
Entah berapa lama Su Yao menangis, suara tangisnya membuat Hao Chen melembut dan dia baru pertama kalinya melihat Su Yao sesedih ini.
Karena berdasarkan pandangannya Su Yao adalah wanita yang sangat kuat dan tenang, tapi ini merupakan kali pertamanya dia melihat sisi lain Su Yao.
Ketika melihat lebih dalam, Hao Chen kembali mengingat sosok ibu angkatnya Qian Zhu yang merawatnya selama enam tahun dengan penuh kasih, bahkan Hao Chen sendiri sering memintanya untuk memeluknya ketika masih kecil.
Secara perlahan tangisannya mulai mereda, tapi pelukannya masih sangat erat, seakan-akan takut Hao Chen akan pergi jauh darinya.
"Maafkan aku karena membuatmu seperti ini." Ucap Su Yao dengan suara serak.
Hao Chen hanya tersenyum dan membelai rambut hitam kebiruan nya, "Tidak apa, aku juga pernah mengalami hal yang sama, tapi waktu itu aku tidak diam dan mengatakan semuanya." Ucapnya.
Setelah itu mereka kembali diam dan tidak mengatakan apa-apa, sampai Su Yao memilih untuk duduk sebentar dan tidak mengizinkan Hao Chen melepaskan pelukannya.
"Kau yakin dengan ini? maksudku apakah kita akan memasuki alam Permaisuri Giok?" tanya Hao Chen yang terlihat khawatir.
Su Yao segera menjawab, "Aku tidak tau apa bisa atau tidak, karena semua orang yang ada disana memiliki kekuatan sekitar dewa kelas tiga, bahkan ada yang terkuat berada ditingkat puncak dewa kelas dua."
"Ngomong-ngomong soal kebencian yang muncul ketika kau menatap seseorang disana...apa hubungannya?" tanya Hao Chen dengan hati-hati.
"Mereka orang-orang yang berasal dari keluarga Xu. Orang yang aku tatap itu adalah saudariku yang bernama Xu Lia, aku memiliki banyak masalah dengannya ketika masih kecil." Jawab Su Yao yang secara tiba-tiba mempererat pelukannya.
"Jadi kau berasal dari keluarga Xu ya?" Hao Chen segera mengangguk paham, karena dia sedikit kaget dengan fakta jika marga neneknya adalah Xu.
"Jika kau adalah orang lain aku pasti akan memukulmu dengan keras, sebab aku benar-benar tidak menyukai keluarga tersebut!" Ucap Su Yao yang segera menunjuk kebencian yang mendalam.
Hao Chen segera keget merasakan hawa kebencian dari Su Yao, entah masalah apa yang dihadapi olehnya, namun dia yakin jika itu benar-benar masalah yang sangat besar.
"Lalu kenapa nama belakangmu Su dan bukannya Su?" tanya Hao Chen dengan bingung.
__ADS_1
"Aku masih tidak tau siapa ayah kandungku, karena dia saat aku dilahirkan hanya ibu dan nenekku saja yang berada disampingku, karena waktu itu ibuku telah dinikahi paksa oleh para petinggi keluarga Xu..."
"...Padahal saat itu ibuku telah mencintai seseorang bahkan sampai melahirkan aku, tapi karena tekanan mau tak mau pada akhirnya ibuku terpaksa menikah dengan orang-orang yang berasal dari keluarga Mo."
"Tapi waktu itu aku tidak memiliki bakat yang saat ini aku pegang, bisa dikatakan aku sangat cacat dan tidak berguna, bahkan orang-orang dari keluarga Mo dan Xu menganggap ku tidak layak hidup..."
"...Aku sendiri sering diganggu oleh orang-orang keluarga Mo dan Xu, namun ketika sebuah kejadian yang tiba-tiba darah Naga emas ditubuh entah mengapa bangkit. Tapi bukannya mendapat perhatian dan dukungan, mereka malah ingin merebutnya dariku dengan cara yang jagat, bahkan ayah tiri brengs*k itu ingin merenggutnya dari ku dengan cara yang kurang ajar!"
Singkat dan padat, seperti itulah penjelasan dari Su Yao tentang apa yang dia alami. Walaupun belum begitu jelas, seakan-akan dia masih belum bisa mengatakannya.
"Begitu ya...aku mengerti, tapi kau tidak boleh gegabah dalam membalas dendam. Walaupun kau sering melihatku melakukannya dengan brutal dan tanpa ampun, aku sendiri selalu mengamati musuh dulu. Sebenarnya kuat mereka dan hal apa yang bisa menjadi alasanku untuk membunuhnya." Ucap Hao Chen dengan ekspresi mengerikan.
