The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 188. Memikirkan tentang latihan


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian Hao Chen pada akhirnya mulai kembali normal dan bahkan lebih tenang dari biasanya, mungkin saja semua ini berhasil berkat bantuan Su Yao.


Tapi karena kejadian tersebut ada perasaan istimewa dari dalam hati Hao Chen untuk Su Yao, namun sampai sekarang dia masih bingung untuk mengartikan hal tersebut.


Walaupun sudah mulai normal, latihan yang dijalankan oleh Hao Chen justru meningkat, bisa juga dikatakan terlalu ekstrim dari pada biasanya.


"Masih belum cukup, walaupun aku bisa saja melakukan terobosan ketahap Soul Sage, tapi aku merasa pondasi ku masih belum cukup kuat." Gumam Hao Chen yang sedang duduk setelah berlatih keras.


"Tapi yang menjadi masalah adalah ketika aku melakukan terobosan ketingkat Soul Sage, Petir Bencana untuk kenaikan Dewa akan dikirimkan padaku, setelah bertarung melawan kaisar dewa iblis semua kemampuan yang aku miliki telah berkembang semua." Ucap Hao Chen yang duduk sambil menikmati energi kehidupan yang berada disekitar.


Pada saat ini Hao Chen bisa dikatakan sangat pusing untuk masalah terobosannya, sebab baik itu Energi, Kekuatan, teknik, Esensi Darah, dan kekuatan lainnya telah mencapai batas Kekuatan fana dan akan menerobos ketingkat Dewa.


Ditengah lamunannya secara tiba-tiba sosok yang dia kenal segera muncul, dimana ia tidak lain adalah Lao Zu.


"Kakek kebun? apa yang ingin kau lakukan sampai datang kesini?" tanya Hao Chen dengan bingung.


Lao Zu segera menjawab sambil tersenyum, "Tentunya aku ingin membicarakan hal yang penting, bukannya kau akan melakukan terobosan ketingkat Soul Sage atau bisa dikatakan tingkat dewa?"


"Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan darimu kakek kebun." Ucap Hao Chen sambil tersenyum pasrah.

__ADS_1


Lalu Lao Zu segera berkata, "Yah...sebenarnya aku sendiri kesulitan untuk menentukan tingkat kultivasimu, tapi setelah aku melihat bekas pertarunganmu melawan proyeksi kesadaran kaisar dewa iblis merah, aku dapat yakin jika tingkat kultivasimu telah mencapai batas fana dan akan melangkah ketingkat Dewa."


"Lalu menurut kakek kebun, apakah aku harus melangkah ke tahap dewa untuk sekarang?" tanya Hao Chen.


"Aku tidak bisa mengaturnya, sebab hanya kau sendiri yang dapat menentukannya." Jawab Lao Zu yang segera ikut duduk.


"Hah...seharusnya memang begitu, tapi setiap kali aku memikirkannya dengan baik, aku merasa jika pondasi ku benar-benar lemah." ucap Hao Chen yang segera berbaring.


"Lemah? seberapa besar standar kekuatan yang dapat diakui oleh bocah ini?!" batin Lao Zu dengan senyum pahit.


Lalu Lao Zu segera berkata, "Sebenarnya pondasi yang kau miliki itu sudah lebih dari cukup untuk menembus tanah Dewa, tapi aku bisa memahami perasaan kekurangan ada didalam hatimu."


"Apa Itu?!" tanya Hao Chen dengan penuh semangat.


"Tidak bisa menggunakan semua kekuatan yang kau miliki, tapi hanya bisa menggunakan kekuatan fisik murni saja?" Batin Hao Chen dengan mata melebar.


"Tidak pernah memikirkannya bukan? tentu saja hal tersebut terjadi kemungkinannya sangat kecil, namun siapa tau saja kau akan mengalami hal tersebut, tapi jika kau mengalami hal tersebut apa yang akan kau lakukan?" tanya Lao Zu lagi.


