
Dari suaranya saja Hao Chen dapat mengenali siapa murid ini, lalu segera dia melirik kearah Ling Feng yang saat ini menjadi pucat.
Kemudian murid itu segera masuk, dimana ketika dia muncul didepan para murid lainnya ada perasaan kagum yang dirasakan oleh mereka.
Penampilan cantik dengan aura yang penuh semangat, rambut pirang dan mata merah cerah menambah kecantikannya, walaupun dia tidak secantik Su Yao dan Meng Zhu dia memiliki keunggulan tersendiri, yaitu ekspresi hangat dan penuh semangat.
"Baiklah, kau bisa memperkenalkan dirimu dulu!" ucap Yiyi.
"Baiklah! perkenalkan semuanya namaku Qian Ziwei, aku berasal dari klan Api merah dari kerajaan Api suci. Aku memiliki Martial soul Bunga api merah, tingkat kultivasi aku berada ditingkat 49 Soul ancestor, mohon kerjasamanya!" Ucap gadis itu dengan semangat dan senyum ramah.
Setelah perkenalan Qian Ziwei, banyak murid didalam kelas tertegu dengan senyum ramahnya dan mereka semua seperti akan mudah berteman dengannya.
Tapi kondisi Ling Feng menjadi pucat setelah melihat Qian Ziwei, bagaimana tidak diakan mantan tunangannya dan bukan hanya itu mereka berdua masih menyimpan perasaan masing-masing dihati mereka.
"Astaga! kenapa malah gadis itu?" tanya Hao Chen yang sedang bingung.
"Memangnya ada apa dengan gadis itu?" tanya Su Yao yang ada disebelahnya.
"Kau akan segera tau nanti!" Jawab Hao Chen yang melihat wajah pucat Ling Feng.
Walaupun begitu Su Yao masih bingung dengan jawaban dari Hao Chen yang masih menjadi pertanyaan.
"Baiklah kau bisa duduk ditempat yang kosong, kalau tidak salah...ah disana disebelahnya Su Yao!" ucap Yiyi yang menunjukkan tempat kosong.
"Terimakasih guru!" segera Qian Ziwei pergi ketempat duduk yang telah ditunjuk oleh Yiyi.
Tidak ada keributan atau pertanyaan lagi, mereka semua segera memulai pelajaran mereka seperti biasa tanpa adanya gangguan.
......
Setelah berlalunya waktu kelas segera selesai dan seperti biasa Yiyi akan langsung pergi, tapi dia mendadak berhenti dan berkata "Oh ya? Qian Ziwei...ini kunci asrama mu!"
Kemudian Yiyi segera melempar kunci asrama kepada Qian Ziwei dan segera pergi, lalu Qian Ziwei segera beranjak dari tempatnya.
Tapi secara tiba-tiba dihentikan oleh Qi Zijing dan segera mengulurkan tangannya pada Qian Ziwei.
__ADS_1
"Perkenalkan namaku Qi Zijing, salam kenal!" ucap Qi Zijing.
"Ya! salam kenal juga!" balas Qian Ziwei dengan senyum.
"Kau mau kemana?" tanya Qi Zijing yang penasaran.
"Aku ingin mengecek tempat asramaku dulu." Jawab Qian Ziwei.
"Kau bisa tunda itu, lebih baik kita berbicara dulu!" segera Qi Zijing menariknya dan duduk disebelahnya.
"Bis sis! apakah kau tidak mau memperkenalkan diri padanya?" tanya Qi Zijing.
"Baiklah, namaku Su Yao sudah!" jawab Su Yao.
"Ah...salam kenal!" ucap Qian Ziwei dengan gugup.
"Kau harus terbiasa dengan sifat big sis, dia itu kuat dengan Martial soul Naga emas dan Batu Jade!" segera Qi Zijing berkata dengan semangat.
"Naga emas! hebat sekali bahkan batu jade juga, kau sangat kuat!" puji Qian Ziwei.
