Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Muncul di rapat pemegang saham


__ADS_3

Di ruangan rapat kini tengah terjadi adegan menegangkan dimana para pemegang saham dan para investor sedang menyampaikan keluh kesah mereka kepada Edric dengan emosi.


"Saya tidak mau tau dalam waktu 3 hari ke depan anda harus mengembalikan semua uang yang anda pinjam kepada saya"


"Yah saya juga. jika Tuan Edric tidak segera menyelesaikan dengan mengganti uang kami parang investor kami tidak akan segan-segan melaporkan Tuan kepada pihak berwajib"


"Benar itu"


"Tuan tuan tolong beri saya waktu. saya jamin saya akan bisa menyelesaikan masalah ini" kata Edric menahan kekesalannya.


"Waktu apalagi? perusahaan ini akan segera bangkrut dan saya tidak mau rugi. ada baiknya Tuan menjual saham Tuan dengan begitu perusahaan ini akan terselamatkan "


"TIDAK BISA! bagaimana saya mau menjual saham saya? perusahaan ini adalah perusahan warisan Ayah saya" teriak Edric yang sepertinya sudah tidak bisa menahan lagi.


"Semua ini juga salah anda Tuan Edric. bagaimana bisa sebagai orang tua anda memperlakukan dengan begitu buruk putri anda sendiri?"


"Yah itu benar seharusnya anda bersikap bijak akan hal itu. sekarang lihat karna sifat bejat anda kami semua menanggung akibatnya."


"Yang jelas saya menarik...."


"Perusahaan ini tidak akan bangkrut"


Tiba-tiba masuk sosok gadis muda di dalam ruangan itu membuat semua pasang mata langsung menoleh ke asal suara. gadis yang baru masuk tak lain dan tak bukan adalah Alisya Arkana Demian.


"Nona...."


"Saya Alisya Arkana Demian putri buangan keluarga Beatrix " kata Alisya riang seakan kata buangan itu adalah hal biasa.


"Untuk apa Nona Alisya datang kemari" tanya salah satu pemegang saham.


"Mengikuti rapat" jawab Alisya datar.


"Untuk apa Nona, Perusahaan ini juga akan segera bangkrut" kata salah satu dari mereka.


"Karna mulai sekarang aku akan mengambil alih perusahaan ini dan aku pastikan tidak akan bangkrut" kata Alisya tenang namun tegas.

__ADS_1


"Mengambil alih perusahaan" ucap mereka serentak menatap Alisya dari kaki sampai ujung kepala.


"APALAGI YANG KAMU LAKUKAN ALISYA" bentak Edric menatap tajam Alisya.


"Saya pemilik saham terbesar di perusahaan ini yaitu sebesar 50%" Alisya berkata dengan santai menatap Edric yang sudah pucat pasi melihat itu Alisya langsung tersenyum miring.


"Bukankah saham 50% itu milik panti asuhan yang di bangun Tuan Besar Beatrix" tanya salah satu dari mereka yang di angguki kepala yang lain.


Selama ini para pegang saham dan para investor hanya mengetahui saham 50% itu milik panti asuhan yang di bangun Tuan besar Beatrix yaitu ayah Edric tapi tak di sangka-sangka ada gadis muda yang mengaku sebagai pemegang saham terbesar.


"Maya" seru Alisya.


Maya yang memang dari tadi berada di belakang Alisya langsung bergerak memberikan salinan dokumen yang menunjukan jika saham 50% Beatrix Company secara sah milik Alisya Arkana Demian cucu kedua dari Tuan besar Beatrix.


"Silahkan Tuan-tuan, itu adalah bukti jika Nona Alisya adalah pewaris sah perusahaan ini" kata Maya tegas menatap sinis Edric yang kini nampaknya sudah mau memakan mereka hidup-hidup.


Semua orang mulai mengambil dokumen di atas meja lalu membuka dan membaca ya termaksud Edric. pria itu dengan tangan gemetar membuka dokumen itu untuk menyakinkan dirinya lagi walau ia tahu jika ini adalah kenyataannya tapi ia tidak akan membiarkan Alisya merebut posisinya.


"Tapi ini percuma Nona Alisya karna perusahaan ini sudah tidak punya peluang lagi untuk bangkit"


"Itu benar Nona. selain itu, sudah tidak ada perusahaan yang mau bekerja sama dengan kita"


"Tuan Tuan semua hanya perlu percaya pada saya. saya berjanji akan membangkitkan perusahaan ini dalam waktu satu bulan. dalam 1 bulan ini saya ingin Tuan Tuan memberi saya 1 kesempatan untuk membuktikan diri jika dalam 1 bulan ini saya gagal mempertahankan perusahaan ini maka saya akan mengembalikan uang atau kerugian Tuan Tuan semua 2 kali lipat. bagaimana?"


Dengan panjang kali lebar Alisya menjelaskan maksudnya dengan di akhiri mengajukan sebuah kesepakatan.


