Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Terlambat 2 menit


__ADS_3

"Kita tunggu disini sampai Tuan Kenzo datang agar kita bisa masuk ke dalam" Kata Leon dengan lembut


"APA" teriak Alexa.


"Iya sayang. kita tunggu Tuan Kenzo agar kita bisa masuk ke dalam dan bicara kepada Alisya." kata Leon membuat Alexa langsung membulatkan kedua matanya.


"Kita pergi saja ya, Aku takut dengan tuan Kenzo" Cicit Alexa.


"Tenang saja. ada aku, aku akan menjagamu." Ucap Leon berusaha menyakinkan Alexa.


"Astaga bagaimana ini... Leon tidak boleh bertemu dengan Kenzo bisa-bisa semua rencana ku berantakan. Jika aku sudah mendapatkan Kenzo seutuhnya aku tak perlu mempertahankan Leon tapi saat ini aku masih membutuhkan Leon" kata Alexa dalam hati mulai gelisah.


Leon mendudukkan dirinya di sebuah kursi tunggu di depan ruang Alisya di ikuti oleh Alexa.


"Sial. Ayo Alexa cepat berfikir bagaimana cara agar Leon segera pergi dari sini. Ayo ayo ayo" Batin Alexa Frutasi memikirkan caranya agar dia bisa mencegah Leon dan Kenzo bertemu.


"Sayang apa yang kau lakukan" Seru Leon menangkap tangan Alexa.


"Eh apa" kaget Alexa karna Leon.


"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah memukul kepala kamu sendiri" tanya Leon.


"Itu...itu karna kepala aku sedikit pusing" jawab Alexa gelagapan karna pertanyaan Leon.


"Pusing" beo Leon.


"Pasti karna Alisya Tadi-kan" tanya Leon lagi mengelus lembut kepala Alexa penuh sayang.


"Hm mungkin karna Alisya narik rambut aku kekencangan soalnya kepala aku di benturin sisi brankar" Cicit Alexa seolah-olah Ia tidak ingin ada orang yang mengetahuinya tapi Leon bisa mendengar itu. Nafas Leon memburu tanda menahan amarah karna penuturan Alexa tadi dan itu yang di inginkan Alexa.


"Kamu akan semakin sakit dan menderita bila orang yang kamu cintai sendiri semakin membencimu Adikku sayang" kata Alexa dalam hati tersenyum miring.


"Dia semakin Liar saja" kata Leon sinis.


"Leon kita kembali saja ke ruangan Daddy kepala aku pusing" kata Alexa memijit kepalanya sambil menutup mata.


"Yasudah kita kembali saja ke ruangan Om soal Alisya nanti aku yang urus kamu tenang saja selama masih ada aku Alisya tidak akan bisa menyakiti kamu lagi karna aku akan menjadi pelindung untuk wanita cantikku ini" kata Leon mengelus lembut pipi Alexa yang memerah.


"Pasti sakit ya" Tanya Leon.


"Sudah nggak sakit kok. Ayo cepat kembali aku ingin memeluk Daddy" kata Alexa sambil matanya menatap lorong rumah sakit dengan gelisah.


"Yasudah kamu aku gendong yah" Kata Leon karna beranggapan Alexa benar-benar pusing karna melihat Alexa yang gelisah di tambah lagi dari awal Leon tau kalau Alexa itu lemah.

__ADS_1


"Terserah kamu" jawab cepat Alexa.


"Aku harus cepat membawa Leon pergi dari sini sebelum Kenzo datang" batin Alexa.


Mendengar jawaban Alexa dengan semangat Leon berdiri lalu Menggendong Alexa alah bridal style dan berjalan menuju ruang VIP tempat Edric di rawat.


Baru saja 2 menit Leon pergi terlihat Kenzo yang berjalan dengan wajah datar dan dingin andalannya menuju ruangan Alisya.


"Apa ada yang datang" Kenzo bertanya dengan Nada datar dan dingin kepada kedua bodyguard yang sedang bertugas menjaga di depan pintu ruang Alisya.


"Seorang pria dan gadis mudah datang ingin masuk namun kamu berhasil menghentikannya Tuan" Jawab Bodyguard itu dengan kepala tertunduk.


"Bagus" kata Kenzo singkat lalu masuk ke dalam.


Sampai di dalam mata Kenzo langsung di suguhkan dengan pemandangan gadis cantik yang nampak tidur pulas di atas ranjang rumah sakit.