"Walaupun dia dingin, dia sebenarnya sangat baik loh tapi dia termasuk orang yang suka malu-malu!" ucap Qi Zijing.
"Ah... maafkan aku big sis, tapi ini tidak dapat dipungkiri juga. Ditambah lagi bis sis juga satu asrama dengan laki-laki." Sambung Qi Zijing.
"Apa! satu asrama dengan laki-laki...siap?" tanya Qian Ziwei dengan keget.
Segera Qi Zijing menunjuk kearah Hao Chen yang masih berbicara dengan Xie Yu.
Setelah melihat Hao Chen, Qian Ziwei segera kaget "Kau...Kau...Kau!"
Mendengar suara jeritan dari Qian Ziwei, Hao Chen segera berbalik dan meliriknya.
"Yo! lama tidak bertemu." Ucap Hao Chen dengan datar.
"Eh?!" sontak Su Yao dan lainnya menjadi kaget setelah mereka saling berbicara.
__ADS_1
"Kaukan temannya! dimana dia sekarang?!" tanya Qian Ziwei dengan suara keras.
"Bagaimana jika aku mengatakan, bahwa dia telah aku bunuh?" tanya Hao Chen lagi.
"Kau....!!!! membunuhnya?!!!!" segera aura menakutkan keluar dari Qian Ziwei disertai api merah yang panas.
"Ho... menarik!" ucap Hao Chen yang segera mengeluarkan lingkaran ungu perak, dimana segera muncul pedang-pedang ungu yang mengeluarkan aura menakutkan.
Sontak seisi kelas menjadi gaduh, karena dua aura saling bertabrakan walaupun dapat dilihat jika Qian Ziwei tertekan.
"Kau bukan lagi siapa-siapanya dia, kau juga bukan tunangannya lagi dan kau tak berhak untuk marah!" dengan aura semakin kuat, Hao Chen dengan mudah menghancurkan aura Qian Ziwei.
"Apakah kau pernah berfikir betapa sakitnya dia? kau terus saja membuat drama padahal kau mencintainya, kau hanya orang idiot!" sambung Hao Chen yang segera menarik lingkaran ungu peraknya.
"Tapi kenapa kau harus membunuhnya?!" tanya Qian Ziwei yang akan segera menangis.
"Apa hakmu untuk tau? kau telah mengkhianati perasaannya dan kau malah bertanya tentang kondisinya!" jawab Hao Chen dengan marah.
Setelah mendengar perkataan Hao Chen, Qian Ziwei menjadi pucat dan tidak bisa berkata apa-apa, bahkan dia kesulitan untuk menangis.
"Hah...kau ini! kenapa kau tidak meluruskan segalanya dari awal?" dengan jentik jarinya sebuah rantai kecil muncul dan melesat.
Kemudian rantai itu segera menarik Ling Feng yang masih meronta-ronta, tapi disaat ini tidak mau menatap kearah Hao Chen.
"Dia masih hidup?" Qian Ziwei menjadi kaget melihat sosok yang dia kenal.
"Aku...." tanpa bisa berbicara Ling Feng hanya diam dan segera tak berkutik.
"Bagaimana jika, kalian pergi dulu dan membicarakannya secara pribadi?" tanya Hao Chen.
"Jadi kuharap kalian berdua serius dalam hal ini jika tidak...." dengan senyum menakutkan, Hao Chen segera memberikan ancaman pada Ling Feng dan Qian Ziwei.
"Y-Ya! kak Chen, aku mengerti!" dengan rasa takut Ling Feng segera menarik tangan Qian Ziwei dan segera keluar.
Sontak setelah kejadian tadi Qi Zijing dan lainnya menjadi bingung serta sunyi.
__ADS_1
"Apa yang terjadi antara mereka berdua?" tanya Qi Zijing.
"Kau akan tau nanti, jika masih penasaran kau bisa bertanya padanya!" jawab Hao Chen yang segera pergi, meninggalkan mereka yang masih bingung.