
"Selamat datang kembali Cucuku ALEXI XU" Sambut Pria tua dengan tongkat di tangannya.
"Kakek" seru gadis yang bernama Alexi itu berlari memeluk Pria tua itu.
"Bagaimana kabar mu hm" tanya Pria tua itu mengelus lembut Surai hitam gadis di pelukannya dengan sayang.
"Buruk Kek" jawab Alexi cemberut.
"Kenapa lagi" tanya Kakek melepaskan pelukan Alexi hingga menatap lembut Cucu satu-satunya sekaligus penerusnya itu.
"Mereka membuat Alexi muak Kek" Gadis Alexi itu mengadu pada Kakeknya.
"Kenapa tidak kau babat habis saja mereka? kenapa kamu masih membiarkan mereka hidup tenang?" tanya Kakek dengan menahan emosi.
"Karna belum saatnya mereka di musnahkan Kek,Alexi masih mau bermain-main" jawab Alexi menyeringai licik.
"Ah sudahlah kamu memang selalu sulit di tebak" kata Kakek Kesal.
"Jika bukan karena kemurahan cucuku sudah aku bantai keluarga sampah itu" gerutu Kakek dalam hati menahan kesal.
"Kakek memang selalu mengerti aku" kata gadis itu sambil tersenyum manis memamerkan gigi putihnya yang rapi.
"Sudahlah kamu istirahat sana" kata Kakek menyuruh Alexi untuk istirahat.
"Baiklah Kakek juga lebih baik segera kembali ke kamar untuk istirahat kakek sudah tua butuh istirahat banyak" kata Alexi lalu segera berlari ke arah Lift untuk naik ke lantai 2.
"Anak itu Dia menghinaku atau mengejek ku" Batin kakek merasa tertekan akan kelakuan Bar-bar Alexi.
"Tuan Besar lebih baik anda kembali ke kamar ini sudah sangat larut" kata Pria yang tadi menjemput Alexi.
"Ini juga mau ke kamar Bimo" kata Kakek itu menatap kesal pria yang bernama Bimo itu.
"Nggak cucu,Nggak bawahan, sama saja selalu menindasku" gerutu Kakek di sela-sela jalannya.
"Tuan besar akan berubah hangat dan cerewet bila ada Nona muda. Saya harap Tuan besar akan selalu seperti itu dan Nona Alexi semoga segera menggantikan Tuan besar agar Tuan besar bisa pensiun dan bersantai di masa tuanya" batin Bimo menatap sendu pria Tua yang merawatnya dari kecil sampai dewasa.
*****
"Huuuu setelah sekian lama aku menunggu akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku dan dendam Ayah kepada pria sialan itu." Guman Kenzo yang sedang membersihkan sisa-sisa darah di tubuhnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Kenzo langsung berjalan ke ranjang lalu naik dan merebahkan dirinya tanpa memakai pakaiannya terlebih dahulu karna biasanya Kenzo memang tidur tidak memakai atasan.
"Alisya dimana pun kamu berada semoga kamu baik-baik saja. Cepat kembali karna aku akan selalu menunggumu" Guman Kenzo sebelum menutup mata untuk menuju alam mimpi.
Mentari pagi begitu dengan semangat menunjukan Sinarnya menyinari bumi. Cahayanya yang begitu hangat memasuki setiap sela-sela Gorden hingga sinarnya mengusik tidur seseorang.
"Hoaaam" Kenzo menggeliat dengan pelan lalu dengan malas membuka matanya. Kenzo bangun lalu duduk bersandar di ranjang setelah merasa sudah sadar sepenuhnya Ia lantas beranjak turun lalu berjalan ke kamar mandi.
Tidak lama setelah itu Kenzo keluar dengan hanya menggunakan handuk lalu berjalan ke walk in close lalu memilih pakaian, jam, dan sepatu setelah selesai Kenzo menuju meja rias untuk menyisir rambutnya.
Tak
Tak
Tak
Bunyi suara sepatu Kenzo yang menuruni tangga satu persatu sampai di lantai satu ternyata Dirga sudah berdiri menunggunya disana.
"Kau sudah datang" tanya Kenzo datar.
"Sudah Tuan. apa kita langsung berangkat" Jawab Dirga yang langsung bertanya kepada Kenzo.
