
Cih dasar J4L4NG" umpat pria itu.
Bugh
Uhukk Uhukk
"Mampus"
Anak buah Alisya hanya bisa menutup mulut menahan tawa saat melihat Ketua mereka Alisya yang langsung melayangkan tendangan maut di rahang pria itu hingga membuatnya sulit bernapas.
"Tuh mulut mau aku jahit atau lem sekalian?"
"Perempuan Si....."
Bugh
Aaa
"Berani mengumpatku, akan aku robek mulut busuk mu itu" kata Alisya yang menatap datar pria di depannya yang sudah 2 kali terjungkal karna ulahnya.
"Hey kau cepat bantu dia duduk" tunjuk Alisya pada sang Wakil Ketua.
"Baik Ketua"
Sang Wakil itu segera beranjak mendekati pria yang sedang meringis itu lalu membantunya untuk duduk di sebuah Kursi yang sudah di siapkan.
"Cih Pria lemah seperti ini mau memata-matai ku" cibir Alisya yang menatap sinis pria di depannya.
Pria yang mendengar penuturan dari Alisya dengan menahan sakit mendongakkan kepala hingga dapat melihat Alisya dengan jelas.
Mata Pria itu membulat saat melihat siapa yang ada di depannya. Pria itu langsung gugup saat melihat Alisya yang menatapnya tajam seperti elang yang siap menerkam Ular.
"No....nona...." bibir pria itu seperti keluh hingga tak dapat lagi mengeluarkan suara.
"Masih ingat dengan diriku yang cantik ini atau aku memperkenalkan diri ulang" tanya Alisya dengan narsis namun juga penuh akan nada ancaman.
"Sekarang katakan apa saja yang ketahui tentang aku dan suami ku"
Wajah yang tadinya penuh senyuman kini berubah menjadi datar dengan tatapan tajam yang ingin menelan hidup-hidup pria di depannya itu.
Mendengar pertanyaan itu dari Alisya membuat Pria itu bukannya menjawab malah bungkam membuat Alisya langsung emosi. Alisya sangat tidak suka apabila jika dia bertanya namun di abaikan.
"Ambilkan kesayangan ku" titah Alisya datar menatap tajam sang Wakil ketua.
"Siap ketua"
__ADS_1
Wakil ketua itu segera pergi mencari apa yang di butuhkan oleh Ketua nya hingga beberapa saat kemudian dia kembali dengan membawa kotak hitam di tangannya.
"Ini Ketua"
Pria yang menjadi Wakil itu segera membuka kotak itu yang ternyata isi di dalamnya lengkap dengan beberapa macam belati dari yang kecil sampai ada yang besar.
"Mau bicara atau aku robek?" Ancam Alisya yang langsung memainkan belati itu di sekitar wajah Pria itu.
Srettt
Alisya yang melihat kebungkaman dari pria itu tanpa ragu segera menarik belati yang ada di pipi pria itu hingga membuat pipi pria itu luka.
Ssssst
"Masih tidak mengaku?" tanya Alisya lagi namun pria itu tetap bungkam.
"Kau tau jika aku mau kamu sudah mati dari awal. harusnya sebelum menjalankan misi mu kamu ketahui dulu siapa target kamu sendiri. kamu tidak tahu siapa yang menjadi target mu kali ini si4l4n...." teriak Alisya dengan mata yang memerah menahan niat membunuh yang ingin membunuh Pria di depannya itu namun dia masih membutuhkannya.
Pria yang mendengar penuturan dari Alisya langsung mendongakkan kepala walau harus menahan sakit.
"A...apa maksud mu?" tanya pria itu dengan gugup.
Entah kenapa Pria itu merasakan firasat buruk saat Wanita di depannya itu mengeluarkan penuturan seperti itu.
"Mungkin Identitas luarku kau tau yaitu Pewaris Beatrix Company dan juga Cucu satu-satunya dari Pemilik perusahaan terbesar di China namun kamu tidak tau jika aku adalah seorang Mafia dan Suami ku, Kenzo dia adalah ketua Mafia yang paling di takuti di dunia jelas kamu tau bukan? kamu kan Pembunuh bayaran" ungkap Alisya dengan mencibir pria itu.
"Sekarang yakin tidak mau mengaku?"
