
"Kata siapa? kamu tidak mengetahui bagaimana sifat keluarga Sward itu. mereka bahkan hampir sama dengan Edric itu. lagipula botol yang ku berikan tadi mempunyai efek samping yaitu penggunanya tidak akan pernah mengandung dengan kata lain mandul" pungkas Alisya.
",Waaaah bagus tuh tapi tetap aja nasibnya enak harusnya kamu basmi saja dia."
"Belum saatnya aku masih ingin bermain dengannya"
"terserah kau lah yang penting jangan sampai membahayakan kamu."
Setelah percakapan itu tidak ada lagi suara dalam mobil itu hingga mereka sampai di tempat Apartemen Alisya.
"Kalian pulanglah" kata Alisya langsung mengusir Kenzo dan Dirga tanpa mengajak mereka untuk mampir.
Alisya dan Maya berjalan masuk dalam gedung itu sedangkan Kenzo langsung memerintahkan Dirga untuk ke markas.
"Ke markas sekarang" perintah Kenzo.
Sampai di markas Kenzo langsung turun dari mobil lalu masuk ke dalam markas yang langsung di sambut oleh para anggotanya.
"Selamat malam Tuan" mereka semua menundukan kepalanya saat Kenzo berjalan melewati mereka.
Kenzo hanya berjalan acuh menuju ruang yang sudah pasti akan ada keberadaan orang akan dia cari.
Ceklek
"Sudah dapat?"
"Tuan" ketiga pria di dalam ruangan itu langsung membungkukkan sedikit badan mereka saat melihat Kenzo.
"Sudah Tuan. Namanya Clarissa Davison seorang model terkenal mempunyai sifat sombong dan locik" papar Ramos.
"Bagaimana dengan mu Kris?"
"Hampir selesai Tuan hanya tinggal beberapa lagi yang belum ku ciptakan" jawab Kris.
"Lalu bagaimana dengan bagian kamu Alvaro?"
"Hampir selesai Tuan hanya seperti yang di inginkan Nona Alisya saya masih harus menciptakan beberapa bom mini namun berskala besar tapi dengan bahan-bahan dari yang di berikan Nona Alisya semuanya terlihat lebih mudah" kata Alvaro.
"Bagus! kita harus mempersiapkan semuanya. Mungkin ini akan menjadi perang besar antar Mafia apalagi jika Black Dragon mempunyai sekutu yang lain" kata Kenzo yang membuat semua orang langsung bungkam.
Black Dragon saja sudah kuat walau tak sekuat anggota mereka tapi Black Dragon juga tidak bisa di anggap remeh apalagi jika mereka mempunyai sekutu yang lain entah bagaimana nasib mereka tapi mereka tidak akan mundur.
"Istirahatlah besok baru lanjut lagi." kata Kenzo membuat ketiga pria itu langsung tersenyum.
"Tuan memang terbaik" guman ketiganya namun senyum itu pudar mendengar kalimat Kenzo selanjutnya.
"Saya tidak ingin punya bawahan yang sakit membuatku repot dan menghilangkan uangku" lanjut Kenzo tanpa beban mengatakan itu.
__ADS_1
Wush
Bruk
Rasanya seperti habis di terbangkan di langit ke tujuh lalu di hempaskan ke dasar jurang paling dalam.
"Tuan tetaplah Tuan, Kejam." batin ketiganya saling melirik dengan wajah tertekan masing-masing.
Sedangkan Kenzo tanpa menghiraukan wajah tertekan bawahan kepercayaannya langsung berbalik pergi di ikuti Dirga yang menahan tawa melihat bagaimana tertekannya mereka bertiga.
"Ku kira Tuan sudah berubah tapi ternyata........" kata Alvaro lemas.
"Namanya rubah yah tetap rubah sama kaya Si Tuan. Tuan yah tetap Tuan mau bagaimana juga nggak aman berubah kecuali dengan Nona Alisya" sahut Ramos.
"Yah kamu benar" timpal Kris membenarkan perkataan Ramos.
"Sudah ayo kita istirahat sebum Tuan berubah pikiran" kata Alvaro.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan itu lalu menuju kamar masing-masing.
Drett
Drettt
Drettt
Dengan mata yang masih tertutup Alisya meraba-raba sekitarnya mencari benda yang mengganggu tidurnya.
"BY BY....... BY APA HA.......? DASAR CUCU DURHAKA"
Dhuarrr
Mendengar teriakkan itu Alisya langsung bangun dan terduduk. matanya yang tadi menutup kini terbuka dengan sempurna bahkan melotot hampir keluar dari tempatnya saat melihat nama yang terterah di layar ponselnya.
