The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 249. Jangan ada yang sampai hidup


__ADS_3

Disisi lain Zhong Guo dan Xu Lia sedang bermesraan ditengah kerumunan orang, banyak sekali tatapan benci dan cemburu menuju kearah mereka.


Namun mereka dikawal oleh dua puluh lima orang yang mencapai tingkat dewa awal, bahkan ada yang mencapai tingkat dewa kelas dua puncak. Maka dari itu mereka tidak berani protes atau menganggu mereka.


"Sayang~~ menurutmu apakah kita bisa mendapatkan harta berharga ditempat itu?" tanya Zhong Guo dengan tatapan aneh.


"Kau harus bersabar, karena tempat ini dulunya adalah tempat khusus bagi Permaisuri Giok sebelum-sebelumnya, maka dari itu tempat ini istimewa." Jawab Xu Lia dengan senyum mesum.


"Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah, kenapa para cecungguk tak penting ini bisa mengetahui tempat ini?" tanya Zhong Guo dengan ekspresi dingin.


"Hehehehe...kau tidak perlu khawatir karena jika seseorang tidak membawa seseorang yang berasal dari keluarga Xu, tidak ada satupun dari mereka yang dapat memasuki alam Permaisuri Giok." Jawab Xu Lia sambil tersenyum licik.


Lalu celah ruang tersebut segera bergetar dan membentuk sebuah gerbang yang terbuat dari giok hijau, aura dari para permaisuri giok sebelumnya segera muncul dan memberikan banyak ancaman.


Disaat gerbang tersebut terbuka, orang-orang yang sudah lama menunggu segera maju dan menyelinap masuk duluan.


Awalnya para penjaga dan pengawal Xu Lia dan Zhong Guo ini bertindak, tapi mereka berdua justru menghentikannya.


Lalu hujan pedang segera menghujam mereka yang berani mencoba untuk masuk kedalam alam Permaisuri Giok, bahkan orang-orang yang berada diranah dewa saja mati seketika.


"Hahahaha! jika kalian bukan berasal keluarga Xu, kalian justru mencari kematian karena mencoba masuk kesana." Ucap Xu Lia yang segera masuk tanpa ada hambatan.


Mereka yang mendengar hal itu hanya bisa mengutuk kesal atas perkataan Xu Lia, tapi karena mereka dilindungi oleh banyak orang yang sangat kuat, mereka hanya bisa pasrah.


"Kita lihat siapa yang akan tertawa disaat terakhir, kami telah memanggil bantuan dari orang yang sangat kuat dari sekte kami."


"Hehehehe... apalagi wanita yang berasal dari keluarga Xu itu, sangat cantik dan seksi, kita bisa menikmatinya nanti."


Kata-kata kotor dan cemoohan yang jorok keluar dari mulut mereka, mereka sepertinya sangat yakin dengan bantuan mereka.


"Aray ilusionis!"


Secara tiba-tiba sebuah suara terdengar dari atas langit. Dimana setelah suara tersebut sekitar tiga puluh mil segera tertutup oleh susunan Aray, Kekuatan spiritual dan digabungkan dengan kekuatan ilahi segera membentuk sebuah Aray yang sangat kuat.


"Siapa?!"


Mereka yang ada disana segera waspada dengan hak tersebut, karena mereka tidak menyadari jika selama ini ada seseorang yang telah menyiapkan sebuah Aray.


"Aku awalnya berfikir untuk menghapus ingatan kalian, tapi setelah ku pikir-pikir sebagainya aku membunuh kalian secara langsung." Ucap Hao Chen yang sedang melayang diudara.


Aura dewa miliknya segera dilepaskan tanpa ditahan sama sekali, bahkan hawa membunuh yang tajam dari Hao Chen benar-benar terasa.


"Kau siapa HAH?!" tanya salah satu dari mereka yang bisa dimanfaatkan orang terkuat diantara mereka.

__ADS_1


"Aku akan membunuhmu." Jawab Hao Chen dengan tatapan dingin.


Karena ucapan tersebut mereka yang ada disana segera terpancing emosi, terutama orang-orang yang mencapai tingkat dewa.


"Kau terlalu percaya diri dengan kemampuan mu!"


Dengan penuh percaya diri pria yang mengejek Hao Chen segera melesat kearah, sambil mengeluarkan sebuah Artefak mirip dengan tombak.


"Aku sudah katakan, tidak akan aku berikan satu kesempatan pada siapapun yang menghalangiku." Gumam Hao Chen dengan santai.


