The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 134. Ada yang mengawasi


__ADS_3

Kondisi kehidupan Hao Chen terbilang normal-normal saja, tapi dia juga terkadang merasa bosan dengan kehidupannya diakademi.


Bahkan Hao Chen sendiri merindukan pertarungan yang memacu adrenalin dan semangatnya, juga karena bertarung Hao Chen lebih cepat berkembang


"Hah...ketika dikelas tiga saja, aku dapat keluar dari akademi dan menjalankan misi... tapi itu sangat lama!" ucap Hao Chen yang sedang berjalan menuju kelasnya.


"Terlebih lagi...para senior diakademi ini sampah semua! tidak ada yang kuat-kuatnya, sekarang aku berada diperingkat 55 Soul king, Namun aku sekuat sekuat Soul Saint tapi senior akademi ini lemah semua!" gerutu Hao Chen dengan kesal.


"Aku penasaran sekuat apa para senior akademi dalam, yah ketika aku naik Soul Sage aku sudah ditingkat Dewa. Tapi menurutku hanya Hewan jiwa saja yang dapat memberikan pertarungan yang sengit." Disaat Hao Chen mengerut, tanpa disadari dia telah mencapai kelas.


Disaat Hao Chen masuk ada sesuatu yang mengejutkan dirinya, dimana dia melihat Su Yao yang telah sampai duluan.


Walaupun hanya sebentar, Hao Chen cukup kaget melihat Su Yao yang datang duluan, lalu tanpa banyak merenung dia segera pergi ketempat duduknya.


"Apa ini? kau tidak menyapaku sama sekali!" ucap Su Yao dengan kesal.


"Hah...memangnya apa yang akan dibicarakan?" tanya Hao Chen dengan datar.


"Ya...aku juga tidak tau." Jawab Su Yao yang segera ciut.


"Tapi aku cukup kaget, melihatmu datang duluan!" puji Hao Chen yang segera memutar posisi duduknya dan segera menghadap kearah Su Yao.


"Kenapa begitu? apakah hanya kau saja yang boleh datang duluan?" tanya Su Yao yang segera memerah.


"Tidak juga...kau pasti mengalami sesuatu sampai datang pagi-pagi, apakah aku benar?" tanya Hao Chen lagi.


"Hah...guruku, mulai intensif melatihku jadi aku tidak bisa tidur diasrama selama beberapa hari ini." Jawab Su Yao dengan malas.


"Hem...begitukah tapi yang membuat aku bingung, kenapa kau selalu bangun dari meditasi lebih lambat dariku?" tanya Hao Chen.


"Ah...tidak ada, aku hanya merasa aku memiliki sedikit waktu itu saja!" jawab Su Yao yang segera panik.


"Benarkah? baiklah tidak akan aku tanya lagi!" ucap Hao Chen yang segera melamun lagi.


Lalu entah mengapa dihati Su Yao ada perasaan kecewa ketika Hao Chen tidak berbicara lagi, disaat Su Yao ingin berbicara secara tiba-tiba Ling Feng segera muncul.

__ADS_1


Tidak seperti biasanya dimana Ling Feng akan mengejek Hao Chen dan Su Yao, tapi dia terlihat pucat dan suram.


Dengan kondisi seperti zombie Ling Feng segera mendekati Hao Chen yang menatapnya dengan aneh.


"Sepertinya tidak berjalan baik ya?" tanya Hao Chen dengan datar.


"Ya...tidak berjalan baik, aku hanya membawanya keluar lalu pergi dan kami segera berpisah, tapi kami sempat bertengkar hebat." Jawab Ling Feng dengan lesu.


"Hah...sepertinya kalian kerepotan rupanya, yah aku tidak peduli sama sekali!" ucap Hao Chen dengan datar.


"Waaaa...! apakah kau tidak merasa kasian pada saudaramu ini ?!" tanya Ling Feng dengan suram.


"Yah...! aku tidak peduli sama sekali, aku juga mempunyai urusan sendiri!" jawab Hao Chen yang acuh.


