Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Alisya ke perusahaan Beatrix


__ADS_3

BRAK.....


Pintu ruangan itu melayang lalu jatuh dengan kasar menghantam lantai mengakibatkan suara yang begitu keras.


"SIAPA YANG TELAH MENDOBRAK PINTU"


"Aku kenapa?"


Seorang gadis masuk dalam ruangan itu dengan santai bahkan tanpa rasa bersalah karna telah menendang pintu hingga rusak.


"Nona Alisya"


Sosok itu memang tak lain dan tak bukan adalah Alisya yang baru saja masuk di perusahaan setelah beberapa Minggu tidak masuk.


"Silahkan duduk Nona" Pria itu mempersilahkan Alisya untuk duduk.


"Bagaimana keadaan perusahaan setelah tidak aku kelola Justin?" tanya Alisya pada orang kepercayaannya itu.


"Semua masih berjalan normal Nona" jawab Justin apa adanya.


"Kamu yakin tidak ada penghianat?" tanya Alisya sinis.


"Aman Nona" kata Justin memberi jempol.


"Baguslah. berkas yang harus ku tanda tangani bawah di ruangan ku" kata Alisya yang langsung beranjak pergi.


Di tempat lain Maya yang sedang memasak di kagetkan dengan pintu apartemennya yang di gedor-gedor dari luar.


Dar


Dar


Dar


Maya yang kesal pun langsung menyimpan spatula di atas panci dengan kasar.


Prang......


"Entah setan dari mana yang menggedor pintu apartemen ku tapi aku akan memberi pelajaran yang tidak bisa dia lupakan" gerutu Maya yang langsung mengambil baskom kecil dan mengisinya dengan air.


"Mau mbak Kunti, Pocong, atau si manis jembatan Ancol kagak peduli" gerutu Maya lagi.


Ceklek


Byur


"Makan tuh air biar mandi sekalian" umpat Maya.


"S*alan"


Deg


Maya yang sedang tersenyum bahagia langsung pudar saat mendengar suara berat itu. dengan kepala patah-patah Maya menoleh ke arah suara hingga matanya melotot hampir keluar.

__ADS_1


"Tu.....an Ken....Kenzo" ucap Maya terbata-bata dengan tubuh yang gemetar menatap takut ke arah Kenzo.


"Apa kami bisa masuk sekarang?" Kenzo bertanya lebih tepatnya bukan bertanya tapi kalimat yang benar adalah


"Kami ingin masuk sekarang"


Kalimat yang tersembunyi seperti pertanyaan namun aslinya sebagai pernyataan membuat Maya sudah menelan ludah.


"Si....silah....kan Tu...tuan" balas Maya yang langsung menyingkir mempersilahkan Kenzo dan Dirga untuk masuk ke dalam Apartemennya.


"Mati aku. Alisya....... tolong aku" teriak Maya dalam hati.


Maya dengan langkah gontai berjalan di belakang tubuh tegap Dirga bahkan tanpa sadar tangannya meremas ujung jas yang di kenakan Dirga.


Dirga yang merasa ujung jasnya di tarik langsung menoleh dan bibirnya melengkung ke atas membentuk sebuah senyum tipis saat melihat wajah panik Maya.


"Tenanglah kami tidak akan memakan mu kok " bisik Dirga.


Maya yang mendengar bisikan Dirga langsung mengangkat kepalanya dan melihat Dirga sedang tersenyum aneh ke arahnya membuat Maya langsung menjauh dengan bergidik ngeri.


"Dasar pria cabul" guman Maya yang langsung berjalan cepat.


Dirga yang melihat itu hanya terkekeh kecil entah apa yang lucu hanya Dirga yang tahu.


"Dimana Alisya?" Kenzo bertanya kepada Maya dengan datar namun matanya terus berkeliling di sekitar mencari keberadaan Alisya.


"Noh orang padahal aku yang tuan rumah tapi lihat tingkahnya sudah kaya yang punya rumah" kata Maya dalam hati merasa kesal dengan sikap Kenzo.


"Jangan becanda Nona saya tau jika Alisya menginap disini tadi malam" kata Kenzo datar menatap tajam Maya.


"Alisya memang menginap disini tapi tadi pagi-pagi pas aku bangun dia sudah nggak ada lagi. nggak tau dia dimana" ucap Mata menahan gugup karna di tatap tajam oleh Kenzo.


Kenzo langsung berdiri lalu berjalan keluar saat menyadari jika memang di apartemen itu tidak ada tanda-tanda keberadaan Alisya.


