Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Makan siang


__ADS_3

Waktu terus berlalu hingga tak terasa 1 Minggu berlalu begitu cepat. setelah mengambil alih perusahaan Alisya di sibukkan dengan menyelesaikan masalah perusahaan akibat masalah di pesta ulang tahun Alexa 1 Minggu yang lalu. lalu bagaimana dengan hubungan Alisya dan Kenzo?


Hubungan mereka berdua sudah mengalami kemajuan walau dalam 1 Minggu ini mereka berdua tak bertemu tapi malam harinya mereka akan saling mengobrol di telfon. Alisya sudah memutuskan untuk membuka hati untuk Kenzo walau sampai sekarang ia masih belum mencintai Kenzo namun Alisya yakin ia bisa menjaga hatinya hanya untuk satu orang yang menurutnya pantas untuk dia berikan yaitu Kenzo Devandra Keano pria tampan dengan sejuta pesona tapi rela menunggu dirinya.


Seperti hari-hari biasanya kini Alisya tengah di sibukkan dengan tumpukan laporan keuangan yang ia minta tadi malam kepada Galang.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" sahut Alisya.


Ceklek


"Ada apa Galang" tanya Alisya yang masih fokus menatap laporan di depannya.


"Maya jika kamu membawa makanan simpanlah di atas meja. lalu datang bantu aku menyelesaikan laporan ini" kata Alisya yang merasa jika yang datang adalah Maya karna orang itu hanya diam.


Sret


"Yang mana aku kerjakan"


"Ini.....KENZO" pekik Alisya karna di depannya kini Kenzo bukan Maya atau pun Galang.


"Kenapa kamu disini" tanya Alisya dengan wajah bodohnya membuat Kenzo terkekeh berdiri menghampiri Alisya.


Cup


"Aku merindukanmu" ucap Kenzo setelah mengecup sudut bibir Alisya.


"Kenapa malah menciumku"


"Kenapa? tidak ada larangan untuk mencium kekasih sendiri bukan?"


"Tapi ini di kantor Kenzo"


"Lalu kenapa"


"kalau ada yang lihat bagaimana ha..."


"Mereka akan mengetok pintu Baby"

__ADS_1


Hap


hanya dalam satu tarikan kini dengan sempurna Alisya duduk di pangkuan Kenzo sedangkan kedua tangan Kenzo berada di sisi kiri kanan memeluk erat pinggang Alisya.


"Kenzo..."


Cup


Kenzo yang sudah mati-matian menahan rindu mana cukup hanya satu kecupan di tambah lagi setiap melihat bibir Alisya bergerak itu membuatnya semakin menginginkan benda kenyal itu.


Kenzo m****"t kecil bibir bawah Alisya dengan begitu lembut. lama kelamaan Alisya mulai membalas ciuman Kenzo membuat Kenzo kegirangan dalam hati.


Kenzo semakin menarik tengkuk Alisya untuk memperdalam ciumannya begitu pula Alisya entah sejak kapan ia terkena dengan ciuman Kenzo hingga dengan sendirinya ia mengalungkan tangannya di leher Kenzo lalu memeluk leher Kenzo dengan erat.


"Enguhh" lenguh Alisya saat Kenzo memindahkan ciumannya ke kuping Alisya membuat Alisya menggeliat kecil di atas pangkuan Kenzo.


"Sssh" Kenzo yang sedang asik mencumbu leher Alisya langsung berdesis saat merasakan di bawah sana sudah mulai bangun. jadi dengan terpaksa Kenzo menghentikan cumbuannya.


"Keta makan siang di luar ya" pinta Kenzo.


"Tapi...." Alisya sebenarnya ingin menolak lantaran pekerjaannya benar-benar menumpuk tapi.


"Aku akan membantu mu menyelesaikannya kebetulan pekerjaan aku sudah selesai tapi temani aku makan. aku ingin makan dengan kekasih tercintaku ini" kata Kenzo mengecup hidung mancung Alisya.


"Baiklah. tapi kamu harus membantuku ya" kata Alisya menatap tajam Kenzo.


Jika saja Dirga mendengar Kenzo mengatakan pekerjaannya sudah selsai dapat di pastikan Kenzo akan pingsan di tempat karna nyatanya pekerjaan Kenzo lebih banyak daripada pekerjaan Alisya.


"Ayo" kata Alisya dengan riang.


