
Ditengah kebingungan Hao chen hanya bisa diam seribu bahasa ketika melihat bahwa Inti energi ilahi yang sebesar matahari tersebut hilang.
Kemudian sebuah cahaya yang membentuk sosok manusia, namun aneh sosok itu tidak dapat dilihat wajahnya.
"Kau khawatir?" ucap cahaya itu.
"A-Apa yang terjadi sebenarnya disini...lalu siapa kau sebenarnya?" tanya Hao chen dengan bingung.
"Aku hanya sebuah perwujudan dari keinginan Inti energi ilahi." jawab cahaya tersebut.
"J-Jadi kemana Inti energi ilahi segede gaban tersebut?" Hao chen menjadi penasaran karena hilangnya Inti energi ilahi yang sangat besar tersebut.
"Apakah kau tidak menyadarinya?" sosok cahaya tersebut langsung bertanya balik.
"Menyadari....tunggu jangan-jangan!" Hao chen dengan segera duduk lalu menutup matanya dan segera memeriksa lautan energinya, tapi dia segera membeku melihat kondisi lautan energinya.
"Astaga...apakah ini benar-benar lautan energiku?" tanya Hao chen dengan keringat dingin.
Karena apa yang dilihatnya saat ini adalah bukan lagi lautan energi, tapi sebuah alam semesta yang seakan tak memiliki batas.
Ditengah keterkejutan Hao chen, tiba-tiba sosok cahaya tersebut muncul dilautan energinya.
"Bagaimana terkejut?" tanya sosok cahaya tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi...kenapa bisa seluas ini!" ucap Hao chen dengan bingung.
"Tentu saja karena kau telah memiliki Inti energi ilahi tersebut." Sosok cahaya tersebut dengan santai menyebutkan bahwa Hao chen telah memiliki Inti energi ilahi tersebut.
Kemudian dia segera menelusuri lautan energinya dan Hao chen segera melihat Inti energi ilahi yang sebesar matahari telah berada didalam lautan energinya, bahkan tiada perlawanan sama sekali dari Inti tersebut.
"Hahaha...aku juga kaget bahwa kau tidak meledak dan mati akibat menyerap Inti energi ilahi tersebut." ucap sosok cahaya tersebut dengan tawa kerasnya.
"Apa!? kenapa aku harus mati dan meledak?" tanya Hao chen dengan ekspresi mati rasa.
__ADS_1
"Tentu saja kau menyebutkan segede matahari, ditambah kau masih ditingkat fana. Dengan menyerap inti energi ilahi yang terkuat dan termurni diseluruh jagat raya, kau dapat dipastikan meledak bahkan jiwamu akan hancur." jawab sosok cahaya tersebut dengan santai.
"Tapi kenapa aku masih hidup sampai sekarang, bahkan lautan energi, spritual dan mental aku berkembang jauh." ucap Hao chen dengan perasaan bingung.
"Apakah kau tidak ingat, bahwa kau sudah lulus?" tanya sosok cahaya tersebut.
"Ya...aku mendengarkannya, jadi waktu itu adalah ujiannya?" tanya Hao chen lagi.
"Tentu saja itu adalah ujiannya, ditambah lagi Inti energi ilahi malah mengambil inisiatif untuk menyatu denganmu." jawab sosok cahaya tersebut.
"Begitukah...jadi apakah semua itu nyata?" tanya Hao chen dengan suara suram.
"Tentu saja itu semua nyata, bahkan yang kau temui waktu itu adalah sosok yang sangat kuat...loh!" jawab cahaya tersebut.
"Sosok yang sangat kuat? siapa Shen guang sebenarnya?" tanya Hao chen.
"Dia adalah sosok penciptaan yang terkuat yang mampu menciptakan sebuah alam semesta yang kuat ditengah Jagat raya yang tak terbatas. Tapi sayangnya dia segera mengenal yang namanya emosi, jadi karena itu dia turun kedunia fana untuk menjadi manusia biasa."
Hao chen hanya bisa diam dan mengangukan kepalanya.
