
Shen guang hanya bisa diam mematung didepan pintu tempat itu yang sedang terbuka, entah apa yang membuat dia diam dan kaku.
Lalu Hao chen dengan cepat segera berjalan kearah Shen guang, namun betapa terkejutnya dia melihat dua anak kecil yang mati mengenaskan.
Namun suara aneh segera terdengar disalah satu ruangan dan Shen guang yang dalam keadaan kaku, masuk kedalam tempat itu dan menuju keruangan tersebut dengan gemetaran.
Sementara itu Hao chen segera menutup jasad kedua anak tersebut dan mengikuti Shen guang dengan khawatir.
"Hahahah...pelan-pelan kalau begini aku akan cepat capek~~~" kemudian suara seorang pria yang sedang senang terdengar dari balik pintu.
Hal tersebut entah mengapa membuat Shen guang meneteskan air matanya, sementara itu Hao chen mendapatkan perasaan tidak baik tentang ini.
Lalu ketika Shen guang membuka pintu tersebut, dia segera melihat seorang pria yang sedang bermain dengan puluhan wanita.
"Ah...kau bisa tahan lama juga Ya!" ucap salah satu wanita yang sedang bermain dengan pria tersebut.
"Hahahah...aku bisa melanjutkannya tidak perlu khawatir!" jawab pria itu dengan nafas terengah-engah karena dia sekarang dikepung oleh banyak daging lembut.
"Tapi apa kau tidak khawatir jika kau sudah ketahuan oleh istrimu nanti?" tanya wanita itu.
"Buat apa aku khawatir, bahkan aku akan segera menceraikannya dan aku bisa memuaskan kalian semua!" jawab pria itu dengan senang.
"Dasar bahkan kau ini bahkan berani membunuh anakmu sendiri!" ucap salah satu wanita diantara kerumunan tersebut.
"Oh...apa kalian tidak suka?" tanya pria itu dengan ketakutan.
"Tentu saja tidak bagaimana mungkin kami peduli!" jawab semua wanita tersebut dengan serentak.
"Baiklah maka kalian bisa melajutkannya, Ah~~~~" Pria itu segera merasakan sesuatu yang surgawi ketika para wanita tersebut mulai agresif.
Sementara itu Hao chen yang melihat kejadian tersebut segera membeku dan sunyi.
"Dia benar-benar membunuh anaknya sendiri demi menjadi budak S*X para wanita tersebut!?" tanya Hao chen dengan marah.
Namun cincin dijari Hao chen segera bersinar dan membentuk benang biru kearah Shen guang.
Dengan kekuatan yang meningkat, Shen guang berteriak dengan marah "KETERLALUAN!"
Sontak hal tersebut membuat mereka yang sedang bersenang-senang kaget dan menjadi merinding ketakutan karena aura Shen guang.
"Tunggu S-Shen guang!" ucap pria itu.
"Aku tidak mempermasalahkan jika kau menceraikan aku dan menjadi pemuas nafsu para wanita itu, tapi kenapa kau dengan teganya membunuh anakmu sendiri!" Aura Shen guang menjadi menakutkan dengan terus menyerap kekuatan Roh Hao chen.
"Biar aku jelaskan dulu!" pria itu segera takut karena amarah Shen guang.
"MATI SAJA KAU BRENGS*K!" Shen guang segera melakukan gerakan tebasan kearah mereka semua.
__ADS_1
"Terjebaklah dineraka ruang waktu!" ucap Shen guang dengan air mata yang mengalir deras.
"AAAAA....!" suami Shen guang segera ditarik kedalam kekacauan ruang waktu dan diikuti oleh para wanita yang bersama dengannya.
Setelah itu Shen guang segera berlari tanpa adanya tujuan sama sekali, sementara itu Hao chen ingin mengejarnya tapi dia segera melirik kedua jasad anak dari Shen guang.
Lalu dia dengan pelan mulai membakar jasad kedua anak tersebut dengan api sembilan warna miliknya.
