The Heaven Land

The Heaven Land
Mengumpulkan point spirtual


__ADS_3

Hanya dalam beberapa jam, pusat jalan surgawi telah banyak dipenuhi oleh orang-orang yang mengikuti ujian masuk akademi dan sekte.


Setelah satu tahun berada didalam surgawi, mereka akhirnya akan segera keluar dan menginjak kedunia nyata.


Walaupun mereka semua telah berada dalam satu tahun dijalan surgawi, tapi didunia nyata hanya berlangsung satu bulan saja karena perbedaan ruang waktu yang cukup besar antara dimensi dengan dunia nyata.


Jadi Hao chen juga tidak perlu khawatir tentang dia akan lama menjadi kuat, walaupun dia tidak dapat naik tingkat tapi apa yang dia dapatkan dari jalan surgawi sudah sangat bagus.


Bahkan berlebihan untuknya, karena Hao chen benar-benar menjarah seluruh harta penting yang ada dijalan surgawi.


Terutama Inti energi ilahi yang berada didalam tubuhnya, walaupun masih tersegel karena kekuatan Hao chen belum cukup untuk memanfaatkannya.


Tapi tidak masalah karena hal-hal yang penting untuk membangun alam ilahi disamudra kesadarannya atau disebut juga alam ilahi berjalan, sudah lengkap dan siap sedia.


Sementara itu ditengah keramaian kelompok Hao chen sedang duduk santai ditempat yang agak sepi, sambil menunggu untuk menyerahkan jumlah poin spiritual masing-masing.


"Hem...lama sekali!" gerutu Ling feng dengan bosan.


"Hahahaha...sebentar lagi akan dimulai, sabar dulu." Zhou yuan segera mendinginkan kepala mereka.


"Yah...walaupun begitu kita juga harus antri untuk menyerahkan point spiritual nanti, jadi harus ekstra sabar." Sambung Hao chen dengan santai.


Lalu seperti yang dikatakan Zhou yuan, akademi langit cerah telah memulai penghitungan lebih dahulu.


Kemudian seperti kerumunan semut mereka yang mendaftar keAkademi langit cerah langsung berbondong-bondong mengantri, bahkan Zhou yuan dan yang lain terkecuali Hao chen.


"Aku tidak boleh mencolok! aku telah mendeteksi semua jumlah poin spiritual peserta yang ada disini, jadi aku akan menaruh semua point spiritualku didalam cermin dimensional dan meninggalakan sebagian ditoken ini...jadi aman!" ucap Hao chen didalam hatinya dengan senyam-senyum sendiri.


Kemudian perlu lebih dari 1 hari penuh sampai giliran Hao chen yang menyerahkan point spiritualnya, sekaligus menjadi yang terakhir.


Berdasarkan perhitungan Hao chen, dia setidaknya ada diurutan 20 atau 25 nantinya, rencana ini Hao chen tidak memberi tahu kedua saudara bersumpahnya. Hal bertujuan agar Zhou yuan dan Ling feng menjadi pusat perhatian, walaupun ini memanfaatkan kedua saudaranya.


"Kak chen kau yang terakhir rupanya!" ucap Ling feng yang melihat tempat pengumpulan poin spiritual ditutup.


"Hem...? ya tidak perlu terburu-buru jugakan!" Hao chen hanya menjawabnya sambil mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Yah...benar juga sih kenapa juga tadi harus terburu-buru!" Zhou yuan segera menjadi tidak berdaya.


"Hem...pengumumannya akan diberitahu dalam dua hari, jika token kita berwarna biru kita akan diterima dan jika berwarna merah artinya ditolak!" ucap Xie yu yang menjelaskan beberapa hal penting.


"Benar, yang dipilih hanya sembilan puluh orang saja dan kelasnya akan dibagi menjadi tiga dimana masing-masing kelas akan diisi oleh tiga puluh orang!" sambung Ling feng.


"Hah...ini repot sekali! hanya sembilan puluh orang saja yang dapat dipilih diantara puluhan ribu peserta." Qi zijing hanya bisa mengerutu malas.


"Hem...apa yang akan kita lakukan selama dua hari kedepan?" tanya Zhou yuan.


"Entah..." jawab mereka berempat secara serentak.


Lalu mereka berempat segera melirik Hao chen yang sedang duduk dengan wajah yang ditutup.


