The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 162. Ruangan rahasia


__ADS_3

Setelah mengetahui jika Su Yao kesulitan membaca peta dengan perasaan malu-malu pada akhirnya dia menyerahkan tugas membimbing jalan pada Hao Chen yang lebih tau dalam hal seperti ini, tapi Su Yao menjadi sunyi karena merasa malu pada dirinya sendiri.


"Jika kau sama denganku, maka aku akan memukuli mu!" ucap Su Yao dengan suara mengancam.


"Ya..ya..ya percaya saja hal ini padaku." Hao Chen hanya menanggapi hal tersebut dengan biasa, seakan ancaman tersebut tidak berati padanya.


Kemudian mereka segera menjelajahi labirin dengan Hao Chen sebagai pemimpin jalan, dimana Su Yao jelas mengawasi Hao Chen dengan tatapan tajam.


"Kau tidak perlu menatapku sampai seperti itu, karena aku pasti akan menemukan jalan lebih baik dari padamu." Batin Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.


Lalu hanya dalam sekejap Hao Chen berhasil menemukan sebuah ruangan yang berada didalam labirin ini, walaupun tidak tau apa yang ada didalamnya tapi hal ini menunjukkan jika Hao Chen benar-benar sangat ahli dalam hal seperti ini.


"Hem...seharusnya ini ruangan kedua dari 64 ruang yang berada didalam ruangan ini, ditambah ada sebuah ruangan yang merupakan pusat utama dari labirin ini." Ucap Hao Chen yang segera membuka pintu yang menutupi ruangan tersebut.


Tapi Su Yao hanya bisa cemberut melihat Hao Chen yang dapat menemukan sebuah ruangan yang berada dilabirin ini, tapi dihanya bisa pasrah karena dia juga tau jika Hao Chen benar-benar ahli dalam hal ini.


Lalu mereka segera terkejut melihat banyaknya harta seperti emas, perak, permata dan barang mulia lain.


"Wow...sepertinya tempat ini berisi banyak sekali barang-barang berharga yang dulunya digunakan sebagai alat tukar." ucap Hao Chen yang kagum melihat banyaknya sekali permata dan emas diruangan ini.


Su Yao segera berkata, "Hah...lagi-lagi emas dan permata, aku sudah bosan melihatnya."


"Eh? bukannya ini adalah uang dan permata yang sangat indah, kalau dijual pasti kita dapat banyak uang dan dapat membeli sumber daya untuk berkultivasi." Ucap Hao Chen dengan bingung.


Su Yao pun berkata dengan senyum manis, "Tidak perlu! kau bisa mengambil semuanya, karena jumlah emas dan permata ditempat ini sudah setara dengan ruangan yang aku temui waktu itu."

__ADS_1


"Kau yakin? biarpun ini berharga loh?" tanya Hao Chen yang berusaha meyakinkan Su Yao.


"Iya aku yakin, lagi pula ini baru ruangan pertama yang kita temukan, jadi aku mengizinkannya tapi untuk ruangan lainnya kita harus membaginya setengah-setengah." Jawab Su Yao sambil tersenyum.


"Oh...baiklah aku setuju, hehehehe....ini akan menyenangkan sekali!" senyum seorang tirani segera muncul diwajah Hao Chen dan diikuti oleh aura seorang penjarah.


Lalu Su Yao segera melihat ekor rubah pada Hao Chen yang sedang berkibas-kibas layaknya mendapatkan sesuatu yang bagus.


"Tunggu apa aku tidak salah lihat, kenapa ada ekor rubah pada Hao Chen?" Su Yao pun segera menggosok-gosok matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Kemudian Hao Chen segera berkerja untuk merampas semua harta yang ada didalam ruangan ini, bahkan dia tidak pernah meninggalkan satu koin emas pun.


Lalu ketika Hao Chen tidak menemukan, dia pun segera berkata, "Ayo pergi Su Yao keruang berikutnya!"