Kenzo hanya tersenyum tipis lalu menggandeng tangan Alisya berjalan keluar. banyak karyawan yang melihat dan membicarakan mereka berdua tapi keduanya hanya berjalan acuh bahkan dengan terang-terangan Alisya menempel kepada Kenzo saat mendengar beberapa wanita memuji Kenzo dan itu membuatnya tidak suka.


"AAAAAAAAAA"


BRAK


"ALEXA" teriak Reva melihat Alexa yang menangis histeris dengan tubuh gemetar di sudut ruangan.


"Sayang ada apa" Tanya Reva mendekati Alexa.


"Mom hiks.... Alexa takut hiks" Alexa langsung menghambur memeluk Reva.


"Takut apa?" Reva bertanya dengan nada lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Takut itu...." Alexa menunjuk cermin di meja riasnya.


"Untuk apa kamu takut sama cermin sayang" Reva mengernyit bingun.


"Disana tadi ada tulisan darah Mom" kata Alexa menatap cermin di depannya


dia sangat yakin tadi itu benar-benar nyata bukan halusinasi tapi kenapa sekarang malah bersih tanpa jejak sementara dari tadi di kamar ini hanya ada dia dan Reva.


"Tapi disitu tidak ada apa-apa Alexa. kamu jangan membuat kepala Mommy tambah pusing dong" ucap Reva yang mulai kesal.


Bagaimana tidak mau kesal sudah 1 Minggu Alexa berperilaku aneh, suka teriak entah itu pagi, siang, malam, bahkan tengah malam yang membuat tidur Reva tidak pernah tenang.


Jika 1 Minggu Alisya hidup tenang dan damai maka berbeda dengan Alexa dan kedua orang tuanya yang kini hidup sedikit demi sedikit semakin terkucilkan apalagi setiap menemui banyak orang mereka langsung mencaci dan menghujat mereka membuat Alexa dan Reva tidak berani keluar.


Sedangkan Edric? pria bahkan lebih menyedihkan di tolak kerja sana sini bukan hanya penolakan yang ia terima tapi di caci maki dan di hujat membuat Edric frutasi untuk mencari kerja dimana lagi.


Dari ketiga orang itu Alexa lah yang paling menderita dan stres. sudah beberapa hari ini dia terus di teror oleh orang yang tak di kenal dari di kirimkan Tikus yang sudah mati lalu di kuliti, ada foto dirinya yang bermandikan diri, dan masih banyak lagi macam-macam teror yang di rasain Alexa hingga membuat gadis itu stres bahkan mungkin sudah setengah gila.


Alexa bahkan hidup dalam ketakutan selama beberapa hari ini. siang malam dia terus di teror mengakibatkan wajah yang dulu putih bersih kini terlihat kusam tak terawat di tambah lagi lingkaran hitam di mata Alexa yang sudah seperti mata panda membuat wajah yang dulunya cantik kini terlihat menakutkan.


...****************...


Kenzo dengan telanten menyuapi Alisya dengan irisan daging yang sudah dia potong-potong menjadi bagian kecil. Kenzo acuh terhadap sekitar terutama wanita-wanita yang sedari tadi terus menggoda atau bahkan memotret dirinya karna semua fokus dan dunia Kenzo berada di depannya Alisya Arkana Demian itulah nama soal yang begitu dia puja dan dambakan tiap malam untuk menemani tidurnya.


"Kenzo sudah. lihat! mereka semua menatap ke arah kita" ucap Alisya menunjuk orang-orang di sekitar mereka dengan menahan malu.


"Jangan pedulikan mereka baby" kata Kenzo santai kembali menyuapi Alisya.


"Gimana nggak mau peduli ini di lihatin layaknya artis papan atas" jerit Alisya dalam hati menatap tajam Kenzo yang tak terpengaruh sedikitpun dengan tatapan tajamnya.


Bukannya merasa takut Kenzo malah merasa gemes dengan ekspresi Alisya yang melototinya itu.


"Berhenti melototiku baby" ujar Kenzo namun Alisya masih terus melototinya membuat Kenzo terkekeh kecil.


"Apa perlu aku membutakan mata mereka agar tidak menatap kamu lagi" ucap Kenzo datar dan dengan sengaja memperbesar suaranya agar orang-orang mendengarnya.


Terbukti semua orang langsung sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


"Dasar mentang-mentang Mafia" kata Alisya pelan nyaris berbisik anmun masih di dengar Kenzo yang hanya di balas senyum tipis olehnya.


"ALISYA"


...****************...

__ADS_1


Hayo coba tebak siapa yang manggil Alisya


Jangan lupa Vote komen and Like ya🥰🥰🥰😘


__ADS_2