Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Mengusir Mereka


__ADS_3

"Langsung saja. kemasi semua barang-barang kalian lalu keluar dari mension ini" kata Alisya dengan senyum penuh kemenangan.


"APA......." teriak Reva dan Edric membelalakkan mata.


"Apa-apaan kamu Alisya mension ini milik Daddy kenapa kami harus keluar dari mension ini?" tanya Alexa menatap tajam Alisya.


"Apa telinga mu tuli wahai saudariku tercinta? sudah aku katakan jika mension ini milikku namun kedua orang tuamu yang serakah ini merebutnya dariku" kata Alisya santai.


"Lalu apa masalahnya jika kamu merebutnya toh juga ini mension sudah sah atas nama suamiku" sahut Reva tiba-tiba.


Reva sudah tidak peduli lagi dengan keberadaan Kenzo menurutnya Kenzo akan segera jatuh ke tangan Alexa. Mana mungkin ada yang menolak pesona Alexa pikir Reva.


"Kata Siapa?" tanya Alisya dengan tersenyum miring.


"A....apa maksudmu?" Edric bertanya dengan gugup.


"Mension ini sudah atas namaku kembali" jawab Alisya dengan senyum manis.


BRAK


"Apa-apaan kamu ha....? jelas-jelas ini mension atas nama mas Edric" teriak Reva yang sudah kesal di ubun-ubun.


Jika saja saat ini tidak ada Kenzo maka dapat di pastikan Reva akan menampar Alisya.


"Justin" panggil Alisya memberi kode.


"Baik Nona" jawab Jastin lalu mulai membuka tasnya lalu mengeluarkan map coklat.


"Tuan, Nyonya ini adalah bukti jika mension ini sudah sah menjadi milik nona Alisya" kata Justin menyodorkan map coklat di hadapan Edric.


Edric langsung mengbil map itu lalu membukanya dan membacanya. mata Edric alngsung melotot melihat nya nama yang tertera bukan lagi namanya melainkan nama Alisya Arkana Demian sebagai pemilik.


Brak


"Bagaimana bisa?" Edric menatap tajam Alisya dengan niat membunuh yang kuat.


Demi apapun Edric ingin sekali mencekik gadis di depannya ini hingga mati namun untuk sekarang ia tidak bisa apa-apa lantaran ada Kenzo pria yang paling di takuti baik di dunia bisnis atau dunia bawah.


"Kenapa tidak? kalian pernah menipuku bukan? kenapa aku tidak bisa menipu kalian balik mantan Daddy" tekan Alisya dengan tangannya yang mengepal kuat saat mengatakan mantan Daddy.


"Alisya kami ini keluarga kamu bagaiamana bisa kamu mengusir kami seperti ini" protes Alexa.


"Mantan! aku tidak mau tahu dalam 1 jam mension ini harus kalian tinggalkan jika tidak aku akan melakukan sesuatu hal yang tidak pernah kalian duga" tekan Alisya lalu beranjak berdiri dan menarik tangan Kenzo sambil melemparkan senyum penuh kemenangan kepada Alexa.


"Sialan.... berani sekali kamu mempermainkan aku seperti ini Alisya. lihat saja aku akan segera merebut Kenzo dan membuatnya dia menendang kamu dari siainya"


Batin Alexa yang meradang melihat Alisya dengan terang-terangan menggandeng lengan kekar Kenzo di depan matanya.


Brak


Setelah kepergian mereka Edric langsung menggebrak meja untuk melampiaskan amarahnya yang sudah di ujung tanduk.


"Dasar anak pembawa sial harusnya waktu itu aku membunuhnya. sekarang bukannya berguna untukku malah menjadi petaka untukku" kata Edric meremas rambutnya kasar.


"Mas bagaimana ini kita akan tinggal dimana jika kita keluar dari mension ini" tanya Reva gelisah.

__ADS_1


"Di hotel lah Mom" jawab Alexa seadanya.


"Nggak bisa sayang jika kita menginap di hotel uang Daddy akan terkuras belum lagi uang makanan atau jika kamu dan Mommy mu pergi ke salon" tolak Edric.


"Kok gitu Dad?" pekik Alexa "Mau di taru diamna mukaku kalau aku ketemu sama teman-teman aku jika tahu aku jadi miskin Dad" pekik Alexa Frutasi karna repotasinya akan tambah rusak Jiak mereka mengetahui ia sudah tidak tinggal lagi di mension mewah ini.


"Kita nggak punya pilihan lain sayang, lihat di belakang Alisya ada Tuan Kenzo jika kita tetap bertahan disini itu tidak baik untuk kita jadi lebih baik kita mengalah" kata Edric yang mencoba membujuk Alexa.


Setelah perdebatan panjang akhirnya Edric membopong Istri dan anaknya untuk keluar dari mension itu.


Sedangkan di tempat lain sosok bertudung duduk menopang kaki dengan menyesap perlahan wine di gelasnya.


"Informasi Apa yang kamu dapatkan?" tanya Sosok itu kepada seorang pria yang sedang berlutut di hadapannya.


"Yang menjadi kekasih Kenzo adalah gadis yang bernama Alisya Arkana Demian Tuan" lapor sang bawahan.


"Kamu yakin?"


