The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 207. Chu Qing


__ADS_3

Disisi lain terdapat sekelompok orang yang terdiri dari empat orang sedang dikepung oleh beberapa orang yang mengenakan jubah berwarna putih dengan lambang Harimau, dapat dilihat mereka seperti sedang memperebutkan sesuatu dari tangan mereka berempat.


"Chu Qing! cepat serahkan pada kami peta wilayah harta Alam Ilahi kuno itu!" Ucap salah satu orang dengan wajah beringas.


Lalu orang yang bernama Chu Qing itu segera berkata, "Huh! jangan pernah berharap, Fraksi Naga Azure akan segera datang kemari."


Gadis cantik yang ada disebelah Chu Qing segera berkata, "Kak...sebaiknya kita menyerahkan peta tersebut pada mereka, percuma saja jika kita memiliki peta tersebut jika nyawa kita hilang."


"Hahahaha...lihat adikmu yang cantik itu, dia lebih pintar dari padamu." Ucap pria bringas tersebut.


Amarah yang meluap-luap muncul dihati Chu Qing segera tertahan dikarenakan kondisi, tapi seperti yang dikatakan oleh adiknya ia harus segera menyerahkan peta tersebut.


"Baiklah...tapi kami akan langsung pergi." Chu Qing segera mengeluarkan sebuah gulungan kuno dari cincin penyimpanan miliknya.


"Siapa bilang kau boleh pergi dengan mudah, karena kami ingin menikmati dua gadis cantik yang ada dibelakangmu itu..." Wajah pria bringas itu mendadak menjadi sangat menjijikkan dan mesum.


"Brengs*k!! tidak akan aku biarkan kau menyentuh adik dan tunanganku!" Chu Qing segera menarik pedang miliknya dan memberikan sebuah tebasan pada pria bringas tersebut.


Tapi ada seorang yang terlihat sedikit lebih tua muncul dan menghadang tebasan Chu Qing, bukan hanya itu dia juga sempat terlempar dengan keras.


"Hahahaha...aku adalah Bai Jun pemuda paling berbakat di keluarga Bai, kau pikir tangan kotormu itu dapat menyentuh diriku yang berbakat ini?" tanya pria bringas itu yang tidak lain adalah Bai Jun.


"Kak!"


"Chu Qing!!"


Ketiga teman Chu Qing segera mendatanginya yang saat ini terluka parah, padahal luka awalnya saja belum disembuhkan.


"Baiklah para pengawal segera tangkap kedua gadis itu untukku, karena malam ini aku akan bersenang-senang." Ucap Bai Jun dengan ekspresi menjengkelkan.


Tapi Chu Qing masih berdiri tegak dan memegangi pedang ditangannya, "Cepat! Aku akan mengulur waktu untuk kalian!" ujarnya.


"Tapi kakak..." gadis cantik itu segera pucat mendengar hal tersebut.

__ADS_1


"Tidak jika kau ingin mengorbankan diri, aku sebagai tunanganmu akan tetap bersamamu!" ucap gadis yang mengenakan gaun merah tersebut.


"Kumohon Lou Yan cepat pergi!" Chu Qing berkata marah.


Tapi mereka berdua masih kukuh pada pendirian mereka, sampai Chu Qing segera membuat mereka tak sadarkan diri dengan kekuatan aneh.


"Saudara Zhang Jie, aku akan merepotkan dirimu untuk membawa mereka sejauh mungkin." Chu Qing segera menunduk kepalanya.


"Apa kau yakin dengan ini?" tanya Zhang Jie.


"Kita mungkin baru beberapa hari berkenalan, tapi untuk sekarang aku hanya bisa memohon padamu." Jawab Chu Qing yang menatap banyak sekali orang dihadapannya.


Zhang Jie segera mengigit bibir bawahnya dan membawa Adik Chu Qing dan Lou Yan pergi, dapat dengan jelas jika wajahnya menunjukkan ekspresi bersalah dengan meninggalkan Chu Qing sendirian.


"Jangan biarkan mereka kabur, usahakan untuk menangkap kedua gadis itu hidup-hidup karena aku ingin menikmatinya." Bai Jun segera memberikan perintah pada orang-orangnya.


Kemudian dua dari mereka segera mengejar Zhang Jie, tapi segera dihalangi oleh Chu Qing yang saat ini memegang pedang yang disinari oleh cahaya biru terang.


"Tak akan aku biarkan, kau menyentuh mereka!"


