
Kemudian selama sisa waktu sebelum Hao chen dan teman-temannya berangkat, Hao chen telah membuat beberapa segel dan juga jimat. Salah satunya adalah jimat teleportasi dengan ingatan dikehidupan sebelumnya tentang novel-novel kultivasi dan game bertema fantasi, Hao chen bisa dengan mudah membuat jimat teleportasi.
Bukan hanya jimat saja bahkan dia sudah menyiapkan sebuah aray dan susunan segel dengan berbagai jenis dan kegunannya.
Untuk membuat semua itu Hao chen bahkan harus tidak tidur walaupun ini melelahkan dia harus mempersiapkannya demi keamanan dirinya sendiri.
Lalu ketika mereka bertiga mulai berkumpul didepan gerbang area aman, Hao chen memberikan mereka masing-masing 3 jimat teleportasi dan sebuah gulungan yang akan berguna bagi mereka.
"wah...apa ini kak chen?"tanya Ling feng.
"itu adalah jimat teleportasi yang telah aku buat kemarin malam."jawab Hao chen.
"eh...kak chen, apa kau serius mau memberikan sesuatu sehebat ini pada kami?"tanya Zhou yuan dengan ekspresi aneh.
Ketika mendengarkan pertanyaan Zhou yuan, Ling feng juga mulai menjadi aneh.Karena melihat ekspresi aneh mereka berdua Hao chen pun menghela nafas dan berkata"Hah...ini hanya bantuan kecil yang aku berikan pada kalian agar kalian bisa lebih maju dan tentu saja karena kita bertiga adalah saudara, namun kalian jangan khawatir aku tidak akan menghalangi jalan kalian namun ingatlah apa yang aku katakan kemarin malam.
Ketika mereka mendengarkan hal itu, mereka pun menjadi antusias dan semangat dengan menjawab dengan keras"Ya...kami mengerti kak chen!"
Awalnya Hao chen enggan memberikan hal-hal tersebut, namun karena Hao chen telah menggap mereka berdua sebagai saudara maka dia harus membantu walaupun sedikit.
Sebenarnya Hao chen tidak terlalu suka memberikan terlalu banyak bantuan, karena hal tersebut dapat membuat mental mereka melemah dan bahkan membuat mereka menjadi ketergantungan terhadap Hao chen.
Hal-hal tersebut telah dia bicarakan kemarin malam, dimana dia mengatakan agar Zhou yuan dan Ling feng tidak terlalu sering bergantung pada Hao chen agar mereka dapat menemukan jalan mereka sendiri, supaya mereka bisa menjadi seekor elang yang terbang bebas dan bukannya menjadi burung yang terkekang didalam kurungan.
__ADS_1
Terutama kata-kata Hao chen yang begitu mendalam yaitu dia mengatakan bahwa "jika kau terus menyelamatkan seseorang, apakah pernah kau berpikir bagaimana perasaan orang yang terus kau selamatkan tanpa memberikan sebuah jalan?" pernyataan dari Hao chen tersebut membuat mereka terdiam dan mereka berdua sampai tidak bisa tidur ketika merenungkan perkataan Hao chen yang begitu membekas dihati mereka.
Namun bukannya sedih atau marah mereka berdua malah seperti orang yang baru dan telah menemukan jalan mereka masing-masing, karena mereka berdua tidak ingin berjalan dibalik bayangan Hao chen lagi terutama tentang salah satu janji persaudaran mereka bertiga yang berkata"janganlah kalian berjalan dibelakangku, karena aku mungkin tidak dapat membimbing jalan kalian. Dan janganlah kalian berjalan didepanku karena aku mungkin tidak dapat mengikuti kalian, mari kita bersama-sama melewati jalan yang sulit ini bersama."
Karena hal tersebut mereka paham bahwa janji persaudaraan mereka waktu itu bukan hanya kata-kata hiasan namun kata-kata tersebut memiliki arti yang mendalam.
