Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Keterkejutan


__ADS_3

"Saya sudah mencari tahu dalangnya Tuan ini fotonya" balas Reiki yang menyodorkan selembar foto di depan Kenzo.


Kenzo dengan malas mengambil foto yang terbalik itu lalu membaliknya melihat dengan jelas siapa orang yang memerintah pria itu untuk mengikutinya.


Deg


Mata Kenzo menajam, napasnya memburu, tangannya mengepal dengan erat, dan giginya bergemuruh menahan amarah yang siap untuk meledak.


Kenzo berusaha untuk menstabilkan amarahnya namun tidak bisa perbuatan orang yang di dalam foto ini terbayang-bayang dengan jelas di ingatannya.


Suara permohonan Ayahnya yang berlutut di kaki Wanita ini untuk tidak pergi namun tanpa hati wanita ini, wanita ini menendang Ayahnya layaknya seperti sampah.


Wanita yang bahkan tanpa ragu pergi meninggalkannya tanpa memikirkan terlebih dahulu dirinya jangankan memikirkan melirik saja tidak.


Pembuluh darah Kenzo membengkak hingga terlihat di antara lehernya dia benar-benar membenci wanita ini di setiap Aliran darahnya bahkan di setiap hembusan napasnya.


Bianka Melinda


Wanita itu, Wanita yang telah melahirkannya di dunia ini, ibu kandungnya namun sayangnya wanita itu pula yang meninggalkannya tanpa pamit.


Wanita yang bahkan menginjak-injak harga diri Ayahnya wanita yang menghina Ayah sedemikan rupa membuatnya membenci wanita yang melahirkannya itu.


"Awasi pergerakan wanita tua ini pastikan dia tidak mendekati istriku" kata Kenzo yang langsung berdiri lalu pergi meninggalkan Reiki yang sedang bingun.


"Ada apa dengan Tuan Kenzo kenapa dia terlihat sekali jika sangat marah dan...." Reiki menghentikan kalimatnya saat melihat jika foto wanita tua itu masih di atas meja namun sudah menjadi kusuk karna Kenzo mengepal nya dengan erat tadi saat memegangnya.


"Kenapa Tuan Kenzo terlihat sangat membenci wanita ini? siapa sebenarnya wanita ini aku harus mencari tahu terlebih dahulu" guman Reiki dalam hati lalu mengambil foto itu lalu pergi dari restoran itu.


Kenzo yang sedang emosi memutuskan untuk memesan kamar lain karna sekarang dia benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya takutnya jika kembali ke kamarnya dia malah menyakiti wanita yang di cintainya karna terbayang wajah wanita tua itu.


Sampai di kamar pesanannya Kenzo langsung masuk dan menutup pintu dengan kasar hingga menimbulkan suara yang cukup keras.

__ADS_1


BRAKK


Kenzo masuk dan mengamuk dalam kamar itu. meluapkan segala amarah, kekecewaan dan kebencian semua menjadi satu. di kepalanya selaku terbayang bagaimana Ayahnya yang berlutut memohon namun wanita itu tidak memperdulikannya.


"Untuk apa wanita itu kembali? bukankah sudah lama dia menghilang bukannya menghilang tapi karna aku tidak mencarinya. lalu untuk apa dia tiba-tiba mencari ku?" guman Kenzo yang penuh tanda tanya.


"Jika hanya karna dia yakin aku anaknya itu mustahil. pasti dia kembali karna aku telah sukses."


Di tempat lain terlihat seorang wanita paruh baya sedang duduk di sebuah meja dengan segelas minuman di depannya sepertinya wanita itu sedang menunggu seseorang.


Seperti yang di perkirakan setelah beberapa menit kemudian terlihat seorang pria yang menuju ke arah wanita paruh baya itu. pria itu terus berjalan ke arah wanita paruh baya itu hingga sampai di depannya dia langsung duduk tanpa meminta izin terlebih dahulu.


"Bagaimana apa kamu sudah menemukannya?"


wanita paruh baya itu bertanya dengan antusias dan senyum yang lebar dari bibir merah menyala nya.


"Sudah Nyonya" jawab pria itu.


"Dimana?" tanya wanita paruh baya itu yang dengan nada sudah tidak sabar.


"Bulan madu?" pekik wanita paruh baya itu dengan ekspresi terkejut.


"Yah Nyonya mereka sedang bulan madu" ucap pria itu lagi dengan nada serius tanpa ada kebohongan.


"Baiklah Aku ingin kamu terus mengikuti mereka jangan melakukan gerakan apapun cukup ikuti saja mereka dan ini bayaran awal mu" ucap wanita paruh baya itu menyodorkan sebuah amplop coklat di hadapan pria itu.


"terima kasih. Nyonya tidak perlu khawatir aku pasti akan mendapatkan apa yang Nyonya inginkan" ucap pria itu yakin lalu segera beranjak pergi.


