
"Selamat datang Nyonya"
Para pelayan berbaris rapi membungkukkan badan kepada Alisya yang baru saja masuk ke dalam rumah lalu di susul oleh Kenzo.
"Selamat datang Tuan"
Alisya berjalan acuh melewati barisan para pelayan dan penjaga yang sedang berbaris menyambut kedatangannya. Alisya langsung mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu Kenzo yang berada di belakang sang istri langsung duduk di samping Alisya.
"Pelayan..!" panggil Kenzo.
"Iya Tuan" kepala pelayan yang berada di barisan langsung berlari menghadap Kenzo.
"Ambilkan minuman dingin dan air hangat di simpan di baskom kecil jangan lupakan handuk kecilnya juga." perintah Kenzo kepada kepala pelayan.
"Baik Tuan"
kepala pelayan segera berbalik lalu menuju dapur untuk mempersiapkan apa yang disuruh oleh tuannya diikuti dengan beberapa pelayan.
Sedangkan di sisi lain Amara menggeram marah saat Kenzo begitu penuh perhatian dan kelembutan memijit kepala Alisya. beberapa saat yang lalu Alisya mengeluh akan sakit kepala dan sedikit pusing jadi Kenzo dengan penuh cinta memijit lembut kepala Alisya hingga beberapa saat kemudian pelayan datang membawa pesanan yang dia inginkan.
"Baby minum dulu" papar Kenzo yang mendekatkan gelas ke mulut Alisya.
"Hey kamu...! siapa cuci dan pijat kaki istriku" perintah Kenzo dengan lantang menunjuk seorang pelayan.
pelayan yang di tunjuk Kenzo mendengar yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah Amara. Amara yang ditunjuk langsung oleh Kenzo hanya bisa mendengus kesal berjalan menghampiri Alisya yang sedang duduk.
"Cepat..!" sentak Kenzo.
Amara lagi lagi hanya bisa mendengus kesal mulai melepas sendal Alisya dari kakinya lalu mulai mengangkat kaki Alisya pemasukan ke dalam loyang dan mulai memijatnya.
"Si4l4n seharusnya yang di perlakukan seperti ini adalah Aku bukan wanita miskin dan anak buangan sepertinya," kata Amara dalam hati menatap tajam penuh kebencian terhadap Alisya tapi sayang dia tidak bisa melakukan apapun sekarang karena jika dia gegabah bisa-bisa dia terusir dari pensiun itu dan itu tentu tidak ingin Amara terjadi jika di sini saja sudah susah untuk Amara mendekati Kenzo apalagi di luar pikir Amara.
"Pelayan ini.... hehe baru ingat aku jika punya mainan di sini" batin Alisya tersenyum licik dalam hati melihat Amara yang sedang memijat kakinya.
"Hey kamu...! buatkan aku nasi goreng pedas sekarang...!" perintah Alisya yang menggerakkan kakinya yang sedang di pijat.
"Saya Nyonya?" Amara mendongak menunjuk diri sendiri.
"Ya iya siapa lagi. cepat sana..!" sentak Alisya.
"Baik Nyo....nya" jawab Amara yang sangat tidak ikhlas memanggil Alisya dengan sebutan Nyonya.
Amara berdiri dengan menahan semua amarah dalam dirinya dia benar-benar ingin segera memberi pelajaran kepada wanita yang sok berkuasa di depannya itu namun lagi-lagi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena ada Kenzo di dekat Alisya.
Amarah membungkukkan badannya lalu berbalik melangkah cepat ke arah dapur dengan muka memerah menahan amarah.
__ADS_1
BRAKK
Sampai di dapur Amara langsung menggobrak meja pantry untuk melampiaskan kemarahannya.
"Dasar wanita mur4h4n, p3l4cur, tidak tahu malu, seharusnya semua kemewahan dan perhatian Tuan Kenzo hanya milikku. Kenapa wanita sepertimu harus muncul di kehidupan Tuan Kenzo yang telah aku tandai yang jelas-jelas hanya bisa menjadi milik ku" desis Amara dengan nafas yang memburu menahan amarah.
"Kau ingin nasi goreng pedas bukan? Baiklah akan aku buatkan, bukan hanya pedas namun sangat-sangat pedas" guman Amara tersenyum licik.
Amara dengan penuh senyuman mulai memasak nasi goreng yang di inginkan Alisya tak lupa menambahkan bubuk cabai yang begitu banyak dalam nasi goreng itu.
"Baby Kamu tidak akan memakan makanan yang di buatkan wanita itu kan?" Kenzo bertanya dengan nada cemas dan khawatir.
"Harus di makan dong byy" balas Alisya dengan senyum aneh namun Kenzo yang sedang cemas tidak menyadari akan hal itu.
"Baby lebih baik jangan memakan masakannya nanti jika kamu di racun bagaimana? Aku tak ingin kamu kenapa-napa baby"terang Kenzo.
"Aku tidak akan kenapa-napa byy karena aku akan senang setelah ini" balas Alisya dengan mata Dinar entah karena apa hanya Alisya yang tau.
Sedangkan di sisi lain masakan Amara telah matang namun Amara tidak langsung mengangkatnya terlihat Jika dia sedang memikirkan sesuatu lalu tiba-tiba melihat keadaan sekitar lalu tersenyum licik saat melihat keadaan yang sepi.
