
Didalam wilayah asrama yang sepi ketika matahari terbit mulai terlihat, disalah satu asrama yang bernomor 333 disuatu ruangan secara tiba-tiba sebuah cahaya perak muncul.
Yang kemudian segera memunculkan sosok Hao chen yang dalam keadaan aburadol, seakan habis berperang.
"Huh...aku tidak peduli berapa lama aku didalam dunia Cermin dimensional, dengan hasil latihanku tadi. Aku benar-benar sangat puas!" ucap Hao chen yang segera berdiri dan keluar dari ruang meditasi.
Tapi bau yang tidak sedap segera tercium oleh Hao chen dan bau tersebut berasal dari tubuhnya sendiri.
"Ugh...aku harus mandi segera!" dengan segera masuk kekamar tidur.
Lalu disaat Hao chen ingin masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam kamar tidur, dia segera tertegu melihat Su yao yang sedang meditasi.
"Dia latihan? tapi kenapa dia malah meditasi dikamar dan bukannya diruang meditasi?" dengan keadaan bingung Hao chen segera mandi.
Perasaan yang menyenangkan segera menyebar ketubuh Hao chen yang saat ini diguyur oleh air mancur.
"Walaupun tidak semantap berendam, tapi ini tidak buruk juga!" dengan rasa puas Hao chen hanya bisa diam menikmati mandi pagi yang menyegarkan.
"Hah...lebih baik aku mengalah saja nanti, sebaiknya aku membiarkan dia yang meditasi diruang itu." Ucap Hao chen dengan perasaan aneh.
Tiba-Tiba ingatan akan kejadian itu mulai muncul dikepalanya seakan tidak bisa hilang dari pikirannya.
"Ugh...kenapa aku terus kepikiran kejadian waktu itu terus ya?" dengan wajah memerah Hao chen hanya bisa menenangkan dirinya.
Walaupun Hao chen memiliki ingatan seorang pria berumur 23 tahun, dia sama sekali tidak berpengalaman dalam hubungan lawan jenis.
Hal ini terjadi ketika dia menyadari bahwa tidak semua gadis itu setia. Bahkan menurut Hao chen sendiri didunia ini benar-benar sangat sulit untuk menemukan orang yang setia.
Karena itu Hao chen ragu untuk memulai masa cinta-cintaan, walaupun sebenarnya dia iri melihat orang-orang yang sudah berpasangan.
Tapi karena hidup Hao chen yang sulit, dia menjadi tidak terlalu memikirkan hal tersebut.
"Entah mengapa...aku berfikir bahwa masuk kedalam akademi merupakan pilihan yang baik, selain untuk mencari tahu keberadaan orang tuanku dan melindungi diri." Ucap Hao chen dengan bayangan seorang gadis seumuran dengannya dalam keadaan telanjang bulat, terus terngiang-ngiang dikepalanya.
Selama mandi Hao chen hanya terus merenungkan banyak hal aneh, hal ini mungkin terjadi akibat terlalu lama sendirian didalam dunia Cermin dimensional.
Lalu dengan keadaan hanya mengenakan celana dan dalam keadaan bertelanjang dada, Hao chen segera datang kekasurnya dan mulai berbaring serta mengacuhkan keberadaan Su yao yang sedang bermeditasi tepat didepannya.
"Hah...sebentar lagi aku akan membantu kakek kebun membersihkan taman, karena ada waktu apa yang aku harus lakukan?" ucap Hao chen dengan bosan.
__ADS_1
"Ahhh...! sebaiknya aku lari pagi saja deh!" lalu Hao chen segera beranjak dari tempat tidurnya dan mulai mengenakan bajunya, lalu segera keluar dari asrama.
Disaat kepergian Hao chen, tanpa disadari wajah Su yao benar-benar sangat memerah dan disertai asap merah mengepul dari atas kepalanya.
Lalu ketika Su yao membuka matanya, dia segera ambruk kekasur dengan tatapan linglung.
Setelah lama melamun, Su yao segera menutup wajahnya dan mulai berguling-guling tidak jelas.
"A-Aku...benar-benar melihat tubuhnya!" ucap Su yao yang sedang dengan erat memeluk bantal dikasurnya.
Sebenarnya ketika Hao chen akan keluar dari kamar mandi, Su yao telah lama sadar dari meditasinya.
Namun karena kedatangan Hao chen yang tiba-tiba, Su yao segera berpura-pura meditasi dengan kesadaran mental yang dilepas untuk melihat pergerakan Hao chen.
Tapi sesuatu yang dilihatnya, membuat darah Su yao mendidih tidak jelas yang berasal dari esensi darah Naga emasnya.
Dengan wajah memerah Su yao terus terpikir bentuk tubuh Hao chen yang tergolong sangat sempurna.
