
Setelah mengurusi Zhou yuan, Ling feng, Xie yu dan Qi zijing Hao chen memutuskan untuk berkeliling.
"Hah...bagaimana cara agar aku dapat menemukan Rantai surgawi?" tanya kiyan dalam hatinya.
Dalam beberapa jam ini Hao chen benar-benar kerepotan mencari lokasi atau tempat dimana Rantai surgawi diletakan, karena tidak ada informasi yang jelas tentang lokasinya.
"Harusnya aku bertanya dulu tentang ini, tapi sia-sia saja karena dia pun tidak tau dimana tepat lokasinya...Haaah!" Kiyan segera mengerutu kesal karena kerepotan.
Hingga pada akhirnya Hao chen memutuskan untuk pergi kepusat tempat kuil penempaan tubuh, namun Hao chen malah menemukan sebuah bangunan yang sangat lesu dan tua.
"Hem...sepertinya tempat ini tidak pernah dipakai sama sekali...dapat dilihat dari kondisinya." ucap Hao chen setelah mengamati bangunan ini.
"Apa lebih baik aku masuk saja? tapi ini bukan pusat bangunanya." Hao chen agak ragu harus memutuskan akan masuk atau tidak.
Setelah memikirkan sesaat dia dengan yakin mencari tempat masuk dari bangunan tersebut, namun...
"Baj*ng*n! dimana pintu masuknya!" Hao chen langsung menjadi kesal karena tidak dapat menemukan pintu masuknya.
"Tunggu aku akan mencoba melepaskan kekuatan mental dan spiritualku secara bersamaan, jika cara ini tidak berhasil maka aku akan menggunakan cara kasar!" Hao chen segera menutup matanya dan mulai melepaskan kekuatan mental berserta spirtualnya secara bersamaan.
Kekuatan mental dan spirtual Hao chen segera menyelimuti bangunan tua tersebut, disaat itu dia segera melihat sebuah portal yang seukuran dengan pintu rumah disalah satu dinding bangunan tua ini.
"Hem? jadi pintunya adalah sebuah portalkah, begitu ya...aku mengerti!" ucap Hao chen yang segera melangkah menuju portal tersebut.
Disaat Hao chen memasuki portal, ada sensasi aneh ketika Hao chen ditarik dengan kuat dan masuk kedalam portal tersebut.
Ketika Hao chen berhasil memasuki tempat yang berhubungan dengan portal tadi dia pun terkejutnya bukan main.
"Wah...sebuah dimensi kecil rupanya!" namun aura seorang tirani muncul kembali dari Hao chen dengan senyum anehnya.
__ADS_1
"Hehehe...jika tempat ini sampai mengharuskan seseorang untuk mengunakan kekuatan mental dan spirtual, maka pasti ada sesuatu yang bagus didalam sini!" ucap Hao chen dengan jiwa penjarah muncul kembali.
Hao chen pun dengan senyum tipis dan mulai berdiri karena ada satu jalan saja, Hao chen memutuskan untuk menelusuri tempat ini lebih dalam.
Semakin jauh Hao chen masuk, maka kekuatan yang sangat besar akan semakin terasa.
"Seperti dugaanku tempat ini pasti dijadikan sebagai lokasi pribadi untuk pelatihan khusus." ucap Hao chen yang merasakan aura kuat disaat dia semakin dalam menelusuri tempat ini.
Lalu Hao chen segera dikejutkan oleh sebuah tempat duduk yang terbuat dari emas dan berlian indah, serta dua belas pilar yang terbuat dari batu giok mahal dengan bentuk kepala naga dimana didahi patung naga tersebut terdapat permata indah, dimana setiap permatanya memilik warna yang berbeda.
"Wah...sepertinya ini benda berharga yang ada disini, tapi dari bentuknya ini pasti tempat penempaan tubuh dan ini pasti berkualitas tinggi." ucap Hao chen dengan kagum.
Lalu ketika Hao chen mengelilingi tempat penempaan ini, dia menemukan sebuah buku yang agak usang.
"Hem? sebuah buku, lebih baik aku membacanya!" Kiyan tanpa ada keraguan segera membaca isi buku tersebut.
"Nama alat ini adalah penempaan ilahi, dimana memiliki fungsi sebagai tempat penempaan tubuh, memperkuat energi mental dan menguatkan kekuatan spritual.