Mereka tau akan sulit untuk mengikuti cara Hao chen berlatih, namun mereka juga ingin merasakan dan menjalani jalan Hao chen yang sulit.
Mereka ingin berjalan melewati kesulitan bersama walaupun tujuan mereka berbeda, namun mereka tetap akan terikat dalam janji saudara, ketika salah satu dari mereka mengalami kesulitan yang tidak dapat diatasi barulah mereka semua mulai membantu dan membimbingnya kejalan yang telah dilaluinya dengan keras.
Hanya dalam semalam Hao chen sukses membuat mereka berdua menjadi pria dewasa yang seharusnya terjadi ketika mereka mulai berusia 16 tahun, bahkan pemikiran mereka sudah setara dengan pria berusia 20 tahun.
Hao chen awalnya sudah merencanakan hal ini karena ketika mereka mulai masuk keakademi nanti mereka bertiga akan jarang bertemu karena urusan masing-masing, Hao chen tidak ingin mereka mengikuti jalannya namun dia ingin agar mereka berdua menemukam jalan masing-masing.
Hal tersebut juga berhasil membuat ikatan persaudaraan mereka menjadi semakin erat.
Selama perjalan mereka banyak mencerita ulang tentang pengalaman mereka masing-masing yang membuat suasana perjalanan yang awalnya tegang menjadi rileks.
Lalu tiba-tiba Zhou yuan mengeluarkan jimat teleportasi yang diberikan oleh Hao chen dan bertanya"Kak chen...kalau boleh tau kapan kau bisa membuat sebuah jimat?"
"Iya itu benar bahkan kau sudah bisa membuat mantra,segel,aray dan sebuah susunan yang seharusnya baru bisa dipahami ketika seseorang mencapai tingkat tertentu bahkan itu cuma salah satu, bagaimana biasa kamu bisa melalukan semua hal itu?"tanya Ling feng dengan penasaran.
"Hehehe...tentu saja latihan, jika kalian tidak ingin tertinggal sebaiknya manfaatkan baik-baik kesempatan dimakam kuno nanti"kata Hao chen sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Baiklah!"jawan mereka berdua.
Setelah lama berjalan mereka segera tiba dimakam kuno yang dikatakan oleh Zhou yuan dan Ling feng, namun segera keterkejutan terjadi dimana gerbang makam masih tertutup.
"Sepertinya kita terlalu cepat untuk datang deh...kak chen."kata Zhou yuan dengan suram.
"memangnya kenapa kita terlalu cepat datang bukan kah itu bagus?"kata Hao chen.
"Bagus...apanya yang bagus kak chen?"tanya Ling feng.
"Kita akan segera melihat para anggota kelompok dan aliansi terlebih dahulu, agar kita bisa mendapatkan informasi tentang mereka"kata Hao chen dengan niat licik dari wajahnya.
"Ini bukan seperti gaya kamu...kak chen"kata Zhou yuan.
"tentu saja aku tidak ingin mencolok, karena jika mereka melihat aku dapat membantai para b*nj*ng*n tahap Qiasi God maka akan terjadi keributan dan pada akhirnya aku akan menjadi rebutan"kata Hao chen dengan malas.
"Tapi bukan kah akan jauh lebih baik jika kak chen terkenal?"tanya Ling feng dengan penasaran.
"Benar...lagi pula kak chen juga butuh bimbingan agar maju kenapa malah mau menutup diri dan juga siapa tau nanti bakal dapat seorang guru yang kuat dan hebat"sambung Zhou yuan.
"Itu pemikiran kalian dan berbeda jauh dengan pemikiran kalian, lagi pula aku sudah punya dua guru yang terbaik dan tidak akan tergantikan"kata Hao chen dengan wajah penuh makna.
"Oh...kalau begitu siapa?"tanya mereka berdua hampir secara serentak.
__ADS_1
"Tentu saja orang tua dan guru zhu yang sekaligus ibuku juga"kata Hao chen dengan bangga.
Setelah mereka berdua mendengarkan itu mereka langsung menganguk paham.