"Lalu dia terus-menerus melukai dirinya, namun dia itu abadi karena kekuatan penciptaan yang sangat kuat didalam tubuhnya, dia hanya terus menyakiti dirinya dan berusaha mati. Sampai Inti energi ilahi yang ada didalam tubuhmu itu muncul dan membantunya, tapi itu juga sulit dilakukan karena kekuatan penciptaan yang ada ditubuh wanita itu sekuat Inti energi ilahi waktu itu."
Sontak hal tersebut membuat Hao chen kaget, setelah mengetahui hal tersebut.
"Jadi Inti ilahi membawa dirinya beserta duniannya, lalu dia dijadikan sebagai ujian untuk mendapatkan pengakuan Inti energi ilahi. Lalu dengan resiko wanita itu harus mengalami kejadian berulang-ulang, syarat itu segera diterima oleh Shen guang demi melepaskan rasa sakitnya." ucap Sosok cahaya tersebut.
Hao chen hanya diam tak bisa berkata ketika mengetahui hal tersebut.
"Banyak mahluk hidup mencoba melakukannya, namun semuanya gagal dan tak ada yang berhasil. Sampai mereka serakah dan ingin mengambil Inti energi ilahi untuk diri mereka sendiri, lalu dengan marah kesadaran Inti energi ilahi menghukum mereka semua." ucap sosok cahaya tersebut dengan marah.
Mendengarkan narasi tersebut Hao chen hanua bisa menghela nafas karen itu wajar mahluk hidup bersikap serakah.
"Tapi kau berhasil mengatasinya!" Sosok cahaya tersebut segera menunjuk kearah Hao chen.
__ADS_1
"Aku? tapi aku hanya bicara saja...tidak ada yang lain." Ucap Hao chen dengan suara aneh.
"Tentu saja caramu melakukannya lah yang dapat mendamaikan hatinya, bahkan membuat Inti energi ilahi mengakuimu serta terharu dengan tindakanmu." Ucap sosok cahaya tersebut dengan suara lembut.
"Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang anak....tidak lebih dari itu!" Hao chen hanya menjawab dengan pelan.
"Hah...apakah kau tau kau saat ini mendapatkan dua kekuatan besar yang akan bisa kau gunakan ketika mencapai tingkat Dewa nanti?" tanya sosok cahaya tersebut.
"Apa dua kekuatan besar, tapi apa satunya?" tanya Hao chen lagi.
"Kau saat ini memiliki Inti energi ilahi dan juga kekuatan penciptaan dari wanita itu yang tidak lain adalah Shen guang." Jawab sosok cahaya tersebut.
"Apa! jadi maksud dari hadiah kecil tersebut adalah kekuatan penciptaan." Hao chen hanya bisa membeku karena mendapatkan dua berkat yang sangat besar.
"Hahaha...jika tidak bagimana mungkin lautan energimu, bisa menjadi seluas alam semesta yang tak terbatas." Ucap cahaya tersebut.
Namun Hao chen hanya bisa diam dan tersenyum.
"Dengan begini kau seharusnya sudah memiliki semua syarat untuk membangun alam ilahi didalam dirimu." Ucap sosok cahaya tersebut.
"Kau tau?" tanya Hao chen.
"Tentu saja, tapi pengetahuan kamu terbatas, Inti energi ilahi bukan hanya syaratnya. Tapi terdiri dari kekuatan penciptaan yang sangat besar dan Inti energi ilahi untuk membangunnya, lalu ada artefak yang bernama cermin dimesional." ucap cahaya tersebut yang segera menunjuk Hao chen.
"Eh? jadi cermin dimensional memiliki fungsi lain?" tanya Hao chen.
"Tentu saja selain membangun alam sendiri, artefak itu merupakan fondasi untuk membangun alam ilahi sendiri." jawab cahaya tersebut.
"Hore keberuntungan yang bagus!" Hao chen segera melompat girang setelah mengetahui hal tersebut.
"Tapi jika kau ingin membangun alam ilahi didalam dirimu, kamu harus membangun alam yang ada didalam cermin dimensional menjadi sekuat mungkin!" ucap Cahaya tersebut.
"Seperti apa caranya?" tanya Hao chen dengan senang.
__ADS_1