"Kalian berdua tidak layak dikuburkan didunia terkutuk ini! kalian lebih baik terbakar dan bebas untuk selamanya. Jika ada kehidupan setelah kematian aku mendoakan kalian hidup bahagia." ucap Hao chen dengan tulus serta air mata yang perlahan mengalir.
Kemudian dua cahaya emas dan perak segera muncul dan masuk kedalam tubuh Hao chen, lalu dia merasakan perasaan misterius ditubuhnya.
Sementara itu Shen guang berlari kerumahnya dengan air mata mengalir deras, lalu ketika dia rumah yang selama ini ditinggali entah mengapa ada rasa sakit dihatinya.
Karena dia marah dan sedih ketika mengingat kenangan yang terjadi didalam rumah ini, walaupun dia ingin menghancurkan rumah ini karena kebencian terhadap suaminya yang telah dia lempar kedalam kekacauan ruang dan waktu, tapi kenangan akan kedua anaknya jelas terukir dikepalanya.
Kemudian dia segera mengambil pisau dari rumah tersebut, lalu dia pergi keujing tebing dan segera berlutut.
"Kenapa seperti ini! kenapa kedua anak aku harus mati dengan cara yang tidak baik! kenapa?!" ucap Shen guang dengan air mata mengalir deras, lalu dia dengan keras menusuk dirinya dengan pisau tersebut berkali-kali tanpa adanya berhenti.
"Kenapa! kenapa! kenapa! aku tidak diizinkan mati! aku telah menusuk seluruh tubuhku, kenapa aku belum mati sama sekali kenapa! kumohon tuhan izin aku mati!" ucap Shen guang yang tanpa berhenti terus menusuk dirinya.
Rasa sakit dan perih sama sekali tidak dirasakan sama sekali oleh Shen guang, darah terus mengalir tanpa adanya tanda akan berhenti.
Apa yang dilakukan oleh Shen guang hanya terus menusuk dirinya dengan keras dan terus berdoa agar dia mati.
Bagaimana mungkin rasa sakit dari fisiknua, bisa menandingi rasa sakit yang dialami seorang IBU yang melihat anaknya mati dengan alasan yang tidak masuk akal.
Lalu Hao chen segera melangkah kearah Shen guang yang terus menyesali apa yang terjadi, tapi keberadaan Hao chen segera disadari oleh Shen guang.
"KENAPA KAU MASIH DISINI!?" ucap Shen guang dengan marah.
"Tidak ada gunanya lagi kau disini! kau bisa pergi sekarang!" sambung Shen guang.
Namun Hao chen sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Shen guang dan terus mendekatinya.
"Jika kau tidak mau pergi! maka aku akan membuatmu pergi dari sini!" ucap Shen guang dengan tubuh penuh luka dan darah, yang segera maju dan berniat mengusir dari Hao chen.
Lalu ketika Shen guang terus mengayunkan pisaunya, dengan tujuan mengancam Hao chen agar pergi.
Namun pisau tersebut malah ditangkap oleh Hao chen dan menyebabkan tangannya berdarah.
"TIDAK...!" Shen guang menjadi semakin sedih melihat tindakan Hao chen.
"Kumohon...." suara serak terdengar dari mulut Hao chen.
Sontak suara serak Hao chen, membuat Shen guang menjadi sadar.
__ADS_1
"Kumohon berhentilah menyakiti dirimu...kumohon!" ucap Hao chen dengan air mata yang mengalir.
Permintaan dari Hao chen berhasil membuat Shen guang berhenti menangis dan berusaha mencabut pisaunya dari tanya Hao chen.
"Aku memohon dengan sangat agar anda berhenti menangis dan berhenti menyakiti diri anda sendiri...KUMOHON!" ucap Hao chen dengan keras.
"Berhenti bertindak bodoh lepaskan pisauku sekarang, lihat tanganmu terluka!" Shen guang menjadi panik melihat Hao chen dengan kuat mengengam pisaunya.
