Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
amarah Dirga


__ADS_3

"Maaf Tuan Tuan..... Tuan saya mempunyai urusan pribadi mari kita lanjutkan meeting kita kali ini." ucap Dirga.


"Cih sangat tidak profesional bagaimana bisa dengan begitu enteng Tuan Kenzo meninggalkan meeting penting ini begitu saja." Ujar pria paruh baya yang duduk bersebelahan dengan seorang wanita ber-make up tebal.


"Bahkan Tuan Kenzo berani mengabaikan kita semua. Apa bagusnya wanita itu dia hanya bertubuh datar di bandingkan aku, aku masih jauh di atasnya namun namanya juga ****** apapun akan di lakukan untuk mencapai tujuannya walau harus mengakang di bawah tubuh seseorang apalagi jika berkuasa seperti Tuan Kenzo. Dasar ******." timpal seorang wanita di samping pria paru baya.


Dirga yang mendengar ada seseorang yang meragukan kinerja Tuannya sangat marah apalagi di tambah wanita di depannya ini dengan mulut kotornya itu berani sekali menghina Alisya wanita Tuannya sama seperti ******.


Dirga yang emosi pun langsung menggebrak meja dengan keras matanya menatap tajam semua orang yang berada di dalam ruangan itu.


"Berani sekali kalian meragukan kinerja Tuan ku.....? tanpa kalian pun perusahaan ini tidak akan bangkrut hanya tidak mempunyai mitra kerja dengan kalian


Disini ini yang membutuhkan itu kalian jika kalian tidak menyukai cara Kerja Tuan ku maka silahkan angkat kaki dari perusahaan ini" kata Dirga datar.


"Tuan lihat......! Karna ulah Tuan mereka semua mulai meragukan Tuan dan aku sebagai asisten Tuan malah harus menghadapi para kumpulan burung beo ini" lanjut Dirga dalam hati menatapi nasibnya yang selalu saja menjadi bulan-bulanan Bosnya itu.


Sedangkan semua orang yang ada di dalam ruang meeting langsung bungkam dengan keringat dingin karna ucapan Dirga memang benar bukan KEANO GROUP yang membutuhkan tapi mereka yang membutuhkan adanya kerja sama dengan perusahaan raksasa ini.


"Kenapa diam? Mana tadi suara kalian yang berkoar-koar seperti burung beo itu?"


Dirga menatap tajam satu persatu orang di dalam ruang meeting itu dengan napas yang memburu menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.


Dirga akan sangat marah apabila Tuannya di hina apalagi di ragukan seperti ini. menurut Dirga walau Kenzo tak mengikuti meeting namun tak pernah sekalipun ia mengrugikan pihak lain lantas mereka yang hanya orang asing berani sekali meragukan kemampuan Kenzo.


"Dan anda Nona....? Apa yang perlu anda banggakan dengan diri anda sekarang. Anda hanya seorang putri seorang pengusaha bukan pemimpin perusahaan sedang Nyonya saya adalah pemimpin perusahaan. Anda ingin memamerkan tubuh yang menurut anda menggoda? tapi Tuan saya buka pecinta tubuh buatan atau hasil dari operasi apalagi jika wanita itu adalah barang bekas yang di pake sana sini" kata Dirga sinis menunjuk wanita yang kini hanya bisa menunduk Mengepalkan kedua tangannya.


"Tuan jika Tuan datang kesini untuk mengajukan kerja sama maka dengan senang hati kami akan lihat namun jika Tuan datang disini hanya untuk menawarkan Putri anda yang tak seberapa ini lebih baik anda segera angkat kaki di perusahaan ini" kata Dirga tegas menunjuk pria paruh baya di sebelah wanita yang menghina Alisya tadi.


Pria paruh baya itu langsung menggertakkan gigi hingga menggelutuk dengan kedua tangannya yang mengepal di bawah meja. Namun sekarang dia tidak bisa apa-apa niat hati membawa putrinya kemari dengan harapan bisa membuat Kenzo tertarik malah mendapat hinaan seperti ini tapi dia tidak bisa membalas apa yang di katakan oleh Dirga sang asisten pengusaha sukses itu karna perusahaanya sekarang lagi dalam masalah krisis keuangan.


