The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 153. Memasuki celah dimensi


__ADS_3

Walaupun coba yang dikatakan oleh sosok misterius tentang cara memasuki celah dimensi tersebut dikatakan mudah, tapi setiap resiko yang didapatkan benar-benar sangat berbahaya mulai dari kehilangan kultivasinya atau pun nyawa mereka.


Maka dari itu mereka yang saat ini sedang menunggu kesempatan hanya bisa diam layaknya seperti orang bodoh.


"Ini akan sangat sulit, apakah tidak ada cara lain agar dapat memasuki celah dimensi tersebut?" tanya Zhou Yuan yang sedang berada didekat para senior yang juga sama bingungnya.


Meng Zhu yang ada disebelah Zhou Yuan segera menjawab, "Tidak ada cara lain! karena satu-satunya cara untuk memasuki celah dimensi tersebut hanya dengan melewati sosok pria tua tersebut."


"Apakah kak Chen tidak bertindak sama sekali? harusnya dia dapat dengan mudah mengatasi hal ini, namun kenapa dia tidak bertindak?" Zhou Yuan pun segera bingung dengan kondisi saat ini.


Namun disaat yang sama Meng Zhu segera bertanya, "Memang kau harus terus berharap dengannya? apakah kau tidak tau jika dia itu tidak peduli pada kita sama sekali."


"Kau itu bodoh atau apa? apakah kau tidak sadar dengan kejadian waktu itu, kak Chen jauh lebih baik karena dia selalu memberikan jalan dan harapan untuk berkembang, bukannya sebuah kasih sayang palsu!" jawab Zhou Yuan yang menatap Meng Zhu dengan kesal.


"Kau...." walaupun Meng Zhu ingin marah, dia saat ini masih tidak sanggup mengalahkan Zhou Yuan yang sangat kuat.


"Hem? itukan kak chen?" Zhou Yuan segera kaget, setelah melihat sosok Hao Chen yang baru saja menggenakan sebuah jubah hitam legam.


"Zhou Yuan!" suara dari Ling Feng segera terdengar ketika Zhou Yuan sedang mengamati tindakan Hao Chen.


"Ada apa?" tanya Zhou Yuan.


"Apa kau sudah tau cara untuk memasuki celah dimensi tersebut? karena seperti kak Chen sudah menemukan caranya." Ucap Ling Feng.


Zhou Yuan pun segera berkata, "Aku juga tau maksud dari perkataan mu, tapi seperti kak Chen ingin memberikan sebuah kode agar kita dapat memahami maksud dari kak Chen."


"baiklah mari kita lihat, terlebih dahulu..." ucap Ling yang segera menatap sosok Hao Chen yang saat ini akan segera memulai.


Disaat yang sama Hao Chen saat ini sedang tersenyum kecut mendengar percakapan dari Zhou Yuan dan Ling Feng.


"Semoga saja kalian mengerti maksud dari perkataan sosok tua yang menjaga celah dimensi tersebut." Ucap Hao Chen yang sepertinya telah mengetahui sesuatu.


Lalu cahaya perak dan aliran listrik ungu segera muncul disekitar Hao Chen, dimana setelah muncul hal-hal tersebut segera terjadi gejolak ruang waktu yang kuat.

__ADS_1


"Swoss...!" dengan gerakan cepat Hao Chen tanpa rasa takut segera maju, dimana Sambaran petir menakutkan segera menyerangnya.


"Ctarrr...Ctarrr...Ctarrr!" hujan petir menakutkan segera mengarah kearah Hao Chen dengan kuat.


Hal tersebut juga segera disaksikan oleh banyak Orang, dimana mereka langsung kaget melihat aksi Hao Chen.


"Tidak mungkin! bagaimana cara agar dia bisa melewati petir itu?"


"Siapa dia?"


"Dari mana asal orang itu?"


Pertanyaan demi pertanyaan segera terlontar ketika mereka semua melihat aksi dari Hao Chen yang saat ini sedang menyamar.


"Aku tidak peduli dengan halangan yang ada didepan, karena dicelah dimensi tersebut terdapat alam yang telah diciptakan oleh Petapa naga putih dan naga hitam!" ucap Hao Chen dengan penuh semangat.


