
Hao Chen melirik kondisi sekitarnya, saat ini dia menjadi canggung dan bingung, terutama ketika ada seorang wanita yang tidak ia kenal disampingnya.
Entah mengapa ketika Hao Chen mencoba untuk melirik matanya, ia akan menghindari tatapannya.
"Dimana wanita aneh itu ya? kenapa dia meninggalkan aku sendiri disini?" batin Hao Chen dengan tatapan bingung.
Walaupun begitu Hao Chen merasa sangat gelisah dihatinya, sebab dia benar-benar ingin pergi dari tempat ini untuk mencarinya. Terutama ketika dia melihat semua kenangan yang menyakitkan darinya, dan hal itu membuat Hao Chen menyesal tidak mengungkapkan isi hatinya padanya.
Lalu wanita itu diam-diam mengamati Hao Chen dengan rasa penasaran, dia ingin membuka mulutnya dan berbicara. Tapi seperti ada sesuatu yang menjangal dihatinya, dia memilih untuk diam.
Mereka berdua masih berdiam diri, dan tak melakukan apapun. Namun Hao Chen merasa sangat gelisah, dan ingin pergi dari tempat ini.
"Jika tidak ada sesuatu yang terjadi. Aku akan melakukannya secara paksa!" batin Hao Chen dengan tatapan dingin.
"Apa yang sedang menganggu mu?" tanya wanita itu yang pada akhirnya angkat bicara.
Hao Chen sempat linglung mendengar suaranya, tapi dia buru-buru menjawabnya, "Aku hanya sedang memikirkan seseorang."
Mata wanita itu segera melebar dengan penuh rasa tak percaya, "Seseorang? kalau boleh tau, siapa dia?" tanyanya dengan buru-buru.
"Kenapa kau sangat ingin tau?" Hao Chen balas bertanya dengan senyum mencurigakan.
"Bukannya begitu aku hanya ingin tau saja, kenapa kau seperti itu pada seorang wanita? apakah kau tidak memiliki seseorang yang kau cintai?" tanya wanita itu dengan kesal.
"Tentu saja aku punya." Hao Chen menjawab dengan senyum tipis.
"Kau-Kau punya?!" mata wanita itu melebar, tubuhnya secara tiba-tiba gemetaran, dan perasaan kecewa muncul dihatinya.
"Tentu saja aku punya, terlebih lagi dia merupakan salah satu orang yang paling penting dihatiku, jika dia ada disini aku akan langsung memeluknya dengan erat." Ucap Hao Chen segera sambil menatap ke langit berbintang.
__ADS_1
"Begitu ya...ternyata kau telah memiliki orang yang kau cintai." Kata wanita itu dengan suara pelan, dan ada perasaan kecewa dihatinya.
"Benar! Selama dua tahun aku tidak bertemu dengan dirinya lagi, aku sekarang tidak tau apakah dia telah mencintai orang lain atau tidak. Pemikiranku mungkin terdengar sangat konyol, tapi dua tahun disana terasa puluhan tahun lamanya. Siang dan malam aku terus memikirkan apa yang telah aku jalan selama ini, balas dendam dan menjadi kuat. Tapi apakah hanya itu saja?"
"Tentu saja tidak, banyak hal yang terjadi di masa lalu bersama dengannya. Sekarang aku mulai memahami banyaknya tindakannya dimasa lalu terhadapku....Benarkan Su Yao?" Hao Chen segera menatap kearah wanita yang terlihat gemetaran hebat.
Wanita itu segera terkejut ketika mendengar nama 'Su Yao' air mata segera mengalir di pipinya, dia segera berbalik dan menatap Hao Chen dengan tatapan penuh arti.
"Aku tidak tau kenapa kau masih menutup diri bahkan setelah kita bertemu. Aku tidak peduli dengan hal tersebut, jika kau menyukaiku maka kita akan bersama. Bahkan jika kau tidak menyukaiku, aku akan berusaha keras agar kau bisa menyukaiku dan tetap bersama...."
"...Itu sebabnya tentang hubungan kita ini aku tidak akan pernah menyerah! Mulai hari ini, aku milikmu dan kamu harus bertanggung jawab untukku." Ucap Hao Chen dengan tatapan serius kearah Su Yao yang masih menutup dirinya.
Seketika Su Yao terhuyung dan hampir jatuh, jubah putih yang menutupi tubuh dan wajahnya segera menghilang. Dimana Su Yao segera menampakkan penampilan aslinya, kepada Hao Chen.
Su Yao memiliki kulit seputih salju dan tubuh langsing. Rambut hitam kebiruan lurus dan halus mengaliri seperti air terjun, sementara itu pakaian hijau dengan kombinasi biru yang sederhana mengurai lekuk tubuhnya yang sangat indah. Mata merah muda yang terlihat sangat indah, segera menghiasi wajahnya yang sangat cantik.
