The Heaven Land

The Heaven Land
Pertama kali masuk akademi


__ADS_3

Disebuah penginapan yang agak sederhana, disalah satu kamar terdapat seorang anak laki-laki yang berusia tiga belas tahun sedang duduk bersilang dengan disinar cahaya empat warna.


Kemudian ketika matahari mulai menyinari wajahnya, dia pun segera membuka matanya dan memperlihatkan penampilan tampan namun dingin, dengan mata biru serta rambut putih keperakan.


"Ehm...sebaiknya aku tunda saja terobosanku dulu!" ucap anak tersebut yang tidak lain adalah Hao chen.


"Hah...setelah tiga hari libur, akhirnya aku akan masuk akademi juga." Hao chen pun segera bangun dari kasur dan meregangkan tubuhnya.


Lalu dia dengan segera mulai bersiap-siap, itu pun tidak perlu waktu lama untuk Hao chen karena dia telah bersiap.


Disaat dia selesai mandi dan akan mengenakan pakaian, Hao chen segera melirik pakaian yang disediakan oleh Akademi langit cerah.


Dengan sedikit menyeringai dia segera berkata "Hem...pakaian Akademikah...lebih mirip seragam sekolah menurutku!"


Tanpa pikir panjang Hao chen segera mengenakan pakaian tersebut.


"Wow...ini lumayan keren juga!" puji Hao chen dengan senang.


Dengan kombinasi warna putih dan biru dengan model campuran kultivator zaman kuno dan moderen, pakaian dari akademi langit cerah sangat keren.


Kemudian Hao chen segera keluar dari penginapan, setelah melakukan pembayaraan terlebih dahulu.


Tapi tiba-tiba salah penjaga penginapan bertanya "Kau murid baru dari Akademi Langit cerah?"


"Ah..ya, aku baru saja diterima setelah ujian tahun ini!" jawab Hao chen.


"Hem...begitukah, sebaiknya kau harus mengamati baik-baik setiap perkataan dari gurumu, karena akan sangat bermanfaat untukmu." Ucap penjaga itu.


"Baiklah aku mengerti!" balas Hao chen yang segera pergi.


Selama diperjalan menuju keakademi langit cerah, Hao chen terus memikirkan perkataan dari penjaga tadi.


"Harus memperhatikan baik-baik ya..." gumam Hao chen sambil berjalan santai.


Hao chen lebih memilih berjalan kaki, karena sangat dekat dengan akademi walaupun pihak akademi telah menyediakan penginapan agar peserta yang lulus bisa beristirahat.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mereka berempat sekarang?" Hao chen segera memikirkan kondisi mereka berempat.


"Yah...aku tidak peduli juga, mereka terlihat bersenang-senang disana!" sambung Hao chen yang segera sampai didepan gerbang akademi langit cerah.


"Wow...entah mengapa aku sering takjub melihat gerbangnya!" puji Hao chen dengan senang.


Kemudian dia segera menuju ketempat para penjaga, untuk melaporkan kedatangannya.


"Halo! apakah kamu murid baru yang baru saja lulus tahun ini?" tanya penjaga itu dengan senyum.


"Ya...aku Hao chen murid baru tahun ini! mohon bantuannya!" jawab Hao chen dengan sopan.


"Baiklah sebelum kau masuk, aku akan memeriksa datamu dulu!" ucap penjaga itu.


"Tidak masalah." Hao chen dengan santai segera menurut.


Pemeriksaan berlangsung sangat lama, tapi karena Hao chen banyak bertanya proses tersebut berlangsung cepat.


"Baiklah kamu dapat dipastikan adalah murid baru tahun ini, silahkan masuk dan tunggu semua murid datang." Penjaga itu akhirnya segera menpersilahkan Hao chen untuk masuk.


"Terima kasih atas kerja samanya!" ucap Hao chen yang segera memberikan penghormatan dans segera pergi.


"Astaga energi kehidupan yang kuat dan tebal! dengan begini para kultivator harusnya mampu berkultivasi sampai peringkat Dewa kelas 1!" puji Hao chen dengan semangat.


"Hebat, benar-benar aku tidak akan menyesalinya untuk masuk akademi langit cerah!" ucap Hao chen dengan semangat.