"Sarapan bersama ku" kata Kenzo berjalan menuju meja makan di ikuti Dirga.
Setelah selesai makan Kenzo dan Dirga segera berangkat ke kantor sampai di kantor Kenzo langsung masuk ke perusahaan dengan wajah Datar tanpa ekspresi andalannya.
"Selamat pagi Tuan"
Para Karyawan memberi hormat kepada Bos mereka Namun Kenzo hanya berjalan acuh melewati mereka
******
Sedangkan di tempat lain seorang gadis masih tertidur lelap tanpa terganggu sedikitpun dengan cahaya matahari yang masuk di kamar miliknya.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Non.....Nona muda" panggil pelayan mengetok-ngetok pintu kamar Alexi Namun tak ada sahutan dari dalam.
Tok
Tok
"Non....Nona mudah bangun....."
"Nona muda....Tuan besar sudah menunggu di meja makan Nona muda"
Karna tak ada sahutan dari Alexi pelayan itu hanya bisa mengelus dada lalu pergi meninggalkan kamar Nona Mudanya.
"Tuan...."
"Belum bangun juga" Kakek bertanya dengan santai sambil meminum tehnya.
"belum Tuan bahkan tak ada sahutan sama sekali Tuan" kata Pelayan itu sambil menundukkan kepalanya dalam menyembunyikan tawa yang akan sebentar lagi terlepas mengingat bagaimana susahnya Nona mudanya itu di bangunkan.
"Ah sudahlah dia memang seperti itu tidak pernah berubah. Entah bagaimana nasib pria yang akan menjadi suaminya kelak"kata Kakek sambil menghela napas mengelus dada sabar karna kebiasaan cucunya itu tak pernah berubah sampai sekarang.
"Jika tidak ada yang mau dengannya aku akan menjodohkannya dengan kamu Bimo" kata Kakek enteng membuat Bimo yang sedang minum kopi langsung tersedak.
Uhuk Uhuk uhk
"A....apa Jo... jodohkan" Tanya Bimo memastikan pendengarannya masih berfungsi dengan baik.
"Iya jodohkan denganmu, kamu mau kan?" tanya Kakek menatap tajam Bimo sedangkan Bimo hanya bisa membalas dengan senyuman kamu bukan kaku lebih tepatnya tertekan karna ide Kakek untuk menjodohkan dirinya dengan Nona Mudanya.
Bukan perkara Cantik, karna Nona Mudanya cantik malahan sangat Cantik paling tercantik dari semua wanita yang pernah Bimo temui hanya saja Nona Mudanya itu sangat suka Tidur dan sangat susah untuk di bangunkan.
Pernah satu hari mension mereka di serang pada malam hari bahkan asik baku tembak pun tak bisa di hindari tapi Nona Mudanya itu tak terganggu sama sekali dengan dentingan peluru hingga untuk menyelamatkannya Bimo sampai harus membuka paksa kamar Nona mudanya itu lalu menyiramnya dengan air baru bangun Tapi sekali bangun bagai singa yang mengamuk ia membabat habis semua musuh hanya mengandalkan satu samurai dengan bermodalkan baju tidur kelinci lucu tanpa anti peluru.
Mengingat itu Bimo seketika terkekeh lucu, Terkadang Nona mudanya akan terlihat Arogan, kadang sombong, Kadang pula Egois, kadang Lucu, kepribadian Nona mudanya itu sangat sulit untuk di tebak.
"Mana tahan aku hidup bersama Nona muda. bagaimana nanti jika kami memiliki anak maka dapat di pastikan aku yang akan menjadi ibu untuk anakku sedangkan dia akan menjadi Ayah" Kata Bimo dalam hati sbil membayangkan dirinya bergadang tiap malam lalu mengganti popok, memandikan, dan terakhir menyusui membuat Bimo langsung tersentak dan langsung berteriak.
"TIDAK....." teriak Bimo spontan membuat Kakek langsung menatapnya Tajam.
"Apanya yang tidak? kamu menolak perjodohan kamu dan Cucuku ha...." tanya Kakek menatap tajam bawahan kepercayaan dirinya.
__ADS_1
"Bu...bukan se..seperti...." perkataan Bimo terhenti karna suara teriakan nyaring di tangga.
"APA....KAKEK MAU MENJODOHKAN AKU DENGAN BIMO"