
Penjarahan demi penjarah dilakukan oleh Hao chen tanpa adanya keraguan dan juga tidak ada yang dapat menghentikannya.
Setiap ruangan yang berisi benda-benda berharga seperti pil, esensi darah, logam langka, dan lainnya ludes diambil oleh Hao chen, pelindung apa pun dan coba dari setiap benda langka yang Hao chen ambil tidak berfungsi dihadapannya.
Sudah lebih dari 109 ruangan yang berisi setiap hal-hal yang sangat berharga habis tiada sisa, Hao chen pun tidak peduli seberapa lama dia berada didalam makam kuno dengan banyaknya hal yang dia dapatkan disini mengapa tidak.
Setelah itu Hao chen segera memasuki ruangaa yang terakhir, lalu dia berkata sambil menghela nafas lega"Baiklah ini ruangan yang keseratus sepuluh, setelah selesai aku akan membuat alam sendiri dicermin dimensional dan menanam tanaman langka yang aku dapatkan agar bisa tumbuh lagi serta meletakan beberapa artefak dan memajangnya."
Tanpa ragu Hao chen segera masuk kedalam ruangan tersebut dan dia dikejutkan dengan adanya jasad hewan jiwa yang membeku.
"Apakah mereka semua mati?"tanya Hao chen dengan kaget.
Lalu ketika dia mulai memasuki ruangan itu Hao chen langsung merasakan tekanan dan aura mengerikan dari setiap hewan jiwa yang membeku.
"Mengerikan jika bukan karena kalung miliki guru aku mungkin akan mati karena tekanannya."kata Hao chen yang sedang diselimuti oleh cahaya sembilan warna.
"Sepertinya hewan jiwa disini memang sudah mati semua namun tubuh mereka sepertinya diawetkan dengan metode pembekuan dan juga setiap hewan jiwa disini memiliki tingkat kekuatan setara dengan Saint God dan Suprame God."kata Hao chen yang melihat setiap jasad hewan jiwa tersebut.
"Sepertinya dizaman kuno kekuatan terkuat ada ditingkat seperti ini, memang berbeda dengan zaman sekarang."kata Hao chen sambil berkeringat dingin.
"Dibandingkan dengan yang lain sepertinya tempat ini merupakan tempat yang sulit diatasi, karena tempat ini pasti memiliki jiwa dari para hewan jiwa yang telah mati jadi akan sedikit sulit jika aku ingin mengambilnya."kata Hao chen sambil memikirkan sebuah cara agar bisa mengambil jasad hewan jiwa tersebut dikarenakan pasti hewan jiwa yang ada ditempat ini memiliki kristal roh yang kuat.
Lalu Hao chen dikejutkan oleh seekor hewan jiwa yang sangat besar dengan tubuh rusa dan kepala singa yang tidak lain adalah Qilin.
"Apa!, bagaimana mungkin itu Qilin...apakah dia masih hidup?"tanya Hao chen dengan khawatir.
Hao chen segera mendekati Qilin tersebut yang sama sekali tidak membeku atau lebih tepatnya dia seperti sedang tertidur.
Tiba-tiba mata dari Qilin itu terbuka dan segera melirik kearah Hao chen, lalu Hao chen dengan panik berkata"Sial...! dia masih hidup!"
Lalu Qilin tersebut segera menjadi seberkas cahaya dan berubah menjadi seorang manusia dengan rambut coklat panjang, mata kuning cerah dan tubuh kekar namun ramping.
__ADS_1
Lalu dia berkata dengan penasaran"Hem...manusiakah, tidak kusangka bahwa akan ada manusia yang berhasil masuk kesini."
"Dia...beneran masih hidup!?"teriak Hao chen dengan keras.
"Ahahaha...kalau kau bilang aku hidup kau salah besar!"kata Qilin itu dengan tawa keras.
"Apa...kau seorang zombie?"tanya Hao chen dengan bingung.
"Salah juga, aku adalah wujud jiwa yang bisa membentuk tubuh tersendiri."jawab Qilin itu dengan santai.
"Tidak mungkin, kecuali kau sudah ditingkat Lord of God!"teriak Hao chen dengan nyaring.
