apa ini sebenarnya?" Hao Chen segera bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
"Apa yang ada ditubuhmu itu adalah sebuah pengakuan yang akan membuatmu bisa melampaui segala-galanya, tidak ada batasan yang akan menekanmu. Tapi hal tersebut tidak menambah kekuatanmu atau membuat bakatmu berkembang, kau hanya bisa terus berjuang dan berjuang sampai titik darah penghabisan." Jawab dewa Ashura dengan ekspresi serius.
"Melampaui segala-galanya? tapi apakah hal tersebut tidak mendapatkan pertentangan dari alam semesta?" tanya Hao Chen dengan keringat dingin.
"Tidak justru alam semesta akan berusaha melenyapkan mu karena memilikinya. Kau sudah tau penyebabnya bukan?" dewa Ashura segera balik bertanya.
"Jadi aku selama ini telah membuka batasan yang dibuat oleh hukum alam semesta? jadi karena hal itu setiap Pembabtisan ku sangat berbahaya?" mata Hao Chen melebar, banyak sekali informasi mulai terhubung dipikirkannya, bahkan dia sendiri kesulitan untuk memilahnya.
"Benar sekali, semakin tinggi tingkat kultivasimu, maka Pembabtisan surgawi yang akan kau terima akan semakin berbahaya. Tapi entah mengapa aku berfikir justru, kau benar-benar dapat melewatinya." Ucap dewa Ashura dengan tatapan tajam.
Merasakan tatapan tajam dewa Ashura, Hao Chen segera batuk pelan yang segera menyadarkannya. Dewa Ashura segera tertawa canggung, tapi jelas ada tatapan puas ketika ia melihat Hao Chen.
"Jadi kapan aku dapat mengetahui asal-usul hal ini?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
"Aku tidak tau pasti, tapi aku dapat yakin jika kau mencapai ranah dewa sejati atau bisa disebut dewa kelas tiga, kau akan memahaminya dengan baik." Jawab dewa Ashura.
"Dewa sejati? tapi bukannya itu akan sedikit sulit. Aku bisa mencapai tingkat tersebut dalam waktu enam atau tujuh tahun mendatang, sepertinya ini akan sulit." Hao Chen segera bergumam dengan penuh rasa tidak berdaya.
"Hahahaha! kau tidak hanya memiliki hal tersebut, tapi kau juga memegang pedang darah Ashura yang telah kau satukan dengan martial soulmu. Jadi secara alam kau juga akan mewarisi kekuatanku." Ucap dewa Ashura secara tiba-tiba.
Segera Hao Chen terkejut, sebab dia baru saja sadar jika Artefak yang dia ambil dari makan kuno, disebut pedang darah Ashura. Jadi orang yang ada didepannya adalah pemilik asli tempat ini.
"Tidak perlu khawatir. Aku tidak memilik masalah apapun, tapi aku dapat membantumu untuk menyelesaikan ujian yang akan diberikan oleh warisan tersebut." Ucap dewa Ashura sambil tersenyum.
"Jadi masih ada lagi? sebenarnya apa nama warisan ini?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
"Celestial Lord? apakah itu ranah tertinggi dari semua ranah?" tanya Hao Chen dengan penuh semangat.
Dewa Ashura segera tersenyum dan menjawab, "Benar! tapi tingkat tersebut hanya bisa dicapai jika seseorang dia akui alam semesta, tapi kau tidak perlulah khawatir sebab ada tahap yang disebut sebagai Lord Of Universe."
"Lord Of Universe? apakah itu diatas tingkat Celestial Lord?" Hao Chen bertanya dengan penasaran.
"Benar! ditahap Lord Of Universe, kau akan memiliki kekuatan tak tertandingi, dan kau bisa mengontrol alam semesta ini dengan genggaman tanganmu saja." Jawab dewa Ashura dengan senyum tipis diwajahnya.
Mendengar kata Lord Of Universe, darah Hao Chen segera mendidih dengan rasa semangat yang membara.
"Tapi kau perlu berlatih disini selama empat puluh tahun lamanya." Ucap dewa Ashura secara tiba-tiba.
"Apa?!" Hao Chen segera menjadi terkejut, bahkan dia hampir memuntahkan seteguk darah.
Empat puluh tahun? bukannya itu terlalu lama? Hao Chen masih memiliki banyak hal yang perlu diurus, jika hanya mengurusi warisannya saja butuh selama itu, bagaimana dia bisa mencapai puncak alam semesta?
Melihat perubahan sikap Hao Chen. Dewa Ashura segera tertawa keras, "Hahahaha! kau tidak perlu khawatir sebab perbedaan ruang waktu antara dunia ini dengan dunia nyata berbeda jauh." Ucapnya sambil tertawa.
