Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Mengambil Alih perusahaan 2


__ADS_3

"Dasar anak pembawa sial" teriak Edric murka.


"Bukan saya yang pembawa sial tapi kalian yang pembawa sial datang membawa petaka untuk saya" balas Alisya datar dan dingin


Deg


Dengan menahan amarah Edric langsung berjalan keluar sampai di luar ia berpapasan dengan sekretaris pribadinya. terlihat sekretaris pribadinya itu hanya menunduk sebentar lalu masuk ke dalam ruangan CEO yang dulunya adalah ruangan miliknya sekarang ruangan itu menjadi milik putri yang di bencinya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" teriak Alisya.


Ceklek


"Nona" Pria itu menundukkan kepala sebentar sebagai tanda hormat.


"Kamu sekretaris Tuan Edric" tanya Alisya menatap intens pria di depannya.


"Benar Nona, saya Galang sekretaris pribadi Tuan Edric" jawab pria itu yang bernama Galang.


"Jadi?"


"Jadi apa Nona" tanya Galang gugup karna di pandang Alisya seintens itu.


"Anda bekerja dengan saya atau anda bisa mengikuti Tuan anda yang sudah lebih dulu di tendang di perusahaan ini" Alisya bertanya dengan santai sambil memainkan kuku panjangnya.


"Di tendang" beo Galang kaget dan tak percaya.


"Iya Tuan Edric sudah tidak bekerja lagi di perusahaan ini karna mulai sekarang perusahaan ini akan di ambil alih oleh Nona Alisya " jelas Maya yang menerima kode dari Alisya.


Mendengar itu Galang langsung terdiam di tempat. dia baru bekerja di perusahaan ini baru sekitar 2 bulan lalu kalau dia di pecat maka dia akan mencari kerja lagi.


"Saya akan bekerja dengan anda Nona" kata Galang setelah lama diam.


"Anda yakin" tanya Maya.


"Yakin Nona" jawab Galang tegas.

__ADS_1


"Kalau begitu selamat bergabung" ucap Maya mengulurkan tangannya untuk bersalaman yang langsung di sambut oleh Galang.


"Selamat datang di mereka Tuan" lanjut Maya tersenyum samar menatap horor Alisya yang hanya duduk santai.


"Pergilah kumpulankan semua karyawan di perusahaan ini untuk berkumpul di pantai bawah. ingat semua karyawan itu termaksud dengan para OB" tekan Maya


"Terimah kasih Nona" Galang segera berjalan keluar dengan terburu-buru untuk melakukan perintah Bos.


"Kenapa musti aku sih yang jadi sekretaris kamu? kamu tahu kan aku juga sibuk belum lagi aku lagi rencana mau buat restoran baru lagi. Kau malah Enak-enak nyuruh sana sini. aku ini pemilik restoran terkenal di kota ini tapi kau malah mengajak aku untuk menjadi sekretaris mu sungguh miris" gerutu Maya namun Alisya hanya diam membuat Maya tambah kesal.


"Alisya aku lagi ngomong sama kamu tau!" lanjut Maya.


"Ini hanya sementara Maya. sebentar lagi kamu akan kembali ke aktivitas kamu biasanya" kata Alisya.


"Awas saja kalau aku benaran jadi sekretaris pribadi kamu selamanya bisa mati muda aku" ungkap Maya dramatis.


"Jadi rencana kamu yang kedua kita jalanin bentar malam?" tanya Maya.


"Ya sebar video itu dan besoknya kita akan menyaksikan tontonan menarik" kata Alisya dengan seringaian licik di bibirnya.


"Penderitaan mu sedikit demi sedikit sedang menghampirimu wahai saudari kembar ku tercinta dan aku sudah tidak sabar melihat kau menangis di bawah kakiku. hahaha" tawa jahat nan licik Alisya memikirkan rencananya yang pasti akan berjalan mulus.


Sedangkan di tempat lain Edric lagi lagi harus menelan kembali amarahnya saat sampai di rumah masih jauh-jauh ia sudah mendengar teriakan wartawan meneriaki Alexa dan meminta gadis itu untuk keluar.


"Sial.... kenapa harus ada wartawan disini. entah bagaimana keadaan Alexa sekarang ini semua karna anak pembawa sial itu" kata Edric ikut menyalahkan Alisya.


