The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 292. Bagaimana penampilan ibumu?


__ADS_3

Mendengar jika sebuah kerajaan dari kekaisaran manusia ada yang membentuk hubungan dengan sekte iblis, Hao Chen cukup terkejut mendengarnya. Karena berita terkait pernyataan perang dengan sekte iblis sudah tersebar luas, dan pertanyaan tersebut bukan main-main.


Seperti contohnya akademi Phoenix, belum seminggu setelah kejadian festival Phoenix, mereka telah melakukan serang skala besar terhadap salah satu sekte iblis yang terlibat dalam kejadian festival Phoenix, dan itu dapat membuktikan betapa intensnya permusuhan diantara mereka.


Bahkan Hao Chen sendiri mendapat kabar jika beberapa akademi termasuk akademi langit cerah akan mulai bertindak. Karena hal itu Hao Chen sudah dapat menebak jika tidak lama perang besar akan terjadi diplanet surgawi.


"Kerajaan mana?" tanya Hao Chen dengan tatapan serius.


"Kerajaan bunga api!" Jawab Ling Feng yang segera memegang tangan Qian Ziwei yang terlihat gemetaran.


"Mereka?" Hao Chen dan Su Yao segera terkejut. Sebab kerajaan bunga api terkenal dengan keagresifan dan juga harga dirinya, jadi sangat sulit bagi aliansi sekte iblis dapat membuat kerajaan bunga api berkerjasama dengan mereka.


"Memang benar sulit dipercaya, tapi berita sudah menjelaskan jika kerajaan bunga api telah benar-benar bekerja sama dengan sekte iblis, bahkan lebih parahnya lagi raja mereka sendiri yang memproklamasikan hubungan antara sekte iblis." Ucap Ling Feng dengan ekspresi suram.


"Lalu kenapa kau memperdulikan keluarga mu? bukannya kau telah melepaskan hubunganmu dengan mereka?" tanya Hao Chen, sebab Su Yao menceritakan jika Qian Ziwei memutuskan hubungannya dengan keluarganya, dan semua itu demi Ling Feng.


"Aku tidak mengkhawatirkan mereka, tapi ayah, ibu dan adikku masih ada disana. Sebab hanya mereka yang baik padaku sejak kecil, bahkan mereka yang membantuku agar dapat memutuskan hubungan dengan keluarga Qian." Jawab Qian Ziwei dengan ekspresi pahit.


"Hem...kalau dipikir-pikir lagi, Ling Feng apakah kau memiliki kabar tentang ibumu?" tanya Hao Chen dengan penasaran.


"Tidak ada...ibuku sehat-sehat saja, bahkan kabar ini baru saja aku dengar darinya." Jawab Ling Feng dengan bingung.


"Begitu ya...sebelumnya aku tidak memiliki waktu untuk mengatakan ini, tapi apakah kau kenal dengan teman ibumu yang bernama Li Qingchan?" tanya Hao Chen dengan ekspresi rumit.


"Li Qingchan? Hem...yang aku tau itu nama ibumu bukan?" Ling Feng bertanya dengan penasaran.

__ADS_1


"Benar...aku saat ini perlu informasi tentang ibuku, sebab setelah aku mencapai ranah dewa kelas satu. Aku akan mulai mencari keberadaan mereka." Jawab Hao Chen dengan tatapan dingin.


"Biar aku pikirkan baik-baik. Hem...kalau tidak salah ibuku pernah menceritakan jika ada temannya yang dipanggil sebagai saudari Li, aku tidak tau apakah itu ibumu atau tidak. Tapi ketika aku mendengar ciri-cirinya dari ibuku, aku memiliki lima puluh persen keyakinan jika itu adalah ibumu. Sebab aku mendengarnya kurang lebih enam bulan yang lalu." Ucap Ling Feng dengan yakin.


"Benarkah! kalau begitu kita bisa pergi kapan saja, bukannya kau akan mengunjungi ibumu dulukan?" tanya Hao Chen dengan penuh harapan.


"Y-Ya...ini juga permintaan Qian Ziwei, jadi aku menurutinya." Jawab Ling Feng dengan bingung.


"Bagus! kalau begitu kapan kita berangkat?" tanya Hao Chen lagi dengan semangat berapi-api dimatanya.


"Itu kita perlu waktu seminggu lebih, ditambah lagi Zhou Yuan ingin membantu, kita perlu menunggunya siuman dan mampu bergerak." Jawab Ling Feng sambil tersenyum pahit.


"Baiklah aku akan menunggunya." Hao Chen segera tenang setelah mendapat petunjuk tentang kedua orangtuanya.