Kemudian Hao chen segera melepaskan pisau tersebut dari tangan Shen guang dan segera melemparnya jauh-jauh.
Lalu sekumpulan air segera muncul dan membersihkan darah dari tubuh Shen guang, kemudian cahaya hijau yang berasal dari kekuatan hidup Hao chen segera menyelimuti tubuh Shen guang dan menyembuhkan luka-lukanya.
"Tidak! kenapa kau menggunakan kekuatan hidupmu!" ucap Shen guang dengan air mata yang kembali mengalir.
Kemudian tangan Hao chen segera menyentuh wajah Shen guang dan menghapus air mata dari wajah cantiknya.
"Sudah kukatakan agar anda berhenti menangis...kenapa anda masih saja menangis?" tanya Hao chen dengan air mata mengalir dan terus menghapus air mata Shen guang.
Lalu dengan lembut Hao chen segera melakukan gerakan menarik ketubuh Shen guang, kemudian cahaya merah segera muncul dan hal tersebut memberikan perasan aneh pada tubuh Shen guang.
Kemudian cahaya merah tersebut segera dimasukan kedalam tubuh Hao chen, "UHUK!"
segera seteguk darah segar dimuntahkan olehnya.
"Tidak! semua rasa sakitku telah kau keluarkan dan kenapa kau malah memasukannya kedalam tubuhmu!?" tanya Shen guang dengan air mata yang terus mengalir.
Seakan tidak merasakan apa pun Hao chen segera menarik Shen guang kedalam pelukannya.
"Kenapa masih saja anda menagis?!" tanya Hao chen dengan isak tangis yang semakin keras dan segera memeluk Shen guang dengan erat.
"Kenapa seorang ibu yang baik seperti anda harus menangis seperti ini?" ucap Hao chen dengan rasa sakit dihatinya.
Pernyataan tersebut membuat Shen guang menjadi membeku tak bisa berkata-kata dan hanya sunyi dengan air mata yang perlahan berhenti.
"Darah ditubuhmu telah aku bersihkan, lukamu telah aku sembuhkan dan rasa sakitmu telah aku tangung, kenapa anda terus meneteskan air mata!" tanya Hao chen dengan perasaan terpukul.
"Aku tau apa yang aku lakukan hanya dapat menyembuhkan luka fisikmu saja, tapi kenapa seorang ibu yang baik seperti anda terus saja menangis!"
"Aku mungkin tidak tau perasaan seorang ibu sesunguhnya! T-Tapi aku juga seorang anak!" ucap Hao chen dengan gemetaran.
Sontak perkataan Hao chen membuat Shen guang menjadi diam, seperti ada sesuatu yang menghantam dirinya.
"Aku adalah seorang anak kecil yang membutuhkan kasih sayang ibu juga! aku juga bisa sedih jika melihat ibuku sedih, walaupun aku tidak tau apa yang membuatnya sedih dan merasa sakit. Tapi aku akan tetap merasa sakit jika ibuku sedih, aku akan merasa bersalah jika ibuku sedih dan aku bisa marah terhadap apa yang membuat ibuku sedih!"
"Hanya dengan melihat seorang ibu sedih dan sakit, aku juga bisa merasakannya apa yang dia rasakan...karena ibu adalah sosok penting dihati anaknya!" ucap Hao chen dengan air mata yang mengalir deras.
"Jadi aku memohon dengan sangat agar anda berhenti sedih...!" Hao chen dengan erat terus memeluk Shen guang dan menangis dengan keras.
__ADS_1
Entah mengapa Shen guang menjadi diam, namun hal tersebut hanya sesaat. Dengan senyum tipis dan air mata yang menetes pelan, Shen guang segera membalas pelukan Hao chen dan berkata dengan suara lembut "Ya...aku akan berhenti sedih."
Kemudian dibawah sinar matahari yang sedang terbenam, Shen guang dengan lembut membelai kepala Hao chen seperti menenangkan anaknya yang sedang sedih.