The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 352. Dorongan untuk Hao Yue


__ADS_3

Hao Chen yang baru saja kembali dari tempat neneknya, dia sepanjang perjalanan kembali terus memasang ekspresi termenung, entah mengapa informasi dari neneknya tidak cukup membuatnya puas.


Terlebih lagi, Hao Chen dapat merasakan jika neneknya sengaja merahasiakan sesuatu darinya, entah apa itu tapi Hao Chen sedikit mengerti maksud dari neneknya.


"Cukup menyebalkan! tapi entah apa yang akan menantiku nanti, aku akan selalu siap." Ucap Hao Chen dengan dingin.


Disaat dia memasuki area akademi langit cerah, dia dapat melihat beberapa senior dan para guru yang terlihat gelisah seakan-akan ada sesuatu yang luar biasa.


"Bukannya beberapa hari lagi ujian terakhir masuk akademi besar akan segera dimulai? apakah terjadi sesuatu didalam Jalan Surgawi?" Hao Chen bertanya-tanya dengan rasa penasaran.


Bahkan beberapa tetua agung juga terlihat berlalu-lalang seperti sedang mencari sesuatu, melihat dari tingkah aneh pada penghuni akademi, membuat Hao Chen menjadi semakin penasaran.


Saat Hao Chen sampai dikediamannya, seseorang yang dikenali olehnya muncul dari dalam balik pintu.


"Kakek kebun? apa yang kau lakukan disini?" tanya Hao Chen dengan bingung.


Lao Zu sedikit terkejut, dan menjawabnya, "Sepertinya kau tidak tau ya, apakah kau tau jika ada kondisi naik turunnya energi misterius di-Jalan Surgawi?"


"Energi misterius di-Jalan Surgawi? menarik sekali, saat itu aku berada diranah fana dan tidak bisa mengeksplorasi tempat tersebut, ternyata memang ada sesuatu yang misterius disana ya." Hao Chen segera menyeringai dengan licik saat mengingat banyaknya penjarahan yang telah dia lakukan.


"Lalu bagaimana dengan Su Yao dan adikku?" tanya Hao Chen.


Lao Zu segera menjawab, "Untuk saat ini kekasihmu sedang menemani neneknya untuk menghadiri rapat koordinasi dengan para tetua, sedangkan adikmu itu...ada sesuatu yang aneh padanya, tapi Su Yao bilang tidak perlu khawatir."


"Sesuatu yang aneh? memang aku belum mengetahui apakah dia memiliki Martial Soul ataupun menggunakan jalur kultivasi lain, jadi akan lebih baik aku yang mengawasinya." Ucap Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.


"Yah...sepertinya itu pilihan yang bagus, entah kau atau adikmu, kalian berdua memiliki sikap dingin dari ibu kalian, kalau begitu aku akan pergi." Lao Zu melambaikan tangannya dan cahaya violet berkedip dan membuatnya menghilang dari pandangan Hao Chen.

__ADS_1


"Sepertinya apa yang dikatakan oleh kakek kebun salah, mungkin ibu mengajarinya sesuatu sampai memiliki sifat dingin dan tegas." Hao Chen mengelengkan kepalanya dengan senyum kecut diwajahnya.


Namun dia tidak pernah membayangkan jika ada energi bintang berwarna emas meledak dari salah satu ruangan.


"Hao Yue! apa yang terjadi padamu?!" Hao Chen segera refleks berlarian menuju tempat tersebut dengan khawatir.


Tapi dia segera membeku saat melihat sosok Hao Yue dengan tubuh yang dipenuhi oleh energi bintang berwarna emas terang, dan lagi ada sebuah bayangan wanita cantik yang memancarkan keagungan yang luar biasa.


"Itu benar-benar Martial Soul? tapi apa itu sebenarnya?" Hao Chen segera memiringkan kepalanya dengan penasaran.


Jika Hao Yue mengalami kasus yang sama dengannya, maka dia tidak akan pernah mewarisi bakat apapun dari ayah dan ibunya, tapi Hao Chen sedikit tau kalau Hao Yue adalah manusia biasa dengan darah Saint Race, jadi setidaknya Hao Yue pasti akan mewarisi salah satu bakat kedua orangtuanya.


"Kalau tidak salah ibu memiliki dua Martial Soul, pertama Wanita Es dan Salju, kedua pedang langit es. Sementara ayah juga punya dua, pertama kalau tidak salah adalah Naga Suci dan kedua adalah tombak ilahi kuno...jadi apa Martial Soul Hao Yue?" Hao Chen mengawasi pergerakan energi bintang tersebut dengan hati-hati, sebab akan berbahaya jika energi bintang tersebut hilang kendali dan meledak.


