
Semenjak Hao Chen mengetahui jika dia telah ditargetkan oleh suara pihak yang menginginkan untuk mati, dia menjadi bingung karena tidak mengetahui siapa sebenarnya identitas pihak tersebut, dan lagi mereka seperti memiliki hubungan dengan Hukum Alam Semesta yang seharusnya netral.
Tapi ras atau mahluk macam apa yang bisa membuat Hukum Alam Semesta tunduk?
"Tidak, orang-orang dari era penciptaan dulu jauh lebih kuat dari Hukum Alam Semesta sendiri, jadi bisa dikatakan Hukum Alam Semesta seharusnya tidak ada atau mungkin suatu keberadan yang tidak memiliki kesadaran yang merupakan keberadan penjaga keseimbangan, mungkin saja ada suatu ras cerdas yang bisa membuat Hukum Alam Semesta tunduk, atau mungkin juga dia sendiri yang menciptakan kesadarannya." Hao Chen sendiri sudah cukup berfikir keras selama beberapa hari didalam Makam Primordial.
Selain itu, jumlah orang yang masuk kedalam Makam terus bertambah seiring berjalannya waktu, tapi aneh Hao Chen sama sekali tidak bertemu dengan Su Yao semenjak beberapa hari ini.
Menurutnya sendiri, Su Yao kemungkinan besar adalah orang yang paling mungkin berhasil lulus ujian tujuh dosa besar secepat dirinya, dan tidak mungkin juga Su Yao menolak kesempatan seperti ini.
Disaat yang sama juga, Hao Chen memilih untuk menjauh dari teman-temannya untuk menghindari hal buruk dan membiarkan mereka berjalan sesuai dengan takdir mereka masing-masing. Dan juga apa itu takdir sebenarnya? apakah takdir itu juga diatur oleh Hukum Alam Semesta?
Saat Hao Chen sedang berfikir keras, tiba-tiba ada suara jeritan yang terdengar dari atas langit.
"KYA!!! siapapun yang ada dibawah segera menyingkir!!"
"Hah?" Hao Chen hanya menatap kearah langit dengan bingung, tapi...
"BOOM!!!"
"Khuak!"
Karena kurang waspada, Hao Chen mau tidak mau harus tertimpa oleh sosok misterius yang berasal dari langit tersebut, dan anehnya lagi walaupun Hao Chen tau jika dia akan menimpanya, ada semacam kecenderungan aneh yang membuatnya kurang waspada.
"Dududuh...sakit sekali, hem? apa ini kok empuk-empuk?" ditengah rasa sakitnya, Hao Chen merasa tangannya meremas sesuatu yang aneh, lembut dan empuk sangat nyaman untuk dipegang.
"Apa yang kau sentuh!!!" suara yang terdengar lembut dan merdu segera terdengar ditelinga Hao Chen.
"Tunggu! seorang wanita? tapi kenapa rasanya dia sangat familiar?" Hao Chen juga terkejut, tapi perasaannya sangat akrab baginya.
"Berani-beraninya kau menyentuhku! kubunuh...tunggu, Hao Chen?" saat wanita itu ingin memukulinya, dia segera berhenti saat melihat sosok Hao Chen dengan jelas.
Hao Chen yang sudah siap untuk dipukul juga kaget, suara itu terdengar sangat merdu dan lembut saat memanggil namanya, ketika ia membuka matanya sosok yang merupakan kecantikan ekstrim muncul dihadapannya, mata merah muda seperti permata yang berharga dan rambut hitam kebiruan panjang yang sangat lembut serta halus.
"Su Yao? apa yang terjadi padamu?" tentu saja tidak ada satupun wanita yang dapat membuat Hao Chen bersikap lembut selain kekasihnya Su Yao.
"Aku...bisakah kau, Mmm!" secara tiba-tiba Su Yao mengerang dan membuat Hao Chen menjadi syok.
__ADS_1
"A-Apa yang terjadi padamu?!" tanya Hao Chen dengan kaget.
Su Yao yang sedang memerah dengan nafas yang berat segera menjawab, "Bisakah kau menghentikan tanganmu?"
Hao Chen terdiam sejenak dan memperhatikan jika salah satu tangannya sedang memegang salah satu gunung kembar milik kekasihnya, dan dengan panik dia segera menyingkirkan tangannya.
"Ah! Maafkan aku!" Hao Chen juga malu tapi merasa sangat nyaman setelah menyentuhnya.
