The Heaven Land

The Heaven Land
Pikirkan diri kalian masing-masing!


__ADS_3

Ditengah cuaca hujan dan gelapnya ruangan kelas, semua murid baru menjadi sunyi tak berkutik.


Karena mereka awalnya berharap bahwa akan ada hari yang bagus, tapi setelah perkataan Yiyi dan tidak adanya poin untuk bulan ini mereka pun menjadi tak berdaya seakan sedang melihat hantu.


Sementara itu Hao chen hanya diam dan tersenyum didalam hatinya "Heh..., bagus sekali! sepertinya tebakan aku benar!"


Dengan perasaan senang Hao chen segera melirik ekspresi setiap murid yang membisu dan tak berdaya.


"Rasanya aku sangat puas melihat kondisi mereka, hah...aku jadi keingat Elite classroom! melihat kondisi mereka."


"Tapi untungnya yang dinilai bukan kemampuan kelas dan hanya menilai kemampuan individu, hal ini merupakan hal yang bagus dan aku suka!" ucap Hao chen dalam benaknya.


Tapi secara tiba-tiba suara seorang gadis yaitu Su yao segera terdengar dengan nada penuh tanya "Kau telah menyadarinya dari awal bukan?"


"Bukan dari awal saja, aku sudah memprediksi kemungkinan seperti ini akan terjadi!." Jawab Hao chen dengan suara yang hanya dapat terdengar oleh Su yao saja.


"Lalu berapa poin yang kau dapatkan?" tanya Su yao lagi.


kemudian Hao chen secara dia menulis angka yang bertuliskan dua ratus ribu poin, dengan elemen es.


Hal itu segera dijawab dengan anggukan oleh Su yao, dia juga juga menuliskan hal yang sama namun dengan jumlah angka yang sedikit berbeda yaitu, seratus delapan puluh ribu poin.


"Tidak kusangka kau juga menyadarinya!" puji Hao chen dengan kagum.


"Tentu saja! aku telah lama menyelidikinya dan perlu waktu tiga hari sampai aku sadar!" balas Su yao dengan bangga.


"Tapi yang membuat aku terkejut adalah....kenapa kau tidak memberi tahukan hal ini pada kelima temanmu?" tanya Su yao lagi.


"Mereka harus bertindak sendiri dan mengetahuinya dengan cara sendiri, aku juga tidak ingin mereka terlalu bergantung padaku!" jawab Hao chen dengan santai.


"Hah...kau ini semakin sulit dipahami!" ucap Su yao yang segera berdiri dan ingin keluar.


Namun Hao chen segera meraih tangan Su yao dan mencegahnya untuk pergi.


Seakan sedang disetrum Su yao pun hampir berterika kaget, namun ketika melihat Hao chen yang memberikan tanda untuk diam, Su yao menjadi sunyi.


"Jangan pergi dulu, jika tidak kau akan dalam masalah!" ucap Hao chen dengan khawatir.


"Ke-kenapa begitu memangnya apa salahkanku sampai akan menimbulkan masalah?" tanya Su yao dengan bingung dan wajah memerah.


"Kau lihat baik-baik kondisi mereka." Jawab Hao chen yang melirik kondisi murid lain yang ada dikelasnya.


Hal itu juga diikuti oleh Su yao dengan sedikit kaget melihat kondisi kelasnya.


"A-Apa yang terjadi pada mereka?" tanya Su yao dengan kaget.


"Mereka mengalami kondisi pikiran yang sedang kacau, jadi aku sarankan kau untuk diam dulu dikelas. Jika tidak kau akan menjadi target mereka untuk meminjam poin atau mengataimu sebagai egois!" jawab Hao chen yang masih mengawasi keadaan sekitar.


"Tapi apa hubungannya dengan kita? bukannya ini adalah masalah mereka sendiri?" tanya Su yao lagi dengan bingung.


"Tentu saja ini berhubungan dengan kondisimu ketika kau latihan nanti, karena seperti yang kau tau! murid-murid baru selama sebulan ini telah bersikap arogan dan sombong, bahkan dihadap guru mereka!"


"Jadi mereka merasa akan tidak diberi keadilan dan jika mereka tau kita berdua saja yang mendapatkan poin, maka kita akan diganggu secara terus menerus oleh mereka karena rasa iri jadi kita diam saja!" Hao chen segera memberikan rinciannya pada Su yao.


"Jadi sampai kapan kita harus diam? aku juga mau latihan!" tanya Su yao dengan kesal.

__ADS_1


"Tunggu...ini akan dimulai!" jawab Hao chen yang penuh makna.


Lalu secara tiba-tiba seluruh murid yang ada didalam ruangan tiba-tiba ribut.


"Aku tidak terima ini!"


"Benar! ini sangat tidak adil!"


"Hanya dengan kesalahan seperti ini, kami semua langsung tidak mendapatkan poin?!"


"Semuanya ayo kita protes kepada guru dan menuntut keadilan!"


"YA...!"


Lalu secara bersamaan semua murid dikelas segera keluar dengan penuh rasa marah, kemudian yang paling mengejutkannya adalah semua murid baru dari tiga kelas yang berbeda juga ikut-ikutan.


