
Saat ini Hao Chen sedang berdiri di atas udara sambil berhadapan dengan puluhan orang yang memiliki kekuatan tingkat dewa, tapi kali ini Hao Chen merasakan sedikit tekanan melihat jumlah mereka.
"Sayang sekali saat itu aku kalah oleh kaisar dewa iblis merah disaat aku belum menerobos ketingkat Dewa, tapi ini adalah pertama kalinya aku merasakannya sensasi menyenangkan." Gumam Hao Chen sambil tersenyum tipis.
"Kau akan menyesali ini!" ucap pria tua itu dengan sombong.
Lalu Hao Chen segera menggunakan jarinya untuk membentuk aura pedang yang tajam, dimana dia segera mengayunkan jarinya ke arah mereka.
"Slaas!"
"Gawat! menghindari!"
Segera mereka dengan cepat menghindari serangan tersebut, bahkan ada yang harus menggunakan Artefak mereka.
"Mengerikan!"
Sementara itu Hao Chen diselimuti oleh api merah gelap dan diikuti oleh munculnya gagak emas dengan tiga pasang kaki, hawa panas yang begitu kuat membuat banyak orang menjadi berkeringat.
"Tidak mungkin, kenapa ada gagak emas disini!"
"Swoss!"
Dengan aba-aba Hao Chen, gagak emas itu segera menyemburkan api merah gelap pada orang-orang itu.
Lalu salah satu dari mereka segera bersinar menjadi cahaya kemerahan, dimana suhu panas juga ikut muncul disekitar.
"Hahahaha! mari kita lihat gagak emasmu atau burung Vermilion ku!" ucap orang tersebut.
Dimana dia segera bertranformasi menjadi burung Vermilion yang sangat indah, bahkan suhu api miliknya berhasil setara dengan api gagak emas.
"BOOM!!!"
Ledakan yang sangat mengerikan segera membuat langit menjadi merah cerah, diikuti oleh suhu yang sangat panas dan segera membakar hutan yang ada dibawah.
"Hahahaha! selama aku ada tidak akan kau bisa mengalahkan ku!" ucapnya yang segera melesat dengan cepat.
Namun secara tiba-tiba tubuh segera dilukai oleh sesuatu yang menyebabkan tubuh Vermilion itu bersimbah darah.
"AAAAAAAA!!!"
Lalu Hao Chen masih santai berdiri ditempatnya berada, sambil mengontrol pedang miliknya.
"Kau masih terlalu naif untuk dapat berfikir bisa mengalahkan ku." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.
"Sekarang akan aku tunjukkan pada kalian semut-semut bodoh, sedikit kemampuan ku."
Segera tujuh pedang muncul dibelakang Hao Chen, masing-masing dari pedang tersebut memiliki warna yang berbeda, dimana masing-masing mewakili setiap inti kristal roh yang dimiliki oleh Martial Soul pedang Amethyst miliknya.
"Mati!" kata Hao Chen dengan santai.
"Swoss!"
Pedang-pedang tersebut segera maju dan mulai menyerang tubuh burung Vermilion tersebut.
__ADS_1
"AAAAAAAA...!!! siapapun tolong aku!" ucapnya yang merasakan kesakitan.
Lalu tiga cahaya segera bersinar dan segera muncul tiga divine beast yang merupakan kura-kura hitam, naga biru, dan harimau putih.
"Jangan anggap remeh klan empat divine beast alam dewa!"
Mereka bertiga segera maju dan menyerang Hao Chen dengan kekuatan penuh mereka.
Tapi Hao Chen tidak tinggal diam, dia segera mengepal tangannya dan memberikan sebuah pukulan yang diikuti oleh sebuah getaran.
"BANG!"
Sebuah pukulan segera membuat getaran udara yang membuat mereka bertiga terpental, sementara itu sang Vermilion hampir terbunuh oleh tujuh pedang Hao Chen.
Namun karena sempat diselamatkan oleh mereka, dia selamat.
"Semuanya! ayo kita serang bersama, dia tidak akan bisa menggunakan tekniknya terus-menerus jika kita menekannya." Ucap pria tua itu yang segera memimpin mereka.
"Wuih...sepertinya aku mulai merasakan sedikit tekanan, tapi tidak masalah karena cukup menyenangkan." Ucap Hao Chen yang segera mengambil nafas dalam-dalam.
"Kau sebaiknya berlutut dan serahkan semua esensi darahmu itu!" ucap pria tua itu dengan sombong.
"Banyak bacot!"
Hao Chen segera maju dan tubuhnya segera disinari oleh cahaya sepuluh warna yang indah dan sisik naga juga ikut muncul, dimana secara perlahan tubuhnya membesar dan segera berubah menjadi seekor naga yang memiliki sepuluh warna indah di sisiknya.
"ROARRRR!!!"
Hao Chen yang dalam keadaan tranformasi, tanpa basa-basi segera mengayunkan lengannya dengan kuat dan memukul kearah mereka.