Secara alami Martial Soul biasanya berhubungan dengan bawaan dari lahir, tapi karena ada keterlibatan orang luar membuat Hao Chen tidak mewarisi bakat apapun dari orangtuanya, dan berakhir memiliki dua Martial Soul Naga Kosong dan Pedang Perak yang telah berkembang dengan sangat baik.


"Mungkin terjadi mutasi pada Martial Soulnya? kalau tidak salah bayangan wanita dibelakangnya itu harusnya wanita es dan salju bukan? tapi kenapa tidak seperti ciri-ciri yang seharusnya?" Hao Chen sedikit bingung sekarang.


Sebab dari apa yang dia ketahui Wanita Es dan Salju memiliki ciri khas rambut seputih salju dan mata biru sedingin es, tapi bayangan wanita dibelakangnya berbeda seperti seorang malaikat tapi tidak memiliki elemen cahaya, bisa dikatakan bayangan wanita tersebut memiliki elemen Suci.


Tapi disaat itu, Hao Chen menyadari sesuatu jika Hao Yue sedang menggabungkan elemen suci miliknya dengan kekuatan bintang.


"Astaga! bukannya ini sedikit berlebihan? memang tidak ada resiko jika menggabungkan kedua kekuatan tersebut, tapi prosesnya sangat sulit dan menyakitkan!" Hao Chen segera mengerutkan keningnya, dia ingin menghentikan proses tersebut sesegera mungkin, tapi akan sangat beresiko untuk menghentikannya sekarang.


Hao Chen sangat mengerti mengapa Hao Yue bisa bersikeras seperti ini untuk meningkatkan kekuatannya, sebab dia dulu juga sama dengannya bahkan jauh lebih buruk, setidaknya dia mendapatkan bimbingan dari ayah dan ibunya dalam berkultivasi, jadi pikirannya sendiri stabil dan tidak ceroboh, sehingga Hao Yue sudah siapa menanggung resiko yang diterima olehnya.


"Ngomong-ngomong energi bintang ini sedikit familiar untukku? apa Su Yao yang mengajarinya untuk mengendalikan energi bintang?" Hao Chen segera mendapati sesuatu saat merasakan aura familiar dari energi bintang tersebut.

__ADS_1


Walaupun Hao Chen bisa menggunakan kekuatan bintang, tapi kekuatan bintang yang ada dalam kendalinya tidak sebagus milik Su Yao, jadi dapat disimpulkan hanya Su Yao yang mampu memancarkan energi bintang sekuat ini.


"Hem...apa yang sebenarnya dibicarakan kedua wanita selama aku tidak ada ya?" Hao Chen bergumam dengan ekspresi sedikit cemberut.


-


-


Hao Chen segera bosan menunggu proses penyatuan Hao Yue dengan energi bintang emas tersebut, jadi dia memutuskan untuk memasang beberapa Aray tingkat Kuno untuk menjaganya tetap aman, dan memberikan sedikit bantuan untuknya.


Walaupun Hao Yue adalah adiknya, Hao Chen tidak ingin dia menjadi manja dan terus menjadi beban, sebab dunia kultivasi sangatlah kejam dan tidak kenal ampun, jadi kejadian perpisahan Hao Yue dengan orangtuanya memberi sebuah dorongan untuk menjadi kuat.


Mungkin terdengar kejam, tapi Hao Chen tau jika tidak akan ada gunanya untuk terus diam dan terpuruk seperti orang bodoh, jadi dengan bantuan dendam dan kebencian sudah lebih dari cukup untuk memberikan dorongan pada Hao Yue.


"Benar-benar mengikatkan diriku yang dulu, teruslah berjuang Hao Yue...sebab, kita berada dijalan yang sama." Hao Chen segera meninggalkan Hao Yue yang dalam kondisi berlatih dengan senyum tipis diwajahnya.


*Note: Sebelum itu saya bukannya sombong atau malas baca komentar kalian, tapi rata-rata yang komen itu minta spoiler semua dan itu hampir setiap hari.


Saya tau kalian penasaran, tapi kalian juga harus menghargai orang yang membuat karyanya, jadi kalian hanya perlu mengikuti alur ceritanya dan misteri yang membuat kalian penasaran pasti terungkap.


Satu lagi, bagi kalian yang minta crazy up atau up dua Chapter perhari, saya benar-benar tidak bisa melakukannya setidaknya sampai liburan semester.


Kalian sendiri tau kalau dimasa pandemi covid 19 kaya gini, proses pembelajaran jadi susah untuk dilaksanakan, tugas menumpuk dan terus bertambah, materi sulit dipahami, dan sering pusing dengan belajar online.


Jadi kalian sendiri paham, kenapa saya tidak pernah crazy up, bahkan up satu chapter perhari sudah syukur-syukur bisa.


Saya juga manusia biasa, bisa merasa cape dan lelah, jadi jangan meminta lebih disaat orang sudah berada dibatasnya oke.

__ADS_1


__ADS_2