Lalu ada pria tua yang sedang menyapu ditaman akademi, tiba-tiba berkata "Hahahah...memang menyenangkan melihat murid baru, terlebih lagi jika itu seperti kamu!"


Dengan penasaran dia segera menoleh kearah pria tua itu dan mendatanginya "Salam aku murid baru tahun ini, namaku Hao chen!"


"Tidak perlu sopan pada tukang sapu!" ucap pria tua itu.


"Tidak-Tidak semua yang mengurus akademi pasti adalah orang yang sangat penting, tidak peduli apa pun pekerjaannya!" Ucap Hao chen dengan hormat.


"Hahaha...kau anak yang baik, sikap dan kekuatanmu sangat bagus!" puji pria tua itu.

__ADS_1


"Ehm...terima kasih!" jawab Hao chen.


"Hey...apakah kau ingin memberikan bantuan kecil pada pria tua ini, untuk menyapu taman ini?" tanya pria tua itu.


"Hem...baiklah! lagi pula aku terlalu cepat datangnya!" jawab Hao chen dengan segera


Namun ekspresi pria tua itu segera menjadi aneh, tapi segera digantikan dengan senyum puas.


Lalu Hao chen segera membantu pria itu dengan tulus, bukannya bosan Hao chen malah banyak mendapatkan banyak informasi tentang akademi langit cerah dan itu sangat berguna untuknya.


Setelah berlangsung lama akhirnya pekerjaan mereka berdua segera selesai dengan rapi.


"Fuih...lumayan untuk olahraga pagi!" ucap Hao chen dengan keadaan segar.


"Kau hebat sekali! sampai bisa mengimbangi kecepatanku. Kalau boleh aku tebak, kau pasti memiliki Martial soul tipe pedang dan mengikuti gerakan aliran air sungai begitukan!" ucap pria tua itu.


"Hah...! dari mana anda bisa tau?!" tanya Hao chen dengan keget.


"Tentu saja dari caramu, menyapu tadi dimana gerakannya sangat lancar dan tenang bagikan aliran air sungai. Terlebih gerakanmu stabil dan cepat, itu pun terlihat dari gerakan lengan dan caramu memang sapu tadi!" jawab pria tua itu dengan bangga.


"Astaga...! anda bisa mengetahuinya hanya dengan melihat aku menyapu saja?! hebat sekali!" puji Hao chen dengan tulus.


"Tapi jika kau ingin lebih kuat dan lebih stabil, gerakan seperti menyapu ini Akan melatih bahu, lengan dan tanganmu, bahkan bisa berakselerasi dengan baik!" ucap pria tua itu.


"Selain menggunakan gerakan seperti air sungai, kamu pasti memiliki gerakan lain dan akan sangat bagus untuk jika melakukan gerakan sederhana seperti menyapu!" sambung pria tua itu.


"Benarkah?! yosh...bagus sekali, dengan begini gerakan aku dalam menggunakan pedang akan semakin lancar jika aku berlatih seperti ini. Baiklah mulai besok aku akan membantu anda menyapu taman ini ketika pagi!" ucap Hao chen dengan senang.


"Yah...aku tidak masalah, silahkan datang saja!" ucap pria tua itu dengan senyum bangga.


"Sudah-Sudah sebaiknya kau segera berkumpul, karena semua murid baru akan berkumpul!" ucap pria tua itu yang segera mengusir Hao chen.


"Ah...ya! ya! ya! aku pergi. Terima kasih atas bimbingan anda!" ucap Hao chen dengan hormat dan segera pergi.


Setelah sosok Hao chen pergi dan menghilang dari pandangan pria tua itu, dia dengan senyum tipis berkata "Anak yang menarik, tidak kusangaka ada murid yang sebaik dia setelah keluar dari Jalan surgawi!"

__ADS_1


"Aku pikir dia akan sama dengan murid-murid sombong, karena berhasil lulus dari ujian akademi!" ucap pria tua itu.


"Yah...setidaknya aku memiliki teman mengobrol sekarang dan aku tidak akan ragu memberikan semua ilmuku padanya!" sambung pria tua itu.


__ADS_2