"Tepat sekali tingkat kultivasiku ada diperingkat Lord of God."kata Qilin itu dengan datar.
"Tidak mungkin...Lord of God sangat sulit untuk dicapai, jika memang ada pasti hanya segelintir saja."kata Hao chen.
"Hahahah...tidak perlu khawatir aku hanya seorang Dewa liar, jika aku memiliki energi ilahi maka secara alami aku benar-benar ada ditahap Lord of God."kata Qilin itu.
"Sudah cukup untuk sekarang aku tidak bisa menerima informasi sebesar itu!"kata Hao chen yang mulai pusing.
"Ehem...benar sekali, walaupun aku juga masih bingung."jawab Hao chen.
"Kalau begitu aku akan membantumu mengambil semua jasad hewan jiwa yang ada disini bahkan aku dapat menghancurkan jiwa mereka dan kau dapat menyerapnya tanpa ada resiko terkecuali tubuh kamu mampu atau tidak menahan kekuatan dari hewan jiwa tersebut."kata Qilin itu.
"Pasti tidak segampang itu bukan?"kata Hao chen sambil berada diposisi bersiap.
"Hahaha...kau pintar sekali, benar aku punya syarat dan itu simpel."kata Qilin itu.
"Apa syaratnya!?"tanya Hao chen dengan energi yang mulai meluap.
"Sederhana bertarunglah denganku, jika dapat menghiburku dalam pertarungan maka kau akan menang!"jawab Qilin itu.
__ADS_1
Hao chen pun hanya diam mematung karena mendengarkan perkatannya, lalu Qilin itu berkata dengan tawa keras"Hahaha..tidak perlu khawatir aku akan menyetarakan kekuatan aku sama sepertimu."
"Huh...kalau begitu ayo mulai!!!"kata Hao chen yang sudah ditutupi petir ungu menakutkan.
"Hohooo...menarik, sebelum itu bisakah aku tau siapa namamu?"tanya Qilin itu yang sudah siap untuk bertarung.
"Hao chen, dan kamu?"jawab Hao chen.
"Hao chen...kah nama yang bagus, kalau aku bernama Yansi!"jawab Yansin yang langsung menjentikan jarinya dan mereka segera berpindah tempat.
Kemudian tanpa memperdulikan dimana dia dipindahkan Hao chen langsung maju terlebih dahulu dengan pedang perak amethyst ditangannya dia segera menebas Yansin.
Tapi serangan Hao chen segera ditahan dengan tombak berwarna coklat hitam dan diujung tombaknya ada sinar delapan warna yang indah.
"Kau memang benar-benar monster kecil yang menakutkan, walaupun aku menurunkan kekuatan aku sampai setara denganmu tapi kau bisa membuat aku mengeluarkan tombak yanseku, hebat juga."puji Yansin.
Lalu Yansin segera dikeliling cahaya delapan warna yang terdiri dari elemen kayu, api, air, petir, kegelapan, cahaya, logam, dan emas.
"Delapan elemen!"teriak Hao chen.
"Benar sekali kau tau kenapa aku bisa mencapai peringkat lord of god, karena aku berbeda dari Qilin lainnya yang hanya bisa memiliki lima elemen saja, sedangkan aku memiliki delapan elemen!"kata Yansin.
"Es dan Api satu!"tanpa adanya peringatan Hao chen segera menyerangnya dengan kuat.
"BOOM!"Yansin terdorong beberapa meter, lalu dia bergumam dalam hatinya"Anak ini berbahaya sekali!"
Kemudian Yansi segera membalasnya dengan membentuk naga kayu yang berjumlah tiga ekor dan menyerangnya.
Hao chen juga tidak diam api biru milikinya juga membalas dan menyerang naga kayu tersebut.
"BOOM!!!"ledakan besar terjadi, tapi ketika debu mengelilingi api emas hitam segera meluncur mengarah kearah Hao chen.
__ADS_1
"KABOOM!" sebuah ledakan keras terdengar ketika api emas itu mengenai Hao chen.
"Apakah sudah selesai?"tanya Yansin ketika dia tidak melihat serangan balasan Hao chen.