Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Membakar mension


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan pada suamiku ha....?" Teriak Alisya yang murka langsung meloncat ranjang menatap Nyalang Tommy.


"Tenanglah baby, aku hanya menyingkirkan hama yang menghalangi jalan kita bersama" balas Tommy.


Bugh


Brak


Alisya yang sudah tidak tahan langsung menghantam dada Tommy dengan tendangan super keras dan mematikan. Tommy yang baru saja turun dari ranjang belum siap menerima serangan langsung mundur dan menghantam dinding.


Srekk


"Katakan dimana suamiku sialan!" Teriak Alisya yang langsung menarik kerah baju Tommy.


Hahahaha


Tommy hanya tertawa jahat membuat darah Alisya semakin mendidih.


"Aku tahu aku tidak sekaya bajingan itu tapi jika kamu menginginkan hartanya akan aku bantu kamu menguasai semuanya dan setelah itu kita hidup berbahagia.


"Cih dasar sinting tidak akan pernah. Dasar gila" umpat Alisya.


Sret


Tommy yang tidak menyukai umpatan Alisya untuknya langsung mencekram dagu Alisya dengan kasar.


"Ingat baby! Saat ini kamu hanya sebagai tahanan ku maka bersikap baiklah di saat aku masih berbaik hati" bisik Tommy yang terdengar mengerikan tapi itu bagi orang lain. Bagi Alisya aura yang di keluarkan Tommy tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan aura suaminya Kenzo.


"Kamu pikir aku takut? Tidak! Kali ini kalian telah salah memilih lawan. Mungkin suamiku hanya mendiami kalian tapi kalian tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika menyangkut ku" kata Alisya yang tersenyum miring.


"Kau......"


Tommy baru saja ingin membalas perkataan Alisya tapi tiba-tiba ponselnya yang berada di saku celananya bergetar.


"Kali ini kamu selamat baby tapi tidak lain kali"


Cup


Dengan gilanya Tommy berdiri dan mengecup bibir pink alami Alisya.


"Sialan," umpat Alisya yang menatap tajam punggung dari pria yang menculiknya.


"Jangan mengumpat ku baby karna mungkin bisa jadi di detik berikutnya kamu mengerang nikmat karmaku"


Brak


Klik


Bruk


Bersamaan dengan tertutupnya pintu bersamaan itu pula tubuh Alisya linglung dan terduduk di lantai dengan pandangan kosong.


"Byy kamu dimana? Kamu baik-baik saja bukan?" Guman Alisya yang dengan tatapan merah.


Tes

__ADS_1


Air mata Alisya jatuh tanpa di minta membanjiri pipinya. Alisya tidak tahu hanya saja sekarang perasaannya gelisah cemas dan rasa sesak secara bersamaan.


"Aku tidak boleh seperti ini terus" Guman Alisya yang langsung berdiri menghapus kasar air matanya.


"Kalian ingin menghancurkan suamiku bukan? Maka aku duluan yang akan menghancurkan kalian. Tidak ada gunanya aku bersedih sekarang yang harus aku lakukan sekarang adalah bagaimana cara membuat mereka semua hancur. Sebelum itu aku harus keluar sesegera mungkin dari gubuk ini" ucap Alisya yang penuh tekad.


Alisya berlari ke jendela saat mendengar suara mobil yang sepertinya keluar dari mension.


Alisya menyerigai saat yakin jika mobil mewah itu adalah milik Tommy. Dengan gerakan cepat Alisya menekan tanda merah di samping jam tangan miliknya.


"Bergerak sekarang!" Suara Alisya terdengar jelas dan tegas.


Hingga di detik berikutnya terdwnfar balasan dari sebrang sana. "Baik Nona"


Alisya tersenyum miring mencari benda tajam dalam ruangan itu tapi tidak menemukannya selain gunting.


"Gunting? Hm tak buruk. Bukankah benda ini yang ku gunakan beberapa hari yang lalu?" Guman Alisya yang tersenyum dingin dengan memainkan gunting di tangan-nya.


Dor


"Cepat juga" Alisya tersenyum miring. Berjalan dengan santai duduk di atas ranjang menunggu orang-orang di bawah sana naik ke atas.


Tak


Tak


Tak


Alisya menyerigai dingin saat mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru seperti berlari sedang menuju kamarnya. Dengan santai Alisya berbaring di atas ranjang menutup mata seperti orang tidur.