Sedangkan semua orang dalam ruangan saling melirik satu sama lain. mereka ingin menarik saham mereka serta modal yang mereka tanam Namum mereka adalah rekan yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Beatrix Company hingga mereka merasa sungkan sedangkan di sisi lain mereka melihat jika gadis di depan mereka ini tampak bersungguh-sungguh.


"Apa jaminan anda jika perusahaan ini akan bangkit dalam waktu 1 bulan ke depan?" tanya sosok pria paruh baya yang sedari tadi hanya duduk diam menonton.


"Maya berikan" kata Alisya.


Maya lagi-lagi meletakkan beberapa dokumen di atas meja.


"Ini adalah proposal yang telah di setujui oleh perusahaan XU A'AD Group. perusahaan nomor 1 di China telah menyetujui kerja sama yang kami ajukan 1 Minggu yang lalu sekarang hanya menunggu waktu untuk melaksanakannya di karenakan perwakilan XU A'AD Group akan langsung turun tangan." jelas Maya panjang kali lebar.

__ADS_1


Mata semua orang langsung bersinar mendengar perusahaan besar itu mau melakukan kerja sama. Edric yang tadinya pucat pasi langsung tersenyum cerah mendengar kabar itu.


"Tapi Nona ini di tanda tangani 1 Minggu yang lalu sedangkan keadaan Perusahaan pada saat itu masih baik-baik saja sedangkan sekarang perusahaan bisa di katakan kritis."


"Tenang saja mereka tidak akan membatalkan kerja sama ini karna saya sudah menghubungi mereka tadi malam dan pemilik perusahaan tidak mempermasalahkan hal itu." ucap Alisya dengan tegas.


Mendengar itu mereka semua diam lalu melirik satu sama lain. Sepertinya mereka melakukan telepati dari satu kepala ke kepala yang lain.


"Baiklah kami akan memberi Nona Alisya kesempatan untuk membuktikan diri namun jika Nona Alisya gagal maka Nona Alisya harus mengganti kami dengan 2 kali lipat"


"Tuan tenang saja. saya akan memegang janji saya. Tuan-Tuan semua hanya perlu menunggu 1 bulan biar saya yang menyelesaikan semuanya." kata Alisya tegas.


Setelah terjadi kesepakatan itu. semua orang satu persatu keluar dari ruangan itu hingga tersisa Edric dan sekretarisnya lalu Alisya dan Maya.


"Alisya" panggil Edric menghentikan langkah kaki Alisya.


"Ada apa Tuan" tanya Alisya malas.


"Terima kasih karna kamu sudah mau membantu Daddy. Daddy janji akan mempertahankan perusahaan ini" kata Edric dengan muka cerah.


"Kata siapa saya membantu anda? apa yang saya lakukan adalah untuk membantu diri saya sendiri dan perusahaan ini bukan untuk anda"


"Tapi tetap saja karna mu perusahaan ini mempunyai peluang untuk kembali bangkit. ayo berikan proposal itu biar Daddy yang urus" kata Edric dengan percaya diri meminta proposal yang di pegang Alisya untuk di berikan kepadanya.


"Hahaha anda lupa jika saya adalah pemegang saham terbesar di perusahaan ini. selain itu kedatangan saya kesini adalah untuk mengambil apa yang menjadi hak saya selama ini sudah cukup kalian menumpang dan menghabiskan uang milikku. sekarang kembali pada tempat kalian" Ucap sarkasme Alisya menatap sinis Edric.


"Apa maksud kamu Alisya?" Edric bertanya dengan suara rendah menahan emosi.


Tatapannya bagaikan laser menubruk Alisya. wajah yang tadi bersinar cerah kini tengah berubah menjadi gelap menandakan sedang menahan amarah yang sangat besar.


"Maksud saya adalah silahkan bereskan barang anda dari ruangan saya karna saya akan memakai ruangan saya dan tentunya saya tidak ingin melihat barang orang lain di ruangan saya" kata Alisya yang terang-terangan mengusir Edric dari perusahaan.


"Aku ini Daddy mu Alisya" tekan Edric.


"Bukan lagi! kita sudah memutuskan hubungan 1 bulan lalu jadi saya tidak mempunyai orang tua ataupun kerabat" jawab Alisya cepat membuat Edric langsung bungkam.

__ADS_1


"Tolong bereskan segera ruangan saya. saya akan kembali dalam waktu 1 jam ke depan karna saya harus menemani kekasih saya makan siang. jika saya kembali anda belum membereskan ruangan saya jangan salahkan saya jika saya membakar semua barang anda" kata Alisya yang seperti sebuah perintah mutlak.


Setelah mengatakan itu Alisya lalu berjalan keluar di ikuti Mata di belakang sedangkan Edric hanya bisa menunjuk dan menendang angin lantaran kesal.


__ADS_2