"Sangat yakin Bos, jika masih ragu saya punya beberapa potret mereka berdua" kata Sanga bawahan lalu mengotak-atik ponselnya.


"Ini Bos" sang bawahan memberikan ponselnya yang berisikan gambar Alisya dan Kenzo kepada sosok yang kau sebut musuh besar Bosnya.


"Ternyata pilihan seorang Kenzo bagus juga" guman soso bertudung itu menatap aneh Alisya.


"Awasi wanita itu setelah mendapat celah segera culik dan bawah dia di hadapanku" perintah sosok bertudung kepada sang bawahan.


"Baik Bos" jawab sang bawahan lalu berlalu pergi.


"Pertama-tama akan aku buat kau kehilangan kekasih tercintamu itu lalu setelah itu aku akan benar-benar menghancurkan dan mengirimmu ke alam baka dengan begitu aku akan menjadi pengusa di dunia bawah semua bawahanmu akan tunduk di bawah kakiku" kata Sosok itu lalu tertawa terbahak-bahak.


"Sebentar lagi aku akan menggantikan posisi kamu Kenzo Devandra Keano"


*******


"Tuan" Dirga menatap Kenzo dengan pandangan yang aneh


"Ada apa?" Kenzo hanya acuh dan fokus pada leptop di depannya.


"Ada laporan dari anggota kita jika ada yang memata-matai Tuan dan Nona Alisya....." Dirga menjeda ucapannya lalu melirik Kenzo yang belum bergerak.


"Anggota kita sempat mengejar dan berkelahi dengan beberapa orang itu namun mereka berhasil lolos. dan orang-orang itu memiliki tato Naga di setiap lengan dan leher mereka" lanjut Dirga.


Deg


"Tato Naga" guman Kenzo yang langsung melepaskan pulpen di tangannya.


Kenzo sangat mengenal tanda pengenal itu, tanda itu adalah tanda musuh besar Mafia miliknya.


"Mereka sudah mulai bergerak rupanya" smirk Kenzo.


"Perintahkan Anggota tingkasmt S untuk menyusup ke markas lawan dan tambahkan anggota bayangan untuk menjaga Alisya" perintah Kenzo datar.


"Baik Tuan" jawab patuh Dirga.


"Tua Bangka itu benar-benar nekat untuk menghancurkan ku. entah apa kesalahanku tapi jika dulu aku membiarkanmu berkeliaran bebas kali ini tidak lagi." guman Kenzo mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


********


Alisya duduk di kursi kebesarannya dengan mengetuk-ngetuk Meja dengan jari telunjuknya. pikirannya sedang sibuk menyusun cara untuk membalas dendam kepada mantan keluarganya tapi di sisi lain ada janji yang harus segera ia tuntaskan.


"Yang mana dulu harus ku selesaikan,, jika aku membalaskan langsung ke keluarga itu bukankah akan terlalu mudah ada baiknya jika aku membuat mereka kehilangan akal sehat mereka satu persatu" smirk Alisya.


Drett


Drett


Drett


Alisya melihat ponselnya lalu mengambil dan mengangkatnya.


"Katakan!"


"Kamu yakin?"


"Tidak perlu aku yakin Kenzo sudah mengetahui hal ini. aku percaya Kenzo akan segera mengirimkan aku penjaga bayangannya"


"Kirim seseorang untuk masuk kesana dan pastikan untuk selalu berada di dekat orang tua itu"


"Hm. Baiklah aku tutup dulu"


Tut


Tut


Tut


"Saatnya bermain" smirk Alisya dengan memutar-mutar sebuah pisau lipat di tangannya.


Sedangkan di tempat lain Edric baru sampai di kediaman baru mereka di ikuti Reva dan Alexa serta 1 orang pelayan yang di ambil dari mension lama karna pelayan itu tidak ingin bekerja dengan Alisya.


"Kita akan tinggal disini Dad?" tanya Alexa melihat rumah di depannya.


"Uang Daddy hanya cukup ini. sabarlah setelah perusahaan Daddy dapatkan kembali kita akan merebut mension itu lagi bahkan jika kamu mau kita bisa membeli mension yang baru" hibur Edric mengelus rambut Alexa.


"Mas mau rebut perusahaan itu lagi?" tanya Reva dengan antusias.


"Yah aku sudah menyusun rencana jadi kalian bersabar yah" kata Edric yang di balas anggukan kepala oleh Reva dan Alexa.


"Sekarang ayo kita masuk dan kamu Anna bawah koper Nona Mudamu" perintah Edric kepada pelayan di belakangnya.


"Baik Tuan" jawab Anna patuh.


"Cih merebut kembali perusahaan, mimpi! bahkan stok nyawa kalian sekarang hanya menghitung hari" batin Anna dengan smirk menakutkan di bibirnya namun sayang tidak ada yang menyadarinya.


****


Malam harinya Alisya berjalan dengan lesuh ke arah mobilnya tanpa menyadari jika ada yang mengawasinya sedari tadi.


Jleb


"$hit! aku lengah"

__ADS_1


Sorry ya🙏 pada readersku😔 Author telat Up soalnya Author lagi nggak enak badan🥶 jadi nggak punya tenaga mau nulis di tambah otak yang nggak bisa jalan🙏🙏🙏


__ADS_2