Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Menemui


__ADS_3

"Baby... Kamu kenapa hm"


Kenzo membuka tangan Alisya yang menghalangi wajahnya hingga mata Kenzo langsung berubah tajam saat melihat jika di sudut bibir wanitanya berdarah selain itu terlihat jelas cetakkan tangan besar di wajah Alisya membuatnya yakin jika wanitanya ini habis di sakiti.


Kenzo masih dengan mata tajam dan aura dingin langsung menggendong koala Alisya membawanya di ruang pribadinya.


Sampai di sana Kenzo mendudukan Alisya di pinggir ranjang lalu kenzo membuka laci mengambil kotak P3K.


,"Siapa yang melakukan ini hm?"


Kenzo bertanya dengan suara berat dan menggeram menandakan jika sedang menahan amarah yang amat besar.


"Ayo jawab baby"


Kenzo mencoba sabar menghadapi kekasihnya itu yang hanya terus menangis.


"Leon....... Leon hiks dia menamparku ini sakit hiks"


Ungkap Alisya menunjuk pipi kirinya yang bengkak dan sudut bibirnya pecah.


"Bedebah itu"


Kenzo menggeram dalam hati karna Pria yang dia anggap akan diam sudah berani melukai wanita yang dia cintai.


Dengan tangan gemetar Kenzo mengobati luka sobekan di sudut bibir Alisya.


"Byy aku lapar" kata Alisya yang kini tengah bergelayut manja di lengan Kenzo.


Cup


Kenzo mengecup lembut bibir Alisya lalu menatap dalam mata Alisya dengan senyum yang terlihat begitu menawan di bibir Kenzo.


"Baby ku lapar hm?" tanya Kenzo mengelus lembut perut Alisya.


"Hm. sangat lapar" cicit Alisya dengan mata berkaca-kaca.


"Oh $$hit kenapa dia malah terlihat menggemaskan dengan mata kucingnya seperti itu. andaikan aku sudah memilikimu aku pasti langsung menerkam mu baby" desis Kenzo dalam hati.


"Pesanlah sepuas kesayangan ku ini" ungkap Kenzo menyerahkan ponselnya.


Alisya langsung tersenyum cerah lalu mengambil ponsel Kenzo mulai membuka dan memesan beberapa makanan yang dia suka dan ingin dia makan.


Kenzo hanya tersenyum lembut dan mengelus Surai Alisya. bagi Kenzo tak apa bila jika harus Alisya bersifat manja dan merepotkannya karna Kenzo tak keberatan jika Alisya merepotkan dirinya.


"Sudah?"


"Ya"


"Aku mau kerja dulu kamu tunggu disini atau tunggu di sofa ruang kerja?"


"Aku ikut"


Kenzo langsung menggendong Alisya seperti koala lalu membawanya keluar dan mendudukannya di sofa dalam ruangan miliknya.


Setelah mendudukan Alisya di sofa Kenzo beranjak berdiri lalu berjalan ke kursi Kebesarannya kembali fokus pada leptop dan berkas walau begitu sesekali Kenzo akan melirik Alisya.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Dirga masuk dalam ruangan Kenzo dengan membawa beberapa box di tanganya.


"Itu apa?" tanya Alisya dengan antusias.


"Ini pesanan anda Nona" jawab Dirga meletakkan di depan Alisya.


"WOW"


"Permisi Tuan, Nona"


Selesai meletakan pesanan Alisya di atas meja Dirga langsung undur diri keluar dari ruangan sang atasan.

__ADS_1


"Byy ayo makan!" ajak Alisya.


Kenzo yang sedang fokus berkerja langsung berhenti dan menoleh ke arah sang kekasih. padahal biasanya Ke zo jarang makan di jam segini tapi sudah seminggu ini ia terus makan di jam yang sama dengan Alisya makan.


Kenzo berdiri lalu berjalan meninggalkan Leptop dan berkas yang masih banyak menumpuk di atas meja tapi bagi Kenzo itu tidak ada apa-apanya di banding dengan kekasihnya itu lagipula dia tidak akan bangkrut.


"Suapi aku" pinta Alisya manja yang sudah menjadi rutinitas Kenzo selama seminggu yaitu menyuapi Alisya manja.


Kenzo dengan senang hati mulai menyuapi Alisya lalu dirinya begitu seterusnya sampai makan di atas meja itu hampir habis semua.


"Sudah kenyang?" tanya Kenzo saat melihat jika Alisya menggelengkan kepala.


"Hm" Alisya hanya berdehem lalu mengangguk-anggukkan kepala.


Melihat itu Kenzo hanya tersenyum lalu mulai mengambil tisu basah lalu membersihkan sisa saus di bibir Alisya begitu pula dirinya.


"Aku kerja lagi ya"


Izin Kenzo yang hanya di balas anggukan kepala oleh Alisya yang kini mulai mencari kesibukkan dengan ponsel miliknya.


Kenzo berdiri lalu kembali ke kursi kebesarannya fokus kembali kepada pekerjaan dirinya.


30 menit kemudian Kenzo menoleh ke arah Alisya yang ternyata sudah tertidur lelap di sofa.


Melihat sang Kekasih tertidur di sofa Kenzo berdiri lalu menggendong Alisya membawanya di ruang pribadi miliknya agar sang Kekasih bisa tidur nyenyak disana.


Setelah meletakkan tubuh lelap Alisya dengan nyaman Kenzo memandang dalam wajah damai Alisya laku mengecup kening Alisya dalam dan beranjak keluar.


Cup


Ceklek


"Kau sudah datang?"


