The Heaven Land

The Heaven Land
Shen guang


__ADS_3

Hao chen langsung dikejutkan oleh apa yang terjadi pada dirinya saat ini, karena dia telah berpindah dimensi lagi.


"Ugh...aku dikemanakan lagi?" tanya Hao chen sambil mengosok kepalanya.


kemudian disekarang berada didepan sebuah rumah kayu sederhana, lalu ketika Hao chen melirik kebelakang ada sebuah perkotaan yang lumayan besar.


"Dimensi apa ini? kenapa aku dikirimkan kesini?" tanya Hao chen dengan bingung.


Lalu pintu dari rumah kayu segera terbuka dan memperlihatkan sosok wanita cantik dengan rambut biru gelap dan mata biru cerah, aura yang membuat nyaman tapi ada kesedihan mendalam dari matanya.


"Ah...siapakah anak rambut putih ini?" tanya wanita rambut biru.


"A-Aku bernama Hao chen!" jawab Hao chen dengan cepat, seakan dia wajib menjawabnya.


"Hao chen? nama yang bagus, perkenalkan nama aku adalah Shen guang." balas wanita itu.


"Ah...salam kenal!" ucap Hao chen sambil menundukan kepala.


"Tidak perlu formal seperti itu, mari masuk." Shen guang segera membuka rumahnya dan menawarkan untuk masuk kedalam rumahnya.


Tanpa banyak bicara Hao chen segera masuk dengan patuh, lalu dia menjadi bingung kenapa dia bisa patuh dengan perkataannya.


"Ugh...kenapa aku bisa menurut? ini malah seperti refelk saja, apa kah dia itu seorang ibu?" gumam Hao chen dalam hatinya.


Kemudian Hao chen diminta duduk dikursi tamu dan juga diikuti oleh Shen guang.


"Jadi apakah kau seorang pengelana?" tanya Shen guang.


"Ah..Y-Ya aku seorang pengembara!" jawab Hao chen dengan gugup.


"Sudah aku katakan tidak perlu gugup." Shen guang segera tersenyum, ketika melihat tingkah laku Hao chen.


"Bisakah aku meminta bantuan kecil padamu?" tanya Shen guang.

__ADS_1


"Ehm...boleh-boleh saja!" jawab Hao chen dengan spontan.


"Apakah kau yakin dengan itu?" tanya Shen guang dengan kaget.


Lalu Hao chen hanya mengangukan kepalanya saja.


"Kamu ini aneh sekali, baiklah aku ingin kamu membantuk untuk pergi kemasa lalu!" ucap Shen guang.


"Apa! pergi kemasa lalu? kenapa?" tanya Hao chen dengan bingung.


"Sebenarnya aku ingin menolong kedua anak aku yang mati dalam insiden pembunuhan dirumah kami dulu yang ada dikota yang kau lihat tadi." jawab Shen guang dengan sedih.


"T-Tapi kenapa anda benar-benar harus pergi kemasa lalu dan merubahnya?" tanya Hao chen dengan khawatir.


"Tapi ini sangat menyakitkan sekali, saat itu suamiku diancam oleh sekelompok wanita dan meminta suamiku untuk menjadi pembantu mereka. Dia menolak ajakan itu dengan keras, namun anak kami malah terbunuh oleh mereka yang telah menyewa seorang pembunuh bayar dan tidak sampai disitu suamiku malah dibawa oleh mereka." jawab Shen guang dengan suasana hati yang sedih.


Hao chen hanya diam mendengarkan penjelasan Shen guang, lalu dia segera menjawab "Baiklah aku akan membantu anda!"


"Benarkah? terima kasih!" ucap Shen guang sambil menjabat tangan Hao chen dengan air mata mengalir.


Lalu Shen guang memberikan sebuah cincin putih dengan permata biru indah ditengahnya.


"Cincin itu akan menghubungkan aku denganmu, jadi jika aku kehabisan kekuatan Roh nanti maka aku bisa mengambil beberapa dari miliku." jawab Shen guang.


"Hem...jadi untuk pergi kemasa lalu perlu banyak tenang rupanya, tapi apa Martial soulmu?" tanya Hao chen dengan rasa penasaran.


"Itu akan aku beritahu nanti" jawab Shen guang dengan senyuman dan segera pergi keluar rumahnya.


Hao chen tidak lanjut bertanya dan mengikuti langkah Shen guang.


"Baiklah apakah kau siap?" tanya Shen guang.


"Oke aku sudah siap!" jawab Hao chen.

__ADS_1


Kemudian cahaya perak indah segera bersinar dari tubuh Shen guang, dan sinar perak itu segera menyebar keseluruh tempat.


Lalu suara jam segera terdengar dan waktu mulai bergerak mundur dengan cepat, pemandangan ini membuat Hao chen takjub.


"Astaga kemapuan yang kuat sekali!" puji Hao chen.


Lalu ketika waktu telah berhenti bergerak mundur, Hao chen disambut oleh Rumah milik Shen guang yang dalam keadaan jauh lebih baik dari sebelumnya.


Kemudian Shen guang segera menatap rumah tersebut dengan sedih, namun itu hanya sementara saja.


"Baiklah ayo pergi, kau tidak perlu mengikuti aku tapi bisakah kau berkeliling dan mencari jejak orang mencurigan nantinya?" Shen guang segera bertanya sebelum pergi duluan.


"Um...aku mengerti! jadi aku tinggal melepaskan kesadaran spiritual aku kecincin ini dan melacak anda jika aku ingin mencari anda nantinya begitukan?" tanya Hao chen.


"Benar, kau cepat paham kalau begitu aku akan pergi dulu!" jawab Shen guang yang langsung pergi.


Kemudian Hao chen segera pergi dan berkeliling kota dalam waktu yang lama tanpa adanya tujuan sama sekali.


"Hah...tidak ada tanda jejak misterius sama sekali!" gerutu Hao chen dengan kesal.


"Apakah memang benar, akan ada pembunuh yang akan membunuh kedua anak bibi Shen guang?" tanya Hao chen dengan penasaran.


"Ya...mau bagaimana lagi perasaan seorang ibu benar-benar sangat kuat, bahkan sulit untuk dipahami." Hao chen segera mengingat sang ibu dihatinya.


Namun tiba-tiba cincin yang diberikan oleh Shen guang segera bersinar dan membantuk sebuah benang biru.


"Oh...sepertinya bibi guang akan memulai! sebaiknya aku susul!" ucap Hao chen yang langsung melesat kearah benang cahaya tersebut.


"Eh? kenapa bibi guang berhenti mengambil kekuatan Roh aku?" tanya Hao chen dengan bingung.


"Apakah terjadi sesuatu padanya!?" Hao chen pun segera bergegas dan mempercepat langkahnya


Namun anehnya ketika Hao chen sampai dia melihat Shen guang menjadi kaku didepan sebuah bangunan aneh.

__ADS_1


"Bibi guang ada apa denganmu? kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Hao chen dengan bingung dan khawatir yang melihat Shen guang mematung didepan pintu.


__ADS_2