KAKEK XU
"ALEXI KAU DENGAR KAKEK ATAU TIDAK HA........?" teriak Kakek XU.
"Maaf kek tadi Alexi lagi tidur" kata Alexi memijit pelipisnya.
"Firasatku mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi tapi tidak menyenangkan" batin Alisya (Alexi).
"Apa yang kamu lakukan Cucu durhaka?" tanya Kakek Xu mulai melunak.
"Aku tidak melakukan apapun Kek" jawab Alisya santai.
Namun jawaban itu malah membuat emosi pria tua di sebrang sana semakin naik.
__ADS_1
"TIDAK MELAKUKAN APAPUN KATAMU? LALU APA YANG KAMU LAKUKAN BEBERAPA HARI YANG LAKU HA.....? KAMU BAHKAN HAMPIR DI MANGSA SAMA PRIA BRENGSEK ITU" teriak Kakek XU berapi-api.
"Darimana Kakek tau?" tanya Alisya dengan mengernyitkan alis.
"Seingatku tidak ada yang mengetahui hal ini selain Justin dan Bimo tapi keduanya sudah ku bungkam kecuali......... Sial ini pasti ulah Bimo" kata Alisya dalam hati mulai mengutuk Bimo dengan nama-nama binatang di kebun binatang.
"Tidak perlu kamu tau dimana Kakek tau yang pasti kakek tidak ingin kamu berakhir di pria brengsek itu." kata Kakek XU.
"Jika memang tidak bisa, tidak perlu melanjutkan dendam Kakek biarkan saja semuanya berlalu kakek akan coba ikhlas dan damai dengan kepergian mereka" lanjut Kakek Xu walau terdengar tegas tapi masih ada nada sedih di akhir kalimatnya dan Alisya yakin pasti Kakeknya sekarang sedang sedih.
"Kakek tenang saja Alexi baik-baik saja kok. Kakek harus yakin dan percaya sama Alexi jika Alexi mampu untuk menghancurkan mereka. Kakek hanya perlu bersabar sebentar lagi" kata Alisya menyakinkan Kakek Xu.
"Kakek hanya tidak ingin kehilangan kamu. cukup 1 kali Kakek kehilangan Kakek tidak ingin kehilangan kamu lagi. Kakek rela kehilangan semuanya termaksud harta tapi kakek tidak akan bisa kehilangan kamu. Kamu adalah sumber kebahagiaan sekaligus sumber kehidupan Kakek" kata Kakek XU.
"Kakek tenang saja, Alexi akan selalu jaga diri. Alexi tutup dulu yah Kek soalnya Alexi ada rapat penting pagi-pagi."kata Alexi yang langsung mematikan ponselnya lalu mengotak atiknya lagi.
"Hallo"
"Ada apa baby?" tanya pria di sebrang sana yang tak lain dan tak bukan adalah Kenzo.
"Aku akan ke markas mu sekarang!" kata Alisya yang langsung memutuskan sambungan telfonnya.
"Maya bangun kita akan ke markas Kenzo sekarang" kata Alisya penuh penekanan membuat Maya yang lagi tertidur lelap langsung terbangun dan menatap horor Alisya.
"Bisa nggak sih? Kalau bangunin tuh yang wajar nggak usah kayak malaikat maut mau cabut nyawa" omel Maya.
"Siap-siap atau aku lempar dari sini lewat jendela." tekan Alisya datar dan dingin.
"Anjir Napa sih ni anak pagi-pagi udah nyeramin aja" batin Maya penuh tanda tanya.
"Sekarang Maya" sentak Alisya.
"Oke" jawab Maya Spontan lalu segera turun dari kasur menuju kamar mandi sedangkan Alisya berjalan keluar untuk mandi di kamar mandi satunya.
30 Menit kemudian Alisya dan Maya segera menuju markas Kenzo. Alisya menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata membuat Maya hanya bisa meremas kedua tangannya dan berdoa dalam hati agar mereka selamat sampai tujuan.
"Moga-moga aja nyawa ku masih ada sampai di markas Tuan Kenzo" kata Maya dalam hati tidak berani membuka mata.
Ckittt
"Ya tuhan" jerit Maya tertahan saat Alisya melakukan atraksi kecil di halaman markas Kenzo.
Dengan emosi yang masih di ubun-ubun Alisya turun dari mobil lalu menutup kasar pintu mobil.
BRAK.
"Nona"
__ADS_1
PLAK
"Ikut saya"