
" haruskah aku menceritakan kisah mu kepada mereka semua. apa kau tidak akan marah di saat Lo sendiri saat membenci setiap orang yang mengetahui masa lalu mu " Hati Maya Bimbang antara bercerita atau tidak karna Ia sudah berjanji untuk merahasiakan kisah Alisya
Huuuu..
" Ku harap setelah mendengar ini kalian tidak memberikan tatapan iba kepadanya " Setalah mempertimbangkan semuanya Maya memutuskan untuk menceritakan kisah masa lalu Alisya.
" Kisahnya bukan dongeng tapi Selama hidupnya ia tidak pernah merasakan arti kata bahagia walau hanya sebentar. " Maya menjeda kalimatnya lalu mulai mengambil napas lalu membuangnya perlahan-lahan
" Dari kecil Alisya di asuh oleh kepala pelayan di kediaman Beatrix kedua orang tuanya sibuk mengurus Alexa karna Alexa mempunyai tubuh yang lemah dari bayi sehingga kedua orang tua mereka hanya fokus dan mengutamakan Alexa
Awal-awal hanya karna Alexa lemah jadi mereka menyerahkan Alisya untuk di rawat kepala pelayan tapi lama kelamaan mereka seakan lupa akan keberadaan Alisya. makin dewasa mereka semakin mengabaikan Alisya puncaknya saat Ulang tahun mereka yang ketujuh belas tahun Alexa menginginkan Leon menjadi Tunangannya hingga kedua orang tua mereka memaksa Alisya untuk memberikan Leon kepada Alexa tidak sampai disitu mereka juga mengirim Alisya dengan paksa ke luar Negeri lalu dengan tenang mereka juga menyampaikan kepada keluarga Sward jika Alisya tidak ingin bertunangan dengan Leon lalu kabur ke luar Negeri sehingga membuat Keluarga Leon membenci Alisya sampai sekarang . Jika Alexa mempunyai nama Beatrix di belakang maka Alisya tidak. Alisya memakai Marga kakeknya bagian ibu yaitu Demian. aku tidak tahu apa yang mereka lakukan kepada Alisya sehingga Alisya mengalami kecelakaan jika Alisya dalam keadaaan baik-baik saja tidak mungkin Alisya bisa sampai kecelakaan separah ini " tutur Maya menyelesaikan Ceritanya.
" mungkin dia Ngebut " kata Ariana Ketus
" Tidak....Walau ngebut sekalipun jika Alisya dalam keadaaan yang baik-baik saja 1ldia tidak akan kecelakaan apalagi separah ini. Alisya itu Queen Racing ia sering mengikuti balapan saat di luar Negeri baik itu yang legal atau balapan liar sekalipun " Kata Maya Tegas membuat semua orang disitu langsung membulatkan mata
" QUEEN RACING " Beo Kenzo menatap tajam ke arah Dirga
" iya..... gue juga nggak tahu pasti yang jelas dia bilang dia sering ikut balapan bahkan baru beberapa hari yang lalu aku menyaksikan sendiri bagaimana Ia beraksi di lintasan aspal itu " kata Maya lalu tiba-tiba bergidik ngeri
" Dirga bagaimana cara kerja mu ha....mencari itu saja kau tidak becus " Sentak. Kenzo menatap tajam ke arah asistennya itu.
" Maaf Tuan....." Dirga hanya bisa meminta maaf kepada Tuannya yang sepertinya sedang menahan Amarah
" Itu hal Biasa " Ucap Maya tiba-tiba sambil mengambil Snack yang di bawah Dirga tadi lalu membukanya dan memakannya
" Apanya yang biasa Tuan Dirga adalah Hacker nomor 1 di dunia " Timbal Alya yang dari tadi Diam
__ADS_1
" Cih......kalau Soal menghacker noh si Alisya dari orok sudah Ahli dalam hal itu. bahkan umur 5 tahun ia mampu merampok sebuah bank sampai bangkrut " kata Maya menunjuk Alisya dengan Dagunya sambil tersenyum kecil mengingat kelakuan Alisya waktu kecil.