"Ternyata mereka bulan madu. Gadis miskin itu benar-benar harus di singkirkan dari kehidupan Kenzo namun aku tidak bisa bergerak sekarang karena pasti mereka akan curiga aku harus menunggu mereka pulang ke Rusia lalu aku akan menyusul mereka dengan membawa wanita yang lebih segalanya dari anak buangan itu" kata wanita paruh baya itu dalam hati.


wanita paruh baya itu merupakan Bianca Melinda sosok wanita yang melahirkan Kenzo. namun beberapa puluh tahun lalu Melinda pergi meninggalkan Kenzo dan mantan suaminya yaitu Sardin yang merupakan ayah dari Kenzo karena pada saat itu Ayah Kenzo terancam bangkrut.

__ADS_1


Melinda yang tak ingin hidup susah lebih memilih berselingkuh dengan pria kaya dan meninggalkan anak dan suaminya lalu mengikuti pria kaya itu dengan jaminan hidupnya yang akan super mewah.


"Cih Jika saja dulu kamu tidak bangkrut Sardin aku tidak mungkin akan meninggalkan kamu dan Kenzo tapi sayangnya kamu jadi bangkrut dan menjadi pria miskin mana mau aku hidup susah" Kata Melinda dengan sinis.


"tapi karena Kenzo sudah sukses dan menjadi kaya raya maka aku akan kembali agar bisa menikmati hasil kekayaannya sedangkan kamu Sardin hanya bisa menangis di dalam tanah melihat aku menikmati semua kekayaan Kenzo. tapi aku berterima kasih kepadamu karena berkat dirimu Kenzo menjadi kaya raya walau sayang kamu tidak dapat menikmati hasil kekayaan itu karena itu semua adalah milikku" kata Melinda dalam hati tertawa licik.


sedangkan di tempat lain Alisya sedang menerima telfon entah dari siapa hingga beberapa saat kemudian terlihat Alisya mematikan ponsel miliknya lalu mencari kopernya setelah mendapatkan nya Alisya langsung membukanya.


Terlihat Alisya membuka koper itu lalu membuka kain hitam yang menempel dengan koper yang ternyata di dalamnya ada sebuah Leptop.


Tanpa ba-bi-bu Alisya langsung mengeluarkan Leptop itu lalu membawanya di atas ranjang miliknya.


"Sekarang kita lihat siapa yang berani mengikuti suami ku" Guman Alisya yang sudah menghidupkan Leptopnya.


Tadi Alisya sedang asyik-asyiknya membuka Paber bag yang di belikan Kenzo untuknya namun tiba-tiba ponselnya berdering. setelah Alisya melihat ternyata nomor baru Namun Alisya tau siapa pemilik nomor itu hingga tanpa ragu ia mengangkatnya.


Wajah yang tadinya penuh senyuman dan kebahagiaan langsung pudar dengan wajah datar dan tatapan tajam seperti elang yang siap menerkam mangsanya.


Dia benar-benar marah dan kesal saat orang yang dia tugaskan untuk menjaga mereka dengan mengikuti pergerakan mereka berdua salah satunya suaminya. Alisya begitu kesal saat anak buahnya melaporkan jika ada orang yang mengikuti Kenzo dari mall hingga sampai di hotel.


Anak buah Alisya juga mengatakan jika yang mengikuti Kenzo di suruh seseorang. dan anak buah Alisya telah mengambil foto orang yang memerintahkan pria itu.


Alisya mulai menggerakkan jarinya untuk menari-nari di atas keyboard itu hingga beberapa menit kemudian Alisya sudah menemukan data wanita itu.


"Ini dia" guman Alisya dengan smirk di bibirnya.


Alisya mulai membaca data wanita itu dari atas sampai bawah hingga tiba-tiba mata Alisya langsung membulat saat melihat kebenaran itu.


"Ibu kandung Kenzo" pekik Alisya yang benar-benar kaget.


Alisya benar-benar kaget mengetahui hal ini karena sebelumnya Alisya pernah bertanya kepada Kenzo dimana ibunya namun Kenzo hanya mengatakan jika ibunya pergi meninggalkan mereka berdua dengan Ayahnya Sedangkan ibunya pergi mengikuti pria kaya yang menjadi selingkuhannya.

__ADS_1


"Untuk apa wanita tua ini kembali? jika dia datang dengan niat baik aku akan membantunya untuk mendapatkan maaf dari Ke zo tapi jika dia datang karna memiliki niat terselubung aku tak segan-segan membuatnya menderita. lagi pula mendengar dari cerita Kenzo wanita yang memang akan haus akan harta dan tahta akan sangat sulit untuk bertobat" Guman Alisya.


Alisya kembali melanjutkan membaca informasi tentang wanita yang akan menjadi mertuanya itu hingga selesai.


__ADS_2