"T-Tidak apa-apa, asalkan itu kamu aku tidak masalah..." Ucap Su Yao tanpa ragu dengan wajah yang memerah.
"Hah?!" Hao Chen sendiri tidak tahu harus meresponnya bagaimana, biasa seorang wanita yang baru saja disentuh pasti akan marah atau tersinggung, tapi tidak untuknya entah mengapa jika itu dirinya Su Yao mengizinkannya.
Saat ini Hao Chen menyadari jika perkataan dari Greed benar adanya, Su Yao yang merupakan seorang wanita dengan kecantikan ekstrim benar-benar dengan senang hati akan memberikan kesuciannya padanya.
"Ehem! kenapa kau bisa jatuh dari langit?" Hao Chen segera mengganti topik pembicaraan.
"Aku baru saja menjalani ujian akhir dari cobaan Dewa Yaksha, dan warisan Dewi pembantaian yang ada didalam tubuhku bereaksi aneh dengan menjadikan ujian dari Makam Primordial sebagai cobaan terkahirku, selain itu cobaannya malah jauh lebih sulit." Jawab Su Yao dengan ekspresi tak berdaya.
"Hem...selain itu, ada apa dengan pakaianmu?" Hao Chen bertanya saat mengamati penampilan Su Yao.
Su Yao menyadari dan berkata tanpa daya, "Ugh...sebenarnya pakaianku sempat rusak disaat ujian terakhir, jadi aku menggunakan beberapa pakaian dari cincin penyimpanan yang aku miliki, sayangnya hanya ada pakaian ini saja."
Selain itu, Hao Chen menyadari jika ada sesuatu yang basah tepat diatas tubuh bagian bawahnya, itu bukan berasal darinya tapi berasal dari kekasihnya.
Sehingga dia tidak bisa tidak bertanya, "Ngomong-ngomong apa yang terjadi padamu? aku merasakan ada sesuatu yang basah? seperti ada cairan dari tubuhmu." Tanya Hao Chen tanpa ragu.
"Eh?!" Su Yao sontak menjadi lebih memerah dan terlihat seperti sedang terbakar oleh sesuatu yang panas, entah mengapa dia menjadi sangat malu saat menatap Hao Chen.
"I-Ini...ini...ini.. , tidak seperti yang kau pikirkan!!" Su Yao secara tiba-tiba memukul perut Hao Chen dengan sangat keras.
"Uhuk!!!" hal tersebut segera membuat Hao Chen tersentak dan segera tak sadarkan diri, sebab diantara orang-orang yang pernah ditemuinya, hanya Su Yao saja yang mampu bersaing kekuatan fisik dengannya.
"Eh?! apa aku terlalu berlebihan, Hao Chen! Hao Chen! kau tak apa-apa?!" Su Yao menyadari jika dia meletakkan kekuatan terlalu berlebihan saat memukul Hao Chen, sampai membuatnya pingsan.
***
Disaat yang sama, disebuah tempat yang terlihat seperti surga ada dua sosok pria dan wanita yang terlihat sedang berbicara.
__ADS_1
Jika dilihat dengan baik, sosok pria yang memiliki ketampanan yang luar biasa seperti membawa perasaan dunia lain, dia tidak lain adalah Su Yao yang merupakan Spirit Roh milik Hao Chen yang dikenal sebagai Naga Absolute.
Sementara itu wanita yang sedang berbicara dengannya tidak lain adalah Dewi Pembantaian Yaksha, penampilan cantik dan dingin serta memancarkan aura yang sangat berbahaya, dimana sosok ini sangat membekas dipikirkan Su Yao yang merupakan muridnya.
"Hey! bukankah ikut campur dalam hubungan orang lain tidak baik?" tanya Tianlong dengan perasaan tidak senang.
Yaksha menatap dingin sosok Tianlong, dan segera berkata, "Aku tidak berfikiran egois, lagi pula setelah Su Yao telah sepenuhnya menerima kekuatan dariku dia akan jadi pendamping hidup Hao Chen, bukankah mereka justru harus berterima kasih?"
"Tapi, bukankah lebih baik hubungan mereka mengalir dengan sendirinya?" tidak mau kalah Tianlong juga sempat protes karena tindakannya.