__ADS_1
"Benarkah?! apa kau yakin?" tanya Hao Chen dengan semangat.
Dewa Ashura hanya tersenyum, dan ia memperlihatkan kondisi dunia nyata. Dimana Hao Chen menemukan jika waktu yang berjalan disana hanya sekitar empat puluh menit saja, tapi Hao Chen merasa telah berada ditempat ini selama empat tahun lebih.
"Kau percaya sekarang? dengan perbedaan ruang dan waktu seperti ini, empat puluh tahun disini, setara dengan dua tahun didunia nyata. Jadi kau bisa menyelesaikan segalanya sebelum mulai menyelesaikan masalahmu didunia nyata, bagaimana?" tanya dewa Ashura.
"Jika begitu...ya. Baiklah aku tidak perlu khawatir sama sekali. Aku akan berlatih ditempat ini!" Hao Chen segera menjawab dengan penuh keyakinan.
Dewa Ashura segera tersenyum dan bertanya dengan keras, "Apa kau yakin? kau akan mengalami penderitaan yang mengerikan, dan rasa kesepian yang menakutkan, jika kau setuju."
"Tidak masalah! sebab tidak ada kata gratis didunia ini, kau harus menderita terlebih dahulu, sebelum kau menikmati hasilnya." Jawab Hao Chen dengan penuh tekad.
"Bagus! tidak salah jika warisan tersebut memilih mu, jika kau terus seperti ini. Aku dapat yakin jika alam semesta sendiri tidak akan pernah sanggup menahanmu." Dewa Ashura segera membuka sebuah portal tempat Hao Chen akan berlatih.
"Ya!" Hao Chen segera berjalan mengikuti dewa Ashura menuju ke dalam portal tersebut.
"Setelah aku keluar dari tempat ini, aku Hao Chen akan menyelesaikan segala penderita yang aku alami, aku akan menghancurkan seluruh musuh-musuhku yang membuat aku dan orang-orang yang aku sayangi menderita. Bahkan jika aku harus menghancurkan alam semesta ini!!!"
Mata Hao Chen segera dipenuhi determinasi tinggi, dan semangat juang yang membara. Mengingat sosok yang membuatnya menderita, dan tangisan dari orang-orang yang dia sayangi, membuat darah Hao Chen mendidih.
***
Disisi lain sosok gadis cantik yang mengalami luka disekujur tubuhnya, dia menatap sosok wanita yang memiliki aura membunuh berwarna biru gelap disekitarnya. Mereka seperti telah membicarakan banyak hal yang sangat penting.
"Diantara wanita yang aku lihat ketika menjalani cobaan dariku, kaulah yang membuatku tertarik. Jadi begini apakah kau mau menerima warisanku?" tanya wanita itu dengan suara lembut.
"Tapi waktu anda sarankan terlalu lama, sebab aku juga ingin menemui seseorang." Ucap wanita cantik itu yang tidak lain adalah Su Yao.
Melihat ekspresi Su Yao, wanita itu segera berkata, "Hahahaha! kau memikirkan pria berambut putih keperakan itu? kau tidak perlu khawatir sebab Ashura juga telah menerimanya sebagai pewaris kekuatan Ashura. Jadi jika kau mau, aku dapat memberikan seluruh warisan ku padamu."
"Benarkah?! kalau begitu...aku setuju!" ucap Su Yao tanpa ragu.
"Bagus! kau sekarang bisa memanggilku nona Yaksha sekarang, sebab aku akan melatihmu selama dua tahun kedepannya. Biasa dikatakan empat puluh tahun didunia buatan ku." dewa Yaksha segera menuntut Su Yao menuju kedunia buatannya.
"Tunggu aku...sebab aku tidak ingin menjadi beban untukmu, aku akan menjadi kuat dan bisa berdiri disampingmu." Batin Su Yao dengan penuh tekad.
.
*Note: Hehehehe mulai dari chapter ini akan ada time skip, sekitar dua tahun lebih. Jadi mulai Chapter berikutnya Hao Chen akan menginjak usia delapan belas tahun, dan pastinya akan ada perubahan besar padanya.
Bakalan banyak cerita yang menarik dan pastinya akan membuat penasaran, sebab saya benar-benar menikmati membuat cerita ini.
Jadi saya benar-benar berterimakasih pada para pembaca yang telah membaca novel ini sampai sejauh ini, kalian menjadi saksi Naik dan turunnya kualitas tulisan dan cerita saya.
__ADS_1
Oh ya! yang masih nunggu kabar novel sebelah yaitu 'Level Up' sabar dulu ya. Saya bakal up normal pas bulan puasa mulai.
Sekian dari saya 😄😄😄😄