Lalu Hao Chen segera diam dan mulai merenungkan semuanya dengan tenang sambil menutup matanya, angin sepoi-sepoi yang melewatinya, pikirannya mulai menjadi jernih dan banyak sekali berbagai pemikiran yang luar biasa muncul dikepalanya.

__ADS_1


Setelah membuka matanya Hao Chen segera menjawab, "Seharusnya ada hal yang dapat dilakukan, yaitu dengan mengandalkan keahlian bertarung jarak dekat, baik itu menggunakan tangan kosong atau pun menggunakan senjata, sebab kedua hal tersebut tidak terlalu mewajibkan seseorang untuk menggunakan kemampuan seperti Sihir, Qi, ataupun kekuatan magis lainnya."


"Seperti dugaan ku! kau pasti akan dengan mudah memahaminya." Ucap Lao Zu sambil tertawa keras.


Lalu Lao Zu segera berkata, "Apa yang kau katakan itu benar, sehebat-hebatnya sebuah teknik, kekuatan, dan artefak semuanya akan sia-sia jika kau tidak bisa memahaminya. Namun untukmu pengecualian sebab setelah bertarung melawan proyeksi kaisar dewa iblis merah, semua kekuatan yang ada didalam dirimu telah kau berhasil pahami semua, bahkan kau sampai-sampai bisa menemukan hal baru."


"Jadi maksud anda adalah selama ini aku terlalu mengandalkan kekuatan fisik dan magis, tanpa menyadari jika ada kemampuan lain yang dapat digunakan seperti kemampuan bertarung jarak dekat dan kemampuan tanpa efek magis lainnya?" tanya Hao Chen yang segera duduk dengan posisi tegak.


"Benar! jika kau memiliki kemampuan bertarung dan keahlian yang tidak memerlukan kekuatan magis seperti Roh, Qi, dan Esensi Darah, kau pasti akan membuka sesuatu yang baru." Jawab Lao Zu sambil mengelus dagunya.


Hao Chen segera mengangguk paham dengan penuh semangat, sebab ia baru sadar jika Martial Soul keduanya bisa berubah menjadi bermacam-macam senjata dan dengan hal tersebut maka dia akan memiliki banyak keahlian beragam, Seperti yang sering dia gunakan yaitu keahlian pedang.


Tanpa disadari olehnya ketika dia menggunakan keahlian berpedangnya, Hao Chen tidak pernah sekali pun menggunakan kekuatan Roh ataupun Qi dan kemampuan magis lainnya, bisa dikatakan dia hanya mengandalkan kemampuan fisiknya yang kuat saja.


Bahkan keahlian berpedangnya berasal dari ingatan dikehidupan sebelumnya, walaupun di kehidupan sebelumnya Hao Chen bukanlah praktis bela diri, ia masih tau gerakan dasar dan beberapa keahlian dalam bela diri.


Walaupun keahlian bela diri tidak diminati di kehidupan sebelumnya karena percaya pada senjata modern. Tapi jika Hao Chen dapat mengkombinasikan keahlian bela diri kehidupan sebelumnya dengan kekuatan magis dan kekuatan lainnya, maka dia pasti akan jauh lebih kuat.


"Benar sekali! aku seharusnya melatih kemampuan lain dari pada terus menambah kekuatan magis lainnya, sebab jika aku mengkombinasikan semuanya dengan baik maka aku akan jauh lebih kuat dari pada kultivator lainnya!" ucap Hao Chen dengan penuh semangat.

__ADS_1


Sementara itu Lao Zu hanya tersenyum puas melihat respon Hao Chen, bahkan ada ekspresi terkejut dari wajahnya.


"Sepertinya anak ini telah mengalami banyak hal sampai-sampai bisa memiliki pemahaman yang luar biasa, baiklah mungkin sudah saatnya aku mengajarinya untuk mengendalikan dan mengontrol Kekuatannya yang sangat tidak normal itu." Batin Lao Zu sambil mengelus jenggotnya.


__ADS_2