Sementara itu Ling Feng dan Qian Ziwei hanya bisa bingung dengan hal ini. Awalnya mereka berfikir akan sulit untuk meminta bantuan kepada Hao Chen, tapi karena kejadian tak terduga, dia mau membantu mereka berdua.


Setelah perbincangan singkat, Ling Feng dan yang lainnya segera pamit, dan kembali ketempat mereka ataupun melakukan beberapa urusan.


Mau bagaimana lagi, karena mereka adalah aset penting akademi langit cerah, dan lagi mereka juga memiliki jabatan yang lumayan tinggi disini.


Tapi ada beberapa hal yang menganggu Hao Chen saat ini, dan itu dapat dilihat dari tatapan matanya.


"Ada apa?" tanya Su Yao dengan penasaran.


"Kenapa Meng Zhu ada disini? aku pikir dia sedang menjaga Zhou Yuan." Kata Hao Chen dengan bingung.

__ADS_1


"Aiya...kau tidak menyadarinya sama sekali?" tanya Su Yao dengan ekspresi tanpa daya.


"Sepertinya aku tidak tau apa-apa tentangnya." Jawab Hao Chen sambil mengangkat bahunya.


"Sebenarnya kondisi Meng Zhu itu terjadi karena hubungannya dengan Zhou Yuan. Kau sendiri tau banyak sekali wanita yang luar biasa tertarik, dan jatuh cinta padanya. Sehingga Meng Zhu merasa tidak layak menjadi pesaing untuk hati Zhou Yuan, tapi Zhou Yuan juga memiliki perasaan untuk Meng Zhu. Karena kondisinya yang merepotkan, Zhou Yuan kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya pada Meng Zhu." Su Yao menjelaskannya dengan detail.


"Sepertinya dia memiliki kemampuan yang sangat hebat dalam memikat hati wanita. Padahal Zhou Yuan itu tau sendiri bagaimana hasilnya jika memiliki banyak istri." Ucap Hao Chen tanpa sadar, bahkan dia sendiri tidak tau harus bagaimana mengurusinya.


"Memangnya kenapa begitu? apakah kau mengetahui sesuatu?" tanya Su Yao dengan penasaran.


"Begini cara kerjanya, memang memiliki banyak wanita itu akan sangat menyenangkan bagi para pria. Tapi itu tidak berarti resikonya tidak ada, kau pikir ini baik-baik. Jika kau tidak memiliki kekuatan lebih, bagaimana kau dapat memuaskan istrimu nantinya? yang ada pasti akan kering." Jawab Hao Chen dengan santai.


"Ugh...kau berencana untuk memiliki banyak istri atau memiliki banyak selir?" tanya Su Yao dengan ekspresi aneh.


"Kau ini aneh sekali? kau adalah satu-satunya gadis yang menyentuh hatiku, dan kau akan menjadi cinta pertama dan terakhirku. Apalagi kau aku anggap sebagai gadis tercantik dihatiku." Hao Chen menjawabnya dengan tatapan lembut dan penuh cinta.


"Ka-kalau begitu, siapa gadis lain itu yang ada dibawahku itu?" tanya Su Yao dengan penasaran, dengan kondisi wajah memerah.


"Hem...kalau aku pikir-pikir, sebelum bertemu denganmu...ibuku adalah wanita tercantik yang pernah aku temui, dan juga guru sekaligus ibu ada angkatku. Walaupun ada perbandingan antara mereka berdua, tapi saat itu aku menganggap mereka sebagai wanita tercantik dihatiku." Jawab Hao Chen sambil mengingat sosok kedua ibunya.


"Ah...kalau ibu angkatnya, aku pernah bertemu sebelumnya. Memang aku harus akui, kecantikannya sangat luar biasa, saat itu aku masih berusia enam belas tahun. Jadi aku merasa kalah dengan kecantikannya, tapi kalau ibu kandungnya aku penasaran." Batin Su Yao sambil tersenyum pahit.


"Kalau begitu bagaimana penampilan ibumu?" tanya Su Yao.


"Hem...dia memiliki tubuh langsing dan ideal untuk wanita yang sudah menikah, rambut putih mirip denganku, dan memiliki mata berwarna ungu seperti permata. Untuk mendeskripsikan sosok ibuku itu akan sangat lama, tapi aku hanya memberikan gambaran singkat." Ucap Hao Chen dengan penuh semangat.

__ADS_1


Melihat bagaimana Hao Chen menerangkan sosok ibunya, Su Yao hanya tersenyum lembut. Dia hanya diam dan mendengarkan perkataan Hao Chen dengan baik, kadang kala dia akan tertawa sendiri ketika mendengar ceritanya, seakan-akan Su Yao menjadi bagian dalam cerita tersebut, bahkan dia sendiri tidak bosan mendengarnya bercerita.


__ADS_2