The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 237. Menyambut sesuatu


__ADS_3

Hao Chen hanya tersenyum sinis menatap ekspresi ketakutan dari mereka, dan dia dengan santai melempar serangan yang telah dilancarkan oleh mereka sebelumnya.


"Semuanya segera menghindar!" ucap Zou Shen dengan panik.


Tapi Hao Chen segera menggunakan kekuatan ruang untuk memblokir akses jalan keluar mereka.


"Semuanya gunakan semua kekuatan kalian untuk menahannya!" perintah Zou Shen dengan keras.


"Baik!"


Mereka semua segera menggunakan segala kekuatan yang mereka miliki dan segera mengetarkan tanah, dengan kekuatan masing-masing berada diranah dewa, kekuatan yang terkumpul benar-benar sangat besar.


"Formasi hebat Kekaisaran Zou!"


Pelindung berwarna biru dengan kombinasi putih segera menutupi mereka, kekuatan ilahi juga memperkokoh pelindung tersebut.


"Swooos..."


"BOOOM!!"


Ledaknya kini jauh lebih kuat dan besar dari pada serangan awal, bahkan ledakan tersebut terdengar keseluruhan alam ini.


Setelah ledakan tersebut pelindung yang dikerahkan oleh orang-orang Zou Shen hancur lebur, walaupun kondisi mereka semua sebenarnya dalam keadaan baik-baik saja.


"Serang sekarang!" perintah Zou Shen yang saat ini memiliki keyakinan jika Hao Chen telah kelelahan.


"Swoss!"


Mereka semua segera melesat dan berusaha untuk mendekati Hao Chen, bahkan masing-masing dari mereka memiliki artefak yang beragam dan memiliki kekuatan yang misterius.


"Sepertinya orang-orang dari alam dewa memiliki banyak harta berharga dari kekaisaran manusia, tapi sayangnya tidak semua dari mereka yang benar-benar memahami kekuatan dari artefak mereka." Gumam Hao Chen sambil menggelengkan kepalanya.


Dengan gerakan santai Hao Chen segera melambaikan tangannya dan dua pedang yang ada disisinya segera bergerak, seperti memiliki pikiran sendiri pedang-pedang tersebut segera menyerang mereka.


"Ting! Ting! Ting! Ting!"


Dua pedang yang dikontrol oleh Hao Chen segera membuka orang-orang dari kekaisaran Zou kewalahan, bahkan secara perlahan artefak mereka mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.


"Mundur sekarang!" perintah Zou Shen dengan panik.


Tapi sayangnya rentetan lingkaran berwarna ungu telah muncul dibelakang Hao Chen, setiap lingkaran akan muncul sebilah pedang yang memiliki kekuatan yang luar biasa.


"Gawat..." ekspresi orang-orang yang melihat hal tersebut segera memucat.


"Aku biasanya akan menggunakan Seni Suci, tapi aku tidak akan menggunakan untuk menghadapi kalian, walaupun sebenarnya aku tidak tau apakah ini dapat langsung membunuh kalian sih." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.


"Aku adalah jendral terbaik dari kekaisaran Zou!" Seakan tidak mau kalah Zou Shen segera mengeluarkan Kekuatannya.

__ADS_1


Matanya segera memerah dan aura merah darah muncul dengan luas yang cukup besar, energi yang acak-acakan juga ikut muncul dari tubuhnya.


"Alam dewa darah!!"


Sosok yang terlihat seperti seorang prajurit sekarang berubah menjadi seperti seorang iblis yang mengerikan.


"Tuan Shen sampai menggunakan kemampuan Alam dewa darah, seperti dia benar-benar kewalahan menghadapinya." Ucap pria tua itu dengan wajah yang dipenuhi oleh keringat dingin.


Karena melihat hal itu para prajurit Zou Shen juga menggunakan teknik yang sama, bahkan langit segera diselimuti oleh energi darah.


"Swooos!!!"


Hao Chen segera melempar pedang tersebut kepada mereka, langit segera diselimuti cahaya ungu dan merah yang saling berhadapan.


"Semuanya menghindar dari sini!" ucap pria tua itu sambil membawa Zou Qing yang segera trauma melihat pertarungan mereka.


"BOOM! BOOM! BOOM! BOOM!"


Ledakan beruntun terus terdengar dilangit, cahaya ungu jauh lebih mendominasi dari cahaya merah yang berasal dari Zou Qing dan lainnya.


Bahkan orang-orang yang berasal dari sekte besar yang baru saja tiba segera pucat melihat pertarungan tersebut.


"Inikah kekuatan seorang dewa?" tanya Yun Qianzhu yang telah merubah sikapnya yang centil dan mesum.