Bai Jun semakin marah melihat orang-orangnya tidak bisa melewati Chu Qing sama sekali, sehingga dia menyuruh semua orangnya untuk menyerang Chu Qing.


Gerakan yang sangat cepat dan lincah, setiap serang selalu mengincar titik vital yang dapat memberikan kematian Instan. Sayangnya karena terkepung oleh musuh ia secara perlahan mulai jatuh dengan pedang yang hancur.


"Kau ternyata lumayan juga, yah lebih baik kau dibunuh saja deh...tenang saja aku akan menikmati kesucian adik dan tunanganmu itu hahahaha!!!" tawa keras dari Bai Jun terdengar dan membuat Chu Qing semakin marah.


Tapi apa daya sebuah pedang sudah berada diatas lehernya dan siap untuk memotong kepalanya, Chu Qing hanya bisa menutup matanya sambil mulai menangis.


Namun Chu Qing merasa jika ada sesuatu yang aneh, karena dia sama sekali belum mati ataupun tertebas.


Kemudian suara pedang yang terjatuh membuat Chu Qing membuka matanya, dimana ia segera melihat wajah pucat dari orang-orang Bai Jun.


Chu Qing hanya bisa diam dan secara perlahan pingsan.

__ADS_1


Tapi Bai Jun justru bingung melihat ekspresi pucat para pengawalnya, "Hey! kenapa kau tidak bertindak..." kata-kata segera terpotong melihat sosok pria yang sedang melayang di udara.


Rambut perak sampai kepundak, Mata biru cerah paras yang tampan dan postur tubuh yang sempurna, membuat dia nampak seperti seorang malaikat.


Tapi tatapan penuh keinginan membunuh membuat Bai Jun dan kelompoknya merinding ketakutan.


"Permisi senior apakah anda memiliki keperluan?" tanya Bai Jun yang tau jika berbahaya menyinggung orang tersebut.


Pria tersebut hanya diam dan menatap kearah Chu Qing dengan keinginan membunuh yang sangat kuat, ditambah lagi dia nampak seperti ingin membunuh Chu Qing.


"Jadi a-anda memiliki urusan dengan Chu Qing rupanya, baiklah kalau begitu kami akan pergi dan tidak menganggu anda." Bai Jun segera memberikan hormat pada pria tersebut dan pergi.


***


Tapi apa yang tidak diketahui pria tersebut segera turun dan melambaikan tangannya, dimana Zhang Jie, Lou Yan, dan adiknya Chu Qing segera muncul dengan cahaya perak berkedip.


"Chu Qing!!!" Lou Yan segera berteriak histeris melihat sosok Chu Qing yang terbaring lemah.


Sementara itu Zhang Jie mengepalkan tangannya dengan keras dan menunjukkan ekspresi kesal dan bersalah.


"Dia hanya kelelahan akibat menggunakan tenaga berlebihan, ditambah lagi ada kemampuan khusus yang membuatnya bisa selamat." Ucap pria tersebut.


"Sebelum itu aku berterimakasih padamu senior karena telah menolong kami." Ucap Zhang Jie sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Tidak perlu berterimakasih, lagi pula kenapa kalian bisa sampai diincar oleh mereka?" tanya pria rambut perak tersebut.


"Mereka sebenarnya mengincar peta yang menunjukkan wilayah harta Alam Ilahi kuno, sebenarnya informasi ini sangat rahasia tapi karena bocor kami menjadi incaran." Jawab Zhang Jie.


"Jadi tujuan kalian sama menuju ke dimensi alam Ilahi kuno rupanya..." Pria rambut perak tersebut segera mengangguk.


"Anu...jika boleh, bisakah senior menemani kami? lagi pula senior memiliki tujuan yang sama dengan kami." Ucap Zhang Jie dengan gugup.


"Hah...karena aku tidak terlalu tahu menahu tentang wilayah ini, aku hanya bisa bergantung pada kalian. Tapi sebelum itu lebih baik kalian merawat pria itu dulu." Pria rambut perak tersebut segera mengangguk setuju.

__ADS_1


Ekspresi senang muncul diwajahnya Zhang Jie, dia bahkan menundukkan kepalanya pada pria tersebut berkali-kali.


"Yah...sebenarnya aku sendiri tidak tau dimana aku, untungnya aku sempat melihat mereka dan juga aku sedikit tertarik dengan dimensi alam ilahi kuno itu." Gumam pria rambut perak tersebut yang tidak lain adalah Hao Chen.


__ADS_2