
Tanpa di sadari 2 minggu berlalu dengan begitu cepat. Tak terasa sudah 2 minggu itu Alisya pula dan yang lain mencari keberadaan Kenzo namu, sampai hari ini mereka belum menemukan hasil apa-apa.
Waktu 2 minggu banyak yang berubah salah satunya adalah Alisya yang mengambil alih perusaan milik Kenzo. Sebenarnya Alisya tidak ingin melakukan ini hanya saja tidak mungkin semuanya ia serahkan pada Dirga. Alisya bukan wanita yang tidak punya hati Alisya tahu di saat kondisi Maya yang tengah mengandung pasti saat membutuhkan sosok suami di sampingnya.
Wajah yang dulunya terlihat penuh binar kini wajah itu telah meredup bagaikan bunga matahari yang layu karna tak ada sinar matahari. Seperti itu pula Alisya yang hari demi hari senyum di bibirnya mulai menghilang. Jangankan senyum bahkan tatapan matanya pun terlihat sayu dan penuh kehampaan.
Di dalam tatapan mata Alisya hanya terdapat kekosongan seakan-akan tidak ada lagi alasannya dia bertahan hidup.
Maya dan Clarissa bukan satu atau dua kali menghibur Alisya namun, semua berakhir sia-sia. Alisya bagaikan raga yang berjalan tanpa nyawa di dalamnya.
Alisya hanya akan terfokus pada pekerjaan kantor. Alisya melimpahkan semuanya pada pekerjaan hingga membuat wanita muda itu menjadi sosok yang gila kerja. Jika Alisya mempunyai waktu kosong wanita itu hanya akan duduk diam melamun dengan tatapan kosongnya.
Sama seperti ini Alisya hanya duduk diam di kursi kebesaran yang dulu milik Kenzo sekarang kursi itu telah menadi miliknya.
Tok
Tok
Alisya yang sedang termenung saat mendengar suara pintu yang di ketuk dari luar. Alisya dengan cepat menghapus air matanya berbalik menghadap depan.
''Masuk'' Sahut Alisya yang mempersilahkan orang di luar untuk masuk.
''Selamat siang Nona?'' Sapa Dirga.
''Ternyata kamu, Bagaimana apa ada petunjuk?'' Tanya Alisya langsung pada pokok permasalahan.
"Kami hanya menemukan ini pada dasar jurang dan juga.....'' Dirga menjeda ucapannya.
Sejujurnya dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya hanya saja sebagai bawahan Dirga tak punya hak untuk menolak. Lagipula sebagai istri Alisya juga berhak tahu akan perkembangan suaminya.
''Di dasar jurang di temukan sebuah ledakan dan juga rangka motor dan itu adalah milik Tuan'' Terang Dirga.
Alisya yang mendengar penuturan Dirga hanya bisa menutup mata. Jika di tanya apakah dia kecewa maka jawabannya sangat kecewa. Tapi pada siapa dia lampiaskan itu semua.
Kevin?
Pria itu Alisya tahu pria itu tidak tahu menahu dan tidak ada sangkut pautnya dengan menghilangnya Kenzo.
''Ini yang di dapatkan di dasar jurang'' Dirga meletakan sebuah am tangan mewah di atas meja kerja Alisya.
''Keluarlah'' Ucap Alisya datar.
__ADS_1
''Ada apa? Apa masih ada hal lain yang ingin kamu bicarakan? Jika iya maka katakan saja'' Ujar Alisya yang menatap Dirga saat Dirga belum juga keluar dari ruangannya.
''Apa Nona benar-benar yakin jika bukan Tuan Kevin pelakunya?'' Tanya Dirga dengan hati-hati takut Atasannya itu tersinggung.
Alisya memang sudah perihal Kevin yang benar-benar tidak mengetahui apa-apa tentang menghilangnya Kenzo. Akan tetapi, Dirga dan Ramos kurang percaya akan hal itu. Setahu mereka saat ini orang yang memang harus di curigai adalah Kevin. Namun, entah mengapa Dirga tidak setuju dengan apa yang di ungkapkan Alisya.
''Kevin memang orang yang patut di curigai akan tetapi, dalam hal ini Kevin benar-benar terlibat. Kevin memang menculikku dan meletakkan bom pada mobil kalian. semua hanya terbatas seperti itu tidak ada yang lain.'' ucap Alisya panjang kali lebar.
Mendengar itu Dirga langsung terdiam kaku. Apa yang di katakan oleh Alisya semuanya masuk akal.
Tok
Tok
Tok
''Masuk!''
Ceklek
''Kau...... Untuk apa kamu kesini?'' Dirga langsung menatap tajam sosok yang baru masuk itu yang tak lain dan tak bukan adalah Kevin.
Orang yang beberapa menit lalu mereka bahas. Sekarang orang itu berdiri tegak di hadapan Dirga.
"Orang yang aku anggap lemah nyatanya malah seperti singa kelaparan yang dengan ganas menyerang ku. Jika aku tahu wanita ini begitu kuat aku tidak akan mungkin menargetkan dia juga. Mereka bahkan sama-sama Kejam dan bengis" Lanjut Kevin dalam hati yang melirik Alisya dengan ekor matanya.