"Bahan-Bahan memang sangat sulit ditemukan, namun manfaat dari penempaan ilahi ini melebihi kesulitan untuk menemukan bahannya. Diujung ruangan ini terdapat 12 Inti elemen yang kuat dan bisa dipasang dipatung-patung naga tersebut agar bisa memulai proses pelatihan."
Hao chen hanya bisa kagum membaca deskrisi tentang penempaan ilahi ini, lalu dia melanjutkan membaca semuannya tentang semua hal yang ada didalam buku ini, kemudian ketika Hao chen sampai dibab terakhir.
"Lalu setelah penempaan ilahi menjadi populer ditambah alat ini diperkuat oleh Inti energi ilahi terkuat dan termurni diseluruh Jagat raya, banyak orang-orang yang menginginkan alat ini untuk diri sendiri."
"Kemudian pertempuran tak dihindari terjadi yang membuat Jalan Surgawi yang merupakan tempat suci bagi para kultivator dan menjadi lautan darah yang menakutkan, ditambah inti energi ilahi menghukum semua kultivator yang ada diJalan Surgawi."
Hao chen menjadi sangat kaget setelah membaca hal tersebut, bagaimana tidak dengan banyaknya kultivator tingkat tinggi disini wajar saja bisa menimbulkan kekacauan yang sangat menakutkan seperti yang ada didalam buku ini.
"Oh...begitukah! hem...heheheh kalau begitu aku akan mengambilnya." ucap Hao chen yang langsung mengeluarkan aura pembantaian.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian jiwa-jiwa yang terperangkap, segera musnah saja jangan sok menjaga alat ini kalau kalian tidak dapat menggunakannya!" ucap Hao chen yang langsung melepaskan aura Dewa pembantai kealat penempaan ilahi.
Lalu jiwa-jiwa yang sengaja bersembunyi didalam alat penempaan ilahi lenyap dan terbakar oleh aura Dewa pembunuh.
"AAAAA...! sialan terkutuk kau!" suara yang beragam segera terdengar dan mengutuki tindakan Hao chen.
"Heh...ucaplah semau kalian, aku tidak peduli kalian hanya jiwa saja...nah benda ini akan menjadi milik aku sekarang!" Hao chen segera mengeluarkan cermin dimensionalnya.
Kemudian cahaya perak terang segera menyinari alat penempaan ilahi, lalu hanya dalam sekejap mata alat penempaan ilahi yang diperebutkan oleh banyak kultivator langsung jatuh ketangan Hao chen.
"Hahahahah....benda yang sangat hebat ini adalah miliku sekarang!" tawa keras Hao chen segera terdengar keras dan disertai oleh aura tirani yang kuat keluar dari tubuhnya.
"Baiklah kalau begitu aku atur dulu agar alat penempaan ilahi ini dipasang didekat Pohon samsara dengan pohon misterius itu!" Ucap Hao chen sambil mengotak-atik cermin dimensionalnya.
Setelah waktu berjalan lama, Hao chen dengan tawa seorang tirani segera berkata dengan bangga "Hahaha...semua keperluan untuk kultivasiku sudah lengkap sekarang dan tinggal merampas Inti elemennya saja!"
Kemudian Hao chen segera meninggalkan ruangan kosong yang awalnya berisi dengan Alat penempaan ilahi terbaik, tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
Lalu ketika dia telah sampai diujung ruangan, Hao chen segera menemukan dua belas inti elemen yang dimaksud oleh buku tadi.
"Wow...hebat sekali! kekuatan elemen yang murni dan tebal! hahahah dengan ini sudah lengkap semua keperluan aku sudah!" Hao chen dengan wajah seorang perampas dengan segera melepaskan Api kesedihan.
Dengan tujuan untuk melenyapkan jiwa-jiwa yang bersembunyi didalam inti elemen, kemudian api hitam segera membakar sekitar, lalu....
"AAAAAAA....! bagaimana mungkin api kesedihan bisa muncul!"
"Dengarkan kami akan membantu menjadi kuat jika kau mau membentuk tubuh kami!"
Namun apa daya Hao chen acuh saja dengan suara-suara tersebut, sambil melihat jiwa-jiwa yang berani menghalangi Hao chen lenyap.
__ADS_1
"Baguslah sudah selesai sebaiknya aku menyimpan ini didalam tempat khusus saja!" ucap Hao chen yang segera mengeluarkan cincin hijau indah dan mengambil kedua belas inti elemen tersebut, lalu menyimpannya.