
Setelah beberapa hari beristirahat Hao Chen yang diikuti oleh Chu Qing dan lainnya kembali bergerak menuju kearah lokasi reruntuhan alam ilahi kuno, walaupun Hao Chen memutuskan untuk bergabung dia sebenarnya memiliki tujuan tersendiri.
Tapi selama Hao Chen bersama Chu Qing, ia memperoleh informasi tentang alam dewa.
Dimana alam dewa ini dibagi menjadi lima wilayah yang dipimpin oleh seorang kaisar yaitu, kekaisaran Han, Kekaisaran Qing, Kekaisaran Wei, Kekaisaran Liang, dan kekaisaran Zou.
Setiap kaisar setidaknya memiliki tingkat kultivasi berada diranah Dewa super atau Dewa kelas satu, tapi ada rumor yang mengatakan jika ada seseorang yang telah mencapai ranah God Leader.
Hao Chen saat ini berada di wilayah kekaisaran Qing, walaupun begitu dia hanya acuh akan hal tersebut dan ingin segera mencapai wilayah pencerahan.
Tapi banyak orang-orang kesulitan untuk menembus ranah God King jika masih menetap diplanet tanah surga, tapi menurut Hao Chen ada satu orang yang telah mencapai ranah God King atau mungkin lebih, dimana orang tersebut bernama Lao Zu.
Tapi karena Hao Chen masih kesulitan untuk mengukur tingkat kultivasi Lao Zu, ia hanya bisa menebak saja seberapa kuat Lao Zu.
***
Selama diperjalanan menuju ketempat alam ilahi kuno Hao Chen dan yang lainnya mendapatkan banyak gangguan, seperti diserang oleh hewan buas, perampok, dan bencana alam ringan.
Tapi disaat Chu Qing dan lainnya tidak sanggup mengatasinya maka Hao Chen akan bertindak, bukan hanya itu Hao Chen bahkan memberikan banyak pelajaran pada Chu Qing dan lainnya.
Perjalanan bisa dikatakan lama namun sangat bermanfaat bagi Chu Qing dan lainnya, karena mereka belum mencapai tahap yang bisa membuat mereka dapat terbang, secara terpaksa mereka harus berjalan kaki.
"Ngomong-ngomong soal alam dewa kuno, apa tujuan senior kesana?" tanya Chu Wei yang segera kesampingkannya.
"Hanya mencari sesuatu yang biasa aku gunakan untuk berkultivasi." Jawab Hao Chen dengan sederhana.
"Apakah hanya itu saja tujuan senior?" tanya Zhang Jie yang juga penasaran.
"Hem...setelah ini aku akan menuju kewilayahan pencerahan." Jawab Hao Chen dengan santai.
"Wilayah pencerahan? apakah senior Chen akan menjalani cobaan dewa pembantaian?!" tanya Chu Qing yang menyadari hal tersebut.
__ADS_1
Hao Chen segera berkata, "Yup! aku akan kesana, lagi pula aku memiliki tujuan tersendiri untuk menjalani cobaan dewa pembantaian, ada apa dengan kalian?"
"Tidak! hanya saja wilayah pencerahan berada di wilayah kekaisaran Zou yang dikenal sang keras, ditambah lagi disana hanya berisi oleh banyak orang brutal." Ucap Lou Yan dengan ekspresi ketakutan.
"Tidak masalah untukku." Hao Chen segera mengangkat bahunya dan kembali melihat pemandangan dari kiri dan kanan.
Melihat jika Hao Chen malas untuk berbicara lagi, mereka segera menghentikannya dan membiarkan Hao Chen menikmati perjalanan.
Tidak butuh waktu lama mereka segera sampai disebuah tempat yang telah dipenuhi oleh tenda dan orang-orang yang ingin mencari keberuntungan dialam dewa kuno, walaupun Hao Chen bingung dimana gerbang atau pun tempat yang akan menghubungi wilayah tersebut.
"Sepertinya kita belum terlambat, alam ilahi kuno masih belum terbuka." Ucap Chu Wei dengan nafas lega.
"Ayo senior! aku akan mengajakmu ketempat pemimpin fraksi Naga Azure." Chu Qing segera menuntut kesebuah tenda yang sangat besar.
Tapi ketika Hao Chen mengikuti Chu Qing dan lainnya, entah mengapa kelompok Chu Qing menjadi pusat perhatian, terutama untuk Chu Wei dan Lou Yan.