"Karna hanya kamu satu-satunya orang yang pantas di curigai aat ini' Kata Dirga yang menatap sinis Kevin.
''Justru itu kelemahan kalian semua. Kalian terlalu terpaku pada musuh di depan mata. Kau dan para antek-antekmu hanya terfokus padaku saja tanpa menyadari jika mungkin masih ada musuh lain yang bersembunyi di luar sana.'' Balas Kevin.
''Apa maksud mu?''
"Jika aku membalas dendam jelas aku tidak akan membunuhnya. Melainkan, aku akan membunuh orang terdekatnya seperti Nona Alisya karna kehilangan orang yang kita sayangi lebih sakit dan lebih berkali lipat merasa hancur saat kita merasakan sakit pada diri kita. Sekarang coba pikirkan, Jika Kenzo mati siapa yang paling di untungkan selain aku tentunya" Kata Kevin yang dengan santai mendudukkan dirinya di sofa ruangan Alisya.
Dirga dan Alisya langsung terdiam saat penuturan Kevin itu tidak mereka pikirkan sebelumnya.
Brak
"Wanita itu....!" Teriak Dirga tiba-tiba membuat Alisya mengernyitkan alis.
"Wanita mana lagi?" Tanya Alisya datar.
__ADS_1
"Itu Nona wanita tua yang merupakan ibu kandung dari Tuan Kenzo. Wanita itu begitu terobsesi untuk memiliki semua kekayaan dari Tuan Kenzo" terang Dirga.
"Tapi jika dia mana mungkin dia membunuh Kenzo bagaimana pun dia ibu......"
"Nona seseorang yang mata hati dan nuraninya sudah di tutup akan rasa serakah dan iri tidak akan pernah memikirkan itu anaknya atau bukan. Jika sang anak menjadi penghalang untuk mendapatkan tujuannya maka akan di singkirkan"
Deg
Alisya yang mendengar itu langsung tertegun di buatnya. Bagaimana wanita itu lupa jika dia sendiri adalah korban dari keserakahan dan keirian seseorang hanya karna harta dan kekuasaan.
Alisya sampai lupa jika Ayah dan Ibunya juga di bunuh oleh saudara sendiri yaitu Edric. Edric dan Edward merupakan saudara kembar yang bahkan dalam rahim saja mereka sudah berbagi tempat tapi sifat mereka bahkan sangat jauh berbeda. Edrick dengan tega merencanakan pembunuhan kepada Edwar selaku saudara kembarnya hanya karna pembagian harta warisannya yang menurutnya tidak adil.
Mengingat masa lalunya yang hidup di bawah kekangan orang-orang yang di anggapnya keluarga tapi nyatanya adalah kumpulan orang-orang yang membuatnya sengsara membuat Alisya mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Aku sampai lupa jika aku pernah ada di posisi itu" umpat Alisya pelan.
"Selain itu aku punya sebuah bukti yang jelas membuatku semakin tak terlibat dalam menghilangnya Tuan mu itu." Kata Kevin yang berdiri lalu berjalan mendekat ke arah Alisya.
Tak
Kevin meletakkan sebuah flashdisk di depan Alisya, "Semua ada di dalam itu" ucap Kevin yang menatap serius Alisya.
Alisya yang melihat itu segera mengambil Flashdisk itu lalu menyambungkannya pada Leptopnya. Hingga beberapa menit kemudian Alisya dan Dirga saling melirik saat melihat sebuah mobil sedang mengikuti Kenzo dari rumah sakit tapi sayang karna lokasinya yang menuju sebuah hutan tak ada lagi CCTV yang bisa merekam adegan selanjutnya.
"Mobil itu telah aku selidiki ternyata mobil itu hanya mobil pinjaman yang berada di Jawa pinjaman mobil. Menurut laporan yang menyewa mobil itu seorang wanita paruh baya yang bernama Yoona."
"APAA......!"
Dirga dan Alisya semakin yakin dengan tebakan mereka. Di otak kedua orang itu telah terselip satu nama yang benar-benar membuat darah keduanya mendidih bukan karna panas. Namun, karna menahan amarah yang siap meledak kapan saja.
"Nona.... Ini....."
"Aku tahu, persiapkan semuanya. Aku rasa wanita tua itu akan segera bertindak setelah sekian lama terdiam dalam persembunyiannya." Ucap Alisya yang tersenyum miring dengan tatapan mata yang langsung berubah tajam penuh hawa pembunuh yang kuat.
"Apa kali ini Nona ingin mengampuninya lagi?" Tanya Dirga ragu-ragu kepada Alisya.
"Menurutmu?"
"Habisi saja Nona saya yang akan menjadi kambing hitam anda nanti jika Tuan marah karna ibunya di bunuh" ucap Dirga tegas dan yakin.
"Aku memang tidak akan mengampuni siapapun yang mengusik orang-orang ku" balas Alisya yang mengepalkan tangannya hingga memutih.
__ADS_1
"Tapi bukan berarti kamu lepas dari pemantauan ku."
Deg