Kemudian Hao Chen segera melambaikan tangannya, dimana kepingan salju menyebar ke segala penjuru.


"Pedang Kaisar!"


Sebuah tebasan raksasa segera terbentuk diatas langit, dimana hawa dingin yang ekstrim segera membekukan segalanya.


"AAAAAAAA!"


Walaupun begitu pria itu segera melawan dengan kekuatannya, dimana dia mengeluarkan sejenis kemampuan api yang lumayan panas.


Tapi sayangnya serangan tersebut malah membeku ketika bersentuhan dengan pedang biru yang mengarah padanya, dan...


"Swoss...Slaas!"


"Sial! dia sangat kuat, semua ayo berkerja sama dan bunuh dia!" ucap salah satu orang.


Tapi disaat yang sama sebuah langkah yang sangat berat segera terdengar, dan diikuti oleh suara seekor naga yang sedang memburu mangsanya.


"AAAAAAAA! TOLONG!!!"


Sebuah jeritan segera terdengar sangat keras ketika suara itu terdengar, mereka pun segera berbalik.


Namun dalam sekejap area sekitar mereka segera ditutupi oleh salju dan es yang membuat mereka kesulitan dalam melihat.


"Sial! semuanya jangan ada yang berpisah!"


Kepanikan segera melanda mereka, karena mereka seperti orang buta didalam Domain salju ini, bahkan mereka merasa otak mereka akan beku ketika melepaskan kesadaran Ilahinya dan spiritual mereka.


"AAAAAAAA!"


"TOLONG JANGAN BUNUH AKU!"


"MENJAUH DARIKU!!"

__ADS_1


"AAAAAAAA!!!"


Sepertinya sebuah film horor, mereka merasakan ada sesosok predator yang berbahaya disekitar.


"Swoss!"


Lalu sesosok gadis yang sangat cantik segera muncul dihadapan mereka, namun tatapan mengerikan segera membuat mereka tertegu.


"Mati!" Ucapnya yang tidak lain adalah Su Yao.


"AAAAAAAA!!!"


Tombak naga emas yang dipegang oleh Su Yao segera dipenuhi oleh darah yang secara perlahan membeku oleh suhu dingin, tapi caranya membunuh seperti orang yang sudah ahli dalam hal ini.


"Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! apa salah kami pada kalian?!"


Ucap mereka semua yang masih hidup dengan penuh ketakutan dan rasa marah, kepercayaan diri mereka segera luntur seketika akibat rasa takut.


Kemudian badai salju secara perlahan mulai menghilang, dan mereka segera tertegu karena hal tersebut.


Tapi mereka segera merinding melihat ribuan pedang yang terbuat dari es sedang menunggu mereka, seakan-akan siap membunuh mereka kapan saja.


"Kenapa katamu? penjelasannya sederhana kalian akan menjadi saksi nyatanya ketika aku membunuh pewaris terpenting keluarga Zhong." Ucap Hao Chen dengan mata yang awalnya berwarna biru, sekarang berubah menjadi merah darah.


"Swoss...Swoss...Swoss...Swoss...!!"


Pedang-pedang tersebut segera bergerak dengan kecepatan tinggi dan mulai melukai mereka, bahkan sudah ada yang tertusuk oleh pedang tersebut dan mulai membeku.


"AAAAAAAA!!!"


"KAU IBLIS!!!!"


Dalam sekejap orang-orang yang mencapai tingkat Quasi God dan Dewa awal mati dalam beberapa menit, tidak ada satupun mahluk hidup didalam Aray yang Hao Chen buat hidup.


"Kenapa kita harus melakukan hal yang merepotkan seperti ini? bukannya kita hanya perlu membunuh orang-orang Zhong dan Xu Lia?" tanya Su Yao yang segera membersihkan darah pada tombaknya.


"Kau terlalu meremehkan keluarga Zhong, mereka terkenal licik dan kejam, bahkan mereka tidak segan-segan mengorbankan orang terdekat mereka hanya untuk keuntungan mereka sendiri..."


"...Terlebih lagi orang yang aku targetkan adalah seorang yang sangat penting bagi keluarga Zhong." Jawab Hao Chen yang segera memecahkan setiap es yang ada disekitar Aray-nya.


Su Yao segera mengangguk paham dan segera turun untuk masuk kedalam gerbang tersebut.


"Ayo masuk, tujuan utama kita ada didalam." Ucap Su Yao dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


__ADS_2