
Sudah beberapa hari setelah pertengkaran itu baik Alisya maupun Kenzo seakan saling menghindar. Kenzo yang sibuk dengan pekerjaannya di tambah lagi masalah Black Dragon belum terselesaikan.
Sedangkan Alisya lebih fokus kepada Perusahaan dan balas dendamnya kepada Edric dan keluarganya.
Drett
Drett
Drett
Alisya yang sedang fokus dengan Leptopnya langsung di alihkan dengan getaran ponselnya yang berada di sampingnya.
"Anna" guman Alisya lalu menekan ikon hijau.
"Hallo Nona"
"Bagaimana?"
"Semua hampir selesai Nona namun Nona Alisya berencana untuk mencelakai Nona"
"Mencelakaiku? mimpi saja!"
"Biarkan saja kamu pantai terus pergerakkan mereka dan jalan lupa tambah terus dosisnya"
"Baik Nona"
Tut
Tut
Tut
"Mencelakaiku? he tidak akan lagi" smirk Alisya meremas ponselnya.
"Sepertinya sudah main-mainnya maka mari kita mulai permainan yang sebenarnya." lanjut Alisya dengan seringaian licik.
Alisya lalu mengambil telfon kantor dan menekannya.
"Hallo Galang"
"Panggil Tuan Edric untuk menghadap!" perintah Alisya lalu langsung mematikannya.
Beberapa menit kemudian Edric datang langsung masuk tanpa mengetok pintu membuat Alisya menatapnya tajam.
"Apa Tuan Edric tidak punya lagi sopan santun? hingga masuk di ruangan tanpa mengetok pintu" ucap Alisya sinis.
"Alisya, kita hanya berdua panggil saja Daddy" kata Edric tersenyum ramah.
"Cih Daddy? ingin sekali aku memenggal kepalanya sekarang tapi tidak akan seru jika dia belum makan hidangan yang ku siapkan" batin Alisya.
"Tuan lupa jika kita bukan lagi anak dan Daddy" tekan Alisya menatap tajam Edric yang hanya memasang senyum manis.
"Alisya Daddy....."
"Cukup! aku hanya memberi kamu kesempatan untuk mendapatkan kerja sama dengan perusahaan KEANO GROUP jika anda berhasil saya akan memberikan anda bonus" kata Alisya tegas.
"Bonus di depak dari perusahaan ini" lanjut Alisya dalam hati.
"Baik. Daddy pasti dapatkan itu" kata Edric dengan senyum yang merekah.
"Hm pergilah" usir Alisya.
__ADS_1
Sedangkan Alexa kini berdiri di depan gedung menjulang yang tidak terlalu tinggi. Alexa lalu melangkah masuk ke dalam perusahaan itu.
Sepanjang jalan para karyawan saling berbisik bahkan ada yang terang-terangan membicarakannya dengan nada yang keras serta tatapan sinis tapi sebisa mungkin Alexa tahan karna tujuan datang kesini adalah penemui Leon.
Leon? perusahaan yang di datangi Alexa adalah perusahaan Leon hingga tidak heran semua karyawan mengenalnya dengan sosok gadis Lugo dan polos namun sebelum kelakuan aslinya terbongkar.
Ceklek
"Leon" panggil Alexa yang langsung duduk di depan Leon.
Sedangkan Leon hanya diam dan menatap sinis Alexa yang duduk tenang di depannya.
"Jadi ini sifat asli kamu?" tanya Leon dengan sinis namun di abaikan oleh Alexa.
"Jangan menatapku seperti itu. seperti ini juga pernah kamu cintai dan kamu tempelin dimanapun aku pergi" balas Alexa tersenyum menang yang membuat Leon langsung bungkam.
"Temui aku malam ini di bar X" kata Alexa lalu beranjak pergi namun terhenti karna perkataan Leon.
"Untuk apa?" tanya Leon dengan nada sinis.
"Kau ingin mendapatkan Alisya kembali bukan? jika ia temui saja aku jam 9 malam ini" jawab Alexa lalu pergi meninggalkan Leon.
Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka di dengar seseorang melalui kamera tersembunyi di bawah meja Leon.
"Tak perlu repot-repot untuk merencanakannya karna kamu sendiri yang datang. hanya perlu menambahkan sedikit bumbu untuk siap di hidangkan" smirk Alisya yang mendengar percakapan antara Leon dan Alexa.
*********
Malam harinya seperti yang di janjikan Alexa tadi siang, kini Leon berdiri di depan bar tempat yang di katakan Alexa. tanpa membuang waktu Leon segera masuk ke dalam.
Sampai di dalam Leon langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut hingga ia melihat Alexa duduk tenang di sudut bagian timur. Leon segera berjalan cepat ke arah Alexa.