Klik


Ceklek


Tak


Alisya langsung melayangkan gunting yang sedari tadi di sembunyikan nya di bawah selimut.


"Kau......"


"Kenapa kaget? Sayangnya ini bukan waktunya kaget kalian harus aku musnahkan. Salahkan saja ketua mu itu yang sudah membuatku kesal." Ucap Alisya yang bangun dari ranjang dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun karna sudah membuat satu orang melayang nyawanya.


Ya! Pria yang di tusuk gunting oleh Alisya langsung menghembuskan napasnya untuk selamanya. Bagaimana tidak Alisya tidak tanggung-tanggung menusuk leher pria itu.


''Kamu tidak tidur?'' kata pria itu yang menunjuk alisya dengan wajah syok.


''Menurut mu bagaimana?'' Tanya Alisya balik.


''Sialan, rupanya kamu mencari kematian kamu sendiri''


Bugh


''Terlalu banyak bacot saat sedang berperang itu tidak baik'' Ejek Alisya yang tersenyum penuh kemenangan kepada lawan di depannya yang terlalu merendahkan lawan yang belum di ketahui kemampuannya.


''kau.......''

__ADS_1


Bugh


Bugh


Hanya butuh 1 meni bagi Alisya untuk melumpuhkan pria di depannya.


Ceklek


''Nona...'' Tiba-tiba pintu kamar terbuka hingga muncul seorang wanita yang langsung membungkukkan badan ke arah Alisya.


''Bagaimana keadaan di luar?'' Tanya Alisya kepada orang yang baru saja masuk yang tak lain dan tak bukan adalah anggota Alisya sendiri.


''Sesuai apa yang Nona inginkan, kami sudah membuat mereka semua tewas'' Jawab anggota Alisya yang menjawab santai atas pertanyaan dari Nonanya.


''Bagus akku cukup puas dengan kinerja kalian kali ini'' Kata Alisya yang berjalan santai melewati wanita mudah itu.


''SALAM NONA!''


'Kalian......''


''Kami di utus Tuan Bimo untuk datang melindungi anda Nona'' Jawab salah satu dari kumpulan beberapa orang di depan mension Tommy.


Padahal Alisya berencana untuk melakukannya sendirian tidak tahunya kakak angkatnya itu terus memperhatikannya dari jauh.


''Baguslah kalau kalian di kirim oleh Kak Bimo untuk membantu ku. Semua akan semakin adanya kalian disini.'' Terang Alisya yang tersenyum manis tapi entah kenapa anggota Alisya justru langsung berdiri kaku dan tegang.


Karna anggota Alisya tahu kapan gadis eh ralat wanita di depan mereka tersenyum maka akan ada malapetaka yang datang menghampiri orang yang membuat ketua mereka tersenyum seperti itu.


''Ledakan mension ini! Pastikan mension ini rata dengan tanah'' Ucap Alisya yang tak ingin di bantah.


''Baik Nona''


kumpulan orang-orang itu langsung berlari untuk menjalankan tugas masing-masing.


hingga beberapa menit kemudian anggota Alisya kembali berkumpul di depan Alisya kembali.


''Bagaimana sudah siap!?''


''Siap!''


''Saatnya kita party, ledakan!'' titah Alisya.


Tik


'Nona lebih baik kita sedikit menghindar karna mension ini akan segera meledak dalam kurung waktu tinggal 2 menit lagi'' Ucap anggota Alisya yanng mengajak Alisya untuk menjauh dari tempat kejadian.


''Hm'' Alisya hanya berdehem sebagai jawaban saja. Alisya berjalan menjauh sedikit dari tempat letak mension Tommy.


Dhuaarrrr


Ledakan dashyat akibat dari ledakan mension milik Tommy. Mension yang berlantai 2 itu kini telah berasap dengan si jago merah yang terus melahap bangunan bertingkat itu.


''Ini hanya peringatan kecil sebelum kehancuran itu datang menghampiri kalian bersama para antek-antekmu itu'' Kata Alisya dalam hati yang mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


''Ayo pergi!'' kata Alisya yang mengajak anggotanya untuk pergi.

__ADS_1


Alisya bersama para anggotanya segera pergi meninggalkan tempat itu. Tujuan utama Alisya sekarang rumah sakit karna Alisya yakin sekarang mereka pasti sedang berkumpul di tempat itu.


''Tunggu aku byy''


__ADS_2