Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Pesta dan kemunculan Alisya


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Alexa dan Alisya. kedua saudari itu telah merencanakan rencana masing-masing untuk saling menjatuhkan satu sama lain.


"Alisya hari ini adalah kamu akan menyaksikan lagi orang yang kamu cintai menjadi milikku" kata Alexa tersenyum licik.


"Sayang....ayo turun para tamu sudah menunggu kamu di bawah" kata Reva menghampiri Alexa yang masih sibuk mengoleskan lipstik di bibirnya.


"Bagaimana Mom apa aku cantik" tanya Alexa dengan mengembangkan senyum termanisnya.


"Sangat sangat cantik putri Mommy memang selalu yang tercantik" puji Reva membelai rambut Alexa.


"Sudah ayo turun" lanjut Reva menuntut Alexa untuk turun di lantai bawah tempat di dilaksanakannya pesta ulang tahun Alexa yang ke 21 tahun.


Sampai di lantai bawah Edric langsung menyambut kedatangan istri dan putri tercintanya itu.


"Sayang kamu sangat cantik" kata Edric memuji Alexa.


"Alexa kamu sangat cantik malam ini" ucap Leon tiba-tiba muncul di belakang Edric.


"Terima kasih Leon" kata Alexa bangga karna kecantikannya mampu membuat mata hampir semua pria menoleh ke arahnya.


"Aku yakin Kenzo akan segera jatuh di pelukanku" batin Alexa bangga.


"Ayo kita kesana! sebentar lagi acara akan di mulai" kata Edric membawa Alexa ke depan panggung kecil.


"Kamu tunggu disini Daddy akan naik memberi sambutan dulu untuk para tamu" kata Edric.


"Dad jangan dulu umumkan acaranya, masih ada seseorang yang harus aku tunggu kedatangannya" kata Alexa dengan senyum miring.


"Baiklah" kata Edric naik di panggung.


"EHEM. Selamat malam semuanya" Ucap Edric membuat semua para tamu menoleh ke arahnya.


"Pertama-tama saya ucapkan terimah kasih kepada para tamu yang hadir karna meluangkan waktu untuk datang ke pesta ulang tahun putri sayang yang 21 tahun. Silakan nikmati pestanya." kata Edric


Prok prok prok


Para tamu segera memberikan tepuk tangan sebagai tanda menghargai kepada Edric namun tiba-tiba ruangan itu langsung senyap saat seorang pria masuk dalam ruangan dengan tenang.


"Tuan Kenzo" pekik beberapa orang terutama wartawan yang langsung mengarahkan kameranya kepada Kenzo.


Crek


Crek


Crek

__ADS_1


Cahaya kamera terus menyorot Kenzo yang hanya acuh dan memasang wajah datar menatap tajam orang-orang di sekitarnya.


"Jika bukan karna Wanitaku, aku tidak akan pernah sudi menghadiri acara menjijikan seperti ini"


Kenzo sangat membenci suasana yang ramai apalagi jika ada dengan para wartawan yang menurutnya kerja mereka hanya mencari urusan hidup orang lain.


Namun demi Alisya wanita pujaannya, Kenzo dengan terpaksa menghadiri acara Menjijikan ini apalagi Alisya menjanjikan akan ada pertunjukan menarik yang dia lakukan.


"Orang-orang ini selalu mencari masalah dengan Tuan. dan Tuan juga bukannya tidak menyukai keramaian apalagi acara seperti ini tapi kenapa malah Tuan datang di tambah lagi untuk apa anggota 20 orang yang menyamar itu" batik Dirga bertanya-tanya melirik anggota yang menyamar menjadi pelayan.


"Tuan Kenzo" Tiba-tiba saja Alexa muncul di depan Kenzo membuat wajah datar Kenzo semakin datar sedangkan para tamu dan wartawa semakin gencar bertanya-tanya ada hubungan apa Kenzo yang sangat dingin dan membenci keramaian itu mau menghadiri acara ulang tahun Nona muda Beatrix.


"Terimah kasih sudah mau menghadiri Undangan ku. mari Tuan, saya sudah menyiapkan tempat duduk anda" kata Alexa sengaja membesarkan volume suaranya membuat para tamu semakin ricuh.


Sedangkan di tempat lain dua orang gadis dengan santai menonton pertunjukan menarik yang di lakukan oleh Alexa.


"Dasar ulat keket. harusnya dari dulu kamu membalas dendam Alisya" gerutu Maya menatap tajam Leptop di depannya.


"Lihat bahkan dengan terang-terangan ulat keket itu menggoda Tuan Kenzo" lanjut Maya yang semakin kesal melihat tingkah Alexa yang menurutnya tidak tahu malu.