"Kita hanya ada seekor semut dihadapan mereka semua, untuknya kita tidak terlalu banyak terlibat." Ucap Yan Zengli dengan ekspresi ketakutan.


"Sepertinya kalian benar-benar lumayan, baiklah coba tahan satu serangan dariku!" ucap Hao Chen dengan sinis.


"Swooos!!"


Kilat petir ungu segera muncul ketika Hao Chen mengeluarkan Martial Soulnya, dengan tebasan ringan, Hao Chen segera memperlihatkan kekuatan dari petir kehancuran.


"CTARRR!!!"


Kekuatan dari tebasan petir Hao Chen segera mengelegar dilangit diikuti oleh aura pedang yang mengerikan, langit segera dihiasi oleh cahaya ungu.


"Awas!!!"


Zou Shen dan yang lainnya menjadi pucat melihat serang tersebut, bahkan mereka tidak sempat menghindar.


"BOOOMM!!!"


Ledakan petir ungu membuat segalanya hancur, pondasi dunia yang diciptakan oleh para kaisar alam dewa segera rusak.


"Hebat! dewa berambut perak itu benar-benar sangat hebat!" puji Long Zheiyu dengan kagum.


"Apa yang terjadi dengan jendral Zou Shen?" tanya Lou Yunli dengan bingung.

__ADS_1


Sementara itu orang-orang Zou Shen terjatuh dari langit ada yang masih hidup ada juga yang mati seketika, sementara itu Zou Shen masih sanggup untuk terbang.


"Kau bilang jika kau adalah jendral, tapi kau bahkan mengorbankan banyak Prajurit mu sendiri hanya demi nyawa mu." Ucap Hao Chen dengan tatapan sinis.


Zou Shen segera marah dan kesal melihat Hao Chen, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah pada Hao Chen, dimana saat ini dia sedang memegang empat mutiara yang memiliki simbol yang berbeda.


"Walaupun ini memalukan bagi ku sebagai jenderal terbaik kekaisaran Zou, tapi tidak ada pilihan lain!" Ucap Zou Shen sambil memecahkan mutiara tersebut.


Dimana seperti ketika orang tua itu memanggil Zou Shen, kejadian tersebut segera terulang, tapi dengan lambang yang berbeda.


"Dia meminta bantuan dari kekaisaran lain?"


Mata orang yang memerhatikan hal tersebut segera berkeringat dingin, karena orang sekuat Zou Shen sampai-sampai memerlukan bantuan.


Tapi setelah lama menunggu tidak ada satupun tanda kemunculan dari mereka, bahkan hanya ada kesunyian.


"Apa yang terjadi?! kenapa mereka tidak menanggapi permintaan ku!" ucap Zou Shen dengan kesal.


"BOOM! BOOM! BOOM!"


Ledakan segera terdengar dibelakang Hao Chen, dimana ada sebuah pertarungan yang sengit dengan orang yang berbeda.


Lalu sekelompok orang segera berdatangan dengan kekuatan masing-masing berada diranah dewa awal, ada juga yang telah mencapai ranah dewa kelas tiga.


"Maafkan kami karena tidak bisa datang, karena kami juga sedang kesulitan untuk menghadapi seseorang, bahkan orang-orang kami juga kesulitan." Ucap salah satu orang.


"Saudara Liang An, aku tidak memperdulikan hal itu tapi musuh yang ada didepan kita adalah orang yang mengerikan." Ucap Zou Shen dengan khawatir.


Sementara itu sebuah dentuman keras muncul dan merusak ruang yang ada disekitar, disertai kekuatan hukum yang aneh juga menyebar.


"KYA!!"


Tapi secara tiba-tiba jeritan seorang gadis segera terdengar, tidak terlihat siapa dia, namun saat ini dia sedang mengarah pada Hao Chen.


Walaupun Hao Chen ingin menghindari, entah mengapa ada sesuatu yang membuatnya ingin menangkap gadis itu.


"Hup!"


Hao Chen segera menangkap gadis itu yang baru saja jatuh dari ketinggian, tapi matanya segera melebar ketika jubah yang menutupi wajahnya terbuka.


Wajah yang sangat cantik dengan rambut hitam kebiruan mengalir sampai kebawah, walaupun matanya terpejam dapat diyakini jika matanya sangat indah.


Ketika wanita itu membuka matanya, Hao Chen segera kaget melihat mata berwarna merah muda cerah dan indah seperti permata.


Wanita itu segera kaget dan ingin segera lari dari Hao Chen, tapi dia juga terdiam melihat wajahnya.


"Tunggu dulu...kau Hao Chen? apa yang kau lakukan disini?" tanya wanita cantik itu dengan heran.

__ADS_1


"Sepertinya aku telah menyelamatkan seorang wanita yang sangat cantik." Ucap Hao Chen sambil tersenyum ramah.


__ADS_2