"Hey dari tadi kenapa kau menutup wajahmu terus!" ucap Qi zijing dengan kesal.


"Ah...sepertinya aku mengerti mengapa..." sambung Zhou yuan yang segera menunjuk seseorang yang datang.


"Hem? siapa...eh tunggu dulu!? diakan Hao yu murid terkenal dari akademi Phoenix!" Qi zijing dengan keras segera berteriak nyaring.


"Kalian akan tau nanti!" jawab Zhou yuan dan Ling feng dengan serentak.


Medengarkan jawaban itu Xie yu dan Ling feng hanya bisa bingung.


Lalu kerumunan para peserta ujian dari berbagai akademi dan sekte segera bingung, melihat kecantikan nomor satu diakademi Phoenix mendekati seseorang, tapi ada beberapa orang saja yang mewajarkan hal tersebut.


Karena yang didatangi oleh Hao yu pasti adiknya, jadi mereka yang melihat kejadian waktu dimakam kuno hanya bisa mewajarkannya.


Hao chen hanya bisa gugup melihat kakaknya kesini, namun dia sedikit lebih lega karena kakaknya aman dari perbuatan organisasi 72 istana iblis.


Lalu ketika Hao yu sampai disebelah Hao chen, suasana aneh segera terjadi bahkan Zhou yuan dan Ling feng menjadi bingung.


"Apakah kau masih takut denganku?" tanya Hao yu sambil tersenyum.


"Hump! kakak sendiri terlalu berlebihan melakukannya!" jawab Hao chen dengan kesal serta wajah memerah.

__ADS_1


Sontak hal tersebut membuat Xie yu dan Qi zijing membeku dan tidak bisa berkata setelah mendengarkan Hao chen menyebut Hao yu sebagai 'Kakak'.


"Yah aku hanya bisa meminta maaf atas hal itu...jadi bisakah aku duduk disebelahmu sekarang?" tanya Hao yu dengan lembut.


"TIDAK....! kita harus berjarak satu meter, karena kakak pasti akan balas dendam!" jawab Hao chen dengan keras.


"Hem...ternyata kau masih takut, tenang saja aku tidak akan membalas tindakanmu waktu didepan makam kuno itu." Ucap Hao yu dengan santai.


"Bukan itu, tapi tentang ibu dan bibi!" Hao chen segera berkata dengan keras.


"Memangnya apa yang terjadi dengan bibi dan ibuku?" jawab Hao yu dengan bingung.


"Eh...?" Hao chen, Zhou yuan dan Ling feng segera bingung karena mendengarkan jawaban Hao yu.


"Tunggu kakak tindak tau apa yang terjadi antara mereka berdua?" tanya Hao chen dengan bingung.


"Memangnya apa yang terjadi dengan mereka berdua sampai membuatmu takut padaku?" tanya Hao yu balik, namun jawabannya atas pertanyaan Hao chen dijawab dengan jujur.


"Hah...tidak ada, kalau kakak ingin tau coba tanya pada bibi nanti, tapi setelah itu jangan dendam!" Jawab Hao chen sambil menghela nafas lega.


"Oh...baiklah aku akan tanya nanti, tapi boleh kah aku duduk?" tanya Hao yu kembali.


"B-Boleh saja silahkan, tapi agak sempit." Jawab Hao chen dengan panik.


"Tidak apa-apa kami akan pergi dulu...bos!" ucap Zhou yuan yang segera menyingkir.


"Ah...iya-iya kami akan jalan-jalan sebentar, siap tau ada yang menjual makanan atau sesuatu!" sambung Ling feng yang juga ikut pergi dan menyusul Zhou yuan.


Tapi Ling feng segera mengedipkan matanya pada Xie yu dan Qi zijing, dengan maksud untuk meminta mereka berdua untuk ikut pergi.


"Ah...ya, karena disini adalah pusat jalan surgawi, pasti akan ada sesuatu yang menarik...benarkan Xiao jing!" ucap Xie yi dengan panik.


"Y-Ya katanya ada kedai makanan yang bagus disekitar sini." Sambung Qi zijing yang segera meraih lengan Xie yu dan segera pergi buru-buru.


"Eh...!? kalian kenapa pergi?" Hao chen menjadi tidak berdaya atas tindakan mereka berempat.

__ADS_1


__ADS_2