Alisya mengelilingi Pria itu dengan memainkan belati di tangannya dengan sebuah seringaian dingin menghiasi bibirnya.
Srett
Syatt
Srekk
Aaaa
"Ampun....ampun.....baik... sa...saya akan bicara" teriak pria itu yang panik saat melihat jika Alisya akan menusuk pahanya.
"Cih dari tadi kek kan enak, jadi nggk perlu di siksa dulu kan?" kata Alisya yang tersenyum manis tanpa dosa menyibakkan rambutnya berjalan santai lalu duduk di depan pria itu.
Huuuuuh
Alisya duduk di sebuah kursi dengan santai dengan menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara pelan-pelan.
__ADS_1
"Apa yang di rencanakan ibu mertua ku itu?" tanya Alisya kepada Pria di depannya itu karna dia yakin jika pria itu tahu apa yang di rencanakan wanita yang menjadi ibu kandung dari Suaminya itu.
"Nyonya Melinda berencana untuk memisahkan Nona dengan Tuan Kenzo hingga Tuan Kenzo akan......."
"Si4l4n dasar serakah" umpat Alisya yang langsung emosi seketika.
"Sekarang katakan apa yang kamu laporkan ke wanita tua itu" lanjut Alisya.
Tadinya Alisya menghormati wanita itu namun setelah mengetahui rencana dari wanita itu yang ingin memisahkannya dengan Kenzo membuat rasa hormat Alisya hilang seketika pada wanita yang melahirkan suaminya di dunia ini.
"Saya hanya melaporkan seperti kegiatan anda termaksud dengan kepulangan anda di negara ini" jawab pria itu jujur.
"Cih aku tidak mau tau mulai sekarang kamu mata-mata aku yang aku tugaskan untuk memata-matai wanita tua itu" kata Alisya yang tak ingin di bantah.
"Tapi Nona saya....." kalimat Pria itu langsung di potong oleh pelopotan Alisya.
"Tenang saja aku akan membayar mu bahkan lebih mahal dari si wanita Tua itu" ucap Alisya sombong.
"Ternyata benar, orang serakah adalah manusia yang paling sulit untuk bertobat mereka selalu di buta kan harta benda termaksud wanita itu." kata Alisya dalam hati yang geleng-geleng kepala.
"Walau begitu aku tak peduli. jika dia ingin mengambil suami ku maka aku akan melawannya. Tadinya aku berfikir untuk memperbaiki hubungan antara mereka namun setelah mengetahui niat busuk darinya maka aku sendiri yang akan menjauhkan kamu dari suamiku. jangan salahkan aku karna menjauhkan mu dari putra mu tapi salahkan saja dirimu sendiri yang terlalu serakah"
"Kalian obati dia. aku tidak mau tau mulai besok dia harus sudah bekerja untuk ku" ucap Alisya datar.
Setelah memberi perintah Alisya langsung berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan anak buahnya yang hanya melongo di buatnya.
"Tumben tidak di bunuh" batin serentak semua anggota dari Alisya.
Alisya menjalankan motornya dengam kecepatan yang berada di atas rata-rata hingga motor Alisya melaju kencang membela jalan raya hingga setelah beberapa menit Alisya sampai di tempat Ramai.
"Aku lapar" Guman Alisya dalam hati
Karna merasa lapar Alisya langsung mencari warung makan tanpa peduli jika itu makanan pinggir jalan sekalipun hingg setengah beberapa saat mencari Akhirnya Alisya menjatuhkan pilihannya di warung makan yang terlihat sederhana namun pengunjung begitu lama.
"Ramai sekali, itu berarti makanan disini enak" guman Alisya tersenyum tipis.
Dengan Langkah ringan Alisya segera masuk dalam warung makan itu hingga sampai di dalam Alisya langsung duduk di salah satu meja.
"Mau pesan apa Nona?" tanya seorang pelayan yang menghampiri meja Alisya.
"Nasi putih biasa dan aku ingin lauknya lele dan minumannya es teh" pesan Alisya.
"Tunggu sebentar Nona"
Pelayan itu segera berbalik kembali masuk ke dalam bagian dapur hingga beberapa menit kemudian pesanan Alisya tiba. Alisya yang sudah lapar sebenarnya tidak bisa menahan lagi namun jaga image donk.
__ADS_1
"Selamat menikmati Nona"
Deg