"Katakan?" ucap Leon menatap tajam Alexa.
"Santai aja, minum dulu dong'' kata Alexa lalu memanggil pelayan untuk membawakannya Wine.
Beberapa menit kemudian pelayan itu membawakan pesanan Alexa lalu pergi dengan senyum miring tercetak di sudut bibirnya.
''Kau ingin mendapatkan Alisya kembali bukan?'' tanya Alexa sambil menyesap Wine di gelasnya.
"Tentu saja" jawab Leon yang mulai menuang wine ke gelasnya.
"Lalu apa rencana mu? kamukan tau jika Alisya sekatang sedang dekat dengan Kenzo?"
"Entah aku juga belum terfikirkan."
Mendengar itu Alexa langsung tersenyum licik
"Aku bisa memanfaatkan Leon untuk mencapai keinginan ku tanpa mengotori tanganku" batin Alexa.
"Kamu tinggal jebak saja Alisya aku yakin Tuan Kenzo tidak akan mau menerima Alisya lagi jika sudah ternodai"
"Benar juga tapi bagaimana caranya? Alisya tidak ingin bertemu denganku lagi bahkan pria itu mengancam ku"
"Tenang saja aku akan membantumu tapi semua itu tidak gratis"
"Tenang saja aku pasti memberi kamu kompensasi"
"Baiklah mari kita bersulang untuk memulai rencana kita."
Akhirnya Leon dan Alexa berpesta untuk memulai rencana mereka tanpa menyadari jika tubuh mereka mulai panas. beberapa menit kemudian Alexa naik ke pangkuan Leon lalu mulai mencium bibir Leon yang langsung di balas Leon.
__ADS_1
Sedangkan di sudut lain Alisya tersenyum sinis melihat Alexa dan Leon yang bercumbu begitu liar dan panas.
"Ikuti mereka!" kata Alisya datar saat melihat Leon dan Alexa yang sudah beranjak pergi meninggalkan Bar.
Alisya segera berdiri lalu berjalan mengikuti Alexa dan Leon keluar dari bar di ikuti seoranqg pria kekar di belakangnya.
"Cepat jangan sampai ketinggalan!" perintah Alisya pada pria yang sedang mengemudi.
"Sudah ku duga" guman Alisya tersenyum sinis lalu mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu.
"Kembali ke apartemen!" perintah Alisya.
Sedangkan Alexa dan Leon? Jangan di tanya pasti taulah jika wanita dan pria memesan kamar di hotel untuk apa.
Pagi hari seluruh dunia di gemparkan dengan video panas pewaris tunggal perusahaan Sward dengan Nona muda keluarga Beatrix. Video itu bahkan menjadi pencarian paling teratas.
Sedangkan sang pemeran masih tertidur nyenyak di dalam kamar dengan tidak mengenakan sehelai benangpun selain selimut yang menutupi keduanya.
Tapi tidur nyenyak mereka harus segera berakhir lantaran tiba-tiba saja pintu kamar di dobrak dari luar.
BRAK
"Itu mereka" pekik seseorang.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Alexa yang mulai terganggu dengan suara berisik dan cahaya berkedip-kedip yang menyilaukan mata langsung bangun dan berteriak.
"Hentikan siapa yang mengganggu tidurku ha......?'' teriak Alexa yang belum sadar akan kondisi.
"Dia bangun! cepat ambil video dan gambar sebanyak-banyaknya" teriak orang paling depan.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Deg
Alexa langsung menegang saat melihat puluhan orang dalam kamar itu lengkap dengan kamera dan ponsel di tangan mereka masing-masing.
"TIDAK......! APA YANG KALIAN LAKUKAN? HENTIKAN SEMUA INI. HENTIKAN" teriak Alexa histeris lalu mengambil selimut menutupi tubuh telanjangnya.
"Leon bangun!" Alexa mengguncang tubuh Leon dengan panik.
"HENTIKAN! AKU ADALAH ALEXA BRIANA BEATRIX AKU AKAN MENUNTUT KALIAN SEMUA. HENTIKAN." teriak Alexa histeris saat kamera semakin menyorotinya.
"Ada apa Alexa" tanya Leon dengan suara Serak khas bangun tidur.
Mata Leon langsung terbelalak melihat ada banyak wartawan di dalam kamarnya.
"Apa yang kalian lakukan cepat pergi jika tidak ingin aku tuntut" kata Leon yang menahan malu.
Sedangkan di posisi Alisya begitu bahagia melihat berita terpanas pagi ini. senyum indah tak pernah pudar dari bibirnya namun jika di perhatikan lebih teliti itu bukan senyum melainkan smirk.
"Sekali dayung dua pulau terlampau" guman Alisya dengan Smirk menakutkan.
__ADS_1