"Tahan!"
Mereka semua segera mengeluarkan segalanya baik itu kekuatan mau pun artefak mereka, untuk menahan pukulan Hao Chen.
"Kalian lumayan untuk seukuran semut!" ucap Hao Chen dengan suara yang menakutkan ketika berubah menjadi Naga.
"Swooos!"
Segera api warna-warni segera disemburkan olehnya, dimana hal tersebut membuat konsentrasi mereka terganggu.
Karena hal itu Kekuatan pertahan mereka melemah dan....
"BOOOMMM!!!"
Tinju Hao Chen segera menciptakan kehampaan dan membunuh sekitar lima orang tingkat dewa secara bersamaan, tidak segera berhenti Hao Chen segera terbang dan menangkap burung Vermilion tersebut dan merobek tubuhnya.
"AAAAAAAA!!!"
Tubuh Hao Chen yang dalam mode naga segera bersimbah darah burung Vermilion tadi, karena hal itu mereka segera merinding ketakutan.
"Kalian lemah sekali! bahkan semut saja jauh lebih pintar!" Hao Chen segera meraung keras dan melesat menuju kearah mereka.
"Jangan remehkan pengawal keluarga Mo!" ucap pria tua itu, dimana tubuhnya segera membesar dan seukuran dengan Hao Chen.
__ADS_1
"Bacot!!!" Hao Chen segera menerkamnya dan mulai memukulinya dengan cakar Naganya.
"BAM! BAM! BAM! BAM!"
Tidak ada jeda waktu pada pukulannya, Hao Chen terus memukulinya bahkan ketika tangannya dilumuri oleh darah.
"Kau akan menyesali ini!" tangan Hao Chen segera muncul api hitam yang sangat panas.
"Tunggu itu api kesedihan?!" ekspresi pria tua itu segera memucat ketika melihat api tersebut.
"BANG!"
"BOOOMM...!!"
Hao Chen segera memberikan pukulan terakhir padanya, dimana hal tersebut segera menghancurkan tubuhnya dan membuat darah bersimbahan.
Namun jiwanya segera ditarik oleh Kekuatan api hitam yang mulai membakar jiwa serta rohnya.
"Kalian benar-benar mengecewakan sekali!" Ucap Hao Chen yang segera berbalik menatap mereka yang sedang ketakutan.
"AAAAAAAA! SERANG DIA!"
Walaupun begitu mereka masih percaya diri dengan jumlah mereka saat ini. Dimana mereka segera mengeluarkan segala kekuatan yang mereka miliki tanpa menahan sama sekali, bahkan ada yang segera menggunakan teknik pengorbanan.
"Dasar semut-semut menjengkelkan!!"
Hao Chen segera melesat dengan cepat dan mulai membunuh mereka yang saat ini dalam kondisi tidak berdaya.
"BOOOM!"
"AAAAAAAA!!!"
Langit segera diliputi oleh energi yang sangat dahsyat dan tidak lupa hujan darah yang berasal dari mereka, dimana segera membasuh tanah dengan darah segar. Entah itu darah dewa, divine beast, iblis ataupun ras lainnya. Semuanya segera tercampur menjadi satu, ketika Hao Chen mulai membunuh mereka.
"Mati!!"
Setiap waktu berlalu cara Hao Chen membunuh semakin kejam dan brutal, tanah tersebut segera dimandikan oleh hujan darah yang turun dari langit, ketika satu persatu mereka dibunuh dengan cara yang brutal.
"ROARRRR!!!"
Hao Chen yang dalam mode transformasi Naganya segera meraung keras, dimana tubuhnya yang terlumuri darah para dewa yang baru saja dia bunuh.
Bahkan dia tidak peduli dengan sebuah danau yang baru saja tercipta dari banyaknya dewa yang Hao Chen bunuh, dimana sosoknya benar-benar berbeda ketika bertranformasi menjadi Naga.
Sebab sosoknya kini benar-benar layak disebut sebagai Predator yang sangat mengerikan, brutal dan agresif. Karena hal ini Hao Chen jarang bertranformasi menjadi Naga.
***
Disisi lain Su Yao yang saat ini sedang duduk setelah bertarung hanya bisa menghela nafas berat, melihat kondisinya yang saat ini diselimuti oleh darah segar.
"Cukup merepotkan sekali menghadapi pengawalnya, tapi untungnya aku telah selesai. Namun aku cukup terkejut jika hal ini selesai dalam waktu singkat." Ucap Su Yao sambil menatap Zhong Guo dan Xu Lia.
Dimana mereka berdua dalam kondisi yang mengenaskan, bahkan Su Yao dengan sengaja membiarkan mereka hidup untuk terus merasakan teror dan rasa sakit.
__ADS_1
"Sebaiknya aku serahkan Zhong Guo ini pada Hao Chen saja." Gumam Su Yao sambil mengirimkan pesan spiritual padanya.