Walaupun hanya Hao chen dan Su yao saja yang tidak ikutan.


"Kau lihat sekarang?" tanya Hao chen pada Su yao.


"I-Ini kenapa mereka bodoh sekali! sudah tau mereka salah tapi malah mengajukan protes!" ucap Su yao dengan keget.


"Apakah kau tidak menyadarinya? mereka semua itu merasa sombong sejak masuk akademi dan lulus dari Jalan surgawi, jadi ketika merasa salah mereka segera melayangkan protes seakan merekalah yang paling benar dan paling hebat!" dengan ekspresi serius Hao chen segerap menjelaskannya.


"Aku mengerti, tapi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Su yao lagi.


"Kita tidak bisa kemana-mana dan tidak bisa berlatih, sebaiknya kita diam dikelas atau bersembunyi diasrama sampai semua ini selesai!" jawab Hao chen dengan tegas.


"A-A-A-A-PA...! berduaan?!" Su yao segera berteriak keras dengan wajah semakin memerah, ketika mendengarkan perkataan Hao chen.


Lalu seakan sadar ada yang salah dengan perkataannya, Hao chen segera berkata dengan malu "K-Kau salah paham! maksudku kita sebisa mungkin untuk diam dan tidak ikut terlibat, bukan maksudnya kita yang berduaan!"


Kemudian Hao chen segera melirik tangannya yang dengan erat memegang tangan Su Yao, perasaan aneh segera Hao chen rasakan ketika memegang tangan Su Yao.


Karena berbeda dari tangan gadis lain yang dimana selalu dingin. Tapi tangan Su Yao malah terasa hangat dan lembut, serta ada gejolak aneh ketika Hao chen menyentuh tangan Su Yao.


Lalu dengan wajah memerah, Hao chen segera melepaskan genggamannya dan berkata dengan malu "M-Maafkan aku...! aku benar-benar tidak tahu."


"Ti-Tidak apa, aku tidak terlalu menganggap ini masalah besar." Ucap Su Yao dengan wajah memerah.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" sambung Su Yao


"Entah apa yang ingin kau lakukan, aku tidak ikut campur tapi kusarankan untuk tetap diam sampai semua masalah ini selesai...!" ucap Hao Chen yang segera duduk dilantai kelas dan mulai meditasi.


Kemudian Su Yao menjadi bimbang, tapi dia juga segera ikut meditasi didekati Hao Chen yang telah masuk kedalam mode meditasi mendalam.


*Note: untuk yang masih bingung dengan tingkat kultivasinya, juga bagi pembaca lama ada sedikit perubahan dengan tingkat kultivasinya, Jadi jangan keget.


tahap kultivasi:


fana:


- Soul trainer 1-9( 0 Inti cristal)


- Soul master 1-9( 1 Inti cristal)

__ADS_1


- Soul grand master 1-9 ( 2 Inti cristal)


- Soul expert 1-9 ( 3 Inti cristal)


- Soul ancestor 1-9 ( 4 Inti cristal)


- Soul king 1-9 (5 Inti cristal)


- Soul emperor 1-9 (6 Inti cristal)


- Soulsage 1-9 ( 7 Inti cristal)


- Soul saint 1-9 (8 Inti cristal)


- Soul lord 1-9 ( 9 Inti cristal)


(holy lord 5-8)


(limit lord dibagi jadi 3 : quasidemigod,demigod,dan quasigod)


tingkat kultivasi


dewa:


-dewa awal 100


-dewa tingkat tiga/dewa sejati 100-109


-dewa tingkat dua 110-119


-dewa tingkat satu/ dewa super 120-129


-god expert 130-139


-god leader 140-149


-god king 150-159


-highest god king 160-169


-holy god 170-179


-saint god 180-189


-supreme god 190-199


-lord of god 200


*Nah tahap kultivasinya ini, sedikit saya ambil dari novel soul land dengan sedikit perubahan dan juga tambahan, jika masih bingung kalian bisa bedakan melalui soul land fandom dimana kalian akan melihat perbedaan dengan tingkat kultivasinya.


Lalu untuk Inti kristal ini mirip sama dengan konsep golden core/jin dan dinovel rebirth of the urban immortal cultivator, dimana ketika masih ditingkat fana seorang kultivator harus memiliki sepuluh inti kristal untuk naik ketingkat dewa sejati, ditambah semakin kuat setiap inti kristalnya maka akan semakin bagus potensinya ketika naik menjadi dewa sejati, tapi petir surgawi yang harus dihadapi jauh lebih kuat.


(Authornya penggemar novel rebirth of the urban immortal cultivator dan seluruh series novel soul land)


Jadi saya mencari inspirasinya dari kedua novel ini, misalnya kaya Tang san yang merupakan reinkarnasi dan aksi pembantaian dari Chen Fan/Chen Beixuan (bahkan saya lebih suka kalau ada adegan banatai-bantainya)

__ADS_1


Lalu untuk tingkatan petir surgawi saya masih mikir, juga kalau bisa kalian bisa bantuin saya buat mikir.


Sekian dari saya tetap stay with my novel🤗🤗🤗🤗


__ADS_2