" Sampai bangkrut yang benar saja mana bisa anak berumur 5 tahun melakukan itu " ucap Ariana dengan Sinis
" tapi itu kenyataannya. lagian menurut gue lebih baik Lo sadar diri. Lo itu cuma seorang bawahan jadi jangan berlagak Lo bisa menjadi ratu apalagi memiliki hatinya. Lo bawahan dan dia Tuan Lo "
Nyusss
Ariana mengepalkan kedua tangannya menatap Maya dengan tatapan tajam
" Gue nggak bisa apa-apa. gue nggak bisa beladiri gue hanya wanita lemah tapi gue akan menjadi perisai untuk orang yang berencana untuk merenggut kebahagiaan dia bahkan jika untuk bisa melindunginya gue harus mencari monster maka gue nggak keberatan jika gue harus menjadi monster Asalkan bisa menjadi perisainya " Maya tiba-tiba berkata dengan Datar dan menatap tajam ke arah Ariana membuat semua orang di dalam Ruangan itu kaget terutama Dirga.
" Wanita ini.. beberapa menit yang lalu ia terlihat seperti wanita yang tidak bisa Apa-apa tapi lihat sekarang ia bisa membuat orang menjadi takut " Kata Dirga dalam hati sambil menatap Intens Ariana yang mulai merasa tidak nyaman di posisinya sekarang
" Nona....Apa maksud ucapan anda " Alya berusaha untuk membela Ariana
" Apa maksud Anda Nona kenapa malah menghina Adik saya " Sahut Tiba-tiba seorang pria masuk dan menatap tajam Maya.
" Alvaro " yah pria itu adalah Alvaro kakak kandung Alya tadinya ia kesini hanya karna ada keperluan dengan Kris tapi tiba-tiba saja dia mengingat jika wanita yang di klaim Tuannya di rawat di rumah Sakit ini juga tapi ia tidak menduga jika ia kan mendengar orang lain menghina adiknya
" Saya tidak menghina tapi itu memang kenyataannya adik anda ini Berpura-pura tidak mengerti keadaan sahabatnya yang menyukai Tuannya sendiri. saran ku jangan sampai besar kepala "
" Cih apa wanita itu cukup Baik bahkan kisahnya terdengar menyedihkan "
" ALYA "
PLAK PLAK
__ADS_1
" JANGAN SEKALI-KALI KAU GUNAKAN MULUT KOTOR MU ITU UNTUK MENGHINA SAHABATKU " Maya yang emosi karna sahabatnya di hina langsung melayangkan tamparan yang cukup keras di wajah Alya saking kerasnya sudut bibir wanita itu robek
" APA YANG ADA LAKUKAN NONA " Bentak Alvaro Emosi karna Adik ya di tampar
" DIAM "
Bukan Maya melainkan Kenzo yang berteriak dan menatap tajam Alya dan Alvaro.
" heheh kau bilang kisah sahabat ku menyedihkan! yah Kisah sahabatku MENYEDIHKAN tapi Walau tak di inginkan Sahabat ku masih tinggal dan tidur di tempat nyaman, Uang dan makanan ia juga mendapatkannya lalu jika kisah sahabatku MENYEDIHKAN lalu bagaimana dengan kisahmu DI BUANG DI JALANAN KARNA AYAHMU Sudah MENDAPATKAN KELUARGA BARU "
Degh!
kedua mata Alya langsung melotot mendengar penuturan Maya sedangkan Alvaro Dirga dan semuanya juga tidak kalah terkejutnya bagaimana bisa kisah masa lalu yang di kubur rapat-rapat oleh Mereka di ketahui dengan mudah oleh Maya
" A.....apa...ma...Mak...sud...mu...Aku...di....Bu...buang " Tanya Alya yang terbata-bata menatap Maya yang kini sedang menatapnya tajam berbeda dengan Tatapan mata beberapa menit yang lalu.
Maya hanya tersenyum sinis menatap ke arah Alya dan Alvaro secara bergantian
" Berhenti membual...."
" bukankah itu kenyataannya " Potong Maya Enteng membuat Alvaro menatapnya tajam tapi Maya hanya bersikap Acuh
" Apa yang kamu katakan ha.....kedua orang tua kami sudah meninggal...." pekik Alya meledak
" Cih berhenti berteriak. yang gue katakan itu adalah kebenaran kalau nggak percaya tanya saja sama Kaka kamu itu. kamu mana ingat kan Lo trauma jadi di suntik hilang ingatan biar bisa lupa "
Alya langsung menatap ke arah Alvaro meminta jawaban. Alvaro hanya diam menatap Adiknya lalu menganggukan kepala tanda jika itu benar
__ADS_1
" Jadi....."