"Iya Tuan"


"Ikut aku...!"


Sampai di lobby Ke zo semakin mempercepat langkahnya menuju mobil lalu masuk tanpa di bukakan pintu oleh Dirga seperti biasa sedangkan Dirga hanya diam lalu menyusul Kenzo sekarang Dirga tau jika Tuannya itu sedang menahan amarah.


"Ke perusahaan Sward Company" kata Kenzo datar.


Glek


"Baik Tuan" jawab Dirga yang sudah keringat dingin.


"A****g mana lagi yang membangunkan singa ini" batin Dirga bergidik ngeri.


Sedangkan di tempat lain Leon sedang pusing tujuh keliling memikirkan cara menyelamatkan perusahaannya dari ambang kehancuran.


Brak


"Tuan....."


"Apa kamu sudah tidak punya sopan santun masuk di ruang atasanmu tanpa mengetok pintu ha.......?" teriak Leon menatap tajam sekretarisnya itu.


"Maaf Tuan tapi Tuan Kenzo baru saja mengirim pesan jika beliau sedang menuju kemari" kata Sang sekretaris.


"Apa......? kamu tidak berbohong bukan?" ucap Leon dengan mata melotot.


"Saya tidak berani berbohong Tuan, jika Tuan tidak percaya ini silahkan lihat pesannya yang ada di ponsel saya" ungkap sang Sekretaris menyodorkan ponselnya ke arah Leon.


Leon langsung mengambil ponsel sekretarisnya lalu melihat dan membaca pesan yang di kirim oleh Kenzo kepada sang sekretaris.


"Cepat kamu tunggu Tuan Kenzo di bawah...!" perintah Leon cepat.


"Baik Tuan"

__ADS_1


Sang sekretaris langsung berlari keluar dari ruangan Leon.


"Tidak ku sangka dengan tamparan itu kamu berhasil membujuk Tuan Kenzo untuk mengampuni Sward Company. jika saja dari dulu sudah ku lakukan aku tak perlu pusing mencari investor sana sini" ucap Leon bernapas lega.


Namun baru beberapa menit Leon bernapas lega tiba-tiba pintu ruangannya melayang dan jatuh dengan keras membuatnya terkejut lalu melihat ke arah pintu yang disana sudah ada Kenzo dan Dirga asistennya.


"Tuan Kenzo selamat datang di perusahaan saya" ungkap Leon yang berjalan mendekat ke arah Kenzo lalu mengulurkan tangannya kepada Kenzo.


Bukannya menerimah uluran tangan Ke zo malah menatap tajam Leon lalu tanpa aba-aba langsung menghadiahi Leon dengan bogem mentah.


Bugh


"Apa yang Tuan lakukan?" Leon berteriak dengan kencang kepada Kenzo.


"Apa yang aku lakukan? tentu saja membalas orang yang sudah berani menyakiti wanitaku." balas Kenzo dengan suara berat yang terdengar mengerikan.


"Tuan bukan seperti it......"


Bugh


Bugh


Krak


Krek


Kenzo tanpa ampun menyerang Leon dengan brutal membuat Leon tidak bisa apa-apa hanya bisa pasrah melawan pun Leon tak mampu apalagi daya Leon melawan Kenzo sudah sama melawan binatang buas.


Setelah puas menyerang Leon dengan membabi-buta sampai babak belur bahkan wajahnya sudah tidak terbentuk lagi Kenzo menghentikan serangannya saat melihat Leon sudah di ambang kesadarannya.


"Tadinya aku berfikir untuk mengampuni perusahaan kecilmu ini tapi setelah apa yang kamu lakukan pada wanitaku aku akan mempercepat kehancuran dirimu"


Setelah berkata seperti itu Kenzo segera pergi meninggalkan Leon yang terkapar tak berdaya di ikuti oleh Dirga yang hanya melirik sinis Leon yang mungkin sebentar lagi mati pikir Dirga.


"Kembali ke perusahaan" kata Kenzo yang masih terdengar sisa-sisa napas memburunya.


"Eh itu Tuan.... Nona Maya ingin bertemu dengan anda di restoran miliknya" kata Dirga.


"Untuk apa?"


"Katanya ingin membahas tentang Nona Alisya." ungkap Dirga.


Kenzo melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya yang menandakan jika baru 30 menit ia pergi meninggalkan Alisya.


"Turuti saja"


Mendengar itu Dirga langsung menambah kecepatan mobil menuju restoran milik Maya.


Sampai disana ternyata Maya sudah menyuruh seorang pelayan untuk menyambut mereka lalu membawa mereka ke ruang pribadi miliknya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk"


"Nona tamunya sudah datang" kata pelayan itu.


"Pergilah" ucap Maya mengusir pelayan.


Kini di ruangan itu tinggal Kenzo, Dirga dan Maya di tambah 1 orang perempuan yang duduk di sofa.


"Silahkan duduk Tuan" ucap Maya mempersilahkan Kenzo dan Dirga untuk duduk.


"Langsung saja. saya tau jika Tuan Kenzo tidak punya waktu untuk berlama-lama disini." ucap Maya menarik napas sebelum membuka mulut.

__ADS_1


"Perkenalkan ini Clara, Dokter psikiater saya sengaja mengundangnya kesini karna aku ingin Alisya bertemu dengan Dokter Clara agar kita bisa mengetahui ada apa dengan sifat Alisya beberapa hari terakhir ini." terang Maya


"Jadi menurutmu Wanitaku sakit ha...." teriak Kenzo menatap tajam Maya.


__ADS_2