Sementara itu Su Yao hanya bisa kaget melihat sosok Hao Chen yang benar-benar berbeda dari biasa, sebab saat dia mengambil apa yang ada diruang ini Hao Chen benar-benar berbeda.


Lalu Hao Chen menjawab dengan bingung, "Ya ini aku, memangnya ada apa denganku?"


"Aneh kenapa saat kau mengambil barang-barang berharga diruangan tadi kau tampak berbeda, bahkan aku sendiri ragu jika kau adalah Hao Chen yang aku kenal." Ucap Su Yao yang memperlihatkan sosok Hao Chen dengan seksama.


Hao Chen pun segera berkata, "Kenapa bisa begitu? bukannya wajar jika seseorang menemukan benda berharga dan mengambilnya, lagi pula pemilik alam ini juga sudah mati dan hanya menyisakan sisa jiwanya saja."


"Ya...bagaimana kau bisa setega itu dengan mengambil itu mengambil harta dari orang yang sudah mati?" tanya Su Yao.


"Hehehe...bukannya kau juga sama? kau juga benar-benar merampok salah satu ruangan dilabirin ini tanpa menyisakan apapun, jadi kenapa kau merasa kasihan?" Hao Chen pun segera memutar balikkan pertanyaan.

__ADS_1


Lalu Su Yao segera berkata dengan malu-malu, "Ehem! itu adalah instingku, dengan banyaknya harta dan terdapat sebuah artefak yang berharga seperti pakaian kultivator zaman kuno tadi, bagaimana mungkin aku tidak menginginkannya?"


"Sepertinya kita Benar-benar sehati jika berurusan dengan harta berharga, jadi bagaimana kalau kita merampok semua isi tempat ini?" tanya Hao Chen dengan senyum licik.


Melihat ekspresi Hao Chen, Su Yao pun hanya acuh tapi dapat dilihat jika dia sedang mengedipkan matanya yang menyatakan bahwa dia setuju.


Sehingga dapat dilihat jika ada ekor rubah yang bergoyang-goyang pada mereka berdua, saat ada pikiran masalah uang dan harta bahkan aura seorang tiran muncul dari diri mereka masing-masing.


Kemudian Hao Chen dan Su Yao Benar-benar menjadi sosok tirani yang merampas semua harta dari setiap ruangan yang memiliki benda-benda berharga tanpa menyisakan apapun, jika kedua sosok Petapa naga putih dan naga hitam melihat hal tersebut maka mereka berdua dapat dipastikan akan muntah darah.


Bahkan mereka berdua benar-benar tidak memiliki rasa bersalah sedikit pun ketika mengambil semua harta milik orang lain tanpa permisi.


"Sepertinya tinggal satu tempat yang merupakan ruangan utama dari tempat ini." Ucap Hao Chen yang segera melirik kearah sebuah gerbang raksasa didepan mereka.


"Benar sekali, apakah kita akan masuk?" tanya Su Yao.


"Bukannya kau sudah tau jawabannya? karena sudah sejauh ini, lebih baik kita lanjutkan saja." Jawab Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.


"Baiklah ayo kita masuk!" ucap Su Yao yang segera menyentuh gerbang tersebut.


Namun "Kriiiitttt...!" gerbang tersebut segera terbuka sendiri tanpa didorong sama sekali, bahkan Hao Chen dan Su Yao benar-benar tidak melakukan apapun.


"Apakah kita masuk?" tanya Hao Chen.


"Tentu saja kita akan masuk!" jawab Hao Chen yang segera masuk duluan.

__ADS_1


Disaat mereka telah masuk kedalam ruangan tersebut gerbang yang menghubungkan kedua luar secara tiba-tiba tertutup, dimana diikuti oleh sebuah suara yang terdengar garang.


"Wah...Wah...Wah...tidakku sangka jika ada dua orang yang berhasil menemukan tempat ini."


__ADS_2