The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 346. Xu Li dan Li Qiu'er


__ADS_3

Disuatu tempat ditengah-tengah kota, terdapat sebuah penginapan yang terlihat sangat sepi seperti tidak ada lagi pengunjung yang kesana, namun samar-samar dapat dirasakan jika terdapat energi yang membentuk sebuah susunan roh disana.


Disebuah kamar di penginapan tersebut terdapat neneknya Su Yao, Xu Li.


Dimana saat ini, Xu Li menatap sosok wanita cantik yang sedang terbaring lemah dengan kondisi pucat.


"Kau lagi-lagi dalam kondisi yang tidak baik lagi sister Qiu'er." Ucap Xu Li dengan senyum pahit diwajahnya.


Wanita yang terbaring lemah itu berpaling melihat kearah Xu Li dan segera berkata, "Mungkin ini adalah hukuman yang harus ditanggung olehku, bahkan mungkin saja hukum ini kurang jika menghitung banyaknya kesalahan yang telahku lakukan."


Xu Li yang mendengar perkataan itu hanya bisa menghela nafas berat dan segera bergumam dihatinya, "Andaikan saja dia lebih memilih untuk tidak pergi ke klannya waktu itu, kehidupannya akan jauh lebih baik diakademi langit cerah."


Melihat ekspresi sedih Xu Li, wanita itu segera berkata dan memegang tangannya dengan lembut, "Kau tidak perlu memikirkan diriku ini, setidaknya kau memiliki hidup yang cukup baik sekarang, tidak terkekang dan bisa menjalin hidup dengan damai..."


"Sister Li Qiu'er..." Xu Li mengucapkan nama wanita itu dengan sedih.


"Kenapa kau ini? kita bersama pernah berdiri berdampingan sebagai orang yang berasal dari generasi yang sama, tapi sayangnya jalan hidup kita tidak berakhir dengan baik. Namun kau sangat beruntung karena bisa menjalin hubungan seperti ini, dan aku boleh jujur padaku sendiri jika aku benar-benar sangat iri padamu." Ucap Li Qiu'er dengan tatapan penuh penyesalan.


Xu Li tidak bisa berkata-kata lagi, wanita didepannya adalah saudari bersumpahnya saat diakademi langit cerah, dan dia merupakan ibu kandung Li Qingchan, juga wanita yang terbaring lemah ini adalah neneknya Hao Chen.


Sudah dua bulan dia sampai diplanet tanah surgawi, tapi selama dia mendapatkan perawatan tingkat tinggi dengan bantuan Xu Li, tidak ada perubahan terhadap kondisinya, bahkan semakin hari kondisi Li Qiu'er terus menerus.

__ADS_1


"Sister Qiu'er, aku pasti akan mencari cara untuk menyembuhkan penyakitmu!" Xu Li berkata dengan keras.


Tapi Li Qiu'er segera mengelengkan kepalanya, "Tidak...tidak ada cara untuk menyembuhkan penyakitku sekarang, bahkan jika ada itu pasti mustahil karena penyakit ini timbul oleh serang seorang Kaisar Dewa Iblis, dan siapa juga yang mau menyembuhkan seseorang yang ditargetkan oleh sosok yang sangat menakutkan?" Katanya.


"Apakah Kaisar Dewa iblis matahari yang menyerang kalian?" tanya Xu Li dengan perasaan marah.


"Siapa lagi yang memiliki kebencian sekuat ini selain Sun Tianzong, dia benar-benar memiliki dendam yang sangat kuat terhadap Hao Tian karena memiliki takdir cahaya suci, dan sebagai seseorang yang memiliki ambisi seperti Sun Tianzong, dia pasti akan melakukan apapun untuk mengambilnya dari Hao Tian." Li Qiu'er tidak bisa menahan rasa bencinya saat dia menyebut nama Sun Tianzong.


"Ternyata dia masih mengejar takdir cahaya suci rupanya, bahkan ia benar-benar tidak ragu untuk mempelajari segel hati iblis untuk membuatnya kuat dalam waktu singkat." Xu Li tidak bisa menyembunyikan senyum pahit diwajahnya.


"Adik Xu Li, aku sarankan kau jangan bertindak gegabah dalam bertindak, kau harus tau jika kaisar dewa iblis matahari berada diurutan ke-tujuh diorganisasi 72 Istana iblis, dan kau pasti akan langsung mati jika memancing kemarahannya." Li Qiu'er segera memberikan peringatan keras.