Memang benar pesona dari Chu Wei benar-benar membuat pria tergila-gila, tapi jika dibandingkan dengan Lou Yan yang jauh lebih dewasa, benar-benar sangat berbeda.
Walaupun Lou Yan bisa dikatakan yang terbaik, entah mengapa ia kurang diminati oleh orang disekitar, mungkin karena statusnya sebagai tunangan Chu Qing, sementara itu Chu Wei menjadi pusat perhatian.
Tapi Hao Chen juga tidak luput dari perhatian para wanita, karena parasnya yang sangat tampan dan lagi tubuhnya yang sangat sempurna, dari pandangan mereka Hao Chen terlihat seperti orang yang berusia 20 tahunan, tapi sebenarnya Hao Chen masih berumur 16 tahun dan hampir mencapai usia 17 tahun.
Tapi banyak pria yang tidak suka dengan kemunculan Hao Chen, terutama ada seorang laki-laki yang menatap Hao Chen dengan kesal.
"Aku bukan tokoh utama pada cerita, kenapa aku harus mengalami hal ini sih!" batin Hao Chen sambil menggerutu kesal.
Setelah memasuki tenda besar tersebut Hao Chen dan kelompok Chu Qing segera disambut oleh seorang wanita yang berusia sekitar dua puluh satu tahun, rambut pirang panjang mata yang juga berwarna emas dan memiliki paras yang cantik membuat Hao Chen kaget.
"Wow cantik sekali, tapi jika aku membandingkan dengan Su Yao dia masih kalah besar." Batin Hao Chen yang segera bersikap biasa.
"Kak Hua!" Secara tiba-tiba Lou Yan berlari menuju kearah wanita itu dan memeluknya dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Kau! Lou Yan, kau selamat rupanya...syukur lah!" ekspresi acuh dari gadis itu segera menghilang dan menghangat.
Sementara itu ia segera melirik kearah Chu Qing dan lainnya, sampai dia berhenti menatap Hao Chen yang memiliki rambut perak cerah.
"Siap pria itu?" tanya wanita itu dengan lembut.
"Aku lupa memperkenalkannya, dia adalah senior Hao Chen yang menolong kami." Jawab Lou Yan yang segera kesamping Chu Qing.
"Perkenalkan dia adalah kakakku Lou Hua, dia adalah salah satu pemimpin cabang besar fraksi naga azure." Kata Lou Yan yang menyadari jika Hao Chen tidak mengenali mereka.
Tapi Hao Chen meresponnya dengan anggukan ringan, seakan-akan dia tidak memperdulikan hal tersebut.
"Chu Qing ternyata kau masih belum bisa memastikan jika Lou Yan akan aman bersamamu." Ucap Lou Hua yang menatap kearah Chu Qing.
"Aku..." ekspresi wajah Chu Qing segera memucat.
"Kakak..." Lou Yan segera berusaha untuk melerai masalah ini.
Suasana canggung segera memenuhi ruangan tersebut, Hao Chen hanya diam dan tidak terlalu memperdulikan masalah ini.
Karena jika ia mau menghancurkan mereka semua adalah perkara gampang, tapi karena masih perlu banyak informasi tentang alam dewa, Hao Chen harus dapat menahan diri.
"Kalian bisa kembali ke tenda kalian, karena aku akan membicarakan sesuatu dengan orang yang kalian temui ini." Ucap Lou Hua sambil tersenyum.
Walaupun mereka bingung dengan maksud dari Lou Han mereka segera mengangguk dan pergi dari tenda tersebut, dimana hanya menyisakan Hao Chen dan Lou Han.
"Nah...kita kembali ke topik utama, kenapa kau membantu Chu Qing dan adikku?" tanya Lou Hua dengan dingin.
"Apakah kau memiliki hak untuk berbicara seperti itu padaku?" Hao Chen segera melepaskan kekuatan yang mengerikan untuk menjatuhkan tatapan dingin Lou Han.
Keringat dingin mengucur dari wajah cantik Lou Hua merasakan energi yang keluar dari Hao Chen, bahkan dia segera tunduk karena tertekan.
__ADS_1
"Karena kau tidak memiliki sesuatu untuk dibicarakan aku akan pergi." Ucap Hao Chen yang ingin segera pergi.
"Tidak! tunggu dulu...!" teriak Lou Hua yang segera menghentikan langkah Hao Chen.