
Beberapa jam berlalu malam telah berganti hari, bulan berganti matahari. sinar matahari yang sedikit panas tepat mengenai wajah sosok yang masih tertidur lelap terbungkus akan selimut itu.
Awalnya sosok itu tenang-tenang saja dalam tidurnya hingga tiba-tiba ia mulai menggeliat dan mengelus-elus bahunya yang terasa panas karna sinar matahari.
"Ssst ini kenapa panas sih" gerutu sosok itu yang sedikit demi sedikit menggerakkan kelopak matanya hingga terbuka pelan menjadi terbuka sempurna.
"Hoooam.... ini jam berapa" Guman sosok itu yang tak lain adala Alisya yang langsung bangun lalu duduk di kepala ranjang merenggangkan kedua tangannya hingga terdengar seperti temukan tulang.
"Jam 9 pantas sinar matahari panas" guman Alisya yang bergerak pelan turun dari ranjang karena hanya berjaga-jaga dia tidak ingin terjatuh lagi di lantai sama seperti waktu itu.
"Eh kok nggak sakit ya" Kat Alisya yang bergerak cepat tapi ia tidak merasakan sakit di area **** * nya bahkan tubuhnya terasa bugar.
"Aneh"
"Ini Kenzo kemana lagi? atau mungkin dia keluar sebentar" kata Alisya yang beranjak akan ke kamar mandi namun terhenti saat melihat kertas kecil di atas nakas meja.
*Selamat pagi istri ku❤️ aku izin keluar sebentar ya tadinya aku ingin membangunkan mu tapi nggak jadi karna kamu tertidur cukup nyenyak. Tunggu aku istriku aku tidak akan lama kok.
I love you more Istriku😘*
"Apa-apaan ini kenapa Kenzo menjadi lebay seperti ini. dimana Kenzo yang dingin dan kaku itu. tapi aku bersyukur dia hanya seperti itu padaku saja. ku harap Tuhan merestui kebahagiaan kami" doa Alisya.
Tak mau ambil pusing memikirkan Kenzo sang suami keluar dimana Alisya langsung menuju kamar mandi dia benar-benar ini berendam di air hangat sekarang.
Sampai di kamar mandi Alisya mengernyit bingun dengan mata menyipit saat melihat bathub sudah terisi bahkan masih hangat yang langsung Alisya yakini jika yang menyiapkan semua ini pasti suami tercintanya siapa lagi jika bukan Pak Kenzo yang ganteng.
Alisya melepaskan handuknya lalu masuk ke dalam bathtub merilekskan otot dan tubuhnya. setelah berendam beberapa menit Alisya memutuskan untuk menyudahi semuanya.
Alisya berdiri dari bathub lalu melanjutkan membersihkan diri sampai bersih setelah itu baru keluar dari kamar mandi.
"Terpaksa pinjam baju habby lagi karna pakaian di lemari ku nggak ada akhlak semua" Guman Alisya yang langsung menyambar kemeja hitam sang Suami untuk dia pake.
Sedangkan di tempat lain di sebuah mol besar Kenzo berjalan dengan gagah menuju berbagai tempat seperti pakaian wanita, aksesoris wanita, toko perhiasan, sepatu dan sendal wanita, bahkan toko yang khusus menjual Daleman dia masuk.
__ADS_1
Kenzo berjalan dengan memasang wajah datar layaknya tembok namun dalam hatinya ia begitu senang bisa membelanjakan pakaian dan kebutuhan istrinya nanti.
Pakaian Alisya memang ada dan di bawah di Korea hanya saja saat Kenzo melihat jika baju itu sudah di pake bahkan sampai berulang kali seperti 3 kali Kenzo langsung menyangkut semuanya Akku ia membuangnya ke tempat orang yang butuh sampah.
Oleh karena itu Kenzo datang di mall untuk membelikan pakaian istrinya tanpa Kenzo ketahui merasakannya telah di perhatikan seorang wanita paruh bayang yang berada tidak jauh dari belakangnya.
"Dia disini? aku harus cari tau dimana dia tinggal" Guman wanita paruh baya itu yang membuka tasnya lalu merogoh ponsel miliknya.