"Hah...sister Qiu'er, aku mungkin tidak akan pernah bisa berurusan dengan mahluk seperti Sun Tianzong, tapi itu tidak berarti jika orang lain tidak dapat melakukannya." Ucap Xu Li dengan senyum misterius.


Xu Li segera tersenyum dan berkata, "Sudahlah, kau pasti akan tau jika melihat orang itu secara langsung, dan aku ingin memberi tahumu jika Hao Chen mungkin tidak menyukai kehadiranmu."


"Hao Chen? cucu pertamaku?" Li Qiu'er menatap sosok Xu Li dengan bingung.


"Benar, dia adalah anak pertama dari Hao Tian dan Li Qingchan. Jika dibandingkan dengan adiknya Hao Yue, kehidupan yang harus dijalani oleh Hao Chen sangat menyakitkan dan lebih kejam dari yang bisa dilakukan oleh orang lain, bahkan orang paling berbakat didomain Saint tidak ada yang dapat memahami apa yang dirasakannya, kecuali untuk satu orang." Ucap Xu Li dengan senyum penuh makna.


"Kenapa kau bercerita seolah-olah kau adalah orang terdekatnya?" Li Qiu'er bertanya dengan kebingungan.

__ADS_1


"Aku sendiri tidak terlalu memahami kondisi anak itu, tapi cucuku telah memahami isi hati pria dingin itu sampai ketingkat dimana orangtuanya sendiri sulit pahami, bahkan sebagai neneknya dia tidak mau menceritakan padaku lebih banyak tentang rahasia Hao Chen." Xu Li hampir tertawa saat memikirkan sesuatu.


"Cucumu? Su Yao kah? apakah dia sekarang baik-baik saja, kau tau sendiri bagaimana masa lalu gadis malang itu kan?" tanya Li Qiu'er dengan suara dingin.


Xu Li segera memasang ekspresi senang diwajahnya yang cantik, dan segera berkata dengan sedikit rasa iri, "Gadis malang ya? aku pikir dia akan terus seperti itu dulu, tapi sekarang aku melihat dia sekarang bisa tanpa ragu mengatakan jika dia adalah wanita paling bahagia di dunia."


"Ah...begitu ya, walaupun aku akan dibenci oleh cucuku sendiri, tapi aku benar-benar ingin mendengar kisah mereka berdua sekarang." Li Qiu'er berkata tanpa sadar.


"Benarkah? aku dengan senang hati akan menceritakannya, tapi kau mungkin akan sering merasa iri pada cucuku nantinya, dan aku sendiri sebagai seorang wanita benar-benar bisa sampai merasa iri." Ucap Xu Li dengan senyum ceria.


"Tidak masalah untukku, kau bisa memulainya kapan saja." Li Qiu'er segera tersenyum dengan tulus, walaupun dia nampak pucat dengan menilai dari senyumannya itu dapat membuktikan beban dihatinya sedikit berkurang.


"Hehehehe...baiklah kita akan mulai dari awal mereka berdua bertemu..." Xu Li segera mulai bercerita dengan semangat.


***


Disisi lain, ada sosok gadis yang berusia sekitar delapan atau sembilan tahun sedang berjalan ditengah keramaian kota puncak langit sendirian, sosoknya sangat cantik dan manis karena usianya yang dikatakan masih muda.


Gadis itu nampak sangat gugup saat dia berjalan di keramaian kota puncak langit, berbagai macam orang berlalu-lalang mengikuti arahan jalan, beberapa kendaraan yang melintas jalan, dan banyaknya tatapan aneh yang diarahkan padanya.


"Ugh...kenapa nenek Xu tidak mengantarkan aku ketempat kakak saja, tapi jika nenek Xu ikuti bersamaku bagaimana nenekku nantinya, hah...benar-benar membuat gugup, apakah kakak akan marah saat bertemu denganku?" Gadis itu bergumam dengan ekspresi gugup.

__ADS_1


"Apakah kakak benar-benar tidak tau jika aku berada diplanet ini, dan lagi surat macam apa yang ditulis ibu sampai membuat kakak marah ya? ah! ibu kau benar-benar menyebalkan!" Gadis itu mengutuki ibunya dengan cemberut.


__ADS_2