"Kau punya keberanian bocah! tapi...." disaat sosok tua itu ingin mengakhiri perkataan.


Hao Chen secara tiba-tiba langsung berpindah tempat dengan kekuatan ruang untuk mengakali proyeksi spiritual tersebut, bahkan dia bisa dengan mudah melewati proyeksi yang sangat kuat tersebut.


"Anak yang menarik sekali...tapi seperti akan ada satu orang lagi yang menantang." Ucap sosok tua itu yang menatap sosok seorang gadis muda yang menggunakan jubah hitam yang agak sama dengan Hao Chen.


Qi Zijing yang baru saja menyaksikan aksi Hao Chen segera tertegu ketika melihat sosok gadis itu, dengan kaget dia berkata, "Tunggu dulu bukannya itu Su Yao?"


"Apa? Su Yao!" Zhou Yuan dan lainnya yang mendengar ucap Qi Zijing menjadi kaget.


"Tunggu kenapa big sis ada disitu jangan-jangan dia juga akan maju?" tanya Qian Ziwei.


"Aku juga tidak tau tapi bisa dipastikan jika dia juga mendapat cara untuk melewati petir itu." Jawab Zhou Yuan.


Disaat yang sama Su Yao saat ini segera maju dengan mengeluarkan semua kekuatan yang dimiliki.


"Roarrrr...!" Auman naga emas segera terdengar ketika Su Yao maju kearah sosok tua itu.

__ADS_1


"Ctarrr....ctarrr....Ctarrr...!" hujan petir segera mengarah kearah Su Yao dengan ganas.


Namun entah mengapa Su Yao seperti tidak takut akan petir tersebut, malah dia seperti sedang menentangnya.


"BOOOM....!" kekuatan petir yang luar biasa, segera menyambar tubuh Su Yao.


"Swoss...!" namun hebatnya Su Yao masih dapat bertahan dari serangan Petir tersebut, dimana hal tersebut membuat orang-orang yang melihat kejadian tersebut menjadi syok dan kagetnya bukan main.


"Sepertinya ada satu orang yang menarik lagi yang akan masuk, yah generasi muda memang sekarang lemah-lemah tapi dua orang yang akan masuk ini dapat membuktikan jika hal tersebut tidak benar." Ucap proyeksi spritual sosok tua itu dengan ekspresi puas.


"Apa-apa itu? bagaimana Mungkin!"


"Gadis misterius itu dapat bertahan dari Sambaran petir yang dapat menghancurkan kultivasi?"


"Sekuat apa dia itu?"


Kerumunan orang yang ada disekitar reruntuhan kuil ilahi kembali kaget dan syok setelah melihat kejadian tersebut.


"Mereka tidak tau apa maksud dari perkataan proyeksi tersebut, karena artinya adalah kau harus memberanikan diri untuk terus maju." Ucap Su Yao dengan senyum tipis diwajahnya.


......................


*Note: Maaf guys saat ini saya up Chapter untuk kedua novel saya random.


Karena jujur aja semua ide yang sudah saya susun dikepala saya hilang semua, habis UAS Minggu lalu.


UAS Minggu lalu Benar-benar kaya perang dunia kedua aja, nyusun tabel keuangan harus lewat buku jurnal, menghitung serta menyusun angka-angka harus pakai pulpen, nulis berlembar-lembar.


Langsung pusing saya dibuatnya selama seminggu ini, makanya jika kalian merasa selama seminggu ini karya saya berkesan kaya dipaksa, hal ini yang menyebabkannya.


-Kok bisa gitu kenapa enggak dicatat aja?: nah kalian harus tau, saya ini tipe penulis yang selalu spontan ketika membuat Chapter dengan ide yang sudah siap dikepala, karena menurut saya pribadi lebih enak aja gitu.


Maka dari itu jika banyak kesalahan dikarya saya mohon maklum, karena saya juga manusia biasa capek juga.

__ADS_1


Tapi kalian tidak perlu khawatir karena saya masih semangat menulis, sebab untuk saat ini saya lagi proses pendinginan pikiran akibat otak yang kaya mesin kepanasan.


Tetap stay with my novel 🤗 🤗🤗


__ADS_2