"Sekarang kita kemana Tuan?" Dirga bertanya kepada Kenzo saat sudah berada di dalam mobil.


"Kembali ke perusahaan" kata Kenzo datar.


Dirga hanya diam menghidupkan mobilnya lalu menjalankannya pergi meninggalkan tempat itu menuju perusahaan Kenzo.


Kembali ke sisi Alisya yang telah mengomel parah melihat tumpukan berkas yang menggunung di atas meja kerjanya.


"Berkas-berkas ini membuat otak ku langsung koslet. kenapa harus sebanyak ini Tuhan...." teriak Alisya kesal melihat tumpukan Berkas itu.


"Nona berhentilah mengomel dan segera kerjakan berkas-berkas itu jika tidak berkas itu akan semakin menumpuk " tegur Justin terhadap Nona-nya yang hanya bisa mondar-mandir.


"cih apa otakmu itu masih di tempatnya? apa otakmu tidak miring mengerjakan tumpuk tumpukan kertas seperti ini? aku saja yang baru melihat nya sudah ketar-ketir duluan" gerutu Alisya.


"otak saya masih aman nona, masih di tempat semula tidak miring ataupun terbalik seperti yang anda katakan "balas Justin yang terlihat santai.


respon Justin yang terlihat begitu santai malah membuat alisya semakin dongkol dan kesal.


"apa aku jual saja ya ini perusahaan " ucap Alisya pelan namun masih di dengar oleh Justin.

__ADS_1


"Apa Nona bercanda bagaimana bisa dengan enteng Nona berpikir untuk menjual perusahaan ini?" teriak Justin kaget.


"lalu aku harus bagaimana? aku sangat mengerjakan kertas-kertas putih itu. kau tahu, jika bukan karena balas dendam Aku tidak akan mengambil alih perusahaan ini" terang Alisya.


"Ya sudah jika begitu kembalikan saja perusahaan ini" siap Justin enteng.


"lah emang orang yang sudah meninggal bahkan menjadi daging panggang manusia bisa bangun kembali dan mengambil alih perusahaan ini 'kan di Edric beserta keluarganya telah aku jadikan daging panggang manusia" terang Alisya santai.


"Daging panggang manusia" beo Justin kaget pasalnya dia tidak tahu menahu akan hal itu.


"Iya. mobil mereka ku tabrakan di kereta api sampai meledak"


"Apa Nona salah minum obat atau orang di depan ku bukan Nona ku. kenapa dia menjadi bodoh dan cerewet seperti ini" kata Justin dalam hati.


"Nona lebih baik anda duduk dan kerjakan berkas-berkas itu jangan hanya mondar mandir seperti setrika seperti itu" kata Justin ikut pusing melihat tingkah dari Alisya.


Brak


"Baiklah. kamu kesini dan ambil sebagian bantu aku untuk mengerjakannya" titah Alisya enteng namun membuat Justin membulatkan mata.


"APAAA....." teriak Justin dengan mata melotot.


"Kamu tidak tuli kan Justin? aku bilang bantu aku mengerjakan kertas-kertas putih ini. Lihat aku sudah menyiapkan bagian buat kamu" kata Alisya menunjuk satu gunung berkas.


"Entah setan atau mahluk jenis apa yang merasuki Nona Ku kenapa dia begitu menyebalkan." batin Justin berteriak-teriak protes karna ulah dari atasannya sekaligus ketuanya itu.


"Kenapa diam.... ayo ambil dan kerjakan disitu" teriak Alisya dengan wajah penuh senyuman.


"Senyuman mu bukan menyejukkan hati Nona tapi malah membuat hati semakin tertekan" protes Justin dalam hati.


Dengan langkah gontai Justin berdiri lalu berjalan ke arah meja Alisya mengambil 1 gunungan berkas lalu membawanya ke sofa.


"Padahal pekerjaan ku masih banyak tapi Nona dengan sangat baiknya malah menambah pekerjaan ku lagi." kata Justin dalam hati.


BRAK


Baru saja Alisya membuka berkas tiba-tiba ruangannya di buka Dengan keras hingga membuat dia kaget apalagi Justin yang dari tadi melamun.


"Manusia yang sudah tidak sayang nyawa"


"Entah setan darimana yang muncul namun aku akan benar-benar memenggal kepalanya"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***Hay teman-teman yok mampir di karya teman ku siapa tau suka tapi sebelum itu jangan lupa beri Author ini Like Vote dan tinggalkan jejak di kolom komentar ya😉


Judul Novel : Si penipu pacar Tuan psikopat


By Author : Adhilla


Status Novel : On going***


__ADS_1


__ADS_2