"Ugh...mentang-mentang sudah memiliki seorang wanita, kau menjadi tambah acuh!" gerutu Ling Feng.


"APAAA...!" segera aura kuat dari Su Yao meledak dan segera menekan Ling Feng.


"Kenapa denganmu! yang aku katakan tadi wanita bukannya namamu,!" ucap Ling Feng walaupun sedang ditekan.


Disaat yang sama Qian Ziwei dan Qi Zijing segera datang, namun suasana canggung segera terjadi antara Ling Feng dan Qian Ziwei.


Segera suasana sunyi dan tegang terus berlanjut sampai guru Yiyi datang yang segera memulai pelajaran.


.........


Setelah pelajaran selesai seperti biasa Hao Chen akan segera berlatih, namun kali ini dia bingung ingin memulainya dari mana.


"Hem... sebaiknya aku melakukan apa?" tanya Hao Chen.


"Kak Chen bagaimana, kita mengumpulkan poin dengan bertarung?" tanya Zhou Yuan.


"Aku malas! mereka semua lemah dan aku cuma mau bertarung hanya kerena perlu poin, jadi saat ini aku tidak perlu!" Jawab Hao Chen dengan malas.


"Hem...kalau begitu bagaimana, jika kita melakukan pertarungan tim saja? lagi pula untuk ujian kenaikan kelas, kita akan melakukan pertarungan tim." Ucap Zhou Yuan dengan semangat.

__ADS_1


"Oh? dari mana kau bisa tau?" tanya Hao Chen.


"Tentu saja! semua pemimpin kelas akan mendapatkan informasi lebih awal, bagaimana?" dengan semangat Zhou Yuan segera menjawab pertanyaan Hao Chen.


"Baiklah...aku ikut." Jawab Hao Chen dengan malas.


"Bagus ayo pergi! oh ya yang mau ikut silahkan saja!" ucap Zhou Yuan yang memimpin jalan.


Namun hanya mereka berdua saja yang pergi kearena pertarungan, lalu dengan lesu Zhou Yuan segera berkata "Ugh! kenapa hanya kita berdua saja?"


"Aku juga tidak tau!, tapi aku tidak peduli sama sekali." Ucap Hao Chen.


"Hem...baiklah, kita akan melakukan pertarungan dua lawan dua saja! bagaimana?" tanya Zhou Yuan.


"Boleh-boleh saja!" jawab Hao Chen dengan datar.


"Baiklah ayo mulai!" ucap Zhou Yuan.


Lalu mereka berdua segera memulai pertarungan, karena Hao Chen ikut jalan pertarungan mereka tergolong mudah dan santai.


Walaupun begitu Hao Chen hanya akan menjadi pendukung saja dan membiarkan Zhou Yuan yang bertarung, Karena dia malas untuk menonjolkan diri.


Aktivitas mereka berdua tergolong singkat, dengan panen yang banyak dalam pertarungan mereka.


"Fiuh...sepertinya kita mendapatkan banyak tangkap!" ucap Zhou Yuan dengan puas.


Perkataan Zhou Yuan hanya dibala oleh Hao Chen dengan datar "Ya...aku tau! sebaiknya kita pulang saja, aku ingin meditasi lebih awal!"


"Baiklah! aku ada urusan dulu, Kak Chen bisa pergi duluan!" ucap Zhou Yuan yang segera pergi.


Tapi entah mengapa Hao Chen segera melirik kearah dimana Zhou Yuan pergi.


"Ada yang mengikuti Zhou Yuan dari tadi! tapi siapa?" tanya Hao Chen yang segera melepaskan kesadaran spiritualnya.


"Yah... sepertinya dia tidak memiliki tujuan yang buruk, sebaiknya aku tinggalkan saja!" ucap Hao Chen yang juga pergi.

__ADS_1


Tapi mereka berdua tidak tau, jika dari tadi mereka berdua terus diawasi oleh seorang wanita atau lebih tepatnya mengawasi pergerakan Zhou Yuan.


__ADS_2