Lalu Su Yao segera berkata dengan nada bersalah, "Iya...maafkan aku, tapi aku benar-benar ingin membunuhnya, tapi banyak sekali orang-orang yang berasal Xu dan lagi pria yang ada disampingnya."
"Pria yang ada disampingnya itu aku sempat melihatnya, tapi siap namanya?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
"Zhong katamu?!"
Secara tiba-tiba sikap hangat Hao Chen seketika berubah setelah mendengar kata 'Zhong', tatapannya dipenuhi oleh kebencian dan niat membunuh yang tebal.
"Ah iya, dia berasal dari keluarga Zhong yang mana mereka memiliki planet tersendiri, kalau tidak salah pemimpin mereka yang berhasil mencapai prestasi tersebut adalah Zhong Li." Ucap Su Yao yang sangat kaget.
Lalu kebencian yang ada dihatinya segera bangkit, hawa membunuh yang mengerikan segera menyebar, mata Hao Chen mendadak menjadi marah dipenuhi oleh kebencian.
"Bagaimana aku bisa lupa nama si Bangs"t itu!!! orang yang membuat ibu angkatku menderita dan kesakitan, penghianat dan penghinaan yang diterima olehnya berasal darinya!" batin Hao Chen dengan tatapan mengerikan.
"Hao Chen ada apa?" tanya Su Yao dengan khawatir, karena perubahan sikapnya yang tiba-tiba.
"Su Yao, jika boleh tau...siap sosok Zhong Guo di keluarga mereka?" tanya Hao Chen dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"Kalau tidak salah dia dalam murid langsung dari Zhong Li yang dimana, ia memiliki bakat yang luar biasa sampai-sampai menarik perhatiannya." Jawab Su Yao dengan sedikit bingung dan diikuti oleh ketakutan.
"Bagus! aku akan membuatnya menderita dengan membunuhnya dulu, tapi sebelum itu sebaiknya aku bertanya dulu." Batin Hao Chen yang segera menatap Su Yao yang sedang dia peluk.
"Kalau boleh tau apakah alam Permaisuri Giok dapat menghalau kesadaran ilahi dari orang yang bernama Zhong Li?" tanya Hao Chen.
"Aku tidak terlalu tau, namun aku dapat menyakini jika orang sepertinya tidak dapat memasuki alam Permaisuri Giok, karena dia hanya berada ditingkat Holy God (Dewa Suci), sedangkan rata-rata permaisuri giok dari generasi ke generasi telah mencapai tingkat Saint God (Dewa Santo/Kudus), jadi dia mungkin dia dapat merasakannya." Ucap Su Yao yang mulai paham dengan maksud dari Hao Chen.
"Bagus!"
Secara tiba-tiba Hao Chen memeluk Su Yao lebih erat dan diikuti oleh senyum mematikan, tapi secara tiba-tiba Su Yao sedikit menyeriyit karena hal."
"Ah! maafkan aku!"
Hao Chen secara spontan melepaskan pelukannya dan berdiri tegak, walaupun malu-malu, tapi niat membunuhnya masih terpancar.
Lalu dia berkata dengan senyum menakutkan, "Su Yao kau memiliki masalah dengan wanita lac*r yang bernama Xu Lia dan aku memiliki dendam pribadi dengan orang yang berasal dari keluarga Zhong, kedua orang tersebut akan memasuki alam Permaisuri Giok..."
"...Jadi kita memiliki kesempatan untuk membunuh mereka tanpa ketahuan, terlebih lagi orang-orang yang berada disini-nya bisa aku atasi dengan mudah. Maka dari itu bagaimana kita berkerja sama untuk melenyapkan mereka."
Su Yao sempat tertegun mendengar kata-kata Hao Chen, tapi setelah itu senyum tipis dengan makna yang mengerikan segera terbentuk.
"Jadi bagaimana rencanamu?" tanya Su Yao yang segera meraih tangan Hao Chen.
"Simpel! jangan biarkan satu mahluk hidup yang berada disekitar hidup, karena kita tidak ini ada saksi mata." Jawab Hao Chen yang segera mengeluarkan pedang Amethyst yang telah mengambil wujud pedang darah.
"Simpel dan mudah, karena mereka telah masuk kedalam tempat yang berbahaya, bagus kita hanya perlu membunuh orang-orang yang ada disekitar portal saja bukan?" tanya Su Yao lagi yang sudah memegang tombak naga emasnya.
Hao Chen segera mengangguk dan segera melesat kearah Zhong Guo dan Xu Lia disertai oleh niat membunuh yang mengerti, belum lagi aura kehancuran yang dipancarkan oleh Su Yao.
__ADS_1