"Tubuhnya bagus sekali...dengan kondisi sehat dan tidak pucat, serta tetesan air ditubuhnya aku......tidak! tidak! tidak!, apa yang kau pikirkan Su yao!" dengan kondisi aneh Su yao terus saja kepikiran bentuk sempurna tubuh Hao chen, seakan telah menjadi permanen dipikirannya.
Disaat rasa malu melanda Su yao, Hao chen yang saat ini sedang mendapat bimbingan dari kakek kebun tiba-tiba saja bersin.
"Hachu...siapa yang membicarakan aku, ditambah ada perasaan ada perasaan hangat yang mengalir." Tanya Hao chen dengan bingung.
Setelah waktu berlalu Hao chen segera pergi masuk kelas.
"Fiuh...bimbingan dan pengetahuan kakek kebun memang hebat!" puji Hao chen dengan puas.
Setelah dia masuk kelas, Hao chen segera terkejut melihat bahwa dia yang pertama kali datang.
"Yah...kebiasan yang tidak dapat dihilangkan." Ucap Hao chen sambil berjalan menuju tempat duduknya.
Seperti anak no life, Hao chen hanya memandang keadaan luar jendela dengan tangan diwajahnya.
Sampai suara Ling feng segera terdengar "Kak chen! kau ternyata sudah datang duluannya?"
Dengan segera Ling feng mendatangi Hao chen yang sedang melamun dengan tenang.
"Oh...? kau saja kupikir kau bersama Zhou yuan tadi!" ucap Hao chen.
__ADS_1
"Yah...sebenarnya pagi ini Zhou yuan sedang mengalami masalah dengan teman seasramanya." Dengan kondisi tak berdaya Zhou yuan segera kepikiran hal aneh.
"Memangnya apa yang terjadi antara Zhou yuan dan teman seasramanya?" tanya Hao chen dengan penasaran.
"Yah...kau pasti tau tentang Meng zhukan?" Ling feng segera bertanya balik.
"Oh...gadis itukah, tunggu jangan-jangan..." Seakan mendapati sesuatu Hao chen tiba-tiba terdiam.
"Ya...Zhou yuan tanpa sengaja telah mengintip Meng zhu yang dalam keadaan tanpa busana!" jawab Ling feng dengan wajah tak berdaya.
"Hah...jadi gadis itu sedang melayangkan protes tapi tak mempan, lalu hanya bisa marah pada Zhou yuan begitu?" tanya Hao chen.
Lalu Ling feng hanya menganguk saja mendengarkan pertanyaan Hao chen.
"Hem...sepertinya dia mendapatkan masalah, biarku tebak Zhou yuan pasti digoda oleh para senior kemarinkan?" tanya Hao chen sambil mengedipkan matanya.
"Eh...?! dari mana kak chen tau?" dengan bingung Ling feng hanya bisa bertanya lagi.
"Yah...ketika aku selesai berlatih disalah satu tempat diakademi, aku mendengar banyak gadis yang membicarakan murid baru yang sangat-sangat tampan." Jawab Hao chen dengan datar.
"Hanya dengan itu saja kau bisa menebaknya?" tanya Ling feng dengan rasa kagetnya.
"Tentu saja jika ada kata-kata 'sangat-sangat tampan' dikelas kita dapat ditebak siapa, bukankan begitu. Apakah kau lupa bagaimana kita telah banyak memanfaatkan ketampanan Zhou yuan!" jawan Hao chen dengan datar.
"Hahaha...iya iya aku ingat!" balas Ling feng dengan tawa keras.
"Oh ya...siapa teman seasramamu Kak chen?" tanya Ling feng.
"Oh...dia seorang gadis yang bernama Su yao!" jawab Hao chen dengan biasa.
"Astaga! Su yao gadis yang banyak diributkan kelas kita, kau sangat beruntung Kak chen!" ucap Ling feng sambil mengacungkan jempol.
"Bodoh...! aku tidak peduli akan hal itu, aku hanya akan berlatih saja!" balas Hao chen dengan aneh.
Walaupun dia menjawab dengan nada biasa, dapat dilihat bahwa telinga Hao chen saat sedang merona malu.
"Hah...inilah saudara tertuaku, mantap...sungguh mantap!" puji Ling feng tanpa menyadari bahwa Hao chen sedang malu.
"Lalu kau dengan siap?" tanya Hao chen balik.
__ADS_1
"Em...aku untuk sementara sendiri, karena salah satu siswa kita ada yang harus melakukan kultivasi tertutup. Jadi untuk sementara aku sendiri!" jawab Ling feng.
"Hem...begitukah?" namun entah mengapa akan terjadi drama antara Ling feng dan teman seasramanya.