Kenzo mendekat ke arah Alisya tangannya terulur untuk menyingkirkan rambut yang menghalangi kening Wanitanya terlihat. Kenzo dengan berani menundukkan kepalanya lalu mencium dan mengecup bibir Alisya tapi tampaknya Alisya tak terganggu sama sekali membuat Kenzo terkekeh geli.


"Dasar tupai pemalas" Guman Kenzo.


Kenzo lalu meletakkan sebuah box di atas meja samping Brankar Alisya lalu kembali menghampiri Alisya yang masih asyik dengan tidurnya padahal ini sudah jam 9 pagi tapi Alisya belum juga membuka matanya.


"Sayang bangun" Kata Kenzo namun Alisya nampak tak bergerak sama sekali.


"Sayang Bangun" Kali ini Kenzo sedikit meninggikan suaranya namun masih hasil yang sama.


"Astaga kenapa dia sangat susah di bangunkan" Batin Kenzo Frutasi mengacak rambutnya kasar.


"ALISYA" panggil Kenzo datar bin dingin tapi Alisya belum juga bangun jangankan bangun bergerak saja tidak membuat Kenzo geleng-geleng kepala.


Satu fakta yang ia ketahui dari Alisya ternyata ia Ratu tidur. dengan perasaan yang campur aduk Kenzo mengotak atik ponsel canggih miliknya lalu.


"Hallo"


"Kemari SEKARANG" perintah Kenzo langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Tut


Tut


Tut


"Astaga Tuan kebiasaan sekali seenak jidatnya memutuskan telfonnya. tadi dia tidak mengizinkanku untuk mengikutinya lalu kenapa lagi dia menyuruhku untuk datang kesana" Gerutu seorang pria yang baru saja keluar dari mobil mewah itu yang tak lain dan tak bukan adalah Dirga.

__ADS_1


Drett Drett


"Apalagi" Dengan kesal Dirga melihat ponselnya ternyata pesan dari Tuannya yaitu Kenzo. dengan perasaan dongkol Dirga membuat pesan itu lalu kedua matanya melotot hampir keluar dari tempatnya.


"Bos Edan, Kejam,tak berperasaan pula" Umpat Dirga sambil berlari kencang di lorong rumah sakit.


Brak....


"Tu...tuan A...ada Aa...apa" tanya Dirga dengan Nafas tersengal-sengal menatap atasannya.


"Hubungi wanita itu" kata Kenzo lebih tepatnya perintah Kenzo kepada Dirga.


Dirga yang masih mengatur napasnya langsung mengernyitkan Alis mendengar Kenzo menyebut Wanita itu. wanita yang mana pikir Dirga menatap aneh Tuannya itu.


"Wa...wanita yang ma..mana Tuan" tanya Dirga yang masih tersengal-sengal.


"Wanita itu. sahabat Alisya"


"Untuk apa Tuan"


"Telfon saja lalu tanyakan bagaimana membangunkan Alisya"


"Hanya itu Tuan"


"APALAGI"


"Tidak"


"Hanya karna itu Tuan sampai memanggilku kemari bahkan hanya dengan waktu 3 menit hingga membuatku lari-lari seperti seorang suami yang mencemaskan istrinya yang akan melahirkan. hanya perkara telfon kenapa tidak Tuan minta nomor Nona Maya kenapa juga harus saya." Celoteh Dirga dalam hati menahan kesal Karna merasa di permainkan oleh Kenzo.


permainkan? dari awal Tuannya itu selalu mempermainkannya bahkan kerja saja harus 24 jam di dekat Tuannya hingga banyak orang yang berasumsi mereka adalah pasangan Gay namun selama ini baik Kenzo maupun Dirga tidak ada yang membuka suara akan hal itu. akibatnya banyak orang yang berfikir dan percaya kalau mereka itu Gay padahal kenyataannya tidak.


"DIRGA" Sentak Kenzo menahan amarah karna Asistennya itu rupanya tak menjalankan perintahnya.


"I...ya Tuan" Dirga menjawab dengan tubuh menggigil ketakutan melihat sorot mata tajam Kenzo


"Telfon" perintah Kenzo dengan suara rendah.


"Ini juga sudah telfon, Tuan saja yang tidak sabaran" Omel Dirga


******


*Gunakan Kritikan MEMBANGUN bukan MENJATUHKAN.

__ADS_1


SALING MENGHARGAI ITU INDAH*!


__ADS_2