"Sepertinya tadi aku terlalu sedikit menambahkan cabainya bagaimana jika aku tambahkan lagi. aku yakin setelah memakan nasi goreng ini wanita si4l4n itu tidak hanya akan mondar-mandir kamar mandi namun dia akan langsung masuk rumah sakit" guman Amara tersenyum licik membayangkan Alisya masuk Rumah Sakit.
Amara langsung menambahkan 5 sendok bubuh cabai lagi t dalam nasi goreng buatannya tanpa menyadari jika hal itu akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri nanti. dengan senyum licik Amara kembali mengadu nasi goreng itu lalu memindahkannya ke piring.
"Ini nasi goreng pedasnya Nyonya" ucap Amara yang meletakan nasi goreng di depan Alisya dengan penuh senyuman manis.
"Makanlah." kata Alisya yang menggeser kembali nasi goreng itu menyuruh Amara untuk memakannya.
"Sa....saya Nyo..nya?" ucap Amara terbata-bata menunjuk diri sendiri.
"Iya anggap saja karena kamu hari ini sudah membuatku senang dengan memijat kakiku jadi aku memberikan nasi goreng ini kepadamu sebagai ucapan terima kasih" terang Alisya tersenyum ke arah Amara namun senyum itu bukan senyum manis namun senyum penuh akan akal licik.
Amara yang mendengar penuturan dari Alisya langsung pucat pasi, matanya melotot melihat nasi goreng itu dengan keringat dingin menetas di dahinya sebesar biji jagung bahkan saking pucatnya lukanya terlihat tidak memiliki darah lagi. sedangkan Alisya wanita cantik itu hanya menyembunyikan senyum liciknya di balik senyum manisnya.
"Tidak perlu menatap aku seperti itu, aku benar-benar sungguh memberikan kamu nasi goreng ini sebagai hadiah karena kamu membuatku senang hari ini" kata Alisya lembut.
"Ti...tidak per....lu Nyo...nya aku bisa memasak...nya sendiri nan...nanti, nasi go...reng itu untuk Anda saja" tolak Amara dengan wajah yang semakin pucat.
"Kenapa kamu tidak mau memakannya apa kamu......" Alisya sengaja menggantung kalimatnya.
"Ti...tidak tidak. aku tidak mencampurkan apapun ke dalam makanan itu" potong Amara cepat yang tanpa disadari ia telah mengakui sendiri.
"Byy dia tidak mau menerima ucapan terima kasih ku padanya padahal aku sudah mau berbagi dengannya" kata Alisya cemberut.
Sontak mendengar itu Amara langsung terkejut wajahnya bertambah pucat pasi apalagi saat merasakan aura intimidasi dari Kenzo.
__ADS_1
sedangkan Kenzo langsung saja murka saat melihat wajah cemberut milik sang istri. Siapa yang berani menolak keinginan istrinya ia Bahkan dia sendiri rela makan seperti babi hanya karena tak ingin membuat wanita kesayangannya itu cemberut. lagi pula Apa susahnya hanya memakan nasi goreng itu pikir Kenzo yang menatap tajam Amara.
"Makan" satu kata namun itu bukan kalimat menyuruh namun sebuah perintah tapi sayangnya rupanya Amara menolak akan perintah itu.
"Ti....tidak Tau....tuan i...itu ma...makanan u....untuk Nyonya Bu....bukan untuk saya" kata Amara dengan gugup wajahnya bahkan sudah seperti kertas putih.
Clek
Clek
Klik
"Makan atau mati" bentak Kenzo yang langsung menodongkan pistol di kening Amara yang sudah bergetar karena takut.
Kenzo menggila saat melihat wajah istrinya yang sudah bertekuk cemberut. tidak ada yang boleh membuat istrinya sedih karena itu akan dia singkirkan tanpa pikir panjang dan tentunya tanpa pandang bulu.
"Ba...baik sa...saya akan makan" kata Amara dengan nada bergetar.
Amara mendekat lalu mengangkat piring nasi goreng itu dengan maksud membawanya di dapur karena jika di dapur dia bisa membuangnya pikir Amara.
"Kemana? Kenzo menetap tajam Amara.
"Ke dapur Tu....tuan," Jawab Amara yang sudah semakin takut.
"Makan disini" tekan Kenzo yang tak ingin di bantah.
Mendengar penuturan Kenzo yang tak ingin di bantah Amara hanya bisa menurut duduk di bawah (lantai) lalu mulai menyedot satu sendok nasi goreng itu. Amara menatap nyeri nasi goreng yang ada di sendoknya namun jika menolak maka dapat dipastikan nyawanya akan segera menghilang dari badannya.
"Cepat makan"
Hap
hemzz
Amara hampir menyemburkan nasi goreng di mulutnya namun melihat pistol masih ditodongkan ke arah kepalanya membuat Amara terpaksa menelan makanan itu lebih tepatnya bukan makanan tapi cabe bubuk.
"Su...sudah Tu...an"
Amara meletakkan piring nasi goreng itu kemeja setelah memasukkan 5 sendok nasi ke dalam mulutnya.
"Siapa yang menyuruhmu untuk berhenti? HABISKAN...! sentak Kenzo
Kasian amat Nasib Amara tapi mau gimana dia yang cari gara-gara duluan kan jadi senjata makan Tuan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Jangan lupa beri Like vote dan komen di kolom komentar ya😘