
Kemudian setelah beberapa hari berlalu, kini gunung yang memiliki tiga gerbang tersebut akan segera terbuka, orang-orang yang memiliki bakat dan memenuhi syarat untuk menjalani cobaan, mulai memenuhi seisi gunung.
Tapi suasana mencekam juga menyelimuti tempat tersebut, sebab orang-orang dari keluarga Zhong dan Xu sedang melakukan interogasi paksa.
Bahkan mereka tidak segan-segan untuk membunuh siapapun yang menolak aktivitas tersebut, hal ini disebabkan karena matinya pewaris keluarga Zhong, yang menyebabkan gejolak.
Disisi lain Hao Chen hanya tersenyum dingin melihat tindakan semena-mena keluarga Zhong dan Xu, sekeras apapun mereka mencobanya. Mereka tidak akan pernah menemukan pelakunya, sebab Hao Chen telah memprediksi segalanya dengan sempurna.
"Sepertinya perbuatan kita menimbulkan keributan..." Ucap Su Yao dengan tatapan dingin.
"Tidak masalah, lagi pula kita telah melewati interogasi mereka." Hao Chen segera tersenyum melihat ekspresi mereka yang sepertinya sangat ketakutan.
Sebenarnya Hao Chen pada awalnya ingin membunuh mereka semua, namun karena ada banyak saksi mata Hao Chen mau tak mau harus mengurungkan niatnya.
Tapi dia telah menyiapkan sebuah rencana untuk membuat mereka menderita, hal itu dapat dibuktikan dengan senyum liciknya.
"Bagaimana dengan kak Yu? apakah dia akan baik-baik saja?" tanya Su Yao dengan khawatir.
Hao Chen segera menjawab, "Tidak perlu khawatir, sebab aku telah memintanya untuk menggunakan teknik penyamaran yang aku berikan. Jadi kak Yu pasti akan baik-baik saja, dan lagi jika dia ada dalam masalah, orangtuanya pasti akan turun tangan."
Lalu Su Yao segera berkata dengan bingung "Keluarga Hao ya? aku masih belum terlalu paham dengan keluarga-keluarga besar penguasa domain Galaxy Star God, tapi bukannya kau berasal dari keluarga Hao juga?"
"Aku tidak terlalu peduli dengan apa itu keluarga Hao atau apapun yang berhubungan dengan mereka. Sebab aku hanya merasakan kasih sayang ayah dan ibu saja, bahkan aku merasa jika hanya kak Yu yang membuatku merasakan kehangatan keluarga, sisanya tidak ada." Hao Chen segera tengelam dengan pikiran yang mendalam, ketika mengangkat topik keluarga.
Segera Su Yao merasa bersalah karena mengangkat topik yang sensitif untuk Hao Chen, sebab dia sendiri juga pernah merasakan bagaimana perihnya ketika diasingkan oleh keluarga sendiri.
"Maafkan aku..." ucap Su Yao dengan rasa bersalah.
"Tidak apa, lagi pula aku tidak terlalu peduli tentang mereka. Jika aku mendapati bahwa orang-orang dari keluarga ayah dan ibuku menyakitkan mereka, aku tidak akan segan-segan bahkan jika mereka adalah orang yang berasal dari keluarga yang sama dengan ku." Hao Chen segera menjadi dingin dan tatapannya dipenuhi oleh kebencian yang mendalam.
"Ngomong-ngomong aku sudah lama penasaran, diantara tiga cobaan tersebut. Kau pilih jalan yang mana?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
Su Yao pun segera menjawab, "Oh...aku memilih jalan Yaksha. Awalnya aku ingin mencoba untuk mencoba jalan Ashura, tapi entah mengapa aku merasa ada kecocokan dengan Yaksha. Sebab legenda mengatakan jika Yaksha adalah seorang wanita."
__ADS_1
Hao Chen sedikit mengangguk paham, sebenarnya kisah antara tiga dewa pembantaian ini sangatlah sedikit. Rata-rata cerita tentang mereka adalah legenda saja.
"Lalu jalan apa yang kau pilih?" tanya Su Yao secara tiba-tiba.
Sontak Hao Chen segera kaget mendengar hal tersebut, sebab dia tidak ini membuat Su Yao khawatir, karena jalan yang dia pilih sangat berbahaya.
"Aku memilih jalan Ash...."
Sebelum menyelesaikan kata-katanya Hao Chen segera merasakan hawa membunuh yang begitu mengerikan, aura membunuh berwarna hijau kehitaman segera menyelimuti tempat tersebut.