"Ingin sekali aku mencakar wajah tebalnya itu. Berpura-pura polos dan tak berdaya nyatanya hatinya bagaikan bangkai"


"Lihat Alisya berani sekali Nenek lampir itu menggandeng lengan Tuan Kenzo" pekik Maya menunjuk-nunjuk layar leptop.


"Ingatkan aku untuk memotong jari-jari itu yang telah berani menyentuh milikku" kata Alisya datar dengan kepalan tangan yang menguat menatap tajam tangan Kenzo yang dengan berani menyentuh lengan Kenzo walau terhalang oleh jazz.


"Sebentar lagi" kata Alisya menatap tajam Alexa yang sudah naik di atas panggung untuk memotong Kue ulang tahun yang bertingkat-tingkat.


"Bersiaplah aku akan turun" kata Alisya menekan earphone di telinganya lalu berjalan keluar di ikuti oleh Maya.


Sedangkan di bawah Alexa sudah siap-siap untuk memotong kue di depannya.


"Ayo sayang potong Kuenya setelah itu berikan potongan pertama kepada orang terkasih kamu" kata Reva mengelus bahu terbuka Alexa.


Alexa hanya tersenyum lalu melirik Kenzo yang hanya duduk diam di tempatnya menatap dirinya membuat Alexa seketika tersipu malu.


"Ayo sayang" ucap Edric.


Alexa mengangkat pisau pemotong kue hingga kamera langsung menyorot padanya.


Prok prok prok


"Anak kesayangan merayakan ulang tahun dengan meriah sedangkan putri yang lain di lupakan" Ucap Alisya dengan santai berjalan ke arah Alexa yang sedang menatap tajam dirinya.


Karna suasana lagi sunyi otomatis ucapan Alisya di dengan begitu jelas oleh semua orang hingga membuat suasana seketika ricuh.

__ADS_1


"Alisya" Guman Alexa Reva dan Edric sedangkan Leon yang sedari tadi berada di sisi Edric langsung mengernyitkan alis.


"Bukankah kata Alexa, Alisya sedang liburan di luar negeri kenapa bisa disini" batin Leon menatap bingun ke arah Alexa dan Alisya secara bergantian.


"Alisya kau...."


"Selamat ulang tahun saudari kembar ku tercinta" Ucap Alisya lantang.


"Saudari kembar?"


"Bukankah keluarga Beatrix hanya punya satu putri kenapa bisa muncul gadis lain?"


"Kalian tidak mendengar jika yang itu anak kesayangan dan yang ini anak buangan"


"Kasian sekali"


Alisya tersenyum miring mendengar bisikan para tamu namun berbeda dengan Edric dan Reva yang mukanya sudah pucat. mereka memang hanya mengatakan jika hanya mempunyai satu orang putri sehingga di publik yang mereka tahu Keluarga Beatrix hanya punya satu putri yaitu Alexa Briana Beatrix.


"Sial. kenapa dia muncul di saat yang tidak tepat. harusnya aku tadi memerhatikan kondisi apalagi Kenzo tidak datang bersamanya" kata Alexa dalam hati menatap tajam Alisya.


"Alisya apa yang kamu katakan bukankah kamu sendiri yang tidak ingin di kenalkan di publik?" kata Alexa berjalan turun dari panggung dan mendekati Alisya


"Aku..."


"Bukankah Minggu lalu aku sudah mengatakan untuk mengadakan pesta ulang tahun bersama tapi kamu Malah kabur ke luar negeri?" potong cepat Alexa yang sudah berada di depan Alisya.


"Kabur sama seperti 3 tahun lalu begitu" kata Alisya ambigu membuat semua orang makin ricuh dengan kalimat ambigu yang di ucapkan Alisya.


"Apa maksudnya? kenapa dia membahas ini" batin Alexa yang di serang gelisah.


"Apa maksud mu Alisya" tanya Alexa menatap tajam Alisya seperti ingin menelannya hidup-hidup.


"Kapan aku pernah kabur keluar negeri? bukankah 3 tahun lalu kalian yang memaksaku keluar negeri?"


"Alisya apa yang aku katakan jelas-jelas kamu kabur karna tak ingin bertunangan dengan Leon" teriak Edric dari atas panggung berjalan cepat ke arah Alisya dan Alexa.


"Masuk perangkap" Alisya tersenyum miring melihat Edric yang sedang menahan amarah.


"Kata siapa aku tidak ingin bertunangan dengannya? bagaimana aku bisa menolak orang yang telah aku cintai dari kecil?" Ucap Alisya dengan menatap sendu Leon.


Deg


"Mencintaiku dari kecil" kata Leon dalam hati menatap Alisya yang kini matanya sudah berkaca-kaca.


"Aku begitu mencintai dan mendambakannya tapi kalian dengan tega merebutnya dariku lalu memberikannya kepada Alexa lalu mengirim aku dengan paksa ke luar negeri" teriak Alisya lantang.

__ADS_1


Dhuarrrrr


__ADS_2