Hanya perusahaan ini satu-satunya harapannya untuk kembali mempertahankan perusahaan miliknya. Dengan masih menahan emosi ia melirik kepada putrinya memberi kode untuk tidak lagi membuka suara.

__ADS_1


"Maafkan sikap putri saya Tuan Dirga. Dia memang sudah jatuh cinta dengan Tuan Kenzo hingga sangat ber......."


"STOP.....! saya tidak ingin mendengar curhatan kamu tentang putri hasil operasi anda itu." potong Dirga yang sudah cukup kesal.


Mendengar itu beberapa orang langsung menahan tawa saat Dirga dengan blak-blakan mengatakan hasil operasi.


"Mari kita mulai meetingnya jika masih ada yang mau protes silahkan keluar dari ruangan ini" kata Dirga datar dan dingin.


Sedangkan di tempat lain Alisya dengan riang memasuki markas Kenzo dengan mengapit lengan Kenzo.


"Selamat siang Tuan"


"Selamat siang Nona"


Anggota Kenzo mengbungkukkan badan mereka sebentar sebagai tanda penghormatan kepada ketua mereka.


Kenzo hanya mengangguk kepala samar dengan sudt bibir yang melengkung membentuk senyum tipis karna melihat Alisya bergelayut manja di lengannya. Perutnya bagai di terbangi kupu-kupu hingga membuatnya berbunga-bunga.


Seperti biasa Ramos, Kris, dan Alvaro selalu berkumpul di salah satu ruangan untuk membahas sesuatu atau hanya sedang mengobrol jika waktu mereka senggang.


"Hay....." sapa Alisya yang tiba-tiba muncul di samping Kenzo karna tadi posisinya di belakang.


"No....nona"


Tubuh ketiga pria kekar itu langsung keringat dingin melihat sosok yang menyiksa mereka beberapa jam lalu berada di depan mereka lagi.


Sedangkan Kenzo yang mendengar nada suara ketiganya yang gugup langsung mengenyitkan dahi lalu menatap Alisya namun Alisya yang menyadari jika Kenzo sedang menatapnya hanya tersenyum manis dengan wajah polosnya.


"Ada apa dengan kalian?" Kenzo bertanya kepada ketiga bawahan kepercayaannya itu.


"Tidak ada Tuan" jawab ketiganya cepat dan serentak mengggelengjan kepala berulang kali.

__ADS_1


"Eh dimana mainan baruku?" Alisya bertanya dengan wajah polos membuat ketiga pria itu menelan ludah.


"Maksud Nona mainan itu Nona Alexa" ucap Ramos yang ingin memastikan.


"Iya" jawab Alisya singkat padat dan jelas.


"Biar saya antar Tuan,Nona" Ramos segera menawarkan yang di balas anggukan kepala oleh Kenzo dan Alisya.


"Setelah ini aku akan benar-benar menjauh dari jangkauan Nona Alisya. Wajahnya yang polos itu hanyalah topeng untuk menyembunyikan jati dirinya yang sesungguhnya" kata Ramos dalam hati sambil melirik Alisya yang berada di belakangnya.


"Bukan pintunya!" perintah Ramos kepada kedua penjaga yang menjaga di depan pintu.


Ceklek


Ramos segera masuk di ikuti Alisya dan Kenzo di belakang tubuhnya.


"Wah wah lihat sekarang satu keluarga sudah terkumpul. bagaimana rasanya berkumpul kembali?"


"Sialan kau Alisya beraninya membuat Alexa keguguran karna mu aku harus kehilangan anakku!" teriak Edric.


"Keguguran? anak? Woy Pak Tua yang hamil siapa? Alexa? darimananya hamil?" ejek Alisya.


"Masih bertanya kau membuat Alexa keguguran S****n....."


"Cih asal kau tau Pak Tua Alexa tidak pernah hamil. Apa yang terjadi selama ini itu semua rencana aku, aku sengaja memberikannya obat pencegah datang bulan dan gejalanya seperti orang hamil namun nyatanya dia tidak hamil."


"Apa maksudmu?"


"Maksud aku Alexa tidak hamil bahkan tidak akan pernah hamil karna efek samping obat yang ku berikan adalah dapat merusak rahim hingga menjadi mandul"


Deg

__ADS_1


__ADS_2