Orang-orang yang berada disekitar segera sesak nafas, tapi ada beberapa orang malah tersenyum dan ada juga yang tertawa puas.
"Sepertinya gerbang jalan Rakshasa akan dibuka lebih dulu." Ucap Hao Chen segera.
"Ya...walaupun jarang sekali, sebab biasanya gerbang Yaksha lah yang dulu terbuka." Su Yao segera mengangguk, walaupun dia merasa tidak nyaman dengan aura Rakshasa.
Lalu secara perlahan gerbang Rakshasa segera terbuka dan mengeluarkan hawa membunuh dan disertai oleh niat jahat.
Namun setelah itu gerbang paling ujung yaitu jalan Ashura tidak terbuka sama sekali, tapi ada sebuah lubang kunci yang muncul tengah-tengah gerbang tersebut.
"Ini...apakah ada masalah dengan gerbang Ashura?"
"Mungkin sudah rusak?"
"Siapa juga yang peduli, sebab jalan Ashura tidak ada yang berani menjalankannya."
Orang-orang yang ada ditempat itu segera membicarakan keanehan tentang gerbang Ashura, walaupun sebagian besar orang tidak peduli.
Su Yao yang melihat hal tersebut segera berkata, "Sepertinya reputasi gerbang Ashura sangat menakutkan, aku sendiri juga merasa jika gerbang Ashura memiliki cobaan yang berbahaya. Bukankah begitu?"
Tapi dia merasa keanehan ketika Hao Chen tidak menjawabnya sama sekali. Ketika dia berpaling dan melihat Hao Chen, Su Yao segera kaget melihat mata yang awal berwarna biru cerah, sekarang menjadi berwarna merah darah.
"Hao Chen kau tidak apa-apa?!" tanya Su Yao yang segera memegang tangannya.
__ADS_1
Seketika Hao Chen segera tersadar, tapi kali ini warna merah pada matanya tidak hilang.
"Warna matamu! apa yang terjadi dengan matamu?" tanya Su Yao dengan khawatir.
"Mata ku?" Hao Chen segera membuat cermin es dan melihat wajahnya, dan segera melihat jika matanya saat ini benar-benar berwarna merah darah.
Lalu dia segera mengedipkan matanya berkali-kali, walaupun aneh tapi hal tersebut berhasil dengan sempurna, dan mata biru Hao Chen segera kembali.
"Sepertinya aku sedikit memahami apa yang terjadi." Ucap Hao Chen sambil melirik kearah gerbang Ashura.
"Baiklah aku akan masuk duluan, aku tidak tau apa yang terjadi, tapi aku dapat yakin kau baik-baik saja." Su Yao berkata dan segera pergi, namun jejak rasa khawatir jelas muncul diwajahnya.
"Maafkan aku..." gumam Hao Chen yang menatap punggung Su Yao yang semakin menjauh darinya.
Setelah selang beberapa waktu orang-orang yang telah lama menunggu mulai masuk kedalam gerbang yang akan mereka lalui, disaat itu juga Su Yao juga bertemu dengan Hao Yu dan teman-temannya.
"Hao Chen...kenapa kau harus memilih jalan yang sangat sulit?" batin Su Yao dengan perasaan terpukul.
"Jalan Yaksha bukalah jalan terbaik, sebab aku merasa akan bertambah kuat jika melalui jalan Ashura." Ucap Hao Chen sambil menyentuh lubang kunci tersebut.
Seketika cahaya merah darah bersinar terang dan melepaskan aura membunuh yang sangat mendominasi, tekanan yang keluar segera membuat gunung tersebut bergetar hebat.
"Ini...gerbang ini berusaha untuk menarik ku!" ucap Hao Chen yang merasakan daya hisap yang kuat.
"Aku bertanya hanya sekali saja, apakah kau yakin benar-benar akan menjalani cobaan Ashura?"
Sebuah suara yang terdengar sangat tegas segera terdengar ditelinga Hao Chen, karena itu Hao Chen merasakan tekanan yang sangat kuat.
Tapi Hao Chen segera menjawab dengan penuh keyakinan, "YA! Aku akan menjalaninya!"
Seketika kekuatan ruang waktu segera menariknya masuk kedalam gerbang tersebut, dan membawa Hao Chen untuk mulai menjalani cobaan dewa Ashura.
"Mari kita lihat apakah kau berhasil, jika kau berhasil maka aku akan memberikan sebuah Bonus untukmu..." ucap seseorang yang memiliki mata merah dan rambut abu-abu.
__ADS_1