Dengan hati-hati Edric keluar dari mobil lalu berjalan memutar ke belakang. karna kerumunan wartawan Edric terpaksa mengambil jalan belakang yang biasa di lalui oleh para pelayan.


"Huuuu. akhirnya sampai" Edric menarik napas lega karna akhirnya bisa masuk ke dalam mension walau harus melewati jalan di belakang.


"Lho mas sudah pulang" Reva yang baru saja turun di lantai satu langsung kaget melihat suaminya sudah ada di rumah dan di tambah penampilan Edric yang rambut acak-acakan, dasi miring, lengan kemeja yang di lipat.


"Mas sudah tidak bekerja lagi di perusahaan" kata Edric mendudukkan pantatnya di sofa dengan kasar.


"Kok bisa" teriak Reva kaget langsung mengikuti Edric lalu duduk di samping suaminya.


"Alisya mengambil alih perusahaan" kata Edric menahan amarah.


"APA...." teriak Reva spontan berdiri. "Lalu kita bagaimana Mas" lanjut Reva.


"Mas tidak tau. Besok Mas akan cari pekerjaan dulu" kata Edric.

__ADS_1


"Cari pekerjaan apa Mas? di usia Mas yang sekarang akan sangat susah mencari kerja Mas" teriak Reva frutasi bagaimana bisa hidup mereka yang bergelimang harta menjadi seperti ini hanya dalam sekejap.


"Mau gimana lagi. aku tidak Sudi bila harus kerja di bawah perintah anak pembawa sial itu" balas Edric.


"Tapi aku gak mau hidup miskin Mas." pekik Reva.


"KAMI KIRA AKU JUGA MAU HA...PULANG KE RUMAH BUKANNYA TENANG MALAH TAMBAH PUSING" bentak Edric pergi meninggalkan Reva yang berdiri mematung.


Reva mematung menatap punggung Edric yang mulai menjauh. selama pernikahan tak pernah sedikitpun Edric membentaknya tapi hari ini Edric melakukannya.


"Ini semua Karna kamu Alisya. karna kamu aku harus kehilangan kekuasaan dan pekerjaanku dasar pembawa sial" umpat Reva yang semakin membenci putrinya itu.


Tanpa Reva dan Edric pertengkaran mereka berdua di lihat seseorang bahkan orang itu merekam adegan dimana Reva dan Edric cekcok.


"Nona pasti senang dengan hadiahku" guman sosok itu dengan seringai menghiasi sudut bibirnya. sosok itu lalu membalik tubuhnya dan pergi menuju dapur.


Di perusahaan kini Alisya berdiri di depan semua karyawan perusahaan.


"Sudah semua Nona" ujar Galang menunduk hormat kepada Alisya yang hanya diam menatap satu persatu wajah karyawan.


Alisya lalu maju selangkah di depannya lalu berkata.


"Dengan saya baik-baik" kata Alisya tegas.


"MULAI HARI INI SAYA YANG AKAN MENGAMBIL ALIH PERUSAHAAN INI" ucap Alisya lantang.


kerumunan itu mulai bisik-bisik namun hanya beberapa detik lalu menoleh kepada Alisya.


"Selamat datang Nona Alexa" ucap mereka serentak. mendengar itu Alisya tersenyum sinis dalam diam.


"ALISYA ARKANA DEMIAN ADALAH PEMIMPIN KALIAN YANG SEKARANG BUKAN ALEXA BRIANA BEATRIX" tekan Alisya menatap tajam semua orang hingga mereka hanya bisa menunduk dengan bahu yang bergetar.


"Selamat datang Nona Alisya" ucap mereka lagi serentak.


"Ku harap pergantian pemimpin tak membuat kinerja kalian menurun karna jika itu terjadi saya tak segan-segan memecat orang yang merugikan perusahaan" kata Alisya dengan tegas.


"Lalu bagaimana dengan sekarang Nona perusahaan ini sudah di ujung tanduk?" ucap dari salah satu dari mereka membuat Alisya tersenyum tipis.


"Tidak ada kebangkrutan karna perusahaan XU A'AD Group bersedia bekerja sama dan memberi pinjaman kepada Beatrix Company. jadi saya tidak akan ada kebangkrutan" jawab Alisya tegas.


"Saya rasa Cukup sekarang silahkan bubar dan kembali ke pekerjaan masingmasing." perintah Alisya membuat kerumunan membubarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2