Hao Chen pun tertegu melihat sosok yang dikenakannya, kini memiliki kecantikan yang sangat ekstrim, dan benar-benar sangat luar biasa.
"Su Yao, aku hanya akan mencintai satu orang gadis seumur hidupku dan itu adalah dirimu. Maka dari itu apakah kau mencintaiku?" tanya Hao Chen dengan lembut.
Air mata segera mengalir dari mata indah Su Yao, emosi yang ditekan olehnya segera meledak dihatinya. Tubuhnya segera menjadi lemas dan akan jatuh.
Tapi Su Yao segera menjawab, "YA! Aku menyukaimu! aku benar-benar sangat mencintaimu!"
Teriakannya terdengar sangat keras, Su Yao seakan-akan ingin dunia tau jika dia sangat mencintai Hao Chen. Sebab siluetnya berakar sangat dalam di lubuk hatinya, jadi bagaimana bisa dia melupakan hal tersebut.
Mendengar hal tersebut Hao Chen segera tersenyum puas. Sebelum Su Yao bertindak, Hao Chen segera bertelepotasi, dan memeluk Su Yao dengan erat.
Perasaan gugup dihatinya segera lenyap, dan sekarang perasaan bahagia segera menghiasi wajahnya. Sementara itu Su Yao terus mempererat pelukannya, kehangatan yang dia rindukan kembali dia rasakan.
__ADS_1
Sementara sosok wanita yang diam-diam memperhatikan kedua pasangan tersebut, segera tersenyum puas, "Kisah cinta yang sangat mengharukan, ini merupakan alasanku kenapa aku sangat menyukai posisiku sebagai Dewi cinta dan kasih sayang. Bahkan aku sendiri berani menjamin, tidak ada kisah cinta seperti mereka berdua."
"Baiklah kalau begitu, aku akan memberikan ucapan selamat untuk Hao Chen dan Su Yao, aku akan memberkati kalian dengan ikatan abadi dan akan hidup dalam cinta yang tulus dan tak akan pernah padam!" ucap wanita itu yang merupakan Dewi cinta dan kasih sayang.
Seketika benang merah segera mengikat kedua jari manis Hao Chen dan Su Yao, cahaya-cahaya indah segera menghiasi danau tersebut, suasana hangat serta romantis membuat kedua pasangan tersebut segera mabuk cinta.
Sementara itu Hao Chen cukup terkejut merasakan semangat Su Yao, sampai-sampai dia merasa jika lehernya akan meleleh dilengan Su Yao.
Segera Su Yao menatap wajah tampan Hao Chen, dan segera menciumnya secara spontan. Hao Chen merasakan sedikit rasa manis dibibir Su Yao, dan diikuti perasaan hangat. Bibir mereka saling menempel dengan perasaan sensual dan penuh hasrat yang tak terlukiskan, pada suasana malam yang indah.
Entah itu Hao Chen maupun Su Yao, mereka tidak pernah membayangkan seberapa lama mereka menekankan emosi dihati mereka masing-masing, tapi kali ini semuanya terasa sudah terbayar lunas.
Mereka tidak memperdulikan dimana mereka berada, sebab tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena mereka telah bersama dengan orang paling penting dalam hidup mereka.
Ciuman itu berlangsung sangat lama. Karena mereka tidak memiliki pengalaman, mereka tidak tau harus melanjutkannya seperti apa. Sehingga Su Yao kembali memeluk leher Hao Chen, sementara itu Hao Chen segera melingkar pinggang ramping Su Yao.
Karena terlalu lama, nafas mereka segera terengah-engah, bahkan bibir mereka hampir bengkak. Maka dari itu mereka segera melongarkan pelukan mereka, dan nafas yang teras sangat berat.
"Kenapa kau bisa menyadari jika waktu itu adalah aku?" tanya Su Yao, dengan nafas terengah-engah.
"Mungkin itu karena sebuah keberuntungan." Jawab Hao Chen sambil tertawa pelan.
Su Yao segera mengangkat kepalanya dan menatap wajah Hao Chen yang terlihat menyimpan sesuatu, melihat kesempatan tersebut. Hao Chen segera memberikan sebuah ciuman ringan pada bibir Su Yao.
"Pembohong! sebaiknya kau jawab dengan jujur!" ucap Su Yao dengan cemberut.
"Itu mudah saja, jika aku diberikan kesempatan untuk menatap matamu sedikit lebih lama. Aku akan langsung mengenalimu, tidak peduli seberapa hebat penyamaran mu itu." Hao Chen berkata dengan senyum tulus.
"Bodoh!" Su Yao segera tersenyum, dan menghirup aroma maskulin dari Hao Chen yang membuatnya merasa nyaman, dia karena itu ia kembali memperkuat pelukannya.
__ADS_1
Segera suasana kembali diam dan sunyi, mereka saling merasakan kehangatan dan kenyamanan dari pelukan masing-masing, mereka saling melepas rindu dengan perasaan lega.