"Hallo, aku punya tugas untuk mu"
"Cari tau dimana tempat tinggal orang yang potretnya telah ku kirim"
"Mereka berada di Korea segeralah bergerak dia berada di mall terbesar aku akan mengikutinya diam-diam kamu cepat kemari"
"Baik aku tunggu"
Tut
Tut
Tut
"Akhirnya tanpa aku cari tau dia muncul sendiri" kata wanita paruh baya itu dalam hati sambil tersenyum aneh.
"Untuk apa anak itu ke toko perhiasan" ucap Wanita paruh baya itu yang terus mengikuti dan mengawasi pergerakkan Kenzo.
"Bungkus ini dan ini" kata Kenzo menunjuk sebuah Cincin berlian dan gelang yang di kelilingi mutiara.
"Untuk cincin 800juta dan gelang 500juta" ucap orang yang menjaga perhiasan itu.
Tanpa banyak bicara Kenzo segera mengeluarkan kartunya laku meletakkannya di di depan orang itu.
"Perhiasan itu begitu cantik dan mahal harusnya untuk aku bukan untuk anak buangan itu" umpat wanita paruh baya itu dengan tangan mengepal.
__ADS_1
"Aku harus bertindak dengan memisahkan mereka segera enak sekali wanita miskin dan anak buangan sepertinya menikmati harta milik Kenzo yang harusnya milik ku" desis wanita paruh baya itu.
Karna tak tahan lagi Wanita paruh baya berjalan ke arah Kenzo namun baru beberapa langkah wanita itu kembali menghentikan langkah kakinya sambil berpikir ulang.
"Tidak... aku tidak bisa gegabah dalam bertindak. aku harus sabar aku tidak boleh muncul di hadapannya untuk saat ini. aku harus terlihat benar-benar mencari ya yaitu dengan cara datang ke negara itu memang. selain itu aku harus mencarikan pendamping yang sederajat bukan malah anak buangan seperti wanita miskin itu" kata Wanita paruh baya itu dalam hati menimang-nimang keputusan apa yang harus dia ambil.
"Nyonya..."
Sedang asyik melamun tiba-tiba lamunan wanita paruh baya itu buyar saat ada seorang pria tiba-tiba datang langsung mengagetkannya.
"Apa kamu tidak bisa datang baik-baik ham..?" bentak Wanita paruh baya itu dengan suara rendah takut nanti Kenzo mendengarnya.
"Maaf Nyonya. mana orang yang harus saya ikuti" tanya pria itu.
"Itu Pria yang sedang memegang beberapa paber bag di tangan nya kamu ikuti dan cari tau dimana dia tinggal" titah sang Wanita paruh baya.
"Baik Nya" pria itu segera berjalan mengikuti Kenzo saat Kenzo keluar dari toko perhiasan.
Sedangkan wanita paruh baya itu tengah tersenyum licik entah apa dan rencana apalagi yang dia pikirkan hanya wanita itu dan Tuan yang tau.
"Sebentar lagi.....sebentar lagi aku akan bertambah kaya raya sedangkan wanita miskin itu akan segera aku singkirkan jika dai tidak mau maka aku terpaksa menghabiskannya" kata Wanita paruh baya tersenyum licik yang langsung pergi dari situ.
sedangkan di sisi Kenzo, Kenzo dengan langkah lebar dan terkesan buru-buru berjalan cepat menuju pintu keluar dari mall. sampai di mobil tanpa ba-bi-bu Kenzo segara masuk ke dalam mobil dan meletakkan belanjaannya di jok belakang bagian penumpang.
dengan bibir yang melengkung ke atas membentuk sebuah bulan sabit yang terlihat seperti sebuah senyum tipis Kenzo segera menghidupkan mobil lalu menginjak gas pergi meninggalkan area mall
5 menit kemudian Kenzo telah sampai di hotel tempat ia dan Alisya menginap. Kenzo segera turun lalu mengambil belanjaannya. setelah selesai Kenzo segera masuk ke dalam hotel masuk ke dalam lift lalu menuju ke lantai kamar mereka.
Ting
Kenzo keluar dari lift lalu berjalan beberapa meter ke depan hingga sampai di kamar nomor 555 yang merupakan kamar mereka.
Ceklek
__ADS_1