Yaksha segera menjadi kesal dengan perlawanan tidak jelas Tianlong, dan dengan perasaan tidak senang dia segera menjawab, "Kau berfikir jika Hao Chen itu sama denganmu? Tianlong kau terlalu naif, bahkan sampai sekarang kau masih saja naif. Hao Chen merupakan sosok pria idaman untuk kaum wanita, kecerdasan emosionalnya sangat tinggi sehingga dia bisa membedakan tindakannya untuk wanita yang dicintainya, dan wanita biasa yang tidak terlalu penting untuknya, sehingga dia tidak pernah meninggalkan sedikit pun perasaan pada orang lain."
"Selain itu, aku cukup terkejut setelah mengetahui kalau kau ingin membentuk tubuhmu dan kembali ikut campur dalam urusan orang-orang suci, atau kau terlibat dalam hal ini karena Yan Xuan Zu sang kaisar api sudah lebih tau darimu tentang kebenaran ras Saint Race?" tanya Yaksha dengan tatapan dingin.
"Kau!!" mendengar ucap Yaksha, Tianlong segera marah dan melepaskan kekuatan yang membuat dunia Hao Chen bergetar.
Tapi disaat itu juga, Tianlong segera merasakan dua keberadan kolosal milik Hao Chen yang menyadari tindak agresif Tianlong.
"Haha...sudah aku katakan kau tidak akan bisa berbuat banyak bahkan didunianya sekalipun, walaupun kau dianggap sebagai orang yang paling dia percaya, Hao Chen juga tau seberapa naifnya pemikiranmu itu." Ucap Yaksha dengan senyum sinis.
Tianlong hanya bisa meredam emosinya dalam-dalam, sebab semenjak Hao Chen menyembunyikan Seni Kekacauan dan Penciptaan tertinggi serta penyempurnaan Metode Energi Surga, Tianlong menjadi semakin terbatas dalam bertindak didalam tubuh Hao Chen.
"Ini merupakan cara terbaik untuk mereka, segel kedua Su Yao dilepas maka segel ketiga yang merupakan terakhir akan ikut terbuka, kebencian dan amarahnya terhadap orang-orang yang pernah menyakitinya dan ibunya sangat besar, sehingga Su Yao yang memiliki darah murni Kaisar Naga Emas pasti akan mengamuk, dan jika hal itu terjadi maka mereka berdua berakhir dengan tragis!" Ucap Yaksha dengan sedih.
"Bukannya akan jauh lebih buruk jika mereka benar-benar harus berhubungan? Energi Kekacauan Primordial merupakan salah satu kekuatan paling dashyat, bahkan merupakan salah satu momok yang menakutkan dibawah kehampaan saat era penciptaan. Bukannya ini akan membuat Su Yao menjadi sakit hati?" tanya Tianlong dengan khawatir.
"Hah...kau ini benar-benar sulit sekali untuk peka, Hao Chen sudah lama mengetahui hal tersebut dan dia bahkan bisa memanfaatkan energi kekacauan primordial yang bocor dari Su Yao untuk menciptakan sebuah Seni Rahasia yang menakutkan, dan bukannya kau yang berada disekitar Hao Chen? kenapa kau sendiri tidak mengetahuinya? paham!" Yaksha mengejek Tianlong seperti sedang berurusan dengan anak kecil.
Tianlong hanya bisa diam dengan perasaan marah yang ditahan, tapi sebelum Yaksha sempat mengejeknya.
"Dari pada itu, setelah kau membentuk ulang tubuhmu segera urus para wanita-wanita yang telah kau buat jatuh cinta sampai mati, dan juga kau jangan pernah terlibat dalam urusan Hao Chen sementara kau memiliki masalah yang mungkin akan membuatnya kerepotan." Ucap Yaksha dengan ekspresi mengejek.
"KAU!!!" Tianlong segera membiru ketika amarahnya yang tertahan semakin menjadi-jadi.
Yaksha tertawa datar, "Hahaha! kau pikir hidup dizaman apa sekarang? bukannya wajar jika pasangan kekasih berhubungan? ditambah lagi Su Yao juga dengan senang hati memberikan kesuciannya pada Hao Chen, kenapa kau malah nyinyir?"
"Ingatlah guru Hao Chen yang sekaligus ibu baginya pun menyetujui rencana ini, selain itu mereka pasti akan berterima kasih padaku." Ucap Yaksha sebelum menghilang, dan memandangi Tianlong dengan sinis.
__ADS_1
Sementara itu Tianlong yang memburu karena kemarahannya hanya bisa terus diam, dikarenakan dua keberadan kolosal Hao Chen pasti akan menganggapnya sebagai ancaman jika dia mengeluarkan kekuatannya.